ARE NOT THE SAME

ARE NOT THE SAME
PART 15 (PENOLAKAN)



Sore itu bibi ester yang menjadi juru masak mengalami kecelakaan yang sangat parah kaki dan tangannya patah  yang membuatnya tidak bisa melakukan aktifitas . bibi ester adalah ketua pelayan dirumah Faaz , bibi esterlah yang selalu menyiapkan makanan-makanan lezat selama ini . bagi Faaz tak ada yang mampu mengalahkan masakan bibi ester kecuali makanan yang dimasak ibunya namun mama may sudah tidak ada dan Faaz merasakan kebingungan .


" biarlah saya saja tuan yang menggantikan bibi ester memasak ? " ucap natasha saat Faaz terdiam di dapur sendiri.


" tidak , jika kau yang memasak dan mengambil alih dapur maka siapa yang akan menjaga anak ku ?" tanya Faaz .


" jika di pagi hari saya bisa bangun lebih awal sebelum nona kecil bangun saya akan menyelesaikan pekerjaan saya dan untuk makan siang saya memasak bisa sambil ditemani nona lalu saya menjaga kembali nona dan jika makan malam saya akan memasak setelah menidurkan nona tuan " ucap natasha , Faaz tetap menolak dan meminta abrar mencarikan pengganti bibi ester .


" kamu fokus saja dengan mengurus aaleesya dan kamu juga memiliki beban baru kan karena papa selalu ingin obatnya kamu yang siapkan . maafkan saya natasha kamu jadi direpotkan oleh saya " ucap Faaz , Faaz meninggalkan natasha yang terdiam di dapur .


 


natasha diam-diam sudah mengagumi sosok Faaz karena baginya Faaz adalah lelaki yang sempurna namun natasha menyadarkan diri jika ia tak baik dan bukan seleranya tuan Faaz. natasha masih terdiam membisu terlintas dipikiran nya wajah papanya karena sebelumnya ibu tirinya menghubungi natasha karena papa nya masuk rumah sakit kembali dan membutuhkan banyak biaya .


" kamu kenapa tas ? " tanya maliQ yang datang menghampiri natasha , natasha kaget karena maliQ menepuk bahunya .


" aku tidak apa-apa tuan maliQ hanya saja sedang tidak enak badan " jawab natasha .


" kalau begitu ayo aku antar kamu kerumah sakit ? " ajak malik , natash menolaknya karena baginya itu hanya alasan saja agar ia dapat menutupi kegusarannya .


" nat ? aku tahu kamu sedang memikirkan ayahmu , aku akan membantumu . berikan alamatnya dan aku akan mengirimkan sesuatu untuk ayahmu ? " ucap maliQ


" jangan tuan ku mohon , aku akan mengurusnya sendiri , aku mohon tuan jangan mencampuri keluargaku dan jika ibu tiriku tahu kau sangat baik . ia akan memanfaatkan kebaikanmu kumohon tuan jangan mempersulit dirimu " natasha mengatup kedua tangannya seraya memohon kepada MaliQ , maliQ tersenyum karena melihat wajah polos natasha


" baiklah kalau begitu aku tidak akan mendatanginya , tapi ijinkan aku memberikanmu pertolongan agar ayahmu dapat pengobatan yang intensif kau tak perlu memberitahu jika aku yang menolongnya , beritahu saja ibumu bahwa kau meminjam uang dan harus dipotong setiap kau mendapatkan gaji ... Bagaimana ? " tanya maliQ , natasha menganggukan kepalanya dan segera mengucapkan  terimakasih kepada tuan mudanya itu , maliQ senang melihat senyuman yang menyeringai di wajahnya .


.


.


.


.


.


 


*****


 


" Faaz mengapa kau seperti sedang kebingungan ? " tanya uncle zain , dan segera duduk di sofa yang berada di dalam ruangan kerja Faaz , faaz menghela nafas panjang seakan beban nya sangat berat baginya .


" aku sangat bingung uncle " jawab Faaz dengan singkat , Faaz duduk tepat di hadapan unclenya . dia terlihat sangat frustasi .


" apa yang sedang kau pikirkan Faaz ? , ayo ceritakanlah pada uncle kau tak harus menyimpan bebanmu sendiri dan uncle janji akan selalu membantumu " seru uncle zain mencoba menenangkan keponakannya itu . Faaz mulai bercerita kegundahannya itu .


