
(Dikota Fasnia)
"Sekarang kemana kita akan pergi?" tanya Emilia penasaran
"Kita akan pergi bertemu dengan temanku, Mach! Kita akan meminta bantuannya"
"Emangnya apa yang bisa dia lakukan?"
"Dia seorang otomotif, mungkin dia bisa membantu kita dengan skill yang dimilikinya" jawab Teo tersenyum
Emilia terdiam sebentar terlihat memikirkan sesuatu "Amazing! Kau tau apa yang aku pikirkan? teriak Emilia membuat Teo kaget
"Gung Gung Gung" Wink terlihat kaget dengan teriakan Emilia
"Hmmm, kau selalu mengagetkanku" ucap Teo sambil menggelengkan kepalanya.
Mereka segera mencari taksi dan bergegas mencari tokonya Mach. Berjam-jam mereka hanya berputar-putar di kota Fasnia
"Sebenarnya kau tau gak sih dimana tempatnya" ujar Emilia mulai kesal
"Sebentar. Aku lagi berfikir, banyak yang berubah, aku lupa didaerah mana tokonya?" ucap Teo kebingungan
"Stop, stop! Sepertinya itu tokonya" tunjuk Teo ke salah satu toko.
Mereka segera turun dengan menghampiri toko tersebut "Yaa itu tokonya, kau masuk duluan saja. A aku akan membeli minuman dulu dan makanan untuk Wink" ujar Teo memberitahu. Emilia segera bergegas masuk ke toko tersebut.
"Ouh selamat datang di Greenwich Automatic! Perkenalkan aku Mach, Mach itu dari kata machine, Apa kau paham?" ujar Mach memberi sapa kepada pelanggan pertamanya hari ini.
"Wow!! Kau tampak begitu menawan" ucap Emilia memukau melihat penampilan Mach
Dengan percaya diri Mach berkata "Hmmm! Seharian kudengar pujian seperti itu, jadi kurasa kau memang benar"
"Bagaimana pendapat orang tentang karya yang kau hasilkan?" tanya Emilia sambil melihat koleksi mobilnya Mach
"Dilecehkan tentu saja! Tapi kata normal adalah penghinaan paling kejam, setidaknya karyaku tidak dibilang begitu." Mach memberitahu sambil merapikan rambutnya
"Hmmmm. I agree with you!"
"Lihat disekelilingmu princess Aurora, aku punya yang diinginkan para pria ataupun wanita" ujar Mach sambil menunjukkan karyanya "Mazda Astina 1992." Mach memberitahu salah satu nama mobil hasil karyanya yang dia modif.
"Clan Corolla 90-an mesin 4A-FE 1.600 cc." ucap Emilia menghampiri salah satu karya Mach yang lain.
"Wow! Kau paham soal mobil" Mach terpukau melihat Emilia yang juga memahami bidang otomotif
"Kita akan menjadi teman baik Mach" ujar Emilia sambil tersenyum
Sedang asik mengobrol, tiba-tiba Teo datang dengan menghampiri mereka sambil membawa minuman. "Hello friends" sapa Teo sambil tersenyum-senyum
"Ouh,, Teo! Kau juga disini." ujar Mach kaget melihat sahabatnya mengunjunginya "Hmm.. Wink aku sangat merindukanmu" ujar Mach sambil memeluk Wink
"Gung gung gung" Wink sangat kegirangan bertemu dengan Mach
"Apa kalian sudah berkenalan?" tanya Teo menatap mereka
"Apa dia pacarmu?" tanya Mach dengan tatapan serius
"Mmmmm" Teo terlihat ragu mau menjawab, dia mau menjawab iya tapi dia melihat Emilia menatapnya dengan sadis sehingga membuatnya berkata "Tentu saja bukan.."
"Hmmm...Kupikir dia pacarmu tadi. Tumben kau datang kesini, terakhir kau kesini dua tahun yang lalu!" ujar Mach penasaran
"Aku butuh bantuanmu!" ucap Teo santai
"Tanpa hari tanpa bantuan, kau selalu membawa masalah saat datang menemuiku" ujar Mach dengan kesal
"Since you are the only great engine designer in the Canary Islands" ujar Teo memuji Mach
"Itu hanya menurutmu saja" Mach terlihat sudah kebal dengan pujian temannya itu.
"Apa yang kalian inginkan dariku" tanya Mach dengan santai
"Langsung ke intinya saja kami membutuhkan sebuah mobil, mobil dengan kecepatan cahaya" ujar Emilia dengan senyum mengerikannya.
..............................
