
ROMA , ITALIA
" maafkan papa sayang , papa merindukan kalian ... " ucap seorang lelaki tua renta yang duduk di kursi roda , dia memandang foto keluarga rido dan may yang terpajang di kamar utama nya .
" papa , yofie janji nanti jika yofie sudah tidak sibuk , yofie akan mengantarkan papa untuk bertemu kaka ' seru om yofie , mencoba menghibur papa nya yang sangat merindukan anak tertuanya .
" terimakasih sayang , papa sangat merindukan kaka tertua mu , kemarin zain meminta maaf karena tidak bisa mengantarkan papa kesana " jawab nya dengan membalikan kursi roda kearah anaknya yang sedang berdiri mematung di pintu .
" zain sedang mengurus kan kepindahan ayana ke australia karena kaka meminta ayana melanjutkan sekolah kedokterannya di australia . " ucap yofie ,
" apa papa juga boleh menetap disana bersama rido ? " tanya nya ,,
" papa , kak rido sakit , aaleeyaa sakit dan aku tidak ingin merepotkan Faaz dan lainnya kuharap papa mengerti ." pinta yofie kepada papanya itu ,
" suamiku anak dan menantu kita sudah janji kita akan menghabiskan libur akhir tahun disana dan ku harap kau bersabar , yofie dan shaloom tidak mungkin mengingkari janjinya ,, percayalah " seru oma serly seraya menenagkan suaminya itu ,
" kita akan ke rumah papa Rido , papiih " tanya edward , edward masih sangat belia . dia anak dari yofie dan shalom . umurnya sekarang 17 tahun dan kebetulan dia sudah masuk universitas favorite di italia karena kepintarannya dan anak perempuan shalom yang bernama asha sudah menikah dan memiliki anak mereka tinggal di spanyol bersama keluarga kecil nya , anak yofie dari pernikahan pertamanya tinggal di indonesia bersama ibunya dan kabarnya dia sudah melangsungkan pernikahan bulan kemarin dan yofie tak bisa menghadiri perrnikahannya .
" iya sayang , kau pasti sangat merindukan papa mu ? " tanya yofie kepada anak bungsunya itu .
" jelas papih tetapi aku lebih merindukan almarhum mama , mama pasti senang jika aku kesana ? " seru edward sembari menatap foto yang berada didinding kamar kakeknya itu .
" siapapun pasti merindukan mama mu , dia wanita hebat buat kami ... iya kan papa , mama " tanya shaloom kepada mertuanya .
" dia wanita yang cantik , wanita yang baik yang pernah aku kenal " ungkap shaloom sembari meneteskan air mata nya , shaloom menangis memeluk oma serly dia mengingat betul masa-masa indah jika mereka sedang melepas rindu apalagi saat papa hendra dan yofie mengalami kebangkrutan , rido dan may lah yang membantu mereka hingga mereka bangkit . papa hendra dan yofie melepaskan semua bisnis haramnya . club malam dan tempat spa yang mereka punya pun semua di tutup hingga mereka mengalami kebangkrutan .
" semoga kau tenang disisi tuhan anak ku , mama papa dan semua sangat merindukanmu .... kami akan selalu mengingat mu " ucap omah serly seraya mengangkat kedua tangannya , oh iya sebelum may meninggal . papa hendra dan mama serly sempat menjadi mualaf dan belajar mengaji dengan may . awalnya papa memang tidak memiliki kepercayaan apapun terhadap doa dan tuhan tetapi qaddarullah sekarang papa hendra dan mama serly lebih taat dari sebelumnya setelah memeluk agama muslim .
.
.
.
.
.
SYDNEY , AUSTRALIA
" aku senang ed , sampai jumpa akhir tahun " seru MaliQ yang sedang menutup pembicaraan nya melalui ponsel yang sedang ia pegang .
" siapa yang menelpon maiQ ? " tanya Alea dengan wajah yang sangat ketus .
" gw lagi nanya lo baik-baik iya , tapi lo malah jawab singkat . dasar lo nyari masalah mulu " jawab Alea denganmata yang didongkakan saat memandang maliQ
" lo kalo nanya yang bener , raut wajah lo bikin gw sumpek tau ?? " jawab MaliQh dengan melengos meninggalkan alea .
" DASAR PEMBUAT ONAR " UCAP MALIQ KEMBALI , MEMBUAT ALEA MERASA KESAL SAAT MENDENGAR PERKATAAN MALIQ..
