
30 menit kemudian , Faaz dan uncle zain begitupun ayana sudah sampai di rumah Papa , papa Rido sudah berada di depan pintu menyambut adik dan keponakan kesayangannya itu . uncle yang melihat papa rido sedang menunggu nya seketika membuka pintu dan berlari untuk memeluk papa , walaupun 2 minggu yang lalu mereka sudah bertemu tak membuat rasa rindu mereka berkurang .
" aku sangat merindukan kaka , kaka sehat kan ... sungguh aku tak ingin mendengar kabar buruk dari kaka kuharap kaka selalu baik dan membaik setiap harinya " ungkap uncle seraya memeluk erat papa rido .
" aku baik-baik saja , anak-anak membuatku sangat baik apalagi aku memiliki teman yang juga mengasuh aaleesya dia sangat mengerti dengan keadaanku juga keadaan aaleesya dan kesukaannya hampir mirip dengan kaka iparmu " jawab papa rido membuat uncle zain sangat penasaran , apalagi anak kesayangannya sempat menceritakan tentang natasha kepadanya .
" baiklah kalau begitu kenalkan teman barumu itu kepadaku , aku pastikan akan mengenal nya dan menitipkan kaka juga cucu tersayangku kepadanya " ucap uncle zain , sembari berjalan masuk beriringan bersama papa rido .
pemandangan ini sudah biasa bagi ayana dan kakak-kakanya . jika papa sedang merasa rindu dan membuatnya down uncle zain lah yang pertama Faaz hubungi dan jika uncle dan papa sudah melakukan sambungan video dan berbicara dari hati ke hati akan membuat mereka tenang karena sebaliknya jika uncle zain sedang dirundu masalah apapun uncle selalu meminta nasihat dari papa dan selalu merasa tenang jika sudah menghubungi papa .
.
.
.
.
.
*****
" ibu peri apakah ibuku akan kembali " tanya aaleesya , sembari menatap wajah ibunya itu .
" sayang ku , apakah kau akan meminta ibumu kembali kepada tuhan , jika iya mari kita lakukan " ucap natasha , sembari menyingkapkan rambut malaikat kecil baginya . natasha sangat menyayangi aaleesya semakin hari semakin erat kedekatan diantara mereka
" aku akan memintanya , jika tuhan tidak mengabulkan doaku .. aku akan meminta mu menjadi ibuku " ucap aaleesya , entah kalimat itu dari mana asalnya karena aaleesya merupakan anak yang baru menginjak usia 3 tahun namun pemikirannya seperti anak yang sudah 5 tahun , Faaz mendengar semua percakapan mereka di balik pintu kamar aaleesya , karena papa rido meminta Faaz memanggilkan aaleesya juga natasha untuk bertemu dengan uncle zain .
" sayang , aku akan selalu menjadi ibu asuh mu , setiap kau merasakan apapun berikan dan bagikan untuk ku jua dan jika kau menyayangiku kau harus sembuh iya agar ayahmu juga kakek dan orang-orang merasa bahagia dengan keceriaanmu , ayo kita berdoa supaya ibumu kembali... " ucap natasha sembari mencium kening aaleesya.
" tetapi kata aunty alea ibuku tak akan pernah kembali ibu peri , ibuku sudah bersama tuhan " ucap anak kecil manis itu membuat mata Faaz terbelalak karena tak menyangka adiknya lah yang membuat kalimat menyedihkan itu untuk anak kesayangannya .
" aunty alea hanya bercanda , dengarlah jika kau berdoa dengan sungguh-sungguh tuhan akan selalu mengabulkan doa apapun yang kau panjatkan dan percayalah kebahagiaan akan selalu ada untukmu malaikat kecil karena aaleesya terlahir untuk memberikan cinta kepada papa dan semua orang yang menyayangi esya " ungkap natasha kembali , sembali menyeka air matanya .
Faaz mengetuk pintu membuat natasha gugup melihat kedatangannya , aaleesya menyambut hangat kedatangan papanya . lagi-lagi Faaz menatap kagum dengan mata indahnya dan tatapan itu tertuju untuk natasha tetapi faaz segera tersadar dan mengajak natasha untuk menemui papa juga unclenya .
" Papa akan mengenalkanmu dengan uncle ku dan ajak juga aaleesya karena mereka sangat merindukan aaleesya , aku akan pergi kekamarku untuk beristirahat " ucap Faaz kepada natasha dengan sangat ketus .
" BAIK , TUAN ... " UCAP natasha dengan sangat gugup .
tak lama kemudian natasha membawa aaleesya untuk menemui kakek kesayangannya juga , uncle zain memang sangat menyayangi aaleesya apalagi uncle lah yang pertama mengetahui hubungan ayah dan ibunya lalu mereka memutuskan menikah itu pun atas dasar dorongan dari uncle zain . rayna juga sangat dekat dengan uncle zain setiap kali uncle zain datang untuk menemui papa rido . rayna lah yang selalu menjemput uncle juga ayana di airport . rayna memang wanita yang baik bagi semua anggota keluarga bagi uncle zain sosok kaka iparnya (may) ada pada rayna juga .
" natasha , tuan " sembari mengecup punggung tangan uncle zain
" kamu pengasuhnya aaleesya ? " tanya uncle sembari menyipitkan kedua matanya .
" iya daddy bagi bayi imut (aaleesya) dia adalah ibu perinya " ucap ayana
" duduklah disini natasha tak perlu sungkan " ucap papa rido karena melihat natasha berjongkok di lantai , natasha menolak karena melihat alea sudah turun dari tangga menuju ke bawah untuk menyapa uncle kesayangannya itu .
('aku seperti mengenal anak ini tapi siapa ?? " - batin uncle zain yang sesekali menatap natasha )
" uncle zain , aku sangat merindukanmu ,, ' seru Alea yang duduk dan memeluk unclenya itu , Alea memandang kearah natasha dan memberikan kode untuknya agar segera pergi dari hadapan Alea .
" saya pamit tuan , nona aaleesya akan disini bersama tuan ,, saya akan membereskan kamarnya yang penuh dengan mainan " ucap natasha seraya pamit dari hadapan papa rido juga uncle zain .
" ibu peri ....terimakasih :" ucap aaleesya seraya tersenyum kepada natasha .
.
.
.
.
( baguslah kalau tahu diri cih! - batin Alea saat melihat natasha pergi dari hjadapannya )