
“Menceritakan Apa Pap?” Tanya MaliQ yang datang secara tiba-tiba.
”Papa, Natasha ke kamar dulu” Pamit Natasha saat melihat kedatangan MaliQ, Rido menganggukan kepalanya. Natasha segera melangkah melewati MaliQ.
”Natasha” panggil Rido, Natasha menoleh ke arah Papa mertuanya.
”Iya Papa” jawabnya.
”Terimakasih Nak, Maaf sudah membuatmu sukar” Seru Rido.
”Iya Pap, Papa istirahat iya. Besok pagi Papa harus menjadi wali nikah Fizzy dan Papa harus sehat” ucap Natasha, Natasha melewati MaliQ dan berjalan dengan sangat cepat.
”MaliQ, keluar sebentar. nanti MaliQ balik lagi ke kamar Papa” Ucapnya. meminta ijin kepada Papanya, Rido terlihat membuang nafasnya dengan berat.
MaliQ terlihat mengikuti langkah Natasha, Natasha pun merasakan kehadiran MaliQ.
“Natasha, Natasha” panggil MaliQ.
”Ada apa tuan MaliQ?, Apa kau belum puas menghancurkan hatiku. Membuatku gusar dengan tingkah mu, membuat Papa masuk kedalam masalah mu sendiri, membuat Rayna membenci Suaminya.”
”Tuan MaliQ, Apa alasanmu memberitahukan keadaan kami kepada Rayna?”
”Kau ingin menambah masalah bukannya menyelesaikan Masalah”
“Natasha, dengarkan aku. aku mencintaimu” bentaknya, MaliQ tak sadar membentak Natasha.
”Sudah berapa kali ku bilang, sebab aku seperti ini karena aku mencintaimu, Aku ingin memiliki mu”
“Aku istri Kaka mu Tuan MaliQ”
“kau istri Kaka ku, bukan yang pertama tapi yang kedua. Sadarlah Natasha, kau membuat dirimu sendiri sakit hati” tukas MaliQ, MaliQ memegang lengan Natasha dengan Cengkraman nya.
”lepaskan Aku, Kau sudah keterlaluan Tuan MaliQ”
“Tidak, kau harus sadar Natasha. Kau harus tahu tentang cinta Faaz kepadamu itu palsu!” Ucapnya.
”ikutlah denganku,” MaliQ menarik tangan Natasha, menyeretnya dengan sangat sarkas.
”lepaskan Aku tuan MaliQ!!!!” Natasha terpekik, sikap MaliQ begitu sangat membuatnya kecewa.
”Aku tidak akan melepaskan mu Natasha” ungkapnya kembali.
”lepaskan Aku MaliQ, ku mohon”
”Tidak, aku tidak akan pernah melepaskan mu Nat”
”lepaskan dia MaliQ” Alea menarik tangan Natasha, namun genggaman Tangan MaliQ begitu sangat kuat.
”Plaakkkk, brughh”
“kau memang Baj*****\, kau tahu sikap mu yang seperti ini adalah sikap yang menjijikkan” Ucap Alea\, Alea mendorong keras MaliQ dan menampar wajah MaliQ.
“dasar Kau orang tidak waras” umpatnya kepada Alea.
”Apa kau bilang aku tidak waras?” Tanya Alea, Alea menarik kaos yang dipakai MaliQ.
”MaliQ, bukan Aku yang gila tapi Kau!!!” Ucap Alea kembali, MaliQ merasa sakit atas tamparan Kaka perempuannya itu.
“Aku memang tidak pernah salah, kau memang bukanlah Kaka ku”
”pergilah MaliQ, kau tak perlu menganggapku sebagai Kaka mu. Aku merasa kau memang bukan lagi MaliQ Adik ku lagi”
“Alea, sudahlah hentikan.”
“sebentar Nat, dia memang orang yang tidak waras. Dia membuat keluarga ini berantakan” Alea terlihat kesal, Natasha mencoba menghentikannya.
”Apa? Aku yang membuat kacau. Kau yang membuat kacau, kalau saja kau tidak jadi penyebab kematian Mama. Mungkin Mama masih hidup bersama kami” umpat MaliQ, membuat Alea sakit hati, Seperti nya Alea ingin sekali menampar keras wajah MaliQ.
”PLAAAAKKKKKK” suara tamparan yang sangat keras.
”hentikan MaliQ, “ ucap Rido.
”Papa, lagi dan Lagi Papa menampar ku dengan sangat keras.” MaliQ menatap lurus wajah Papanya.
”pergilah MaliQ, renungkan semua kesalahanmu.”
”Papa tidak ingin kau berada di dalam Rumah ini sampai kau tersadar akan kesalahanmu” Rido mengusir MaliQ, MaliQ terdiam mendengar apa yang Papanya ucapkan terlebih kedatangan MaliQ kedalam Kamar papanya dengan Niat ingin meminta Maaf.
”Papa mengusir ku?” Tanya MaliQ, Rido membelakangi tubuh MaliQ. Tangannya bergetar, wajahnya terlihat menahan tangisnya, Rido tidak pernah semarah ini kepada Anaknya. Namun kali ini Rido merasa sangat kecewa dengan apa yang MaliQ lakukan.
”Baiklah jika ini memang keinginan Papa, Aku akan pergi. aku sudah tahu siapa pemenangnya disini!”
”bukan Aku, tapi Anak emas Papa!!!” ucap MaliQ penuh dengan penekanan, MaliQ bergegas pergi ke dalam kamarnya untuk mengemas pakaian yang akan ia bawa.
