ARE NOT THE SAME

ARE NOT THE SAME
PART 68 (KEMARAHAN FAAZ)



Malam itu menjadi malam yang panjang bagi Rayna dengan menanyakan banyak hal mengenai Faaz dan Natasha, Bagi Rayna terdapat kejanggalan dari setiap jawaban yang fizzy uraikan mengenai Natasha. Tak hanya itu, Rayna juga bertanya mengenai Aaleesya yang memanggil Natasha dengan sebutan Mama.


"Mengapa kau bertanya mengenai Natasha?" tanya Fizzy, Rayna terdiam.


"Dan mengenai Aalesya memanggil dia dengan sebutan Mama mungkin, Natasha adalah orang yang merawat Aaleesya ketika sakit, dan dia sangat berjasa akan itu Ray!" ungkap Fizzy penuh dengan penekanan.


"A ku ha nya in gin ta hu ten tang Na ta sa" Ucapnya saat itu, Fizzy terlihat sudah kebahisan kata-kata untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan Rayna.


"Sudahlah, Aku sudah menjelaskan semuanya dan kau harus mengerti."


"Kau perlu istirahat, Aku akan mengantarkanmu ke kamar dan akan memanggil Faaz untuk segera pergi kekamarmu"


"Tidak ada hal Aneh yang terjadi saat kau tidak ada, hanya kebohongan Faaz mengenai kematianmu saja" Ucap Fizzy sembari mendorong kursi roda yang diduduki Rayna.


('Aku harus segera menghubungi Faaz, Ada hal aneh yang membuatku bingung dengan kedatangan Rayna kekamarku, dan siapa yang membantunya menaiki kursi roda. karena sebelum aku pergi kekamar setelah bertemu  Faaz didapur, Rayna sedang terbaring tertidur dikamar miliknya dan aku melihat sendiri dengan mata kepalaku sendiri, Ahhhh bingungnya aku" - batin Fizzy)


(' Aku akan mencari tahu tentang hubungan kalian Faaz dan Natasha, maliq tidak akan mungkin berbohong kepadaku! - batin Rayna)


*****


Didalam kamar Natasha, Faaz sedang memadukan kasih bersama istrinya tersebut. Ada hal yang membuat Natasha sebelumnya menolak dengan kehadiran Faaz dikamarnya. Natasha merasa semakin berdosa kala ia bersama Faaz walaupun untuk menunaikan kewajiban sebagai suami istrinya itu. Natasha merasa tidak enak dengan keadaan Rayna yang tertidur seorang diri.


"Nat, " Panggil Faaz.


"Iya." Jawab singkat Natasha.


"Aku mencintaimu" Bisik Faaz kembali, Natasha meneteskan air matanya.


"Nat, LIhatlah aku. mengapa kau menangis?"


"Apa salah aku mencintaimu?"


"Tidak, Aku hanya merasa bersalah. Kau meninggalkan Rayna seorang diri dan malah tertidur disini bersamaku"


"Lalu?"


"Lalu apa Nat?" Tanya Faaz, Faaz berdecak kagum melihat sifat Natasha yang merasa berdosa akan apa yang sudah mereka lakukan.


"Nat, Aku mencintaimu."


"Kau juga mencintai Rayna?"


"JIka tidak, Maka lepaskan Aku dan lepaskan Rayna!" Ucapnya.


"mengapa seperti itu?"


"Karena kau tidak adil kepada kami!" Ungkapnya.


"Nat, mengertilah!. Ku mohon" Ucap Faaz, sembari memegang dagu Natasha, Faaz kembali mencium Natasha.


"Aku rindu padamu Nat,"  Faaz kembali mencium Natasha, kini Faaz sudah menindih tubuh mungil Natasha.


"Faaz.." panggil Natasha lirih, bayangan wajah Rayna terlihat jelas dipelupuk matanya.


"Apa sakit?" Tanya Faaz, Natasha menggelengkan kepalanya.


