ARE NOT THE SAME

ARE NOT THE SAME
PART 50 (TAK INGIN MENYAKITI)



Malam itu Fizzy termenung setelah membaca pesan AliQ, bahkan Natasha yang sedari tadi berceloteh pun tak ia dengarkan.


Fizzy Replay message.


~ AliQ, untuk Apa bertemu malam-malam begini.


NAJAM ALIQ


~ Ada hal yang sangat penting.


Fizzy Replay message.


~ tentang Apa? pernikahan kita seminggu lagi. Apa ada kekurangan?.


NAJAM ALIQ


~ TIDAK!. hanya saja ini sangat penting.


Fizzy replay message.


~ Baiklah, jika mereka sudah tidur aku akan menemuimu.


NAJAM ALIQ


~ AKU TUNGGU SEGERA.


Fizzy menghela nafasnya dengan berat. sesekali Fizzy pun menatap lembut wajah Natasha yang sedari tadi bercerita kerinduannya kepada Ayahnya. Fizzy merasa tidak enak jika mengusir Natasha apalagi untuk bertemu AliQ dimalam hari seperti ini.


(bagaimana bisa aku meninggalkannya, ahh membingungkan. Aku takut AliQ menungguku lama - batin Fizzy bergumam)


Fizzy kembali mendengarkan cerita yang sedang Natasha ceritakan, tak lama kemudian Fizzy dan Natasha merasa kaget dengan kedatangan Ayana yang menangis dan berlari memeluk Natasha.


"kakak, Aku mencarimu!" Serunya, Natasha kebingungan dengan tingkah bayi Ayana. mengapa Natasha memanggilnya bayi, Karena semenjak Natasha merasa kecewa dengan kabat pernikahan Qabil dan Alea, Ayana semakin manja bertingkah terhadap Natasha.


"Ayana, kamu kenapa sih.?" Tanya Fizzy.


"Apa kakak sudah melihat sosmed Qabil?" Tanya Ayana, Natasha hanya diam karena dia sama sekali tak memiliki akun sosmed Apapun. Natasha menggelengkan kepalanya.


"Sebentar, Aku akan melihatnya!." Seru Fizzy sembari membuka layar ponselnya, Fizzy membuka akun sosmed Miliknya dan mencoba mencari Akun Sosmed milik Qabil.



@QABILOZCIVIDE


KAMU ADALAH CAHAYA TERANG UNTUK KU, SELAMANYA AKAN SELALU INDAH. MYBEAUTIFULL, MY LOVE.. GAK SABAR UNTUK WAKTU YANG MENJADIKANMU ADALAH MAKMUMKU @FhakiyaAleanoor.


"Coba lihat, Apa Qabil sedang membuat puisi?" Tanya Natasha heran.


"Kak Natasha, mengapa kau sepertu sedang mengejek ku! " Ucap Ayana sembari menangis kembali.


"Sudah, Jangan menangis kau ini! sudah ku bilang bermainlah dengan Cantik." Seru MaliQ yang datang mengagetkan mereka.


(Aku sudah menduganya, Tuan MaliQ memang ingin membuatku dan Faaz berpisah. - batin Natasha )


" MaliQ, Temani aku ditaman. aku ingin sekali menangis keras sembari menatap bintang dan berharap bintangku Jatuh, dan aku akan memberikan sebuah permintaan." Seru Ayana.


" Sungguh menggemaskan sekali kamu Ayana" Gumam Fizzy sembari mencubit keras pipi Ayana.


" Kita Pamit aja yak, Ayo Ayana " Ajak MaliQ, Ayana mengikuti langkah maliQ. Tak lama kemudian Natasha pun berpamitan kepada Fizzy untuk mengistirahatkan Badannya dikamar miliknya.


Menatap bintang, mencium Aroma Malam, saling menggenggam tangan juga saling Menguatkan.


hubungan MaliQ dan Ayana yang sejak kecil terbangun chemystri sebagai Kakak dan Adik sepupu memanglah terbilang sangat Romantis dibandingkan Hubungan MaliQ dan Alea. MaliQ sangat mengerti jika Ayana sedang merasakan kesedihan Namun tak berarti jika MaliQ harus mengorbankan kebahagiaan Kakak kandungnya Alea.


" Lihatlah itu bintang Milik mama May, dan itu milik Mama letycia " Celoteh Ayana, MaliQ tersenyum melihat senyuman Ayana.


" MaiQ, Nanti kalau kamu temukan jodohmu. Apakah kita akan terus melakukan ini jika sedang bersedih? " Tanya Ayana kembali, MaliQ masih menatap langit. Rumput kering yang menjadi sandaran tubuhnya pun terasa dingin di punggungnya.


(' *Aku hanya ingin Natasha, Mana mungkin aku menikah jika Natasha tetap bersama **** itu. Maafkan aku Ma!, Aku merasa aku membenci Kak Faaz - batin MaliQ* )


" MaliQ!. " Panggil Ayana kembali,


" Apasih Bawel, Ayana Bawel " ejek MaliQ.


