
" MAMA , KAKA datang mam ,, tahukah hari ini adalah hari dimana aku tahu bahwa aaleesya sudah mulai membaik , flek di dalam paru-paru nya sudah berkurang . dia tidak merasa kan sesak nafas sesering dahulu dan apakah mama tahu setiap hari sejak kepergian mama ' papa selalu duduk menatap wajah mama , aku belajar artinya mencintai dengan tulus saat melihat papa memandang mu walau hanya foto mu yang berada dihadapannya . ku harap mama tenang disana " Ucap Faaz saat berada di depan makam ibunya , Faaz setiap minggu memang selalu pergi ke makam ibunya untuk mengganti bunga yang sudah layu dan menggantinya dengan yang baru , jika Faaz tidak bisa melakukan itu faaz selalu meminta abrar yang menggantikannya dan itu adalah permintaan papanya .
" mama , ini bunga LiLy kesukaan mama , kata papa mama selalu menyukainya dan papa menitip salam untukmu " sembari menyimpan bunga dan mengusap lembut nisan bertuliskan nama ibunya , Faaz sebenarnya menanggung beban yang sangat berat di pundak nya selain Faaz memastikan papa dan anaknya baik-baik saja , Faaz juga diam-diam selalu memperhatikan adik-adiknya .
" tempat yang indah bukan " seru lelaki berkaca mata yang menghampiri Faaz , Faaz terkejut dengan suara lelaki itu . dia adalah zain , om kesayangan mereka . zain memang sering sekali menghampiri tempat tersebut selain menghampiri dan berdoa di makam May , zain juga menghampiri letycia karena semenjak may meninggal dunia ayana meminta papanya untuk memindahkan makam ibunya untuk disandingakan bersama makam mama kesayangannya yang telah mengasuh nya sewaktu kecil .
" Uncle zain , kapan uncle datang dan kau ayana kaka sangat merindukanmu ? " ungkap Faaz sembari memeluk unclenya dan sepupunya itu , Faaz sangat menyayangi ayana seperti adik kandungnya sendiri . ayana juga selalu manja jika berdekatan dengan Faaz .
" kemarin ayana sempat kesini lalu papa bilang jika kaka sedang berada di istanbul , dan beberapa hari kemudian daddy menjemputku dan aku harus segera pulang karena ada berkas yang membutuhkan untuk aku menandatanganinya , " ucap ayana sembari melingkarkan tangannya di pinggang Faaz.
" yasudah kitakan sudah bertemu , oh iya kamu jadi kan melanjutkan sekolah disini berama maiQ ? " tanya Faaz , kepada ayana , uncle zain sedang berdo di tengah makam letycia dan mama May . Faaz lebih memilih meninggalkan uncle nya yang sedang berdoa itu dan berjalan bersama ayana meninggalkan uncle zain .
" jadi kok kak , daddy juga akan tinggal sementara disini tetapi bukan di sydney ? " seru ayana simanja itu .
" dimana memangnya ? "tanya Faaz sembari berjalan merangkul adik sepupunya itu .
" di Brisbane , daddy ada keperluan disana dan sepertinya aku lebih memilih tinggal bersama kaka dan papa di sydney karena lebih dekat juga ke kampus " ucap ayana.
" baiklah aaleesya pasti sangat senang jika tau aunty kesayangannya akan tinggal bersama kembali dirumah , daddy masih berdoa kita tunggu saja disana yuk " ucap Faaz sembari menunjuk bangku kosong dekat taman .
*** ZAIN ***
ZAIN berjongkok di tengah makam may juga letycia , zain menitikan air mata sembari melihat kearah nisan mereka secara bergantian . dalam hatinya zain berdoa .....
( sayang aku datang , kau pasti sudah bertemu dengan kaka ipar..aku janji akan membesarkan letycia juga anak-anak kaka ipar dengan kasih sayang ku dan tidak membeda-bedakan siapapun dan sayang dengarlah sampaikan pada kaka ipar , aku juga kak rido sangat merindukannya ...kuharap kalian selalu bahagia melihat kami .. ~ ALFATIHAH )
begitulah kurang lebih doa yang selalu dipanjatkan zain setiap kali dia datang kemakam , zain juga selalu bercerita tentang perkembangan anak-anak nya itu . zain selalu menjadi paman yang baik untuk mereka walaupun terkadang Alea selalu berbuat tidak baik kepada ayana tetapi zain selalu memakluminya dan tak pernah memarahi alea .
