
" aku menyayangimu pah " ucap seorang gadis cantik berkerudung , dia memeluk sang ayah yang sedang duduk di hadapan kursi goyang .
" kalau sayang dengan papa mu ini , menikahlah sayang usiamu sudah 25 tahun apa kamu tidak memiliki calon suami ? " tanya papa rido kepada fizzi
" papa ku mohon jangan selalu tanyakan hal itu , aku belum ingin menikah pap.. aku masih ingin memeluk papa seperti ini " seru fizzi sembari memeluk papanya dengan erat.
" menikah adalah sunnahnya seorang muslim dan menikah itu akan terjauh dari fitnah..kamu gak akan kehilangan papa mu walau sudah menikah fizzy " ucap papa rido kembali seolah memaksa anaknya
" baiklah aku janji akan menikah jika Faaz sudah memiliki calon ibu untuk aleesya karena jika aleesya memiliki ibu kembali aku akan tenang meninggalkannya . kalau aku menikah pasti aku tidak akan tinggal disini pah " ucap fizzy
papa rido terdiam tak menanggapi syarat dari anak perempuannya itu mengingat Faaz sama dengannya , Faaz sangat mencintai istrinya dia tak akan menghianati istrinya itu.
" kakek , lihatlah boneka nya dirusak aunty lea .. aunty lea jahat " rengekan anak gadis berparas cantik yang menghampiri kakeknya itu.
" aku kan sudah bilang kalau aku tidak sengaja ,kau selalu mengadu dasar anak nakal " ucap alea yang mencubit pipi aleesya dengan gemas
" lea , bisa tidak sehari saja tidak membuat konflik dengan siapapun ..kamu itu kalau tidak membuat maiQ marah , pasti selalu menggoda keponakanmu dan yaaaaa ampunn pakaianmu tolong rapihkan ....uhh anak ini coba saja mama masih hidup pasti kamu ....." gerutu fizzy terhenti kala papa nya memandang dengan tatapan memelas dan menggelengkan kepala nya tanda papa rido tak ingin fizzy melanjutkan pembicaraannya .
" maafkan aku pa , anak itu selalu saja membuatku emosi " ucapnya kembali seraya memeluk papanya .
" sini esyaa sayang duduklah dipangkuan kakek , kakek akan membuat boneka kesayanganmu membaik " ucap papa rido yang seraya menenangkan cucu kesayangannya itu
*****
" tuan pengasuh baru untuk nona kecil sudah datang " ucap abrar melalui ponsel kepada Faaz
" antarkan oleh mbak carry untuk menemui papa atau fizzy jika fizzy sedang berada dirumah biar mereka yang menjelaskan tugas-tugas pentingnya " ucap faaz yang tak lama mematikan sambungan teleponnya.
faaz memang terbilang sibuk dia menggantikan posisi rido sebagai Presdir di perusahaan Asic grup itu , faaz mengambil alih semua tugas rido hanya Faaz dan fizzy yang mampu mengelola perusahaan turun temurun itu. faaz terdiam di dalam ruangan besar miliknya . aidil masuk membawakan file yang harus di tanda tangani oleh nya .
aidil dan faaz adalah sahabat selagi duduk dibangku sekolah dasar aidil tau betul apapun yang menjadi beban pikiran sahabatnya itu.
" faaz , kamu masih saja memikirkan hal-hal berat yang akan mengganggu pikiranmu ayolah ... come on.. move on sobat " ucap aidil
" aku udah beres tanda tangani semua file , kamu hari ini yang memimpin jalannya meeting bersama fizzy . dia akan membantumu . " ucap faaz yang sama sekali tak menggubris permintaan sahabatnya itu
" it's okay.. gak masalah kalau kamu gak mau denger aku faaz . " ucap aidil kembali seraya melengoskan badannya dan keluar dari ruangan sang presdir itu
.
.
.
.
" tuan Rido perkenalkan ini natasha , dia yang akan mengasuh aleesya tuan . "
' natasha perkenalkan dirimu dan darimana asalmu ? " ucap carry yang mengantarkan natasha bertemu papa rido
" saya natasha tuan , saya berusia 22 tahun..pendidikan terakhir saya sekolah menengah atas ..saya berasal dari Indonesia " ucap natasha dengan polos seraya menundukan pandangannya.
" kamu dari indonesia ? saya sangat merindukan indonesia ..negara dimana tempat saya dan istri saya dibesarkan lalu menikah..baiklah lupakan maaf saya membuatmu kebingungan.. natasha ini aleesya usia nya mau 3 tahun akhir tahun ini..dia tidak pernah rewel sama sekali . saya ingin kamu menjaganya dan merawatnya dengan baik.. nanti carry akan menjelaskan obat apa saja yang harus diminum oleh esyaa.. dan ini (memberikan secarik kertas) itu makanan yang harus kamu buat untuk aleesya setiap harinya " papa rido menjelaskan secara detail apapun yang harus dilakukan natasha untuk merawat aleesya.
" baik tuan , saya akan berusaha bekerja dengan baik.. " ucap natasha
natasha menggendong dan mulai berusaha mendekati aleesya , bersyukurlah aleesya tidak terlalu merepotkan walaupun bertemu orang yang baru dikenalnya.. sebenarnya carry yang sebelumnya menjaga nona kecil tetapi carry harus mengundurkan diri karena carry ingin mengurus anak dan suaminya dikampung . kurang lebih selama 20 tahun carry membantu mama may mengasuh anak-anaknya setelah bu nina yang saat itu sudah mulai sakit-sakitan carry lah yang setia menemani mama may dan bagi faaz ataupun yang lainnya sudah menganggap carry sebagai mama keduanya .
" maiQ.... " panggil papa rido kepada maiq yang berjalan tanpa menyapa papanya.
" iya pa ? " tanya MaliQh
" kenapa kau melewati papa tanpa menyapa papa yang sedang duduk disofa ini " protes rido kepada anak bungsunya itu.
" maaf pap , maiQ buru-buru ayana meminta MaiQ menjemputnya di bandara ,, Maaf ya pap " memeluk sembari mencium pipi papanya.
" yasudah maafkan papa juga iya , ayana bersama uncle zain ? " tanya papa rido dengan penuh penasaran karena merindukan sosok adik manjanya itu.
" Tidak pap , dia sendiri uncle sedang menemui eyang papa di italy , aku Pamit ya pap " ucap maliQ sembari memeluk dan mencium papanya itu.
semenjak kematian ibunya Ayana yaitu letycia.. ayana selalu menganggap mama may adalah ibunya . mereka sangat dekat melebihi anak-anak kandung mereka saat mama may meninggalpun ayana lah yang terlihat sangat prustasi walaupun Faaz juga cukup prustasi tetapi ayana yang sampai sakit memikirkan kepergian mama sambung baginya itu.
" sayang pasti kau sudah bertemu cia disana kan , tunggu aku sayang... aku baru menyadari beginilah perasaan zain yang saat itu ditinggalkan oleh istri yang sangat iya cintai... aku iklas sayang walaupun sakitnya sangat menusuk tetapi tuhan lebih mencintaimu , satu yang harus kau tau aku merasa beruntung pernah ada di dalam hidupmu " ucap rido yang kembali memandangi foto keluarga yang dipasang di dinding ruang Tamu rumah megahnya itu.