''ASAL LO TAU YA ,, gw benci sama lo maliQ ,, lo lebih sayang sama orang lain dibandingin gw " teriak Alea dengan frustasi sembari mendengus kesal melihat adiknya yang sebelumnya lebih membela ayana dan juga natasha
***FLASHBACK***
saat itu Alea kembali menyakiti hati natasha dengan perkataan nya , dan Alea mengancam natasha akan membuatnya dipecat oleh Faaz jika berani mendekati papa Rido , namun sebenarnya papa Rido lah yang senang jika mendengar natasha bercerita tentang masa-masa dia berada di indonesia . papa Rido memang merindukan indonesia tetapi Faaz tidak mengijinkan papa untuk tinggal disana walaupun hanya sementara dikarenakan pekerjaan Faaz yang lebih banyak di Australia . natasha merasa sangat sakit mendengar ancaman Alea , saat itu maliQ mendengarnya dan terjadi adu mulut bersama kakaknya itu , walaupun natasha berbicara tidak terjadi apa-apa maliQh tidak gampang mempercayainya mengingat Alea memang selalu membuat onar dengan siapapun .
'' kamu kenapa ?? " Tanya Mael kepada Alea
" GW JUGA BENCI SAMA LO " SEMBARI MENUNJUK WAJAH MAEL , TEPAT DI DEPAN HIDUNGNYA .
( dasar wanita aneh , dari dulu gak ada yang dia sayang kecuali mama may , hmm Alea alea cantik-cantik ko kaya yang gila sih - batin Mael saat melihat alea bertingkah aneh )
.
.
.
.
.
.
" natasha " panggil maliQ
'' iya tuan " jawabnya singkat seraya menundukan kepalanya , natasha seperti ketakutan alea melihatnya sedang berbicara dengan anggota rumah .
" kamu mau kemana , apa aaleesya sudah tidur siang ? " tanya maliQ
" sudah tuan , maaf tuan maliQ saya harus menyiapkan obat untuk tuan Rido " jawab natasha secara tidak langsung natasha berpamitan namun maliQ menarik tangannya .
" kamu tak perlu mendengar ancaman dari Alea , dan jika kaka tau Alea berbuat seperti itu kepadamu aku pastikan kaka menghukum Alea , dan ku mohon jangan kau terlalu mengalah dengannya kau bukan pelayannya meliankan pengasuh keponakanku .. dia tak berhak mencaci maki mu tanpa kau melakukan kesalahan ..kau dengar ?? " seru maliQ sembari mengenggam tangannya , natasha terdiam mendengar apa yang di ucapkan oleh maliQ,
" saya membutuhkan pekerjaan ini untuk keluarga saya tuan , jika saya dipecat saya harus mencari pekerjaan kemana .. sungguh saya meminta kepada tuan jangan membuat saya kehilangan pekerjaan saya karena tuan berusaha membela saya , saya memang salah dan tak tahu diri dan apa yang dikatakan nona alea memang benar adanya " ucap natasha , tak lama kemudian air matanya mengalir deras membasahi pipinya .
" aku pastikan Alea tidak akan membuatmu terhina , apalagi sampai kau kehilangan pekerjaanmu natasha .. aku JANJI KEPADAMU ??? " jawab maliQ dengan sangat tegas , membuat natasha semakin gugup ' maliQ juga menatap mata natasha dengan sangat lembut , kini mata mereka saling beradu pandangan membuat keduanya menatap penuh harap , dan maliQ merasakan hal berbeda saat natasha menatapa nya , mereka tak tahu jika Faaz sedang menikmati pemandangan itu .
" natasha , apa obat papa ku sudah kau berikan ,, maaf jika sudah merepotkanmu . besok dan seterusnya aku akan meminta abrar yang memberikan obat papa kembali " ucap Faaz mengagetkan natasha juga maliQ
" maaf..tuan saya... " seru natasha dengan mengalihkan pandangannya dan menyeka sisa air mata di mata indahnya , lalu maliQ mencoba memotong kalimat yang akan natasha berikan seolah maliQ membela natasha dihadapan kakanya .
" maaf kak , tadi aku yang mengajaknya berbicara terlalu lama , aku pamit dulu .. aku harus bertemu dengan seseorang " ucap adiknya dengan sangat gugup , Faaz hanya menganggukan kepalanya lalu meninggalkan natasha yang sedang mematung dihadapannya .