
15 MENIT KEMUDIAN......
Sesampainya didepan Lobby hotel Natasha kebingungan mengapa Faaz harus membawanya ketempat yang asing baginya, dia merasa tak ingin turun dan keluar dari dalam mobil. Faaz mencoba memaksanya namun Natasha masih enggan keluar.
" Ayolah sayang, mereka sudah memesankan kamar untuk kita semalam menginap disini " Ajak Faaz kepada Natasha.
" Tidak suamiku, Aku ingin pulang kumohon " pintanya seraya memohon Kepada suaminya.
" mengapa kau ingin pulang, Ayolah sebentar saja. hanya satu Malam kok " Ucap Faaz sembari memohon kepada istrinya.
" Aku memikirkan Aleesya dan Papa, mereka pasti sedang menunggu kita pulang " keluh Natasha, Faaz semakin Frustasi. karena sebenarnya ia sedang ingin menghabiskan waktu bersama istrinya itu tetapi Faaz melihat jika Natasha memang sudah merasa tidak nyaman dan Faaz merasa iba melihatnya.
" Ya sudah, kita pulang saja iya. " Seru Faaz sembari, memutarkan mobil dan menginjak kembali pedal gasnya.
Sebenarnya Natasha sangat ingin berduaan dengan Faaz, namun Natasha mengingat betul jika besok adalah Hari terakhir untuk mengontrol kesehatan Aleesya karena Natasha yakin jika Flek yang berada diparu-paru Aaleesya akan semakin berkurang malah akan menghilang. Faaz lupa jika besok adalah waktu kontrol Aaleesya dan kontrol itu dilakukan dipagi hari.
" Maafkan aku iya, aku ingat betul jika besok adalah hari dimana kita tahu bahwa Aaleesya sudah sembuh dari sakitnya " seru Natasha yang memberitahukan suaminya.
" ya aampun aku lupa Nat, untung saja kamu ingat " Ucap Faaz, sembari menggenggam tangan Natasha dan mencium punggung tangan istrinya dengan kilas. Natasha tersenyum.
.
.
.
.
.
.
.
.
" aku tidak ingin tidur jika bukan mama peri yang menemaniku " ucap Aleesyaa saat ketantrumannya datang menghampiri, Aaleesya dasarnya memang anak yang baik namun jika Aaleesya merasa ingin sesuatu ia tak dapat mendapatkan penolakan.
" sayang, Mama peri dan Papa sedang berada disuatu tempat untuk memberikan Aaleesya hadiah, Apa esya mau hadiah saat ulang tahun esya nanti " tanya Fizzy, sembari mengecup kening keponakannya.
" tidak mau aunty, aku ingin Mama peri " Ucapnya kembali sembari menangis keras, Papa Rido merasa khawatir dengan cucunya yang menangis dengan sangat kencang.
" ayok Kakek gendong sayang " Ajak papa sembari menggendong cucu kesayangannya itu, Aaleesya tetap menangis dan ingin menemui mama perinya. kali ini, jika Aleesyaa menangis Natasha lah yang ia cari untuk tempat mengadu.
sebelumnya Papa sudah mendengar cerita dari Fizzy tentang apa yang telah mereka lakukan untuk Kaka dan kaka Iparnya. Papa sangat senang mendengarnya namun Papa kecewa dengan Pakaian yang mereka berikan untuk Natasha.
" ini Mama nak, mengapa kamu menangis " Ucap Natasha, Natasha tak menghiraukan Pakaian mini yang sedang ia kenakan dihadapan Papa mertuanya. yang ia inginkan adalah menggendong dan membawa Aaleesya tidur ke kamarnya.
" Papa ini Ide ku dan Alea maafkjan aku " Ucap Fizzy, dia mengatupkan kedua tangannya dihadapan papanya.
" sudahlah, Lain kali jangan seperti itu iya. kamu kan bisa membuat rencana lain lagipula itu juga tempat yang sangat terbuka kalian pasti sudah membuat Natasha malu " Ucap Papa seraya memberi nasihat kepada Fizzy.
" baiklah Papa, sekali lagi Maafkan fizzy " Fizzy memeluk Papanya dan mengantarnya untuk beristirahat dikamarnya. Faaz berjalan kearah kamar nya dan mendapati Natasha sedang menidurkan Aaleesya dikasur milik mereka.
