ARE NOT THE SAME

ARE NOT THE SAME
PART 16 (PERCAKAPAN SERIUS)



Faaz masih terdiam menatap jendela yang menghubungkannya ke taman . Faaz sedang melihat ayahnya sedang tertawa bersama cucu kesayangannya dan pengasuhnya itu bahkan mael dan maliQ pun ikut bersama mereka , ayana menghampirinya dan mencoba meminta saran dari kaka sepupunya .


" kaka , apakah kaka sedang tidak sibuk ? ' tanya ayana , sembari duduk di atas sofa ruangan kerjanya .


" tidak , ada apa ayana . apa ada yang bisa kaka bantu ? " tanya Faaz yang juga duduk disampingnya .


" kaka apakah Qabil akan ke australia ? katanya lusa Qabil akan kesini " tanya ayana dengan penuh semangat .


" iya , Qabil akan menghampiriku hanya beberapa minggu saja karena dia juga merasa penat di istanmbul , mengapa memangnya kau terlihat sangat senang sekali " tanya Faaz kepada ayana , wajah ayana sudah mulai merona dan ia tak mampu menutupi rasa malunya .


" kamu menyukai Qabil ? " tanya Faaz kembali semakin membuat ayana salah tingkah .


" kaka kau membuatku malu dengan pertanyaan mu ini " ungkap ayana sembari menutup seluruh wajahnya denga kedua tangannya ,


" ciyeee , ciyee kamu anak kecil kok udah cinta-cintaan sih " ucap Fizzy yang datang menghampiri mereka .


" Kak Fizzy , aku sudah 23 tahun dan kata daddy sudah cukup untuk memiliki kekasih lagipula aku sangat tertarik kepadanya dan daddy sudah tau kalau aku menyukai Qabil " ungkap ayana membuat kaka-kaka nya tertawa , karena melihat tingkah polosnya itu .


" tapi Qabil kan masih sangat muda sayang , dia masih 21 tahun loh " ucap Fizzy ,


" Qabil udah punya kekasih di istanbul dan akan segera menikah " goda Faaz membuat adiknya mengerucutkan bibir mungilnya itu , Faaz tertawa melihat wajah adik sepupunya .


" Tidak... tidak sayang Faaz bohong kok , nanti kaka akan mencoba mendekatkanmu dengan Qabil iya " ucap Fizzy seraya membela adik sepupunya itu , ayana terlihat senang dan tersenyum menyeringai . Faaz dan fizzy senang melihat senyum adik sepupu yang sangat mereka sayangi .


" kaka pamit dulu iya lanjutin aja curhatnya sama Fizzy tapi jangan tentang percintaan dia kan polos dalam percintaan " Faaz berpamitan dan sebelumnya menggoda fizzy dengan kalimat berupa candaan membuat ayana tertawa mendengar apa yang Faaz ucapkan .


.


.


.


.


.


" natasha , kau sangat lucu kau belajar dari siapa stand up comedy seperti itu ? " tanya Mael kepada natasha , natasha tersenyum karena merasa senang telah menghibur papa rido juga aaleesya .


" ibu ku yang mengajarkanku dia pernah memiliki teman yang seperti itu  " ucap natasha , papa Rido masih tertawa melihat tingkah lucu natasha .


" papiih richard juga selera humornya tinggi iya kan papa ?" tanya Mael , kepada papa rido


" kapan-kapan jika papih mu kemari kita suruh berduet dengan natasha saja " ucap maliQ yang masih dlam canda tawanya .


" iya dulu papih mu memang selalu membuat aku dan mama may tertawa , dia selalu menghibur kami dan papih mu lah yang membantu mama may melahirkan alea , saat itu kami sangat susah untuk pergi kerumah sakit dan karena kehebatan papih mu mama may mampu melahirkan Alea dengan normal dan tanpa merasakan sakit yang parah " ucap papa rido , semua sangat menikmati cerita yang papa rido suguhkan .


" nanti kalau ayana melahirkan akulah yang akan membantunya " ucap Mael , dengan bersemangat .


" memang kamu dokter ? " tanya MaliQ dengan polos, membuat tawa karena melihat wajah Mael yang polos itu merasa kebingungan dengan pertanyaan maliQ, saat mereka sedang tertawa Faaz datang menghampiri dan meminta natasha untuk berbicara dengannya .


