
Kekalahan pertandingan basket membuat Bonito frustasi. Dikediaman Bonito, dia mencari cara agar bisa membalas dendamnya itu bersama teman-temannya
"Bon...apa yang harus kita lakukan?" tanya Marco dengan kesal
"Bagaimana kalau kita habisi saja mereka" saran Fernando
"Kali ini kita akan bermain cara yang halus, sehalus mungkin" ucap Bonito dengan nada liciknya
..........................
Dikediaman Alessandro, terlihat Alessandro dan Laura sedang mengerjakan tugas kampusnya diruang belajar.
"Bagaimana menurutmu?" Alessandro menunjukkan gambar desain bagunannya.
"Wow itu bagus, terlihat seperti menara" ujar Laura
"Yaa, menurutku sebuah perpustakaan, dengan bentuk seperti ini lebih indah"
"Jangan perhatikan dari segi keindahannya saja, coba fokus kesegi fungsinya!" Baltasar menghampiri mereka sambil membawakan cemilan.
"Untuk dari segi fungsi menurutku sudah sesuai" ujar Alessandro sambil memperhatikan desain bagunannya.
"Coba kuliat!!" ujar Baltasar
"Bolehku kasih saran" tanya Baltasar sambil duduk bergabung dengan mereka.
"Ya tentu saja!" ujar Laura sambil menikmati teh
"Coba bagian ini dibuat jendela yang agak lumayan besar ya... ukuran 4 x 2 dan didekat jendela itu dibuat tempat membaca! Biasanya para pembaca akan menikmati bacaannya sambil melihat pandangan dari luar jendela" ujar Baltasar memberi saran
"Itu ide yang bagus!!" ucap Alessandro dengan semangat
"Diameternya kita buat 19 meter dengan tinggi bangunan 8 meter gimana menurut kalian?" tanya Laura
"Boleh! Emang menara itu terdiri dari berapa lantai?" tanya Baltasar
"Tiga lantai" ujar Alessandro.
Saat sedang berdiskusi tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar rumah.
"Tok..tok..tok...tok"
"Sebentar" Baltasar segera bergegas membukan pintu
"Ibu Sofia" ujar Baltasar kaget
"Iyaa, bagaimana kabarmu balt" tanya ibu Alessandro
"I'm fine" jawab Baltasar tersenyum
"Dimana Alessandro?"
"Diruang belajar Bu" ucap Baltasar
Ibu Sofia segera bergegas menemui Alessandro untuk melepaskan rasa rindunya.
"Mam!! Kapan mama pulang?" tanya Alessandro bahagia
"Kemarin malam, gimana kabarmu nak?"
"Baik mam! Baltasar selalu merawatku dengan baik"
"Syukurlah!! Ibu mau istirahat dulu ya, besok kita akan ke rumah sakit untuk cek keadaanmu"
"Iya mam"
"Laura!" sapa ibu Sofia
"Ya Bu" jawab Laura tersenyum.
..........................
Keesokan harinya seperti biasa Baltasar pergi ke kampus, hari ini sangat berbeda bagi Baltasar, banyak cewek-cewek menyapa dan memberikan senyuman manis padanya. Tak heran bagi seorang yang memenangkan pertandingan basketball, apalagi menyandang nama University selama dua tahun kedepan. Tidak ada yang tidak mengenal seorang Baltasar, sebenarnya hal ini juga membuat dirinya tidak begitu nyaman. Tiba-tiba seorang cewek mengahapirinya.
"Hy Perkenalkan namaku Kylie" sapa Kylie sambil tersenyum
"Hi to! I'm Baltasar"
"Emmm.. ya! Aku ingin mengundangmu ke acara pesta kami" ajak Kyle sambil tersenyum
"Pesta apa?"
"Pesta penyambutan musim semi! Ku harap kau akan datang bye.." ujar Kylie sambil meninggalkan Baltasar.
Baltasar hanya tersenyum
.......................
Ditempat lain Bonito tidak sengaja melihat Andres sedang bertengkar dengan pacarnya bernama Anna.
"Apa masalahmu?" ujar Andres kebingungan
"Belakangan ini kau sering mengabaikanku" ucap Anna dengan kesal
"Itu hanya perasaanmu saja"
"Perasaan! Hanya perasaan. Aku tidak sanggup lagi menjalani hubungan ini denganmu. Hmmmm,, aku mau hubungan kita berakhir"
"Why?" tanya Andres dengan kaget
"Kau lebih respect pada temanmu dari pada aku kan, kau urus saja mereka dan ku dengar kau juga dekat sama siapa tu, si Laura"
"Kau salah paham denganku!"