" ayo , uncle sudah selesai . kebetulan tadi dari airport uncle memakai taxi dan apakah uncle boleh menumpang dengan mu sampai kerumah itupun jika kau tak akan kembali ke kantor ? " tanya uncle zain kepada Faaz .
" uncle , aku tak mungkin membiarkan uncle memakai taxi kembali . jika lain kali uncle datang keaustralia dan tidak memberitahuku maka aku akan membungkam mulutku untuk tak berbicara kepada uncle " seru Faaz dengan menajamkan kedua bola matanya , uncle tertawa melihat tingkah dan mendengar ancaman dari keponakannya itu.
" baklah maafkan uncle ya sayang , " ucap uncle zain..
' ayo uncle , papa pasti sudah menunggu karena tadi aku ayana menghubungi papa melalui sambungan video . dan aku tak jadi memberikan nya kejutan kecil ini " ucap Faaz sembari mencubit pipi ayana , ayana yang sangat manja hanya tersenyum mendapat perlakuan dari kaka sepupunya .
mereka pun akhirnya pulang bersama menuju rumah papa rido , didalam perjalanan uncle zain mendengarkan semua kejadian dirumah selama Faaz pergi , uncle hanya dapat memahami apapun yang Alea dan maliQ lakukan bahkan ayana sempat mengadu tentang apa yang dilakukan alea kepadanya . uncle zain yang sudah sangat bijaksana hanya memberikan nasihat agar Faaz dapat menjadi kaka yang bijaksana dengan apa yang alea perbuat.
" kamu memang sangat kesal dengan apa yang alea lakukan bahkan ayana sempat menangis saat pulang namun uncle selalu menekankan dia sangat membutuhkan kita , kita tak boleh menghakiminya dan menurut uncle kamu sudah menjadi kaka yang baik untuk adik-adik mu dan jika papa mu saja bisa bijaksana dalam menghadapinya mengapa kita tidak " nasihat uncle zain , Faaz selalu bertukar pikiran dengan uncle zain baginya uncle zain bisa menjadi papa rido disaat Faaz merasa sedang tidak bisa beradu pikiran dengan papanya karena takut menambah beban papa ridonya .
" dulu aku dan uncle zain pernah melakukan kesalahan tetapi papamu tak pernah menghukum kami dengan apa yang membuat kami malah menjadi manusia yang keras , papa mu menghukum kami dengan hati yang lapang lalu kami merasa malu dan menganggap bahwa kesalahan kami itu adalah kesalahan yang berat dan akhirnya kami tak ingin melakukaknnya lagi , papamu orang yang baik dan bijaksana dan kau harus seperti papamu sayang " ucap uncle zain kembali sembari menyeka air matanya .
" tetapi kenapa dengan Kaka alea , dia selalu saja mengangguku , dan jika tak ada maliQ dia selalu mencubit tanganku dan mengusirku untuk pergi dari rumah papa , kalau aku makan dia selalu mengambil makananku dan kemarin dia kembali seperti itu , bukan hanya aku sekarang yang merasakan kejahilannya bahkan pengasuh yang baik hati itu juga selalu dibuat merana olehnya dan maliQ kemarin sempat bercerita saat menelpon ku " aku ayana seraya mengadu kepada kakanya itu , Faaz begitu terkejut dengan apa yang ayana bicarakan .
" memangnya dia berbuat apa kepada natasha ? ": tanya Faaz
" dia mengancam kak natasha akan memecatnya jika berani mengambil hati kaka dan seisi rumah itu , bahkan aku pun memang sangat menyukainya karena dia baik sekali ..dan sangat memperhatikan bayi imut ku (aaleesya) " ucap ayana ,
" kaka pastikan dia tak akan berani membuat kamu ataupun natasha menderita ,, percayalah sayang " janji Faaz kepada adiknya itu .
( makan tuh alea , aku udah cukup sabar iya menahan amarahku dan sekarang aku gak akan diem mendapat perlakuan kasar darimu - gumam ayana dalam hatinya )