ARE NOT THE SAME

ARE NOT THE SAME
PART 3 (MEMORI TERINDAH)



FAAZ dan Fizzy sudah berada di turki , turki yang indah ada beberapa kenangan tertinggal saat berlibur bersama papa rido juga mama may . fizzy terlhat menikmati pemandangan di depan laut karena rumah papa rido yang berada di turki berada tepat di dekat laut mati dengan view pegunungan yang sangat indah menambah suasana hati menjadi tenang .


rumah itu memang milik papa rido pribadi untuk mereka berlibur dan menghabiskan akhir tahun bersama keluarga karena salah satu anak perusahaan ASIC GROUP yang berada di turki merupakan perusahaan terbaik diantara anak perusahaan ASIC GROUP lainnya . tapi tidak dengan sekarang perusahaan itu mengalami penurunan yang sangat drastis , karena saat itu sempat papa rido hentikan pengoprasiannya karena papa tidak mendapatkan orang yang bisa papa percaya selain tuan Dhan .


beberapa tahun kebelakang Faaz memberikan perintah kepada Qabil untuk membuka kembali pengoprasian itu dan perusahaan tersebut dalam tahap merayap dan akhir-akhir ini Qabil menghadapi berbagai masalah dari rekan bisnisnya tapi Faaz tidak pernah mengkhawatirkan hal itu karena sebelum adanya masalah ini Qabil lah yang bekerja keras untuk membangun kembali perusahaan tersebut .


" saya janji Kak Faaz akan menjaga amanat dari mu juga papa rido , aku tau betul bagaimana langkah yang akan ku tempuh untuk mempertahankan esport ini ,. kuharap kalian dapat membantu ku " ucap Qabil .


" aku percaya kepadamu Qabil , kau adalah saudaraku mana mungkin kau akan mengkhianati kami dan kami akan membantu mu qabil karena selama ini kaulah yang membantu kami .. aku bangga anak seusiamu mampu bertahan dengan segala apapun masalah dan rintangan didepan malah aku sendiri malu kepadamu " seru Faaz sembari menepuk bahu Qabil .


" Qabil aku akan menemanimu disini , tenanglah aku akan membantu apapun agar perusahaan ini tetap berdiri .. ini memang perusahaan papa ku tetapi papa sudah memberikannya untuk om dhan ,, dan kau sudah sepantasnya menjaga perusahaan ini agar tetap berdiri " ucap fizzy memberikan semangatnya untuk Qabil .


" aku sangat .. sangat berterimakasih kepadamu kak , mari kita akan mulai rapat hari ini seluruh staff sudah menunggu kita " ajak Qabil kepada Faaz juga fizzy .


 


 


 


 


 


******


" natasha , apakah kamu punya anak ? " tanya papa rido kepada natasha , papa sangat takjub melihat kelihaian natasha saat mengurus aaleesya .


" tidak tuan , saya sempat memiliki adik tetapi adik saya meninggal saat usia 10 tahu ' jawab natasha sembari menundukan kepalanya .


" ibuu aku ingin makan soupmu lagi " dengan polosnya aaleesya memanggilnya ibu , papa rido semakin terkejut mendengar panggilan anak kecil itu kepada orang yang baru dikenalnya , mana mungkin anak seusia aaleesya bisa memanggilnya ibu ,, tetapi bukan papa rido jika memiliki pemikiran yang buruk terhadap orang .


natasha berpamitan karena akan membawakan soup untuk nona kecilnya , papa rido begitu kebingungan melihat tingkah cucu kesayangannya itu . sudah seminggu natasha menemani aaleesya di rumah setiap hari papa rido melihat hal baru di dalam diri aaleesya . papa sangat menyukai hal baru yang sangat positive itu .


aaleesya dulu sangat susah untuk makan tetapi akhir-akhir ini papa sering melihat jika nafsu makan aaleesya bertambah pesat . aaleesya juga terlihat selalu ceria setiap harinya .


" sayang bolehkah kakek bertanya sesuatu kepadamu ? " tanya papa rido


" (aaleesya menganggukan kepalanya , sembari memainkan boneka favoritenya)  kakek lihatlah ibu peri tak membiarkan pakaian boneka ku sobek " ungkap aaleesya.


" kata oma carry ibu ku seperti ibu peri dan katanya ibu peri selalu tersenyum tidak pernah marah kepada siapapun dan ibu nata seperti ibu peri dia tidak pernah marah kepadaku kakek " seru aaleesya sembari tersenyum , papa rido terdiam lalu meneteskan airmatanya mendengar ucapan polos cucu kesayangannya itu.


" kakek jangan menangis aku sangat menyayangimu " ungkap nona cantik itu sembari menyeka air mata kakeknya.


( ' sayang ,, kakek janji akan membahagiakanmu sampai ujung usia kakek , kamu cantik seperti ibumu dan nenek mu ) - batin papa rido , papa rido terdiam mengingat memori nya bersama rayna .. rayna sosok wanita yang baik bagi papa rido


**flashback memori papa**


' papa , kumohon makanlah bubur buatanku ini , jika papa tidak memakannya aku akan membuat mulutku tak berbicara sepatah kata pun , ayolaaah pap... sesudah itu papa harus meminum obat ... ayoo  cepat apa papa tidak ingin menggendong cucu papa yang sedang aku kandung " ucap reyna seakan dia adalah putri dari rido.


" baiklah jika putri sulung papa yang minta akan papa lakukan , asalkan kau janji kepada papa mertuamu ini akan memberikan cucu yang cantik seperti nenenya " pinta papa kepada reyna , reyna tersenyum mendengar permintaan papa nya ..


" kalau reyna sudah memasak makanan dirumah ini pasti semua orang dipaksa untuk memakannya " seru Faaz yang datang dengan senyuman menyeringai diwajahnya .


 


***flashback berakhir***


 


" TUAN... TUAN RIDOOO ... " panggil natasha meleburkan memori yang sedang membayang di pikiran papa rido , papa rido terkejut merasa kaget dengan lambaian tangan natasha .


" maaf tuan , maaf saya sudah berlaku tidak sopan kepada anda .. saya hanya mengkhawatirkan anda " ucap natasha kembali , papa rido tersenyum melihat raut wajah natasha yang terlihat sangat kaku .


' saya sedang mengingat masa-masa indah bersama menantu dan anak saya " ungkap papa rido .


natasha tak berani menanyakan perihal itu terlebih natasha belum sama sekali bertemu dengan papa dari aaleesya , natasha hanya melihat dari foto yang tepampang dikamar aaleesya . sebenarnya natasha ingin sekali bercerita tentang keinginan nona kecil yang sangat manis itu tetapi mendengar cerita dari papa rido mengenai cintanya Faaz terhadap rayna , natasha mengurungkan niatnya itu .