Alstroemeria Of Almeria

Alstroemeria Of Almeria
Kepanikan tuan Alonzo part 2



Didalam ruang prodi


"Selamat pagi tuan, apa ada yang bisa saya bantu" ujar bapak dosen itu sambil mempersilahkan duduk tamunya


"Aku ayahnya Alessandro Consuella aku ingin mencarinya, semalam dia tidak pulang! Apakah kemarin dia masuk kampus?" tanya tuan Alonzo dengan cemas


"Iyaa, dia masuk pak, bisa saja dia pulang dan menginap dirumah temannya" ujar bapak dosen itu


"Seharusnya dia mengabariku dulu, apa kalian tahu sesuatu?" tanya tuan Alonzo


"Sepertinya Anda datang ke tempat yang salah tuan, bagaimana kami tau tentang keberadaan putra Anda, kami disini hanya sebagai dosen pengajar, apapun yang mereka lakukan diluar sana itu diluar tanggung jawab kami" jawab dosen itu dengan sedikit mengejek


"Informasi terakhir kali yang kami dapat bawah Alessandro berada dikampus ini, kami datang kesini untuk mencari tahu soal itu?" ujar tuan Yelderin memberitahu


"Emang gak waras kurasa dia" ujar tuan Alonzo mulai kesal


"Sayangnya kami tidak punya informasi soal itu"


...........................


Didepan perpustakaan terlihat banyak keremunan mahasiswa sehingga membuat nyonya Dilara penasaran


"Cepat-cepat! Bawa dia ke klinik kampus" ujar salah satu dari mereka


"Ada apa disana?" tanya nyonya Dilara penasaran sambil menghampiri mereka "Permisi, permisi sedikit" betapa kagetnya nyonya Dilara saat melihat Alessandro yang terbujur lemas dan pucat dihadapannya "Alesso, Alesso!" teriak nyonya Dilara


"Maaf nyonya! Apa kau mengenalnya?" tanya satpam perpustakaan


"Dia putraku!" jawab nyonya Dilara "Aku harus menghubungi Alonzo"


"Kringgg kringgg kringgg, Ada apa Dilara! Aku lagi berbicara dengan dosennya Alessandro" ujar suaminya dengan nada tinggi


"Aku menemukan Alessandro Alonzo" ujar istrinya dengan suara panik


"Benarkah! Dimana?" tanya tuan Alonzo dengan penasaran


"Cepatlah kesini! Didepan perpustakaan, dia pingsan"


"Aku akan segera kesana!!"


"Ada apa?" tanya tuan Yelderin


"Dilara menemukannya, dia pingsan" jawab tuan Alonzo memberitahu sambil bergegas pergi dari sana


............................


Tiba-tiba Andres pun terlihat sangat kaget saat melihat temannya itu terbujur kaku "Alesso!!"


Tak lama kemudian ayahnya datang "Apa yang terjadi Dilara?"


"Aku tidak tahu Alonzo?" ujar nyonya Dilara sambil mengelus rambutnya Alessandro


"Aku menemukannya didalam toilet, dia terkunci dari luar!" jawab salah satu mahasiswa yang menemukannya


"Apa?" nyonya Dilara sangat kaget mendengar pernyataan anak itu


"Yelderin tolong bawa dia ke mobilku ya!" ujar tuan Alonzo


"Biar aku bantu pak!" ujar Andres menawarkan bantuan kepada tuan Yelderin


"Baiklah!" jawab tuan Yelderin


Tiba-tiba datang kepala perpustakaan "Maafkan atas kelalaian kami pak" ujarnya dengan nada lesu


"Maaf kamu bilang, bagaimana ini bisa terjadi? Apa pintu toiletnya rusak, kenapa kau tidak memberikan tanda" ujar tuan Alonzo dengan marah


"Tidak tuan, fasilitas perpustakaan kami sangat bagus"


"Apa kamu tau siapa aku!! Jika terjadi apa-apa dengan putraku, aku akan menuntut kampus ini, ayo Dilara kita pergi" ujar tuan Alonzo dengan penuh kemarahan.


................................