" Aaleesya tidur disini iya, kasian dia tak ingin melepasku dari pelukannya " Pinta Natasha, dan Faaz sangat senang melihatnya. melihat sisi perhatian yang Natasha berikan kepada anak tercintanya.
( Gak jadi deh, bikin dede bayi buat Aaleesya - Batin Faaz )
******************
Di dalam kamar Papa, Fizzy sedang menemani Papa dan bencerita tentang pembicaraannya bersama AliQ. Fizzy terlihat sangat bahagia, terlihat sudut mata yang berbinar kala menyebut nama AliQ. Tentunya Papa ikut bahagia melihat Fizzy yang sangat ceria ini.
" Papa, tahukah tadi Pagi aliQ menemuiku dia menginginkanku menikah dengannya minggu ini. Apakah tidak terlalu cepat Papa ? " Tanya Fizzy dengan mata yang sedikit mengeluarkan air tanda ia bahagia.
" Jika memang itu waktunya mengapa kau terlihat gusar, sembahyanglah dan minta petunjuk kepada Allah swt " Nasihat Papa memang selalu menyejukan hati anak-anaknya, terlebih Fizzy dan Faaz memang selalu mendengar apa yang Papa nya katakan.
" Apa Papa dan Mama saat menikah saling mengenal Lama ? " Tanya Fizzy, Fizzy menggenggam tangan Papanya.
" Mama mu tidak mengenalku lama tetapi, Papa sudah mencintainya sedari ia kecil dan Papa bertekad kuat untuk menjadikannya bidadari satu-satunya " Jawab Papa, matanya membendung air mata yang seakan ingin segera turun membasahi pipinya.
" Papa ceritakanlah mengapa Mama bisa menerima pernikahan itu dan Apakah saat menikah Mama sudah mencintai Papa ? " Tanya Fizzy dengan penuh harap, berharap Papa tercintanya mau menceritakan kisah pernikahannya. Papa Rido tersenyum dan menganggukan kepalanya tanda ia setuju untuk menceritakannya.
" Saat itu Papa mengagumi sosok Mama mu yang kala itu masih berumur 9 tahun, seiring berjalannya waktu rasa kagum serta suka itu menjadi cinta. Dan pada saat itu Mama mu belum sama sekali mencintai Papa bahkan Mamamu baru mengenal Papa 3 hari setelah pertemuan makan siang bersama kedua kakek dan nenekmu " Papa mengingat betul memori bersama Mama may, Papa Rido menghela nafas panjangnya. Fizzy mengusap dada Papa yang terlihat sesak.
" Papa sudahlah tak perlu menceritakan lagi " seru Fizzy karena tak kuasa melihat Papanya yang menahan air matanya.
" Tidak nak Papa senang menceritakannya, kau harus tau bahwa cinta akan tumbuh dengan sendirinya yang terpenting kita iklas memberikan cinta untuk siapapun itu. dengan saudara ataupun orang yang akan menjadi teman hidup kita, kita harus ikhlas Nak " Nasihat Papa kembali.
( " tetapi Pap, Fizzy tidak tahu apa AliQ mencintai Fizzy atau tidak ! " - batin Fizzy )
" Berdoalah kepada Allah swt, dengan hati yang ikhlas dan lapang, mintalah padanya agar AliQ mencintaimu dengan tulus dan ingatlah Godaan ataupun Rintangan akan selalu ada tetapi jika kita dekat dan selalu meminta kepada Allah swt, InsyAllah beliau akan mengabulkan apa yang kita minta "
" Tanamkan asma Allah didalam hatimu Fizzy, yakinlah jika AliQ benar jodohmu maka menikahlah dan jadikan ia suami yang sangat mencintaimu. dan kau jadilah istri yang taat dan patuh, kau akan membantu Aku dan Mamamu menggapai surga jika kau menjadi istri yang shalihah untul suamimu " Nasihat Papa kembali membuat Fizzy berlinang air mata, Fizzy menangis dipelukan Papanya.
" Tak perlu sungkan menangislah sayang, Papa sangat menyayangimu dan jika nanti kau menikah Papa hanya minta jadilah istri yang patuh untuk suamimu " Ucap Papa kembali.
( menangislah Nak, Mama yakin setelah kau menangis bebanmu akan berkurang - Suara Mama terngiang didalam benak Fizzy )