"Salah paham kau bilang! setelah semua yang kau lakukan padaku, bahkan kau meninggalkanku sendirian di festival La Tamborrada. Intinya aku mau hubungan kita berakhir" ujar Anna dengan nada tinggi
Dengan kecewa Anna bergegas pergi dari sana, Bonito segera menghampiri Andres dan berniat untuk memanas-manasinya.
"Hey, bajingan, Kenapa wajahmu begitu. Hah!!" ujar Bonito mengejek Andres
"Jangan memancing kemarahan ku bon! Aku tidak mau mencari gara gara denganmu" ujar Andres sambil menahan emosi
"Hmmm, aku juga tidak mau cari gara gara denganmu, cuman heran saja, seharusnya kau bersenang senang karna memenangkan pertandingan basketball, apa kalian tidak membuat pesta?"
"Tenang saja, kami akan membuat pesta, dan kau akan kami undang sebagai tamu istimewa"
"Benarkah? Ouh aku tau mengapa wajahmu begitu menakutkan, apa Anna telah meninggalkanmu?" tanya Bonito mengejek
"Apa maksudmu?" tanya Andres
"Maaf teman, aku tidak sengaja melihat kalian bertengkar tadi, kasian sekali ya!!"
Andres langsung menarik kerah baju Bonito sambil menatapnya dengan raut wajah yang marah
"Tenanglah kawan! Aku hanya ingin memberitahu, kalau Anna sedang dekat sama cowok lain"
Andres langsung melepaskan Bonito dan bergegas pergi dari sana. Dia tidak mau mendengarkan omongan Bonito yang selalu menghasut orang lain.
"Dia Peter" Teriak Bonito menyebutkan nama pria yang sedang dekat dengan Anna.
............................
Dikediaman Alessandro. Ibu Sofia sedang mencoba menghubungi Emilia, tapi tidak ada jawaban darinya, hal ini membuat ibu Sofia khawatir dengan keadaan putrinya.
"Alessandro! Apa kamu tahu kabarnya Emilia?" tanya ibunya khawatir
"Tidak mam, dia tidak pernah memberi kabar"
"Kamu tidak mencoba menghubunginya" tanya ibunya lagi
"Tidak" jawab Alessandro santai
"Kenapa kamu begitu cuek dengan adikmu?" tanya ibunya sedikit kesal.
"Sudahlah mam, dia sudah besar dia tau apa yang harus dia lakukan, lagi pula dia kesana kan untuk menyelesaikan tugas kampusnya"
"Tapi ini sudah berapa lama?" tanya ibunya khawatir
"Hmm"
"Tok tok tok tok tok tok" suara ketukan pintu dari luar "Sebentar" ucap ibu Sofia sambil bergegas membukan pintu, Ibu Sofia langsung mengajak mereka masuk.
"Siapa mereka mam?" tanya Alessandro penasaran
"Ini pembantu baru dirumah kita! Perkenalkan ini bibi Maria, bibi Rosy Dan pak Nayak. Bibi Maria dan bibi Rosy akan mengurus pekerjaan rumah dan pak Nayak menjadi supir dirumah kita"
"Hmm! Salam kenal bii, pak!" sapa Alessandro
Ibu Sofia langsung mengajak mereka untuk melihat lihat sudut rumah sambil menjelaskan pekerjaan mereka masing-masing. Dan mereka harus sudah berada dirumah ini jam 5:00 pagi, dan pulang jam 6:00 sore. Selesai menjelaskan semuanya, ibu Sofia segera mengajak Alessandro ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan dengan diantar oleh pak Nayak sebagai supir baru mereka.
......................
Sesampainya dirumah sakit, dokter pun langsung mengecek keadaan Alessandro, setelah melakukan semua pemeriksaan, dokter pun menyuruh ibu Sofia untuk menemuinya diruangannya
"Bagaimana keadaan putra saya dok" tanya ibu Sofia
"Putra nyonya baik-baik saja" ucap dokter sambil tersenyum
"Apa dia masih ada kemungkinan bisa berjalan lagi" tanya ibu Sofia lagi dengan penuh harapan
"Kalau soal itu, sama seperti sebelumnya nyonya, persentase anak nyonya bisa berjalan lagi sangatlah kecil, kecelakaan yang dialaminya sangatlah parah, tapi nyonya harus tetap terus berusaha, persentase itu bisa berubah suatu saat" ujar dokter memberi penjelasan.
"Thanks you dok" ujar ibu Sofia berterimakasih
Ibu Sofia langsung keluar dari ruangan dokter dengan sedikit perasaan kecewa.
