ARE NOT THE SAME

ARE NOT THE SAME
PART 59 (KEMBALI TERANCAM)



Malam yang panjang yang Faaz lalui seakan menjadi malam yang Panjang, kegalauan dan kegundahan menghampiri Faaz. kelopak matanya terkulai lemas kala ia tampak menatap langit-langit dikamarnya, Faaz merasakan jika akan terjadi badai yang amat besar didalam Rumahnya.


 


"bagaimana mungkin ini akan terjadi, Tuhan aku harus bagaimana? aku tidak bisa menyakiti keduanya. - batin faaz bergumam"


 


Faaz memilih untuk menenangkan dirinya dengan beranjak dan segera menghampiri balkon. dimana tempat itu adalah tempat yang paling bersejarah untuk ibunya, Faaz menikmati malam yang dingin. sejak dulu spot favorite dikala mengalami kegundahan bagi Faaz adalah tepi kolam dan Balkon untuk melihat bintang-bintang.


 


"Mama, aku bisa melihat senyuman Mama pada bintang itu." Ucapnya seraya menunjukan jari telunjuknya ke atas langit.


 


'PROK PROK '  (suara tepuk tangan)


 


"MaliQ... " Sapanya sembari menoleh dan melihat MaliQ yang sedang menepuk tangannya.


 


"Bagaimana Kaka, sedang bingung? apa memang akan selamanya merasa kebingungan!" Seru MaliQh.


 


"sekedar mengingatkan, Lepaskan Natasha atau aku akan membuat Kaka selalu kebingungan" Ancam maliQ.


 


"MaliQ, aku tak bisa melepaskan dia, dia sedang mengandung Anakku dan kau pasti tahu bagaimana rasa sayangku kepada calon anak-anak ku" Ungkapnya.


 


"Aku sama sekali tidak perduli, Hubungi ZasQ dan tanyakan bagaimana kabar istri pertamamu? " Titahnya kepada kaka tertuanya, Rasa sayang serta hormat kepada Faaz sepertinya sudah MaliQ buang sangat jauh.


 


"MaliQh... MaliQh...." Panggilnya geram, Namun MaliQh meninggalkannya dengan senyuman sinis dan berlalu pergi tanpa menyauti panggilan Faaz.


 


" Aaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrgggggggggggggghhhhhhhhhhhhhhh" TERIAKNYA SEAKAN FRUSTASI>


 


"MaliQh, kau benar-benar ingin berperang denganku. Kau bukan hanya menginginkan Natasha, kau pun ingin menghancurkanku. Dengar MaliQh kau salah jika menilaiku hanya Kaka yang seperti biasa, yang biasa memaafkan kesalahan adik-adiknya dan kali ini kau memang ingin melihat Amarahku" Gerutunya.


.


.


.


.


.


*****


Keesokan Harinya, semua sedang sibuk menyiapkan pesta ulang tahun Aaleesya. semua terlihat memiliki kesibukan masing-masing Namun berbeda dengan Faaz, Faaz tak henti memegangi ponsel miliknya. Ia terlihat sangat cemas. Ia berkali-kali mencoba menghubungi AliQ dan ZasQ (orang kepercayaan Faaz).


 


"MOHON MAAF, TELEPON YANG ANDA TUJU SEDANG MENGALAMI GANGGUAN> HARAP MENUNGGU BEBERAPA SAAT LAGI"  -


 


"Mengapa telepon Rumah canbeera sama sekali tidak dapat dihubungi, dan AliQ pun susah sekali untuk aku hubungi" Gerutunya kembali. Alea menghampiri kakanya dan mencoba menenangkan Faaz karena, Alea tahu jika Faaz sedang dalam masalah.


 


"Kakak, tenangkan dirimu. Apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Alea sembari mengusap lembut punggung kakaknya.


"Tidak ada Lea, Maafkan kakak ia. Kakak belum bisa menceritakan sekarang" Faaz menghela nafasnya dengan berat, matanya seakan tersirat beban yang sangat dalam. Ia ingin sekali pergi untuk sekedar mengecek keadaan Rayna namun disatu sisi Faaz tidak bisa meninggalkan pesta ulang tahun Aleesya anaknya, Apalagi Faaz tahu jika hari ini juga hari yang spesial untuk istrinya itu.


"Apa ini mengenai Kak Rayna?" Tanya Alea.


"Alea " Jawabnya Heran sembari menoleh kearah Alea.


"Akulah yang memberitahukan MaliQ mengenai ini, Maafkan Aku.. " Ucapnya kembali sembari memeluk tubuh kakaknya.


"Tapi mengapa? "


"Mengapa kau tega, kau Tahu akan akibatnya? " Tanya nya sembari menatap sendu wajah adiknya.


