ARE NOT THE SAME

ARE NOT THE SAME
PART 58 (KEGELISAHAN)



"Gimana ini cara pakainya?" Tanya Natasha seraya kebingungan, ia membolakbalikan bungkusan berisi test alat kehamilan sembari mengerutkan dahinya dan menatap lekat bungkusan itu.


"Ini kan ada petunjuk pemakaiannya Kak" Jawab Alea, Faaz tertawa melihat tingkah polos keduannya. Faaz menghampiri Natasha dan memberikan Cup plastik untuk menampung air seni milik Natasha.


"Kamu keluarin air pipis dan tampung disini lalu, Nanti kamu celupin alat ini tunggu beberapa menit dan Nanti akan keluar hasilnya. jika Garis tersebut ada dua itu tandanya kamu hamil dan jika Garis tersebut ada satu itu tandanya kamu tidak hamil. ayo semangat!!! " Jelas Faaz sembari memegang wajah Natasha memakai kedua tangannya.


"Tapi nanti jika aku salah bagaimana?" Tanya Natasha dengan polos kembali.


"Natasha, ayo aku antar kedalam" Ujar Fizzy yang datang menghampiri Mereka dikamar, Natasha mengganggukan kepalannya dan segera masuk kedalam kamar mandi.


tlak..tluk..tlak..tluk (suara Jarum Jam dinding menambah suasana kecemasan)


"Kaka, semalam aku bermimpi. Kak Rayna datang memeluk ku dan mengusap lembut dahiku. Tetapi mengapa aku tidak senang saat bermimpi seperti itu" Tanya Alea, Faaz menatap ragu kearah Alea. Matanya terlihat kosong saat Alea menceritakan dan menyinggung Nama Rayna.


"emmhh, mungkin kamu sekarang sudah merasa dekat dengan Natasha dan mungkin sudah melupakan Rayna. sudahlah tak perlu di pikirkan lagipula Rayna sudah tidak ada" Ucapnya berbohong kepada Alea, Alea menatap lekat mata Faaz. Alea tahu jika kaka nya sedang menyembunyikan sesuatu.


"Kakak. " Panggil Alea pelan.


"kenapa? " Jawab Faaz.


"kakak tidak sedang dalam masalah kan?" Tanya Alea, Alea mendekatkan wajahnya menghadap kearah wajah Faaz. keraguan ada dalam wajah Faaz.


Suara bising Natasha yang membuka pintu membuyarkan pertanyaan Alea, Alea mendudukan tubuhnya dan seolah-olah melupakan pertanyaan yang ditujukan kepada kakaknya. Namun, berbeda dengan Faaz, raut wajah terkejut terkumpul di wajah tampannya. Entahlah Faaz merasa jika saat ini Ia memang sedang mengkhawatirkan pertanyaan yang sedang dilontarkan oleh Alea.


('Tatapannya mengisyaratkan jika Alea tahu sesuatu, Ia tahu aku sedang menutupi sesuatu ' - Bqtin Faaz)


"Bagaimana Hasilnya Kak? " Tanya Alea sembari menghampiri Natasha dan Fizzy.


"Hasilnya masih bayangan, tapi tadi aku telepon Gabby katanya itu positive hanya saja hormon HCG dalam tubuh Natasha sedang rendah. wajar saja sih ini kan sudah malam " Jawab Fizzy.


"Tapi dulu Rayna malam dan hasilnya sangat jelas" Seru Faaz, Natasha menelan ludahnya seakan merasakan cemburu saat mendengar kalimat itu. Dan Faaz tak menyadari bahwa apa yang ia katakan membuat Natasha sakit hati.


"Kakak!." Panggil Alea sembari menajamkan matanya.


"Maaf aku tak bermaksud membandingkanmu dengan istriku" Faaz tersadar jika apa yang ia katakan sangatlah salah.


"Maksudku mantan istriku, Maafkan aku sayang"


"Tidak apa-apa aku mengerti kok" Serunya, Natasha tak bisa menyembunyikan kesedihannya.


"kalian tidak perlu mengkhawatirkanku, besok Ulang tahun Aaleesya. aku ingin Ia mendapatkan kebahagiaan di hari ulang tahunnya " Seru Natasha kembali, Natasha menyeret langkahnya dengan pelan menuju tempat tidurnya. Alea dan Fizzy sangat merasa iba kala melihat raut wajah sedih kaka iparnya.