"Jika membuatmu tak nyaman beritahu aku!" Ucap Faaz kembali, mereka melakukan nya dengan sangat pelan. Faaz merasakan sensasi yang berbeda saat melakukan hubungan suami istri bersama Natasha, Semakin lama Faaz semakin merasakan sensasi yang sangat menggairahkan hingga Faaz menempelkan sticker kepemilikan, tepat berada dileher jenjang Natasha.


"Arrrghhhh" erang Faaz dengan kuat, dia mengecup kening Natasha, dan setelah mereka selesai melakukannya Faaz kembali mengecup kening juga bibir manis milik Natasha.


("Rayna Maafkan aku kembali, Maafkan Aku. Sampai dimana hari Anak ku tiba, Aku janji akan melepaskan Faaz untuk mu. Aku titip Aaleesya dan juga Anak ku kepadamu - batin Natasha bergumam)


TOK TOK TOK...


" FAAZ,NATASHA " panggilnya pelan seraya mengetuk pintu kamar miliknya.


"Apa mereka tertidur setelah bergulat?" gumamnya.


"Haaaaahhhh, Aku bingung, jika Aku menerobos masuk, Aku takut seperti waktu itu!" gerutunya.


"dan mungkin ketiga kalinya Aku melihat pemandangan yang membuatku berkhayal yang tidak-tidak" gerutunya kembali. Fizzy mencoba menghubungi telepon seluler milik Faaz Namun, tidak ada jawaban sama sekali. Fizzy mencoba kembali menghubungi ponsel Natasha dan setelah beberapa kali Fizzy mencoba menghubunginya Natasha menerima panggilan dari Fizzy tersebut.


"Haloo" Sapa Natasha, dibalik ponselnya.


"Apa Faaz masih didalam kamarmu?" Tanya Fizzy.


"Iya,  sepertinya dia tertidur, Apa ada masalah?"


"Buka dulu pintunya, Aku harus masuk dan berbicara penting!" serunya sembari berbicara dengan nada yang pelan.


"Natasha," Fizzy mendorong tubuh Natasha dan segera masuk kedalam kamarnya, Fizzy berjalan mendekati Faaz yang sedang tertidur diranjang milik Natasha.


"Faaz.. Faaz.." Panggilnya sembari mengoyak-ngoyak tubuh Faaz, Faaz terlihat sedang kelelahan itu tertidur dengan pulas.


"Fizzy, Ada apa?, Mengapa kau terlihat sangat khawatir?" Tanya Natasha saat melihat raut wajah Fizzy yang gusar.


"Bangunkan Faaz Nat, setelah itu aku akan menceritakannya" Ucap Fizzy, Natasha segera membangunkan Faaz. Faaz terbangun dan Memeluk Natasha.


"Faaz, Lihatlah saudaramu melihat tingkahmu" Ucap Natasha, Natasha tersenyum menatap kearah Fizzy.


"Faaz, bangun!, sungguh ini sangat Darurat!!!" Ucapnya penuh dengan penekanan.


"Ada Apa Fizzy, Kau selalu saja mengganggu kami!" Wajah Faaz berubah kesal kala mendengar suara Fizzy yang mencoba membangunkannya.


"Faaz, Rayna tadi datang kekamarku!!!" Seru Fizzy, Faaz dan Natasha begitu terkejut mendengar apa yang Fizzy ucapkan.


"Apa?, Bagaimana bisa?" Tanya Faaz dengan heran.


Fizzy memulai menceritakan apa yang telah terjadi, Hingga menceritakan kecurigaan mengenai keadaan Rayna yang membuatnya heran karena, dapat menemui Fizzy dikamarnya. Faaz terdiam, Kakinya tak berhenti bergerak.


wajahnya tampak lurus kedepan, sesekali ia menghirup udara dalam-dalam. Natasha terlihat cemas kala mendengar Fizzy berbicara, Ia menahan Air matanya.


