
Tepat berada ditaman belakang Fizzy sedang terlihat seorang diri, esok pagi adalah Hari pernikahannya bersama AliQ. Aidil datang untuk menemui Fizzy dan mengajak nya berbincang, Aidil memang sangat mencintai Fizzy namun, Fizzy lebih memilih untuk menikah dengan AliQ walaupun Fizzy tahu jika AliQ tidak pernah mencintainya.
“Fizzy, Bolehkah aku berbincang denganmu?.” Tanya Aidil.
”silahkan!” Jawab Fizzy sembari tersenyum, Aidil segera duduk dihadapan Fizzy.
”Mau nikah besok kok malah bengong?”
“Enggak bengong, cuma lagi cari udara aja. Apalagi tadi Ray Anfal.” Tukasnya
”emang Faaz kemana?” Tanya Aidil.
“Faaz tadi pergi untuk menebus obat bersama Natasha, dia juga pergi menemui Azri untuk mengambil Pakaian yang akan Rayna kenakan”
“Fizzy, Maaf jika aku menyinggung dirimu dan AliQ” Fizzy menganggukkan kepalanya serta mengangkat kedua alisnya tanda ia menyetujui pembicaraan yang sedang Aidil buka.
”Apa kamu serius menikah dengan AliQ?”
”kamu tidak memiliki perjanjian khusus kan?” Tanyanya keheranan.
”Tidak!, kamu gak perlu khawatirkan aku Aidil.”
”AliQ lelaki baik, Sudahlah lupakan Masa lalu kami” tandas Fizzy.
”Aku gak mau kamu sakit hati, lagipula harus kamu tahu AliQ sangat mencintai adikmu”
”Itu dulu, sekarang AliQ tahu jika kebahagiaan Alea adalah yang terpenting baginya” Fizzy terpaksa membohongi Aidil, walaupun Fizzy tahu betul jika Aidil sangat memperdulikan nya.
”Kalau begitu, kamu hanya menjadi pelariannya saja” Aidil mengernyitkan dahinya, Ia tahu jika Fizzy sedang menutupi sesuatu kepadanya.
“Pikirkanlah Fizzy!!, Aku mampu mencintaimu hingga tutup usiaku. Ku mohon”
“AliQ tidak begitu baik untukmu” Ucapnya kembali, Fizzy terlihat geram dengan Apa yang Aidil ucapkan.
”Aidil, jika pembicaraan ini hanya untuk menyudutkan calon suamiku, pergilah!” Serunya.
”Lupakan aku, dan berhenti memperdulikanku!” Pinta Fizzy sembari beranjak dari tempat duduknya.
“Tapi Fizzy?”
“Ingat Aidil, Karena tidak semua yang kau cintai akan tertulis Namamu, dan tidak semua yang kau perlakukan dengan baik akan membalas budimu dengan baik. maka, lupakan apapun tentang ku dan tentang rasa sayangmu padaku!” Ungkapnya.
”Fizzy, Aku hanya?” Belum selesai Aidil berbicara, Fizzy berusaha memotongnya kembali.
”Dengarlah Aidil, Berhentilah mengejar ku, Aku! Yang sama sekali tak ingin kamu miliki” Celetuknya membuat Aidil tersadar jika Aidil telah menyinggung perasaannya.
”Fizzy Maafkan aku, Maafkan jika kalimat yang aku ucapkan membuatmu tersinggung. aku hanya ingin kau bahagia. pikirkanlah pernikahan ini” Fizzy menumpukan kedua tangannya di dada miliknya, Matanya terlihat seperti ingin menangis.
”Maafkan Aku jika aku membuatmu gusar” Ucap Aidil yang segera menghampiri Fizzy.
”pergilah, tak usah mendekati aku!, Aku sudah memaafkanmu” Usirnya kepada Aidil, Aidil menundukkan kepalanya. Ia segera pergi meninggalkan Fizzy seorang diri.
Setelah, Aidil pergi Fizzy tak kuasa menahan tangisnya. Ia membubuhkan badannya dan duduk diatas tanah yang cukup basah karena udara malam Sydney yang sedang dingin, Ia tahu betul jika ucapannya sangat lah menyakiti hati Aidil. Terlebih sebelum ia menerima pernikahannya dengan AliQ, Aidil sudah mengutarakan niatnya untuk menikahi Fizzy.