" MaliQ, Mengapa Kau mengejek ku " Seru Ayana sembari menatap MaliQ tajam. MaliQ tertawa terkekeuh melihat tingkah Adik sepupunya itu. Ayana mendudukan posisi badannya. Mulutnya terlihat cemberut dan tak ingin menoleh kearah MaliQ.


" Yey! malah cemberut, sekarang Ayana Jelek deh!" Ejek MaliQ kembali, Ayana memukul lengan atas MaliQ keras. MaliQ malah semakin menertawakannya.


" Dasar tengil! " Ucap Ayana.


" Yang tengil itu kamu, ngambekan, melow, Bucin, terus malu-maluin jadi cewe Cantik kok kaya yang gak Laku sih. " Gerutu MaliQ sembari tertawa terbahak-bahak hingga maliQ merasa sakit di area Perutnya.


('cih! emang kamu gimana, Kamu juga Bucin kelas Kakap Lagi!!! - batin Ayana )


" Bilang Apa MaliQ? " Tanya Ayana kembali menajamkan matanya menatap MaliQ.


" Udah, Udah Maaf deh MaiQ salah. Maaf iya Adik ku sayang " Seru MaliQ sembari merangkul sepupunya itu.


" MaiQ juga Bucin, Udah deh jangan Bucin teriak Bucin." Teriak Ayana, MaliQ melihat Ayana sepertinya merasa kesal dengannya. MaliQ menatap kembali sepupunya itu. Ayana masih mengerucutkan bibirnya dan enggan menoleh kearah MaliQ.


" hmmm, Iya sih MaiQ juga kan bucin. Kalau gitu Tos dulu yuk " Canda MaiQ sembari mengangkat sebelah Tangannya.


" Hahahaha, kamu kenapa MaliQ?. Kamu mengakui jika kamu juga Bucin! " Ayana tertawa terbahak-bahak melihat maliQ yang terlihat kebingungan.


" Sudahlah, Kita sama-sama Bucin. Tak usah diperdebatkan kembali " Serunya sembari menahan Tawa.


Ayana menatap mata MaliQ dan akhirnya mengeluarkan Tawa kencangnya membuat Uncle Zain yang sedang berjalan melangkah ke kamarnya, melangkahkan kaki untuk melihat raut Wajah keduanya saat sedang tertawa lepas.


" Sayang, Daddy sangat menyayangimu dan Untukmu MaliQ andai saja kau bukan keponakanku sudah kujadikan Kau menantuku. Hanya denganmu Lah Anak ku terlihat bahagia " Gumam Uncle zain, Uncle zain kembali kedalam kamarnya.


*******


Canbeera, Australia.


" Rayna, Mengapa disaat aku mulai ingin melupakanmu. Kau selalu muncul seperti bayangan untuk ku " Gumam Faaz menatap lekat tubuh istrinya yang masih terbujur kaku memakai Alat.


" Dokter Ambar, Apa Rayna benar-benar masih bisa sadar? " Tanya Faaz kepada dokter Ambar.


" Dari 100% kemungkinan Hanya 60% Faaz, Saya belum bisa memastikan jika Rayna akan sembuh ataupun Akan meninggal karena semenjak kejadian kemarin Daya Tahan tubuhnya menurun drastis. Saya takut itu berpengaruh untuk kestabilan Otaknya, Karena Suplay Otak itu sangat berperan penting dalam kesadaran Manusia" Jelas Dokter seraya menjelaskan kondisi Rayna.


Faaz mengingat betul penjelasan dari Para penjaga bahkan Faaz melihat betul apa yang di lakukan MaliQ kepada Rayna, MaliQ mencoba membawa Rayna yang dibantu oleh Temannya shawn. Shawn sekarangpun tidak bertugas bersama Dokter Ambar, Shawn terpaksa harus dipindahkan ke tempat Lain untuk tetap bertugas menjadi Perawat karena Faaz meminta kepala Rumah sakit untuk menjauhkan Shawn dari jangkauan MaliQ dan Rayna Bahkan, MaliQ tak mengetahui kepindahana tugas Sahabatnya itu.


Di dalam Rekaman Kamera pengawas terlihat jelas jika MaliQ melucuti semua Alat yang menempel didalam tubuh Rayna, Entah rencana Apa yang sedang dibuat MaliQ. Namun Rencana itu gagal saat Dokter Ambar datang dan melihat apa yang sedang dilakukan Shawn dan MaliQ.


MaliQ mengancamnya dan Akan memberitahukan perihal ini kepada polisi namun saat itu Faaz Yang segera menghentikan Ulah MaliQ dengan mencoba menghubunginya melalui Panggilan ponsel.


" MaliQ kau tak mengerti mengapa aku melakukan Hal ini, Dan kau tak ingin mendengar penjelasanku. MaliQ, Kau akan tau Akibatnya jika bermain kasar dengan Kakakmu." Gerutu Faaz kesal terhadap MaliQ.