ARE NOT THE SAME

ARE NOT THE SAME
PART 54 (ACARA PERTUNANGAN)



" Faaz.. " panggil Natasha sembari berlari dan memeluk suaminya. Faaz menatap tajam wajah adiknya, raut wajah kesal terkumpul di balik tatapan sinis itu Namun, MaliQ tak merasa genting melihat tatapan Faas kepadanya.


' prok.. prok.. ' Suara tepuk tangan begitu kencang beriringan dengan langkah kaki MaliQ.


" Kenapa dengan tatapanmu kepadaku, sepertinya kau terlihat sangat kesal. " Tanya maliQ sembari tersenyum sinis, Nafas Faaz begitu memburu menahan kesal kepada Adiknya.


" MaliQ, Hentikan sandiwara mu? kau lupa jika aku ini Kaka tertuamu! " Seru Faaz, MaliQ menyeret kembali langkahnya untuk lebih dekat dengan Kakanya itu.


" Kaka? Kaka ku? "


" Sudahlah tak perlu berpura-pura menjadi lelaki baik untuk keluarga ini " Tandasnya. Faaz kembali menatap Adiknya, Ia seakan tak mempercayai jika Adiknya mampu berbicara sesarkas itu padanya. Natasha memeluk erat suaminya dan tak henti menangis.


" Sejak Aku Tau kau membohongiku Juga keluarga ini. Aku sudah tidak ingin mengingat jika kau kaka ku! " Seru MaliQ


" Apa perlu Aku berbicara didepan sana " jari telunjuknya mengarah kearah luar tempat Alea dan Qabil mengadakan acara pertunangan.


" Diamlah Tuan MaliQ, kumohon hentikan jangan buat acara kakakmu rusak hanya karena masalahmu dengan suamiku. Kumohon Tuan" Ujar Natasha seraya mengatupkan kedua tangannya, wajahnya memelas memohon ampun kepada MaliQ.


" Natasha, Kau sungguh wanita yang baik. kau nyaris sempurna! kau tak pantas disakiti Natasha " MaliQ berusaha mendekat namun, Tangan Natasha ditarik oleh Faaz. Dan Faaz mendekap erat tubuh Natasha.


" Lupakan istriku dan Jangan pernah mengganggunya! " pinta Faaz kepada MaliQ, tatapan kesalnya pada MaliQ tak berkurang sedikitpun namun, Faaz mencoba menahan amarahnya mengingat jika hari ini adalah hari bahagia untuk Adiknya yaitu Alea.


" Jujurlah Padanya! jika ia memaafkanmu aku pastikan aku akan mundur. jika kau tidak jujur kepada Natasha dan terus menyakitinya Aku pastikan akan terus membuat Natasha membuka matanya untuk tidak terus kau bodohi " Ancam MaliQ dan segera meninggalkan Kaka dan kaka iparnya.


" lupakanlah perkataannya suamiku, Aku percaya kepadamu! " Ungkapan Natasha membuat Faaz semakin mencintainya, Natasha begitu sangat tulus mencintai suaminya itu dan Faaz semakin merasa bersalah karena tidak berkata jujur kepada Natasha lebih Awal.


(' Natasha entahlah jika saja kau tahu yang sebenarnya tentang kebohonganku, apa kau masih mau menerimaku dan menjadi bagian dihidupku - batin Faaz sembari mendekap erat tubuh Natasha )


" maafkan aku sayang, aku tidak berada disisimu " Ucap Faaz sembari mencium kening Natasha.


('Apapun yang kau sembunyikan dariku, Ku harap kau tak menyakiti aku dan aku juga berharap aku akan selalu memaafkan kesalahanmu - Batin Natasha)


" cepat ganti pakaianmu, Papa dan semua pasti sudah menunggu " Ajak Natasha kepada Faaz, Faaz menganggukan kepalanya dan segera mengganti pakaiannya.


.


.


.


.


.


.


.


" Papa, Apa kak Faaz sudah datang? " Tanya Alea, Papa tersenyum melihat kecantikan Alea. senyumannya mirip dengan Mama May, tubuh nya yang langsing dan tinggi semampaipun tak jauh dengan tubuh Mama May.


" Kamu sangat cantik Anakku, seperti Mamamu. Kakak mu sudah datang, mungkin sedang mengganti pakaiannya. " Jawabnya sembari menatap lembut wajah Alea.


" Papa peluklah Alea, Alea sangat ingin mendapat pelukan hangat dari Papa " pintanya kepada Papa. Papa Rido memeluknya dengan sangat erat.


" Papa mengapa menangis?. " Tanya Alea sembari mengusap mata indah milik Papa Rido.


("dulu Papa sering sekali berkhayal bersama Mamamu, menikahkan kalian semua dan bersanding bersama kalian Tapi, semuanya hanya tinggal mimpi nak. " - batin Papa, Papa tidak ingin berbicara kepada Alea mengenai mimpi-mimpi indah bersama Mama may. Papa sangat takut jika Alea kembali merasa bersalah akan kematian Mama nya)


" Mama mu pasti bahagia, Papa sangat menyayangimu " Ucap Papa sembari menciun kening Alea dan segera memeluk erat tubuh Alea, Alea menangis haru mendengar ungkapan Papa Rido.