“Bagaimana mungkin Aku menyakiti orang yang benar-benar mencintaiku dan lebih memilih lelaki yang tak ingin memiliki ku, Maafkan aku Aidil!” gumamnya. air matanya sudah jatuh menyeluruh, Ia tak mampu menahan luka yang sangat dalam saat melihat tatapan Aidil yang sangat tulus untuknya dan kini matanya mulai menyipit. Ia mengingat betul betapa besarnya pengorbanan yang sudah Aidil lakukan untuknya. saat malam itu di Ana AliQ ingin menyudahi pernikahannya dan mengatakan Hal yang sangat jujur yang sangat menyakiti hatinya, Aidil lah orang pertama yang ia hubungi.
”Aku mencintaimu AliQ, tapi mengapa hatiku berat saat menatap mata Aidil. Aidil yang begitu tulus mencintaiku. Maafkan Aku Aidil, Maafkan Aku!”
”Kaka.....” Panggil Ayana, mengagetkan Fizzy. Fizzy segera menghapus air mata yang tersisa di pelupuk matanya.
”Kakak” ucap Ayana sembari menghela nafasnya yang tersengal.
”Itu, “
”Apa?” Tanya Fizzy kembali.
”Kak Aidil, dan Kak AliQ bertengkar di halaman depan”
”Aku takut sekali Papa Rido mendengarnya” Tanpa berkata apapun, Fizzy berlari untuk segera menghampiri AliQ dan Aidil.
”Aku tidak ingin menjadi dewasa! Karena orang dewasa selalu saja seperti itu” gerutu Ayana, Ayana memilih untuk duduk dan membayangkan wajah Mama tercintanya.
*******
”Sudah, Hentikan! Mengapa kalian seperti ini?” Tanya Mael, Mael mencoba menghentikan pertikaian diantara AliQ dan Aidil.
”Dia yang memulai memukulku” ucap AliQ
“karena lelaki bre*****\, sangatlah wajar diperlakukan seperti itu”
”What, emang gue bikin ulah Apa?, sehingga elo dengan seenaknya mukul gue” Tanya AliQ kesal. Aidil kembali ingin memukul AliQ, Namun Aliqlah yang terlebih dahulu melayangkan pukulannya kembali.
“berhentilah berpura-pura menjadi lelaki baik” Bughhhh bruuuuk... Aidil Ambruk dan AliQ mencoba kembali menghajarnya. namun, Fizzy datang dan segera berteriak.
”Sudah Cukup” Teriak Fizzy, Alea dan Qabil yang baru saja keluar dari dalam mobil merasa terkejut dengan keadaan mereka.
”Kakak, Ada apa ini?” Tanya Alea kepada Fizzy, Fizzy melihat luka Yang terlihat mengeluarkan darah tepat di bawah bibir AliQ, Fizzy terlihat sangat mengkhawatirkan AliQ dan mengajaknya masuk untuk mengobati luka lebam di bibir bawahnya. Aidil yang melihatnya merasakan kecewa yang sangat mendalam.
”Mael, Ada apa in?” Tanya Alea kembali, Mael menjelaskannya Namun, Aidil memilih meninggalkan mereka yang sedang mendengar penjelasan dari Mael.
”Eh,Eh. Kak Aidil mau kemana?”
”Iya Kak, bukankah Kak Aidil menunggu Kak Faaz!” Tanya Qabil menimpali pertanyaan Alea. Belum sempat Aidil masuk kedalam mobil miliknya, dan Tak lama kemudian Faaz yang masuk kedalam halaman Rumannya Dan segera memarkirkan mobil miliknya itu.
“Kenapa kalian berkumpul di luar?” Tanya Faaz yang keluar dari dalam mobilnya, Natasha pun melihat ada hal aneh yang sedang terjadi Dihadapannya.
”Kak Aidil dan kak AliQ” Belum sempat Mael memberitahu Faaz, Faaz terlebih dahulu melihat Aidil yang akan masuk kedalam mobil dan Faaz segera memanggil nya. Faaz memberikan kode kepada semuanya untuk seger masuk kedalam rumah.
”Aidil, “ Panggil Faaz, Aidil yang akan masuk kedalam mobil, memutuskan menyahut panggilan Faaz.
”Iya Faaz, “ Sahut Aidil.
”kemarilah” Pinta Faaz, Aidil segera menghampiri Faaz.
”apa kau sudah lama menungguku?” Tanya Faaz, Faaz tahu betul betapa cintanya Aidil kepada Fizzy Namun, Faaz tidak bisa memaksakan kehendak Fizzy yang ingin menerima jodohnya sendiri.
”Temui aku Malam ini, Aku akan menyelesaikan dulu permasalahan Rayna yang katanya tadi Anfal” ucap Faaz.
”kita bertemu saja di tempat biasa” Ucap Aidil.
”Baiklah, Ingat nanti aku akan menghubungimu” Ucap Faaz, Aidil segera berpamitan kepada Faaz dan Faaz pun segera masuk menyusul istrinya Itu.