Mereka pun segera bergegas kerumah sakit. Sesampainya dirumah sakit, pihak rumah sakit langsung membawanya keruang gawat darurat dan dokter langsung melakukan tindakan pertamanya. Setelah menelaah lebih lanjut, dokter segera pergi untuk menemui pihak keluarganya


"Keluarga pasien sudah datang?" tanya dokter


"Perkenalkan dokter Yozi, aku dokter bedah, aku akan merawat putra kalian" ujar dokter itu memperkenalkan dirinya


"Emm bagaimana kondisinya?" tanya tuan Alonzo dengan raut wajah pucat


"Sayangnya kritis, dia mengalami perdarahan otak, apa dia terjatuh?" tanya dokter Yozi


"Kami tidak tau!" jawab tuan Alonzo


"Kami harus segera mengoperasi putra Anda!" ujar dokter dengan buru-buru


"Ya Tuhan! Apa dia akan baik-baik saja dokter?" tanya nyonya Dilara


"Kita berlomba melawan waktu, jika tidak cepat kami bisa kehilangan putra kalian" ujar sang dokter


Nyonya Dilara menatap mata Suaminya dengan penuh rasa takut, tuan Alonzo sangat kebingungan untuk mengambil keputusan.


"Ini darurat! Kita harus segera mengoperasinya!!" ujar sang dokter dengan tegas


"Alonzo!!" panggil nyonya Dilara dengan cemas


"Ya baiklah!" jawab tuan Alonzo menyetujui operasi tersebut


"Aku akan mengabari kalian!" ujar dokter tersebut sambil berlari untuk mempersiapkan operasinya


"Alonzo kita tidak mengenal dokter itu, kita harus bicara dengan dokter spesialis" ujar nyonya Dilara


"Hanya ini jalan satu-satunya Dilara, mengertilah" jawab suaminya itu dengan tegas


"Tenanglah, kumohon kalian jangan membuat keributan disini" ujar tuan Yelderin mensuport mereka


Tak lama kemudian Emilia, Oliveira dan kakek Rafael tiba dirumah sakit


"Papa apa yang terjadi?" tanya Emilia


"Kenapa ayah mengajak Emilia kesini?" tanya tuan Alonzo pada ayahnya dengan sedikit kesal


"Dia memaksa ikut saat mendengar kakaknya masuk ke rumah sakit" jawab tuan Rafael


Emilia melihat Andres terduduk diam dikursi ruang tunggu, dia langsung menghampirinya untuk mengetahui apa yang terjadi pada kakaknya itu


"Andres, kamu disini? Apa yang terjadi pada kakakku?" tanya Emilia dengan nada tinggi


"Aku tidak tahu Emilia, saat aku kekampus aku melihat Alessandro sudah seperti itu didepan perpustakaan" jawab Andres sambil mengacak-acak rambutnya


"Dimana dia?" tanya Emilia


"Siapa?" Andres terlihat kebingungan dengan pertanyaan Emilia


"Baltasar!! Bukankah dia yang harus menjaga kakakku?" tanya Emilia dengan kesal


"Apa kau tidak tau? Dia sudah menghilang hampir dua bulan lebih, polisi sudah mencarinya kemana-mana tetapi tidak menemukannya dimanapun?" ujar Andres memberitahu


"Apa?" Emilia langsung terduduk diam saat mengetahui informasi itu, dia berasa sangat bersalah pada kakaknya itu, seharusnya dia tidak kabur dari rumah, dia bisa menjaga kakaknya. Apa lagi saat ibu mereka tiada, kakaknya hanya sendirian dirumah itu, hanya sendirian.


.................................


Dilapangan basket Bonito dengan teman-temannya sedang latihan, sudah dua jam mereka berlatih dan akhirnya mereka istirahat sebentar dipinggir lapangan.


"Kalian dengar soal Alessandro, apa yang terjadi padanya?" tanya Fernando penasaran


"Entahlah aku tidak tahu, katanya dia terkunci dikamar mandi, saat seorang mahasiswa menemukannya, dia sudah terjatuh dari kursi roda dan kepalanya terbentur" jawab Bonito


"Orang seperti dia pantas menerimanya!" ujar Marco dengan tatapan menunduk dan sedikit gemetar


Hmm tentu saja" jawab Dary sambil menghampiri Marco "Apa kau yang melakukan semua ini?" tanya Dary dengan suara pelan


Marco tidak menjawab dan dia langsung pergi meninggalkan mereka


......********......


Bagaimanakah kisah selanjutnya?


Next eps selanjutnya!!