Acara pertunangan sudah dimulai, para tamu yang ikut menghadiripun sudah duduk di tempat yang sudah disediakan. Uncle Richard dan Aunty Rani menjadi orang tua pendamping untuk Qabil.


Terlihat Rona bahagia terpancar di wajah tampan miliknya, Qabil memang lelaki yang baik dan beruntung mendapatkan wanita secantik Alea. bahkan Alea juga sangat mencintainya.


semua kakak beradik dan juga Natasha sebagai Kaka ipar dari Alea sudah duduk dan ikut menjadi saksi. Alea duduk diapit oleh Papa Rido dan uncle zain, Alea dan Qabil duduk berhadapan.


kata sambutan sudah terdengar haru di telinga keluarga dan kerabat dekat juga para tamu Undangan, Alea tersenyum manis dan menatap penuh dengan cinta kepada Qabil.


" Tuan Qabil Ozcivied, Apakah benar anda ingin melamar Nona Alea noor putri ketiga Tuan Rido Alfaaz rumnawan.? dan akan menjadikannya wanita yang sangat engkau cintai " Tanya seorang lelaki sebagai pembawa Acara pertunangan Alea


" Iya, Saya Qabil Ozcivied akan mencintai dan menyayangi Fhakiyah Alea noor hendrawan selama hidup saya hingga saya tak bernafas kembali dan akan selalu menjaga keutuhan cinta saya kepadanya " Ungkap Qabil sembari tersenyum dan memandang lekat kearah Alea.


" Nona Alea, Apakah anda menerima permintaan Tuan Qabil yang akan menjadikanmu wanita satu-satunya dihidup Tuan Qabil. "


" Saya menerima " sembari tersipu malu, senyum nya yang indah tak dapat ia tutupi.


Semua bersorak dan bertepuk tangan, Papa rido membuka kalimat sebagai doa untuk anaknya dan semua Tamu yang menghadiri ikut mendoakan Alea dan Qabil.


" Alea disini ingin berbicara sesuatu! " Ungkapnya, semua tamu terdiam kala menatap wajah sayu milik Alea.


" Untuk Papa, Mungkin Papa tidak sesering Mama mengucapkan kata sayang untuk Alea, bahkan Papa nyaris melupakan Alea. tetapi bagi Alea, Papa yang paling keras berjuang membahagiakan serta selalu mendukung Alea hingga mencapai tujuan. TERIMA KASIH Papa Rido, Alea sangat mencintai dan menyayangi Papa " - Alea menghampiri Papa nya dan memeluk juga mencium pipi Papa Rido.


" Untuk Kak Faaz dan Kak Fizzy, Terimakasih sudah memberiku cerita Baik maupun buruk. Kalian inspirasiku dalam segi apapun dan aku terlalu Naif untuk mengakui itu. Maafkan aku yang terkadang membuat kalian pusing juga merasa kesal kepadaku, aku Mohon bimbing aku selalu sebagai adik mu. bantu aku untuk menjadi manusia yang normal dan Manusia yang tahu arti dari cinta dan sayang" Ungkap Alea seraya menghampiri Tubuh Faaz dan Fizzy yang mematung berdampingan. Alea memeluk mereka berdua.


" Dan Untukmu MaliQ, Kau adik ku dan selamanya akan menjadi adik ku. Maafkan aku jika selama aku hidup bersamamu belum bisa menjadi Kaka yang terbaik, Kumohon Jangan mengingat kesalahanku tapi ingatlah rasa sayangku kepadamu" -


Hati MaliQ bergetar mendengar Apa yang Alea Ucapkan, MaliQ mengingat jika ia sedang mengingat semua kesalahan Faaz dan tak mengingat sama sekali perjuangan Faaz selama mereka hidup bersama. kalimat berupa sindiran itu menusuk kedalam jiwa MaliQ namun MaliQ segera mengusir rasa bersalahnya kepada Faaz dan kembali dengan keteguhan hatinya yang sedang membenci kaka tertuanya itu. MaliQ memeluk Alea, Alea pun memeluk MaliQ.


" Alea " panggil Qabil lirih, Qabil senang dengan apa yang sedang ia lihat. selama Alea dekat bersama Qabil. Alea, sering mengeluh ketidak akuran nya bersama Kaka dan adiknya. Alea selalu menganggap jika Fizzy dan MaliQ selalu membencinya.


" Qabil, Aku sangat mencintaimu " Ucap Alea sembari menatap wajah tampan Qabil.


