
Malam itu malam yang sangat hening untuk natasha , natasha sedang menunggu suaminya yang sedang berbincang dengan Aidil dan Qabil karena ada beberapa file penting yang harus Faaz dan Fizzy periksa . natasha terus memikirkan Hal yang membuatnya malu tetapi Faaz sama sekali tak ingin membahasnya .
natasha memilih untuk melakukan sembahyang karena dia baru saja bisa melakukan sembahyang setelah satu minggu mendapatkan Tamu bulanannya , ia sembahyang dengan sangat khusyuk dan khidmat . beberapa menit kemudian natasha selesai melakukan sembahyang . ia Menengadah kedua tangannya ia bersimpuh berdoa kepada yang maha kuasa , dia menangis mengeluarkan beban dihidupnya dan sepertinya natasha merasa lega karena telah bertemu dengan sosok malaikat bagi orang tuanya .
**" ya allah , terimakasih engkau telah mendengar semua doaku . **ampuni segala dosa-dosaku ya allah , dan berilah Papa kekuatan untuk menghadapi ibu tiriku . **ya allah , salamkan rinduku pada mama , berilah cahaya terang didalam kuburnya . **dan kumohon berilah kesembuhan untuk gadis kecilku juga papa mertuaku , AMIINN (natasha menangis tersedu-sedu ) " **
" MAMA.... (memanggil lirih) , mama benar keluarga Papa rido memang sangat bijaksana dan berhati mulia , mama andai saja mama ada bersama ku hari ini ,, mama akan Lihat betapa senangnya wajah Papa mertuaku mendengar aku adalah anak dari mu dan juga Papa ,, MAMA kuharap mama tersenyum melihatku dan kuharap mama bisa bertemu dengan sahabat Jannah mama yaitu Mama May " natasha menyeka air matanya , dia mendengar suara langkah yang semakin dekat menuju kamarnya,
Faaz sebenarnya sudah didepan kamar , Faaz tidak sendiri karena Alea sedang menguping dibalik pintu mendengar semua doa-doa natasha yang di panjatkannya . Alea menangis mendengar doa tulus dari bibir kaka ipar yang sangat ia benci namun Faaz menyadarkannya dan memeluknya .
Faaz masuk kedalam untuk tidur karena aidil sudah berpamitan terlebih dahulu dan sebelum Faaz masuk ke kamar Faaz terlebih dahulu meminta Alea untuk pergi ke kamarnya dan berbicara di esok hari dengan natasha .
natasha terlihat cantik dengan balutan kain mukena yang menutupi seluruh tubuhnya dan wajahnya yang bercahaya membuat Faaz berdecak kagum bahkan ada yang lebih mengagumkan dari diri natasha , natasha menghampiri Faaz dan mencium punggung tangannya . natasha tersenyum melihat Faaz yang sedang menatap nya lekat .
(' mengapa dia sama sekali tak pernah menuntut kepadaku , sudah 10 hari kami menikah dan aku belum pernah memberi nafkah batin kepadanya ,, apakah aku berdosa tuhan .. namun bagaimana aku menjelaskan akan posisiku yang sangat bimbang ini ,, natasha maafkan aku ..aku tak berniat untuk menyakiti hatimu namun setiap aku melihatmu aku merasakan ada hal beda ,, apa aku mulai menyukaimu atau bagaimana ,, aku memikirkan perasaan mu tetapi aku juga memikirkan Rayna .... yatuhan kumohon jangan membuatku bimbang seperti ini - gumam Faaz dalam hatinya seraya menatap lembut natasha )
" tuan ,, tuan Faaz " lambaian tangan natasha menyadarkan lamunannya ,,
" iya nat , maaf aku tadi melamun " ucap Faaz kepada istrinya .
" apa tuan sedang memikirkan sesuatu ? " tanya natasha sembari membuka kain mukena yang dipakainya .
" mulai deh , tuan lagi tuan lagi kan " tandasnya sembari melangkahkan kaki kearah sofa dan duduk menyandarkan kepalanya lalu ia menghela nafas , natasha melirik kearah suaminya jantung nya mulai berdebar kembali , kali ini jantungnya mulai memompa lebih keras dari biasanya .
