ARE NOT THE SAME

ARE NOT THE SAME
PART 4 (KESAN PERTAMA)



Sudah 3 minggu tepatnya aaleesya diasuh oleh natasha , natasha juga lumayan dekat dengan fizzy . bagi fizzy natasha terbilang bisa dipercaya dalam hal mengasuh aaleesya apalagi dengan sikap esya yang sangat baik sekarang karena biasanya esyaa selalu saja menolak makanan yang disajikan oleh carry ataupun oleh bibi ester berbeda dengan apa yang disajikan oleh natasha , nona kecil ini selalu makan dengan lahap jika memakan makanan dari tangan natasha walaupun pernah beberapa kali bibi ester yang membuatnya .


" mbak boleh saya membawa aaleesya untuk bermain ? " tanya lelaki tampan yang baru saja datang menghampirinya.


" maaf tuan , anda tidak saya kenal .. saya harap anda mengerti !! " seru natasha yang menolak untuk memberikan natasha bermain bersamanya " permisi tuan" pamit natasha , lelaki itu terlihat sangat kesal tetapi langkah natasha terhenti saat aaleesya menyadari bahwa itu adalah uncle mael , uncle nya yang sangat menyayangi aaleesya.


" uncle Mael  " panggil aaleesya , ' kenalkan ibu peri dia uncle ku yang sangat tampan ' sahutnya kembali .


" kamu dengar kan ?? SAYA UNCLE NYA , kamu pikir saya siapa ?? penculik ??? " tanya Mael dengan mendengus kesal , tatapannya tajam kearah natasha .


" maa,,..maafkan saya tuan .. maaf jika membuat anda tersinggung " ucap natasha dengan terbata-bata .


( apakah dia pengasuh baru nya aalesya , tapi dia terlihat bukan seperti seorang pengasuh .. sungguh menyayangkan gadis secantik ini menjadi seorang pelayan ) - batin Mael bergumam .


" tuan apakah anda memaafkan saya ? jangan adukan saya kepada tuan Faaz dan nyonya Fizzy tuan ... saya mohon " ucap natasha dengan mendekap kedua tangannya seraya memohon kepada Mael .


" dengar baik-baik nona , saya akan mengadukan apa yang telah anda lakukan kepada saya , " ancam Mael seraya membuatnya ketakutan . " ayoo anak manis om membawakan hadiah untukmu " ajak Mael kepada aaleesya untuk membuka kado besar yang mael bawa untuk keponakan kesayangannya itu .


" tuan Mael kumohon ... jangan biarkan saya dipecat ... " pintanya sembari memberhentikan langkah kaki mael yang menggendong aaleesya , " tuan KUMOHON " pintanya kembali ..


" ibu peri , uncle hanya bercanda ... " seru aaleesya dengan megedipkan sebelah matanya .


" hey mengapa kau menangis ?? aku hanya bercanda .. sudah jangan membuat drama disini " - mael berjalan melanjutkan langkah kakinya meninggalkan natasha sendiri . natasha terdiam sembari menyeka air matanya .


.


.


.


.


 


*****


 


 


" iya papah , aku sedang berada diperjalanan . apa mael sudah datang ? " FAAz sedang berbicara melalui sambungan telepon nya bersama papa rido .


" sudah nak , kamu hati-hati iya ... ingat papa tidak ingin terjadi apapun kepadamu !! " seru papa yang berbicara dengan sangat khawatir .


" baik papah .. i love you ... " ucap Faaz segera menutup sambungan teleponnya itu .


faaz sudah pulang 1 minggu yang lalu dari istanbul , TURKI untuk membantu mengurus perusahaan yang dipegang Qabil . faaz melanjutkan perjalanan nya selama seminggu ke negara yang sering ia tuju untuk menemui seseorang yang sangat misterius . papa dan yang lain sama sekali tak mengetahui siapa yang sering Faaz temui sebenarnya kabar ini sudah satu tahu terhembus ketelinga papa Rido tetapi , papa selalu tidak ingin memiliki pemikiran buruk untuk siapapun termasuk untuk anak-anak nya .


 


" papa , selalu saja menganggapku anak kecil pada kenyataannya aku sudah memiliki anak .. papa aku sangat menyayangimu .. aku akan melakukan apapun untuk mu ,, aku janji " ucap Faaz sembari melihat layar ponselnya yang terdapat foto papa rido dan juga mama may .


 


" kakak ...................... ' panggil maliQ yang memang diminta untuk menjemput kaka nya dibandara .


" terimakasih adik ku , kamu ingin hadiah apa setelah menjemputku ini ?" tanya Faaz kepada maliQ


" bolehkah aku meminta sesuatu ? " tanya maliQ seraya memeluk kakaknya itu , kakak nya menganggukan kepalanya lalu tersenyum manis kepada adik bungsunya itu .


" baiklah , aku ingin sekali mengganti mobilku seperti Alea ... bolehkah ??? " tanya maliqh , kakak nya tersenyum namun sembari mencubit gemas pipi adiknya itu .


" kakak akan berikan apapun yang kalian mau , tetapi dengan satu syarat ... dan biasakan dirimu memanggil alea dengan sebutan kaka .. apa kau tidak mengerti jika alea itu kaka mu juga " ucap Faaz .


