ARE NOT THE SAME

ARE NOT THE SAME
PART 41 (SEMAKIN SAYANG)



natasha sedang membereskan tempat tidurnya , ia sudah terlebih dahulu mandi dan melihat keadaan aaleesya yang masih tertidur di dalam kamarnya dan ia melanjutkannya dengan membereskan kamar . Faaz melihat istrinya yang sedang memfokuskan diri membereskan tempat tidur . dia menatap istrinya dengan penuh cinta .


" maafkan aku natasha , semalam tidurmu terganggu olehku " Ucap Faaz sembari memeluk natasha dari belakang , ia mencium pungguk natasha hingga ke tengkuk nya .


" suamiku , jangan sekarang ia ... kita sudah ditunggu Papa untuk sarapan " seru natasha , Faaz tersenyum mendengar penolakan istrinya .


" baiklah untuk sekarang kau tak berdosa menolakku , tetapi jika malam kau menolakku aku akan sangat marah kepadamu " ancam Faaz sembari mengelitik pinggang istrinya itu , natasha tertawa kegelian .


" aaleesya masih tertidur sayang aku tak ingin membangunkannya "


" biarkanlah , kita sarapan saja dulu aku ditunggu AliQ dikantor " jawab Faaz , faaz melangkahkan kakinya untuk keluar kamar dan bermaksud untuk melihat anak nya yang masih tertidur saat Faaz kekamar aaleesya Faaz melihat Aaleesya terbangun dan mencari ibu perinya .


" Papa ,, mama peri kemana ?? " tanya aaleesya sembari mengucek lembut matanya .


" ini mama sayang , sudah bangun tadi mama kesini kamu belum bangun ,, kita mandi yuk " ajak natasha , aaleesya menganggukan kepalanya lalu meminta natasha menggendongnya ., Faaz sangat senang melihat anaknya yang semakin hari semakin menunjukan kemajuan kesehatannya .


 


" sayang , entahlah semakin hari aku semakin menyayangimu .. Papaku tak salah menyuruh ku menikahimu " - gumam Faaz dengan suara pelan , ia menatap lurus kearah anak dan istrinya . beberapa saat kemudian natasha selesai mengurus aaleesya . aaleesya terlihat sangat cantik dengan balutan dress pink dan memakai bando dikepalanya begitupun dengan natasha memakai pakaian sederhana khasnya dan rambut yang terurai membuat kesan natural diwajahnya .


 


" dua malaikat tak bersayap Papa .... aku sangat menyayangi kalian .. sekarang kalian adalah nafas hidupku " Ucapnya sembari mencium lembut kening natasha dan Aaleesya .


 


dimeja makan terlihat sangat sepi karena ayana dan MaliQ memilih sarapan di kampusnya , fizzy yang sudah terlebih dahulu berangkat ke kantor karena ada meeting penting bersama 2 clientnya dan tak ingin terlambat untuk datang menemui clientnya. tersisa hanya Faaz , alea , Natasha , Qabil , Aaleesya juga Papa di atas meja makan tersebut .


 


" Kak Faaz hari ini aku boleh iya mencari cincin dan gaun untuk malam pertunanganku dengan Qabil karena aku akan menikah dengannya di awal tahun depan " Ucap alea yang mencoba meminta ijin kepada Kakanya .


" tapi kami akan mengajak Kak natasha " seru Qabil .


" emmm.. Papa bagaimana kasihan papa dirumah sendiri.. maaf iya Kaka gak bisa ikut " ucap natasha yang mengkhawatirkan Papa mertuanya .


" kalian pergi aja berdua , benar kata kaka iparmu ..Papa tak boleh sendiri dirumah " seru Faaz sembari mengunyah makanan dimulutnya .


" PAPA MU TIDAK AKAN SENDIRI ,, UNCLE KAN SUDAH DISINI " ucap Uncle zain yang datang menghampiri mereka dimeja makan lalu memeluk Papa rido dan mencium kenngnya .


" kapan kau datang adik ku ? " tanya Papa .


" tadi subuh , aku langsung kekamar Kak merasa sangat lelah lalu tertidur sebentar " seru uncle zain


" uncle , aku ingin memeluk mu " ucap Alea , mendekat menghampiri uncle zain lalu memeluknya erat .