"Aku bingung Faaz, mengapa dia bisa tahu tentang kalian dengan sangat detail?." Tanya Fizzy.


"Aku akan menemui Rayna dan menjelaskannya!" Ucap Faaz.


"Tidak Faaz, Kumohon!!!"


"mengapa tidak Nat?"


"Aku tidak ingin dia terluka!, dan lebih baik Aku saja yang pergi" Seru Natasha.


"Nat, kau tak perlu mengorbankan dirimu. Kamu tidak bersalah, Aku lah yang harus bertanggung jawab dengan semua ini. Aku yang salah!" sembari memegang kedua pundak Natasha, Faaz mencoba menenangkan Natasha.


"Tapi mengapa kamu yang harus menanggung semuannya Nat?"


"Ingatlah mengenai kandunganmu, dan itu tanggung jawab Faaz juga kami!" Seru Fizzy yang menghampiri Natasha sembari mengusap air matanya, Fizzy terlihat sangat bersedih kala menatap wajah polos saudara iparnya.


"Aku merasa Aku ini Egois Fizzy, seharusnya Aku melepaskan Faaz saat tahu keadaan Rayna dan mengenai Anak ini. ia akan tumbuh dengan sendirinya dan kebahagiaanku sekarang tergantung kepada Aleesya, Aleesya pasti bingung jika mengetahui masalah ini" Ungkap Natasha.


"Aku merasa egois, karena telah memikirkan diri sendiri!" Ungkap Natasha kembali, wajahnya merunduk layu, matanya membendung air mata kesedihan.


"Nat, bukan Hal yang egois jika kamu mencintai diri sendiri, karena menurutku memperhatikan diri sendiri adalah prioritas utama untuk mencapai kebahagiaan dan jika kita sudah bahagia, kita akan memberikan kebahagiaan kepada orang disekitar kita" Ungkap Fizzy.


"Fizzy tapi aku bersalah, semenjak Tuan Maliq memberitahuku mengenai ini, Aku selalu tak ingin mendengarnya. Aku mencoba tidak ingin mengetehuinya karena, Aku terlalu takut kehilangan Faaz."


"Aku tahu MaliQ tidak berbohong, MaliQ memberikan bukti rekaman saat menghampiri Rayna. Namun, Aku memilih tidak mempercayainya."


"Aku bersalah Fizzy, jika saja waktu itu Aku menceritakan dan mengetahui Faaz berbohong kepada kalian dan memberitahukan nya kepada Papa. aku tidak akan terjebak sejauh ini" Ucapnya sembari menangis tersedu-sedu.


"Aku bersalah Fizzy, Aku salah!!!" Ucapnya seraya memfrustasikan dirinya sendiri, ia menjatuhkan badannya kelantai, matanya tak henti mengeluarkan buliran Air mata.


"Cukup Nat, Kau tak bersalah."


"Jika saat itu kau melakukan hal yang sama, Aku tetap tidak akan melepaskanmu!"


"Aku benar-benar mencintaimu Nat" Ungkap Faaz. Faaz membangunkan badan Natasha, memeluknya dan menghapus air matanya. Faaz terlihat seperti sedang berpikir keras, Ia merasa sangat marah, Matanya memerah menahan Amarah tersebut.


"Aku Akan menghajarmu MaliQ, KAU lah yang membuat masalah ini semakin keruh!!!!!" Ancamnya sembari mengepalkan tangannya, Wajahnya memerah kembali, bayangan wajah adik bungsunya terlintas didalam benaknya.


.


.


.


.


.


NOTES: Hay readersku yang baik hati, Sekarang kalian bisa ikutan di GRUP CHAt ku caranya tinggal klik Grupchat Chumeyoks seperti gambar dibawah ini..yu Ahh kita bisa tuker pikiran bersama dan lebih dekat juga.


oh iya, jangan lupa tinggalkan jejak komentar dan Likenya. KOin poin nya juga boleh.


selamat membaca semua para kesayangankuh...