”Papa, ku mohon. Jangan buat aku merasa bersalah lagi” Seru Natasha, Natasha mengatupkan kedua tangannya seraya memohon kepada Rido. namun tatapan Rido tak membalas permintaan Natasha.
“Papa, duduklah, Qabil sangat mengkhawatirkan papa” Ucap Qabil, Qabil memberikan Air dan mengajak Rido untuk duduk.
“Papa, Natasha mohon jangan buat MaliQ pergi dari sini. Biar Natasha saja dan Papa Jimmy yang pergi” Ucap Natasha.
”Alea, bawa Natasha ke kamarnya” pinta Rido, Alea merangkul bahu milik Kaka iparnya dan segera mengajaknya pergi ke kamar.
”Alea kumohon jawab Aku” seru Natasha kembali.
”Sudahlah Nat, istirahatkan pikiranmu. Jangan buat bayi yang didalam tubuhmu ikut memikirkan masalah ini” tandas Alea, Natasha terlihat menangis.
(‘Kalau aku bilang kak Faaz pergi untuk mencari kak Rayn, Aku takut Natasha gusar dan merasa tidak tenang - batin Alea)
Flashback ON...
Tok Tok...
”Alea.” Panggil Faaz sembari mengetuk pintu kamar Alea. Alea membuka pintu kamarnya.
”Kak Faaz, Kak Fizzy, Qabil.”
”Ada apa?” Tanya Alea sembari mengucek matanya.
”Alea, Apa kau melihat Rayna?” Tanya Faaz, Alea semakin kebingungan dengan pertanyaan Faaz.
”Rayna pergi dan membawa Aaleesya”
”Rayna?, kak Rayna kan dikamar milik mu” jawab polos Alea, Alea memasangkan muka datarnya. Fizzy dan Faaz mulai menceritakan kejadian yang tengah menimpa Faaz dan MaliQ, Alea begitu sangat bersedih.
”Kenapa Kaka tidak bertanya kepada MaliQ?” Tanya Alea,
”MaliQ pasti yang menyembunyikan Aleesya dan Kak Rayna”
”MaliQ sedari tadi bersamamu, aku mengobati lukanya” ucap Fizzy.
”Lalu, kemana kak Rayna. Kak Rayna kan orang yang tidak bisa berjalan. Tidak mungkin ia pergi seorang diri, Apalagi sampai membawa anak kecil di malam hari seperti ini” ucap Alea.
”iya, Aku rasa ada orang yang membantunya pergi dari sini” timpal Qabil, Faaz terlihat sangat kacau.
”Alea, coba kau hubungi Aidil, kau Fizzy hubungi AliQ, dan kau Qabil mata-matai MaliQ, Abrar akan ikut bersama ku” pinta Faaz, mereka mengiyakan permintaan
“Ingat, jangan sampai Papa, Natasha, ataupun MaliQ mengetahui jika kita sedang mencari Rayna” ucap Faaz.
“Kau akan mencari kemana Faaz?” Tanya Fizzy, Faaz menggelengkan kepalanya dan segera pergi untuk mencari Rayna.
”Ingat, Ponsel kalian harus selalu aktif” pinta Fizzy kepada Faaz dan Abrar” Faaz dan Abrar segera pergi.
FLashback OFF.
”Alea,Alea” Natasha mengayunkan tangannya.
”Iya Kak Nat, “ jawabnya.
”apa yang sedang ada didalam lamunanmu Alea?”
”Tidak Kak, sudahlah Kaka tidur dulu.”
”Aku ingin tidur dengan Aaleesya” Alea mencoba menghalangi Alea yang ingin pergi menemui Aaleesya.
”Kaka Aleesya sedang tidur bersama Kak Rayna di kamarnya, jadi sebaiknya Kaka tidak usah kesana”
”baiklah, Aku akan segera tidur” ucap Natasha.
”Aku akan menemanimu disini” tukas Alea sembari merebahkan diri di kasur Natasha, ia menarik selimutnya dan berpura-pura memejamkan matanya.
’TingNong’ suara pesan masuk kedalam ponsel Alea.
~ Alea, jangan sampai Natasha tahu, Aku dan Qabil akan membantu mencari Rayna, MaliQ sudah terlihat pergi dari rumah, kami akan mengikutinya. Jaga Papa dan Natasha. (kak Fizzy)
~ Baiklah Kak, jaga diri baik-baik. (Alea)
“Alea, Aku merasa kasihan dengan Fizzy. Esok dia akan menikah namun, masalah dirumah malah semakin keruh” Gumam Natasha, Alea meneteskan Air matanya teringat ucapan MaliQ kepadanya.
”Alea, Aku merasa bingung dengan masalah ini”
“Sepertinya memang Aku yang harus pergi”
“Alea mengapa kau menangis?”
“Kak Nat, Jika saja aku tidak memiliki kesalahan. Keluarga ini akan aman. Jika Mama tidak meninggalkan kami tidak akan ada masalah seperti ini” keluh Alea, Memeluk dan mendekap tubuh Natasha.
”berhentilah menyalahkan dirimu, Alea kami sangat Menyayangimu dan dengarlah Mama mu akan sangat bahagia melihat kebahagiaanmu”
“Aku yakin, kau akan bahagia bersama Qabil, lupakanlah masalah itu. mama meninggal bukan karena mu, itu memang sudah takdir dari Tuhan” ucap Natasha kembali, Alea memeluk Natasha dan mendekapnya.
”Maafkan Aku kak, jika Aku dulu selalu membuatmu susah. Maafkan Aku jika aku pernah menyakitimu” Natasha tersenyum dan menyeka air mata Alea, Natasha begitu sangat senang dan bahagia mendengar kalimat itu.