"Awalnya Aku hanya ingin Natasha sakit hati saat mengetahui ini semua, Namun pada akhirnya akupun tak tega untuk memberitahu Natasha. Aku menyayanginya sebagai saudara dan aku tak mengerti jika MaliQh malah ingin memperkeruh masalah ini "


"Kumohon Maafkan Aku kakak" Ucapnya kembali, Ia menangis tersedu-sedu seraya menyesali apa yang telah ia lakukan.


"Kau tahu, setelah acara pertunanganmu. Aku mendapati kabar yang baik dari AMBAR.. "


"Aku bingung Alea, Aku harus bagaimana? " Ucapnya.


"Tidak kak, aku sudah meminta AliQ untuk menyuntikan cairan bius agar Rayna tertidur kembali" Ungkapnya.


"Tidak Alea, kau tak boleh seperti itu." Tandas Faaz, wajahnya seketika berubah menjadi wajah yang sangat kesal saat mengetahui apa yang Alea minta kepada AliQ.


"Aku bingung Kak, Aku merasa sangat bersalah kepadamu. makadari itu aku meminta AliQ melakukan itu." Ucapnya kembali.


"Faaz,Alea. Kalian kenapa?" Tanya Fizzy yang sangat kebingungan saat melihat tingkah kakak beradik itu.


"Tidak, Kami sedang mengingat kenangan bersama Mama saja. Iya kan Alea?" pekik nya.


"emph, Iya kak. Apa persiapannya sudah selesai " Tanya Alea, Fizzy merasa ada hal yang aneh dengan Faaz dan Alea.. Fizzy menganggukan kepalanya dan segera meninggalkan Mereka kembali.


Semua sudah berkumpul untuk memberikan kejutan kepada Aaleesya, semua menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Aleesya sangat senang saat melihat kue yang sangat besar yang berada dihadapannya.


"Papa,Mama terima kasih. " Aleesya mengecup kedua pipi Faaz dan Natasha. Tak lama kemudian Bibi ester, Abrar dan seluruh pelayan yang berada dirumah membawakan kue kedua untuk Natasha dengan diiringi nyanyian selamat ulang tahun menambah perasaan kebahagiaannya.


"Faaz " panggilnya dan memeluk suaminya itu, kue yang berada ditangan Bibi ester diberikan kepada Fizzy. Fizzy meminta Natasha untuk memanjatkan doanya sebelum meniup Lilin yang berada diatas kue tersebut.


"Ayo, berdoa dulu " Seru Fizzy, Natasa memejamkan matanya.


 


('semoga kamu sehat calon bayik ku, dan semoga Mamamu bisa bertemu dengan kakek mu. Aminn - doa dalam batinya)


"Papa, Suamiku, dan kalian semua terimakasih sudah memberiku kejutan seperti ini " Ucap Natasha.


"Selamat iya sayang, selamat juga Atas kehamilanmu. Papa berharap kau selalu sehat. terimakasih sudah memberikan Papa cucu kedua" Ungkap Papa sembari mencium kening Natasha, Natasha menangis didalam pelukan Papa mertuanya.


 


"SELAMAT ULANG TAHUN, SELAMAT ULANG TAHUN. SELAMAT ULANG TAHUN TASHA, SEMOGA PANJANG UMUR " suara itu sangat ia kenal, suara itu membuat senyuman diwajahnya berbinar.


"Papa, Papa Jim " Panggil Natasha, Natasha melirikan matanya kesekelilingnya itu.


"Faaz, itu suara Papa ku" Ucapnya, matanya berkaca-kaca seakan ingin mengeluarkan air mata yang sedari tadi sempat ia bendung.


"Iya, itu suara Papa jimmy" Ucap Papa Rido sembari tersenyum.


"Papa.... " Teriaknya...begitu sangat Antusias saat melihat Papanya yang duduk dikursi roda, Aidil mendorong kursi roda itu dan mendorongnya untuk menghampiri Natasha.


"Papa, Tasha Rindu. " Ungkapnya sembari memeluk tubuh Papanya.


"Papa bagaimana Papa bisa berada disini " Tanyanya sembari melirik keArah suaminya dan kearah Papa mertuanya secara bergantian.


"Papa juga merindukanmu Nak" Ungkap JImmy, dia menatap lembut kearah papa Rido.


"Selamat datang sahabat ku, senang sekali bisa bertemu denganmu"Ucap Papa Rido sembari memeluk tubuh Jimmy.


"Aku sangat merindukanmu, sangat-sangat merindukanmu"  Seru Papa Rido, mereka saling mengeratkan pelukan satu sama lain, sudah 20 tahun lamanya Papa tak bertemu dengan JImmy.


.


.


.


.


"Apa kalian juga merindukanku? " Tanya seseorang dibalik pintu.