 


saat itu papa Rido memanggil Faaz untuk berbincang dikamarnya secara pribadi , Faaz memang sosok anak baik namun banyak orang yang menyangka jika Faaz adalah orang yang angkuh juga cuek tetapi tidak begitu kenyataannya walaupun Faaz sedang sibuk atau sedang berada diluar jika papa nya memintanya untuk pulang dan berbincang dengannya , Faaz akan segera menghampiri papa RIdo . dan saat itu terjadilah pecakapan antara mereka .


" Faaz apakah kamu bahagia sekarang melihat anakmu seceria itu ? " tanya papa sembari menunjukan aaleesya yang sedang bermain dengan natasha , aaleesya terlihat sangat bahagia dengan senyuman yang selalu ia pancarkan saat berada di pelukan natasha .


" aku sangat bahagia , kebahagiaanku ada padamu juga padanya papa , papa mengapa dengan mu apa papa menginginkan sesuatu ? " tanya Faaz kepada papa rido


" apa kau akan mengabulkan permintaan papa mu ini ? " tanya papa rido


" jika aku bisa dan aku mampu aku akan mengorbankan apapun untuk mu papa " sembari memeluk papanya , dan menyeka air mata yang akan jatuh .


" menikahlah dengan natasha , dan lupakan rayna .. hidupmu masih panjang anak ku ., papa melihat natasha bisa menjadi ibu yang baik untuk aaleesya " seru papa rido dengan mata yang mulai berkaca-kaca seakan matanya sudah ingin mengeluarkan air , Faaz terdiam saat mendengar permintaan Papa nya itu karena untuk memulai hidup baru pun Faaz enggan melakukannya , bayangan rayna selalu ada dalam benaknya .


" papa , mengapa permintaan papa seperti ini ? " tanya Faaz , Faaz tahu betul ini bukan keinginan Papanya karena setahun lalu , sahra teman semasa kuliah mereka pernah mencoba mendekati Faaz namun papa rido seperti tidak menyetujui kedekatan mereka .


" apa ada yang menghasut papa hingga papa menginginkan ini ?" tanya Faaz kembali .


" tidak sama sekali sayang , natasha mampu mengurus anakmu dengan baik dan dia juga mampu membuat papa nyaman dia anak yang baik dan dia seperti ibumu juga seperti rayna . dia ibu yang baik papa yakin itu Faaz " ucap papa rido , Faaz hanya terdiam merasa tak percaya dengan permintaan papanya .


" baiklah aku akan memikirkan hal ini , aku meminta waktu untuk memikirkannya dan aku juga tidak tahu apa natasha akan menerimaku atau menolak ku " ucap faaz sembari berpamitan kepada papa , papa rido memandang lukisan besar dan mencoba berbicara kepada mama may .


 


 


' sayang , hari ini aku melakukan keputusan besar untuk anak dan cucuku , aku memintanya menikahi natasha  , dan aku yakin natasha anak yang baik yang mampu menjadi istri , ibu dan menantu yang baik karena dia dapat memberikan cinta yang tulus untuk cucu kita ,KING FAAZ MU PASTI MENGABULKAN KEINGINANKU DAN aku yakin kau juga pasti setuju dengan ku ' seru papa sembari melihat lukisan itu .


 


* Flashback berakhir *


" jadi apa yang membuat mu kebingungan anak ku ? " tanya uncle zain , uncle zain sebenarnya sudah mengetahui keinginan papa rido .


" aku menolaknya uncle , aku tak ingin menyakiti perasaan perempuan dan aku tak bisa mencintai wanita selain rayna " ungkap Faaz , Faaz sangat prustasi dan merasa kebingungan untuk memberikan jawabannya kepada papa rido dan itu pasti akan membuat papa kecewa.


" kau ingin mengecewakan papamu ? " tanya uncle zain


" aku bingung uncle , entahlah pekerjaan ku semua tersita oleh perasaan ku saat ini yang sedang kacau " ungkap Faaz kembali seakan semakin Frustasi .


" sembahyang dan meminta petunjuk kepada tuhan dan kau akan menemukan jawabannya " seru uncle sembari menepuk punggung Faaz dengan lembut .


.


.


.


.