" Aku juga sangat mencintaimu " Seru Qabil


Semua menatap haru menyaksikan dan mendengarkan Ungkapan hati Alea, Ya Alea memang baru kali ini mengungkapkan isi hatinya. setelah hidupnya di tinggalkan oleh Mama may, Alea semakin bersikap dingin dan menjadi sosok Kaka juga adik yang menyebalkan. Tak hanya itu, Alea juga menjadi sosok Anak yang tidak peduli nasihat Papa Rido yang diberikan kepadanya.


di Sisi lain ada hati yang merasa terluka karena pertunjukan di hadapan para tamu. Ayana menahan air mata yang sudah tidak bisa ia bendung, sesekali air mata yang jatuh ia segera seka karena tak ingin siapapun melihat wajah kekecewaan.


('Dan akhirnya aku harus benar-benar melupakan perasaanku kepadamu, Qabil. Kuharap kau bahagia - batin Ayana)


" Aku yakin kamu kuat ' Ujar Mael sembari menggenggam tangan Ayana.


' Terima kasih Mael, kamu memang lelaki yang baik." jawab Ayana sembari melepaskan genggaman tangan yang Mael berikan.


Semua para tamu Undangan sedang menikmati hidangan yang sudah disediakan, semua tamu begitu senang melihat pasangan muda yang tak lama lagi akan menjalani hidup bersama.


" Alea, selamat iya. semoga lancar terus sampai ke pelaminan " Ucap seseorang yang sangat Alea kenal.


" Terima kasih Shakila, aku doakan semoga cepet nyusul juga " Jawab Alea.


" Entahlah, sepertinya aku sulit melupakan MaliQ" Serunya.


" Kalau begitu kejar lagi MaliQnya " ujar Alea sembari menepuk punggung tangan Shakilla.


( Aku harus membuat MaliQ dan shakilla bersama kembali, Agar MaliQ berhenti mengganggu Kak natasha! - batin Alea )


Acara Pertunangan Alea dan Qabil sudah selesai di gelar, semua Tamu satu persatu sudah berpamitan untuk pulang. malam itu cuaca sangat dingin sekali Alea memutuskan untuk segera masuk kedalam rumah dan di ikuti oleh seluruh Anggota keluarga. Hanya Faaz lah yang masih berdiam diri di depan kolam renang yang sangat luas.


Banyak sekali yang sedang ia pikirkan. Tak hanya masalah Rayna istrinya. tetapi masalah AliQ yang ingin membatalkan pernikahannya dengan saudara kembarnya. Apalagi masalah yang baru saja Ia hadapu bersama Natasha dan MaliQ, dengan semua Ancaman yang Ia dapat dari mulut adiknya semakin membuat keruh perasaannya.


(' Semua seakan menyerangku, dan kebohongan yang aku tutupi seakan memberiku Karma dan mengejarku perlahan - keluhnya didalam benaknya )


" Ehemm, sampai kapan kamu mau diluar seperti ini? Aku kangen kamu." Ungkap Natasha.


" Aku minta Maaf" Ucap Faaz yang masih membelakangi tubuh Natasha yang berdiri dibelakangnya. Natasha memeluk Faaz dengan sangat erat.


" Minta maaf untuk Apa?" Tanya Natasha polos.


" Kenapa denganmu Natasha, benar apa yang Maliq ucapkan! Kau memang terlalu baik untuk ku dan aku lah yang bodoh karena telah menyakitimu." Seru Faaz, Faaz membalikan badannya dan memeluk istrinya dengan erat setelah itu Faaz kembali memandang wajah natasha lebih lekat dan mencium kening milik istrinya itu.


" Jika kau menyesal menikah denganku, kau boleh memintaku untuk pergi dari kehidupanmu?


" Faaz dengarlah, Cinta tidak menciptakan pernikahan. Pernikahan yang sadar, terencana, menciptakan cinta. Hal yang sama terjadi dalam semua hubungan".


" Aku tak pernah menyesal menikah denganmu Faaz, kumohon jangan berbicara seperti itu dan berhentilah menanyakan Hal itu." Ucapnya kembali, Natasha memeluk erat tubuh suaminya.


('Bagaimana mungkin aku jujur tentang hal itu, bagaimana caranya.' - batin Faaz)


" Aku tak akan mendengar apapun yang MaliQ katakan, percayalah. "


" Lihatlah mataku Faaz, apa aku berbohong dengan rasa cinta ini. Apakah aku mempercayai MaliQ? Tidak Faaz, aku tahu MaliQ hanya ingin memisahkan kita." Seru Natasha.


" Masuklah Nat, aku sedang ingin sendiri " Natasha merasa ada hal yang aneh pada Faaz. namun rasa percaya Natasha kepada suaminya adalah hal yang paling utama baginya.


" Tapi kumohon jangan pergi lagi, aku merasa ingin dekat denganmu akhir-akhir ini, suami ku " Seru Natasha kembali, Faaz meluruskan pandangannya kedepan. Pandangan kosong yang dipenuhi beban di dalam kehidupannya, Faaz sangat terlihat kacau, Namun Natasha mencoba mengerti akan keadaan suaminya.


NOTES :


INI 2 episode loh sebenarnya, tapi aku satuin..


maaf authornya sibuk....


untuk yang challenge bsk terakhir kalinya ia..mudah2n aku udh dapet krisan yang membangun.... yoo ah ditunggu commentnya..jangan lupa pake hastagnya.