" natasha , sini duduk di sampingku ... " pinta Faaz menepuk ruang kosong disampingnya .
" emmh....Faaz waktu itu mau cerita sesuatu kepadaku , jika membuat mu gusar maka ceritakanlah " . natasha menopang dagunya dan memberikan senyuman manisnya kepada Faaz , Faaz lagi dan lagi berdecak kagum melihat kecantikan istrinya .
" gini nat , kamu dan aku kan sudah menjadi suami istri ..." - ucap Faaz pelan , natasha mulai tak nyaman mendengar kalimat Faaz yang sudah menjurus kearah hubungan itu .
" gini nat , gimana iya kalimat yang pantas aku ucapinnya ,, aku bingung dan merasa takut jika kamu tidak nyaman " seru Faaz kembali , natasha seperti gugup mendengar nada bicara Faaz yang sama terlihat gugup dengannya . natasha hanya mampu terdiam sembari menaikan kedua alisnya , natasha mengigit bibir bawahnya tanda ia memang sedang merasa gugup.
" gini nat ............. " Faaz mendekatkan wajahnya ke arah wajah natasha lalu ia mencium bibir natasha dengan kilas dan segera melepaskan ciuman yang sempat mendarat di bibir natasha itu membuat wajah natasha merah merona kembali .
(' mengapa aku segugup ini , saat dulu dengan Rayna aku tak seperti ini - batin Faaz ')
( "yatuhan , apa aku mimpi mendapat ciuman dari suamiku , aku tak pernah memikirkan hal ini . apakah tuan Faaz ingin memberikan Hak ku sebagai istri dan membiarkanku dengannya melakukan kewajiban dalam rumah tangga ini - batin natasha sembari menundukan kepalanya karena malu dengan suaminya itu ')
" tidak mengapa suamiku , apakah memang aku tak berhak mendapatkan nafkah itu darimu ?" tanya natasha dengan polos , natasha memberanikan diri memanggilnya dengan sebutan suamiku .
" apa bisa kau ulangi memanggilku apa ? " pinta Faaz dengan mengerutkan dahinya .
" suami ku , maaf jika kamu merasa keberatan aku memanggilmu dengan sebutan itu " ucap natasha sembari menundukan kepalanya ,
" tidak natasha , aku sama sekali tidak keberatan dan kau berhak mendapatkan apapun yang aku miliki " jawab Faaz membuat senyuman yang indah di wajah natasha .
" natasha , apa kau mau beribadah denganku malam ini " tanya Faaz sembari mendekatkan wajahnya ke arah wajah natasha .
" aku akan melakukannya suamiku " jawab natasha dengan sangat pelan sembari menatap mata Faaz yang kini hanya berjarak beberapa centi dari wajahnya.
Faaz kembali mencium bibir natasha , kali ini ritme ciuman diantara mereka sangat lah fulgar . Faaz mencium natasha dengan waktu yang lama dan natasha pun membalas ciuman di bibir Faaz dengan sangat lembut .
beberapa menit kemudian Faaz melepaskan bibirnya yang berada didalam bibir natasha , ia menatap natasha dengan tatapan yang sangat lembut . matanya kini saling berpandangan dengan mata istrinya . natasha pun seperti nyaman melakukan ciuman itu dengan Faaz .
" Apakah kau pernah melakukannya sebelum denganku ? " tanya Faaz sembari menatap istrinya .
" tidak Faaz , apa aku terlihat kaku ? " tanya nya kembali dengan wajah yang kikuk .
" ya sedikit kaku , namun kau sedang memposisikan diri senyaman mungkin .. jika kau tidak merasa nyaman kita akan melakukannya dilain hari " seru Faaz .
" tidak Faaz , aku sangat nyaman didekatmu , maafkan aku yang sudah terlalu berani " jawabnya sembari memegang tangan Faaz dengan lembut .
" kau memang harus berani dan tak perlu malu ,, maafkan aku sudah terlalu cuek kepadamu " ungkapnya .