" baiklah kaka , maafkan aku ..lalu apa syaratnya ?? " tanya maliQ


" baik kak , maafkan aku .. kemarin aku memang berantem dengan lea .. dan papa melerai ku lalu papa terjatuh saat aku mendorong tubuh lea .,. untung ada natasha disana . " ucapnya dengan jujur .


" siapa natasha ? " faaz berulang kali lupa dengan nama pengasuh anaknya itu lalu Faaz kembali melanjutkan pembicaraannya setelah menghela napas dengan berat dan mendengus kesal .. " JIKA TERJADI SESUATU TERHADAP PAPA DAN ITU KARENA ULAH MU JUGA LEA KAKA TAK AKAN SEGAN MEMBUANG MU JAUH-JAUH ?? MENGERTI ?? " ANCAM Faaz kepada adik bungsunya itu .


" aku mengerti kaka , maafkan aku kak ... kumohon " ucap maliQ seraya memohon kepada kakak nya .


" iyasudah jangan di ulangin iya " ucap Faaz sembari tersenyum .. " berikan kuncinya biar aku yang membawa mobil " pinta Faaz kepada adiknya itu , adiknya memberikan nya dan mereka segera masuk untuk bergegas pulang kerumah .


 


( andai saja kaka tahu ulah alea yang membuatku marah , pasti kaka tak akan memaafkannya ) - gumam MALIQH dalam hatinya .


.


.


.


.


.


natasha terdiam meluruskan pandangannya mengingat masa-masa kelam saat di kampungnya , sebenarnya beban natasha sangat lah dalam untung saja teman kuliah natasha memberikan pekerjaan ini untuk nya dia bisa terbebas dari amukan ibu tirinya setiap hari .


' nona apakah kau baik-baik saja ? " tanya abrar kepada natasha .


' ehh,,emm maaf tuan abrar saya tadi sedikit melamun , saya permisi tuan .. saya akan menemui nona kecil " pamitnya kepada abrar , abrar sempat melihatair mata yang jatuh dipelupuk mata natasha . saat natasha tesadar abrar memanggilnya dia langsung menyebunyikan dan menyeka air matannya .


" sungguh malang nasib mu nona , kau cantik tetapi kau sepertinya menanggung beban yang sangat dalam " _ gerutu abrar sembari melihat punggung natasha yang sedang melangkah menjauh dari abrar


Mael meminta natasha untuk membawakan segelas teh hangat manis untuknya dan natasha segera membawakan air tersebut . natasha juga akan membawakan obat yang harus diminum oleh papa rido .


" ASSALAMUALAIKUM " ucap Faaz juga MaliQ yang masuk , dan dijawab oleh papa rido juga Mael yang sedang bersama aleesya ... " WAAlaikum salam warrahmatullahiwabarrakatu "


 


" papaaaaaaaaaaaaaaaa............." panggil aleesya yang sangat senang melihat kedatangan papanya itu , aaleesya tak segan berlari dan meminta papanya untuk menggendongnya ..


 


' anak kesayangan papa , apa kau senang sayang bertemu dengan papa mu ini ? " tanya Faaz ,


' papa , apa papa sehat .. maafkan aku baru bisa pulang hari ini "  seru Faaz sembari mengecup tangan papanya itu , dia juga tak segan mencium kening papanya .


' papa sangat senang sayang , kalau pergi jangan lama-lama dong kasihan aaleesya selalu saja bertanya tentangmu ? " seru papa yang memeluk dan melepaskan kembali tubuh Faaz .


" tuan ini teh hangatnya , dan tuan Rido ini obat yang harus anda minum .. seharusnya setengah jam yang lalu tetapi maafkan saya , saya lupa tuan " ucap natasha yang sepertiny tak melihat kedatangan Faaz .


" apa kau lupa ?? bagaimana bisa kau lupa dengan obat papa ku ??... apa kau tak tahu tugasmu apa ? lain kali kau harus tahu dengan tugasmu dan jika terjadi hal yang macam-macam kepada papa ku kau akan tau akibatnya !!! " seru Faaz dengan kesal kepada natasha , natasha hanya terdiam mendengar Faaz membentaknya .


" Faaz tenanglah dia tidak salah apapun .. papa yang salah ,, maafkan dia ya sayang " ucap papa Rido yang terlihat membelanya , natasha tak sengaja meneteskan air mata . aaleesya mencoba untuk menghentikan ocehan papanya dengan kalimat yang membuat papa nya itu menyesal karena telah menyakiti perasaan natasha .


" ibu peri maafkan papa ku iya ,, sebenarnya papa orang baik .. aku janji akan membuatnya meminta maaf kepadamu .. " menoleh kearah papanya lalu menatap kembali ke arah natasha dengan sangat lekat , tangannya mencoba menghapus air matanya .


' tidak sayang ini memang kesalahan ibu , kau tak boleh membuat dirimu membangkang kepada ayahmu " natasha memeluk aaleesya , dan aaleesya juga membalas pelukannya .


( apa dia pengasuh itu ,, shit....aku sudah membuatnya menangis ... Faaz mengapa kau seperti itu - batin Faaz bergumam )