"Gimana mam?" tanya Alessandro penasaran
"Syukurlah, Kamu baik-baik saja" jawab ibunya sambil tersenyum
Mereka langsung bergegas pergi dari sana, sebelum itu ibu Sofia mengajak makan siang bersama.
"Bagaimana kalau kita makan siang dulu diluar" ajak ibunya
Alessandro menganggukkan kepalanya.
........................
Selesai dari kampus Baltasar segera pulang kerumah, disana dia bingung karena Alessandro dan ibu Sofia tidak terlihat sama sekali, dia hanya bertemu dengan seorang wanita yang sedang membuat makanan didapur.
"Hello?" sapa Baltasar penasaran
Bibi Maria pun kaget melihat ada orang asing tiba-tiba masuk kerumah tanpa permisi, dengan cepat bibi Maria mengusirnya dari sana, dan bahkan menghinanya sebagai seorang perampok.
"Siapa kamu? Kenapa kamu masuk kerumah ini tanpa permisi dahulu?, apa kamu mau ngerampok rumah ini? Pergi kamu dari atau jika tidak! Aku laporkan kamu ke polisi?"
Baltasar tidak sempat menjawab pertanyaan bibi Maria, karena bibi Maria langsung mengusirnya keluar dari rumah itu, dia pun hanya terdiam dan keheranan, dia pikir itu adalah bibi dari Alessandro, dengan perasaan malu dan sakit hati atas tuduhan bibi Maria, Baltasar pun pergi dari sana.
.......................
Hari pun mulai gelap Baltasar segera pergi untuk menghadiri pestanya Kylie, disana dia disambut langsung oleh Kylie dengan ramah.
"Akhirnya kamu datang juga" ujar Kylie kegirangan
"Silahkan masuk!!" ucap Kylie lagi
Disana Baltasar diperkenalkan dengan teman temannya.
"Baltasar!! Perkenalkan ini Robby, Luiz, Cindy dan Rico"
"Salam kenal" Baltasar menyapa mereka
"Kamu yang memenangkan juara basket itu kan?" tanya Cindy mendekati Baltasar
"Iya!! Itu dia" ujar Kylie
"Wow!! Kamu keren sob" ucap Robby
Disana pun mereka berpesta sambil menari bersama. Disana Luiz menantang Baltasar untuk memainkan sebuah permainan melempar bola, dimana jika bola itu masuk ke dalam gelas minuman keras maka Baltasar diharuskan meminum minuman keras tersebut, jika bola itu tidak masuk maka Luiz yang akan meminumnya. Tanpa sadar Baltasar sangat banyak meminum minuman keras disana, sehingga membuat dia sangat pusing.
.........................
Setelah berjalan jalan seharian, Alessandro dan ibunya pun pulang, tak lupa ibu Sofia membelikan sebuah arloji yang sangat mahal untuk Baltasar, hal ini dia lakukan untuk berterimakasih pada Baltasar karna sudah merawat putranya (Alessandro). Sesampainya dirumah, mereka mencari Baltasar tapi tidak menemukannya.
"Mam, apa kau menemukannya"
"Tidak"
"Apa dia biasa seperti ini" tanya ibunya penasaran
"Tidak, dia tidak pernah berkeliaran saat malam kecuali bersama kami" ujar Alessandro memberitahu
"Mungkin ada suatu keperluan yang mendadak sehingga dia pergi, nanti dia juga akan pulang" ucap ibunya
Ibu Sofia segera mengantarkan Alessandro ke kamarnya untuk beristirahat.
......................
Malam pun semakin larut, saat pesta berakhir Baltasar pun segera pergi dari sana, tanpa tau harus pergi kemana, dia luntang lantung di jalanan, tiba tiba sekelompok orang datang menghampirinya, ternyata itu adalah Bonito dan teman-teman.
"Hey hey hey.... Sepertinya kau sangat mabuk?" ucap Fernando sambil memegang Baltasar yang hampir jatuh.
"Apa maumu! Hah, bajingan" ujar Baltasar dalam keadaan mabuk.
"Siapa yang kau bilang bajingan! Hah" ujar Bonito
Baltasar pun langsung menghampiri Bonito dan memengang pundaknya.
"Kau!" ujar Baltasar sambil meludah ke wajah Bonito
Tanpa basa basi Bonito dan teman-teman temannya langsung menghajar Baltasar sampai babak belur sehingga membuat Baltasar pingsan. Melihat Baltasar yang sekarat Bonito pun sangat panik.
...*************...
Bagaimanakah kisah selanjutnya.
Next eps selanjutnya!!