" natasha apa bisa ikut dengan ku sebentar , ada yang harus aku bicarakan denganmu ? " tanya Faaz sembari pergi terlebih dahulu , natasha terlihat gugup saat Faaz mengajak nya berbicara namun natasha tak bisa menolaknya .


(' apa yang akan mereka bicaraka sepertinya sangat serius sekali ' - batin MaliQh )


.


.


.


.


" NATASHA , sebelumnya aku meminta maaf jika aku selalu merepotkanmu ? " tanya Faaz , dengan nada yang sangat gelapan . Faaz tidak tahu harus memulai darimana pembicaraan ini . natasha terlihat menundukan pandangannya keringat nya sudah mengucur deras di keningnya sesekali ia menyeka dengan sangat terlihat gusar.


" tidak tuan , tidak merepotkan sama sekali aku sangat tahu betul apa tugasku , dan itu sudah menjadi pekerjaaku " ucapnya , natasha masih menundukan kepalanya dia sangat gugup hingga tak mampu melihat mata Faaz .


" natasha apa kau pernah berbicara sesuatu hal yang sangat penting dengan papa atau siapapun yang berada di rumah ini , dan ku harap kau jujur untuk ku ?" tanya Faaz


" tidak pernah tuan , hanya saja saya sering bercerita saat saya sedang berada ditanah air saya dan tuan rido selalu meminta saya menceritakan masa kecil saya .. hanya itu tuan Faaz " ucap natasha dengan sangat gugup .


" baiklah , apa kah kau memiliki anak atau suami ? " tanya Faaz kembali .


" tidak tuan , saya belum pernah menikah sama sekali " jawab natasha , dia beberapa kali menyeka keringat di dahinya,.


" apa kau mau menikah denganku ? " tanya Faaz dengan memegang tangan natasha . natasha hanya terdiam mendengar pertanyaan itu .


" aku akan menikahimu tetapi hanya bersandiwara saja , demi kebahagiaan aaleesya juga papa . jika kau bersedia aku akan memberikan apapun yang kamu mau nat " seru Faaz , natasha masih terdiam . natasha tak mampu melepaskan genggaman tangan tuannya.


" apakah kau bersedia ? " tanya Faaz kembali ,


" tuan pernikahan bukan ajang untuk bersandiwara , pernikahan adalah ikatan suci dan saya tidak ingin mengotorinya .. saya tidak bisa tuan saya minta maaf " ungkap natasha , dia memang wanita yang baik .


" aku mohon natasha , " ucap Faaz seraya memohon kepada natasha , natasha terdiam dia tak menyangka Faaz akan memohon kepadanya .


" baiklah tuan , tetapi apakah saya dapat memiliki hak saya sebagai istri tuan , maksud saya ' saya hanya ingin melaksanakan kewajiban saya terhadap tuan?" tanya natasha.


" baiklah kau akan mendapatkan hak mu dan kau juga harus menjalankan kewajibanmu , dan aku akan mencoba mencintaimu  tetapi aku tak bisa menjanjikan cinta yang utuh untuk mu karena aku masih sangat mencintai rayna .. kumohon jangan menolaknya " ucap Faaz seraya mengatupkan kedua tangannya , Faaz memikirkan papanya jika ia menolaknya dan Faaz tak mungkin mampu melihat raut wajah kecewa dari papanya itu.


" aku tak tahu harus berbicara apa kepada papa ku nat " seru Faaz kembali , natasha terdiam mengingat bahwa tuan rido nya sangat lah baik .


" baik tuan aku akan menerima pernikahan ini , tapi aku tak bisa memberitahu keluarga ku karena ayah ku saat ini sedang dalam keadaan koma dan adik juga ibu tiriku adalah orang jahat aku tak ingin mereka mencoba memanfaatkan kebaikan kalian ,, itulah syarat dariku " ucap natasha yang segera menyeka air matanya .


" baiklah jika begitu aku akan memberi tahu keputusanku kepada Papa secepatnya ku harap kau tak berubah pikiran natasha , terimakasih sudah mau membantuku " ucap Faaz sembari membelai wajah natasha , jantung  natasha semakin berdegup kencang . natasha memang mengagumi sosok tuan Faaz tetapi natasha tak mengira dapat sejauh ini .


.


.


..