Natasha duduk di tepi Ranjang miliknya, Matanya menatap langit-langit kamar miliknya. Tatapannya kosong seakan sedang melamunkan Hal yang sangat menyedihkan. dia memang sedang sangat rindu kepada orangtua nya. Apalagi sudah dua minggu lamanya Natasha tak mendapatkan kabar dari keluarga Tirinya mengenai Papa kesayangannya itu. Faaz dan adik-adiknya seakan terpaku, melihat apa yang sedang dilakukan oleh Natasha.


(' Papa,Mama. Aku rindu. aku ingin bertemu dan memeluk mu, Esok adalah hari dimana aku pun berulang tahun. dan lagi-lagi kalian tak disisiku. Mama,Papa Namun aku senang! aku memiliki Peri kecil yang secara bersamaan akan merayakan ulang tahunku. Aku harap Mama selalu bahagia melihatku dan ku harap aku bisa bertemu kembali dengan Papaku - Batin Natasha )


"Fizzy,Alea bisakah tinggalkan kami sebentar"


"Kalian istirahat aja, lagian aku juga ingin merebahkan tubuhku " Ungkap Fizzy.


"Ayo Lea " Ajak Fizzy sembari menarik lengan adiknya, Alea menatap mata Faaz dengan penuh harap.


****


Di dalam keheningan Malam Papa Rido sedang berada didalam kamarnya, Ia menatap lembut lukisan yang terdapat Wajah Mama May. Papa sangat merindukan Mama May bahkan Papa selalu menghabiskan curahan hatinya yang kala ini sedang merasakan kegalauan kepada lukisan itu.


"Istriku, surgaku, belahan jiwaku, Cintaku, kau bidadariku. Aku sangat merindukanmu sayang"


"Sayang, Aku tak tahu harus bagaimana lagi menyadarkan MaliQ. membuat Faaz dan MaliQ akur kembali, hidup layaknya Kaka dan Adik. Ini semua salahku" Sembari menangis Papa Rido mencurahkan isi Hatinya.


"Akulah penyebab utamanya kehancuran keluarga kita, Aku mohon Maafkan Aku sayang".


" Istriku, bantu aku untuk mendamaikan mereka. bagaimanapun caranya, Ku mohon!" Serunya kembali.


"Ingatkah, kita akan selalu mendidik mereka bersama dan benar sayang. Aku tanpamu tak bisa mendidik anak kita dengan baik! aku bersalah"


"Maafkan Aku!!" Tangisnya kembali pecah, Papa Rido merubuhkan seluruh badannya dihadapan lukisan besar itu. Lutut lemahnya kini menumpu beban tubuhnya, Ia menangis tersedu-sedu kala mengingat perseteruan Kaka beradik.


"Sayang, Aku berjanji akan menjaga keutuhan ini sampai aku tak bernyawa. Tapi aku lah penyebab keruntuhan itu! aku menyerah. Tuhan Bawa aku tuk menemui istriku, Aku haus dekapannya. Aku haus akan kasih sayangnya! " Seru Papa sembari terbata-bata.


"Papa, Papa mengapa seperti ini" Tanya Fizzy, Fizzy memang paling telaten setelah Faaz. biasanya jika tidak Faaz yang mengecek keadaan Papanya, Fizzy lah yang bertugas melihat dan mengetahui keadaan Papanya itu.


"Papa ingin bertemu Mama Nak!" Seru Papa Rido.


"Papa, Jangan begitu! Fizzy gak mau Papa bilang seperti itu lagi" Seru Fizzy, Fizzy menangis memeluk Papanya.


"Papa, ku mohon tenanglah."


"Kami sangat menyayangimu, dan Kami tidak bisa hidup tanpamu. sudah cukup Mama meninggalkan kami seperti ini, kumohon Bertahanlah untuk kami dan cucu Papa."


"Natasha sedang mengandung, Apa Papa senang?. Papa akan memiliki cucu kembali dan mungkin setelah aku menikah, akupun akan segera memberikan Papa cucu. begitupun dengan Alea" Bujuk Fizzy, Fizzy ingin Papa nya kembali bersemangat.


"Mama selalu bilang, Jika Papa sehat dan selaly tersenyum saat mengingat Mama. Mama Akan selalu senang dan selalu membalas senyuman Papa."


"Mama juga bilang, Pejamkan Mata dan ingatlah senyuman yang sering Mama berikan. Mama akan melambaikan tangannya sembari tersenyum." Ungkapnya, Papa nya menggenggam erat Tangan Fizzy. Ia seakan tak ingin melewati kalimat yang Fizzy lontarkan mengenai istrinya itu.