" aaah manissku, mengapa kau terlihat bahagia sekali sih " tanya uncle zain .


 


" aku dan Qabil akan menikah uncle " Ucap Alea , Alea terlihat senang saat memberi tahu unclenya namun berbeda dengan Uncle zain terlihat rona wajah kecewa di wajahnya , matanya kosong memikirkan perasaan Ayana saat ini , senyuman di wajahnya kini memudar terlintas wajah polos anaknya saat mencurahkan rasa sukanya terhadap Qabil bahkan Uncle zain sudah berjanji kepada Anaknya itu akan mencoba mengambil hati Qabil dan menikahkannya dengan Ayana .


 


" uncle , mengapa denganmu .. apa kau tak menyetujui pernikahan ini ?" tanya Alea kepada uncle zain , Faaz menatap penuh harap berharap uncle tak membicarakan rasa suka anaknya kepada Qabil karena sebelumnya ayana pun dengan terang-terang mencurahkan isi hatinya kepada Faaz .


 


" tidak sayang , uncle sangat bahagia dan uncle berharap kamu juga Qabil bahagia selalu " Jawab uncle dengan senyuman di wajahnya .


 


( anak ku , lagi dan lagi kau harus menelan kekecewaan .. daddy tahu betul perasaanmu saat ini karena daddy pernah mengalami hal ini .. tetapi kau harus tegar sayang kesehatan Alea jauh lebih penting dari apapun - batin uncle zain )


 


" sini peluk uncle , kamu juga Qabil " pinta uncle , mereka memeluk uncle zain , Papa menatap Uncle zain .. uncle zain menggelengkan kepalanya dan papa tersenyum melihat apa yang Uncle zain lakukan .


 


.


.


.


.


.


.


.


di kantor fizzy sedang berada di depan tumpukan berkas yang harus ia dan Faaz tandatangani , ponselnya bergetar dan ternyata pesan dari AliQ .


 


* NAJAM ALIQ *


fizzy bisakah bertemu sebentar ? (isi pesan singkat)


* FIZZY *


kapan dan dimana aliQ .


* NAJAM ALIQ *


sekarang di kafe tepat didepan gedung kantor ASIC


* FIZZY *


baiklah tunggu sebentar , tetapi aku tak bisa lama karena jam 10 clientku akan datang .


 


 


 


*SOLA CAFE AND RESTO


beberapa menit kemudian .....................


 


" maaf membuatmu menunggu lama " sapa FIZZY sembari mendaratkan ciuman di pipi AliQ , tak lupa bersalaman dengan aliQ . sebenarnya Fizzy merasa kaku melakukannya karena aliQ begitu sangat cuek dengan fizzy sebelumnya.


" tidak apa-apa , kamu pasti terkejut karena aku melamarmu secara tiba-tiba ? " tanya AliQ membuat Fizzy semakin penasaran


" iya tentu aliQ , apa alasanmu ? " jawab Fizzy sekaligus bertanya dengan penuh harap.


" tidak butuh alasan , jika kau menerimaku bukan ? " tanyanya dengan tegas , Fizzy semakin merasa aneh dengan sikap AliQ .


" baiklah , kamu ada apa menemuiku disini " tanya Fizzy ,


" apa salahnya calon suami menemui calon istrinya ditempat terbuka ? " tanya aliQ membuat Fizzy semkin penasaran .


" tidak , kau membuatku tegang AliQ ... " ucap fizzy kembali , AliQ tersenyum


" menikahlah denganku minggu ini Fizzy " seru AliQ , fizzy merasa kaget mendengar Ajakan AliQ yang terbilang cepat .


" mengapa secepat ini ? " tanya fizzy dengan penuh penasaran


" tak mengapa aku hanya merasa sudah cukup waktu saja dan tak ingin menundanya " seru AliQ sembari tersenyum dan memandang lekat Fizzy , fizzy tersipu malu melihat pemandangan itu .


( aku tak tahu apa yang sedang kau rencanakan AliQ tetapi aku sangat senang mendengarnya - batin Fizzy )