"Ayo kita lakukan, Apa yang sering Mamamu katakan" - Papa Rido.


Mereka memejamkan Mata, mereka tersenyum dan bayangan wajah Mama May muncul saat itu di dalam benak mereka berdua. Mama May tersenyum dan melambaikan satu tangannya dan satu tangan lainnya mendekap dadanya membentuk setengah love. Mama May memberikan kecupan didalam tangannya dan memberikannya kepada Fizzy juga Papa Rido.


"Mama sangat menyayangi Kalian" Bisikan itu menyadarkan Papa Rido dan Fizzy.


"Papa, dengarkah? " Tanya Fizzy.


"Papa akan selalu semangat untuk melanjutkan hidup, dan tak akan lupa berdoa agar tuhan menyatukan Papa dan Mamamu kembali" Ungkapnya, Fizzy tersenyum dan mengecup kening Papanya.


"Kalau begitu, Tidurlah Papa sayang" Seru Fizzy.


"Baiklah Anak ku yang manis" Ucap Papa sembari tersenyum.


('Dia mewarisi sebagian sifatmu Istriku, wanita lembut yang memiliki beribu cara untuk memberikan semangat untuk siapapun. Terimakasih sudah memberiku bidadari seperti Ia - Batin Papa Rido )


.


.


.


.


.


*****


"Sayang, Maafkan aku jika kalimat tadi membuatmu bersedih!." Ucap Faaz. Natasha masih dalam lamunannya, Ia benar-benar merasa sangat bersedih karena mengingat satu persatu kenangan indah bersama Orang tuanya saat Natasha kecil.


"Sayang.. " Panggil Faaz sembari melambaikan Tangannya, Mata Natasha berkedip dan seketika menangis memeluk Faaz.


"Aku Rindu Mama dan Papa, Aku ingin sekali bertemu Papa. Ku mohon ijinkan aku untuk bertemu Papa" Pintanya, Tangisan yang sesenggukan menambah rasa khawatir akan mood Istrinya itu.


"Sayang, kau sedang mengandung. ku mohon janganlah bersedih seperti ini" pinta Faaz.


"Tidak Faaz, entahlah aku tak tahu mengapa rasa sedih ini menyelimuti ku. dan bukankah seharusnya aku bahagia saat mengetahui jika aku hamil. aku takut Faaz!"


"Aku takut Nasib anak ku sama dengan Diriku juga Aaleesya." Tegasnya.


"Tidak, Kau pasti akan selamat melahirkan bayi kita. kita akan hidup bahagia." Ucap Faaz.


"Apa yang bisa kau jaminkan, Aku sangat takut Faaz" Tangisannya semakin kencang, ia sangat takut jika tidak bisa memberikan yang terbaik untuk suami dan Anaknya kelak. Ia takut apa yang terjadi kepada Rayna terjadi kepadanya.


"Faaz Mamaku meninggal karena luka didalam Rahimnya, 10 tahun ia menderita seperti itu. saat kehamilan ketiganya, saat ia mengandung calon Adik ku. ia mengeluh sakit pada dadanya dan seketika adik ku meninggal. Aku tak ingin seperti itu" Faaz memeluk istrinya dan mencoba menenangkannya.


"Kau Pasti bisa, Kau wanita kuat! ku mohon jangan menyerah. untuk Anak kita dan Untuk Aaleesya yang akan menjadi Kaka"


"Maafkan aku Faaz, Maafkan Aku membuatmu gusar akan keadaanku, semangati aku. Ku mohon! dan aku tak ingin kau jauh dariku." Ucap Natasha.


"dekat denganmu aku merasa Nyaman " Ungkapnya kembali.


('Aku berniat akan berkata jujur akan keberadaan Rayna, Namun kondisi Natasha begitu sangat memprihatinkan. Bagaimana mungkin aku menceritakannya. - Batin Faaz bergumam)


.


.


.


.


.


.


**NOTES AUTHOR :


untuk kalian pemenang Pulsa 10k, cepet hubungi aku iya... karena aku merasa berdosa jika belum memberikan amanat ini... heheheh


dan untuk kalian readerku yang baik hati.. jangan lupa Vote terakhir untuk ku semoga kalian mau memberikan poinnya untuk ceritaku ini .


Terimakasih💕**