Di jantung sebuah dinding, jarum jam terus bergerak, menunjuk angka dua, dini hari. Dingin bertambah dingin. Hening bertambah hening. Ganjil semakin ganjil.
"Aku sendirian sekarang, apa Teo telah pergi bersama Emilia" ujar Jasper sedih "Tapi yang paling menyedihkan Wink meninggalkan ku juga, aaaaaa" ujar Jasper lagi sambil menangis.
..............................
Ditoko Mach, Mach menyiapkan minuman untuk mereka sambil membahas masalah yang sedang mereka hadapi sekarang.
"Kami punya masalah yang besar, apa kau tertarik" ujar Emilia gemulainya
"Aku suka masalah dengan gadis cantik sepertimu." ujar Mach menggombal Emilia sambil menyajikan secangkir teh untuk mereka
Teo terlihat sedikit cemburu dengan sikap Mach. "Hmmmm" sambil menarik nafas yang dalam dan tatapan yang serius "Apa masalah kalian?" tanya Mach
"Jasper ditangkap pihak polisi" ujar Teo memberitahu
"What! ****. Apa kalian bercanda?" Mach terlihat kaget mendengarnya
"Hah kasus itu! Kudengar bukannya consuella pelakunya?" tanya Mach heran
"Itu aku,, Emilia Cosuella" jawab Emilia santai sambil menikmati teh
"Jadi! Kamu perampoknya?" ujar Mach kaget
"Bukan begitu!" Teo membantah tuduhan Mach "Jadi begini, sebelum kami beroperasi, aku menemukan sebuah liontin dan liontin itu milik dia" tunjuk Teo ke Emilia "aku lupa mengembalikannya, dan saat kami beroperasi dikediaman tuan Richard, Jasper menjatuhkan liontin itu disana"
"Ohh my God! Terus apa rencana kalian?" tanya Mach penasaran
"Kami akan pergi ke Valencia, sebelum itu kau harus membantu kami untuk membebaskan Jasper." ujar Emilia dengan santai
"Hmmm! Apa yang ku dapatkan dengan membantumu?. Darling" tanya Mach menggoda
"Satu malam yang menakjubkan, kekacauan dan kemungkinan kematian" ujar Emilia dengan nada mengerikan
"Hmmm... oke oke! Aku setuju, tapi aku tak yakin dengan kematian"
"Tenang saja! Bukan kematianmu"
"Apa yang kalian bicarakan?" Ujar Teo kebingungan mendengar percakapan mereka
"Aku butuh waktu seminggu lagi untuk menciptakan mobil secepat cahaya" ujar Mach meminta waktu
................................
Dikediaman tuan Ricard, pak inspektur datang untuk memberikan kabar tentang perkembangan penyelidikannya.
"Gimana pak, apa pekerjaanmu sudah selesai?" tanya nyonya Richard
"Hampir nyonya" ujar pak inspektur
"Hampir! Hanya hampir" teriak nyonya Richard membuat semua pelayannya kaget
"Tersangka sudah tertangkap, tapi kita punya sedikit masalah" ujar pak inspektur memberitahu
"Aku membayarmu bukan untuk mencari masalah" ucap nyonya Richard dengan kesal
"Kami belum menemukan bukti yang akurat" ujar pak inspektur dengan santai
"Apa maksudmu, pemilik liontin itu jelas pelakunya" ucap nyonya Richard berbisik
"Itu belum cukup nyonya, kita harus menunggu beberapa hari lagi untuk mendapatkan bukti yang akurat" kata pak inspektur
"Terimakasih atas waktumu. Silakan keluar, kamu tidak pernah kompeten seperti biasa" ujar nyonya Richard sangat kecewa
Pak inspektur segera pergi dari sana, dengan rasa kecewa karena Nyonya Richard tidak pernah menghargai pekerjaannya
"Aaaaaaa" teriak nyonya Richard sambil menghancurkan vas.
................................
Dipihak lain, mereka segera melakukan persiapan rencana.
"Kita akan membagi tugas. Teo! Kau segera membuat identitas palsu, untukku, kau dan Jasper. Dan kamu Mach selesaikan rancangan mobilmu secepatnya, sedangkan aku akan pergi mencari pakaian untuk penyamaran kita saat kabur dari Canary Islands." ujar Emilia memberitahu rencananya
"Itu mudah bagiku, tapi aku butuh sedikit modal" ujar Mach dengan sedikit sombong
"Soal itu beres kalau sama Consuella" ujar Emilia membalas nada sombongnya
Mereka langsung melakukan tugasnya masing-masing, waktunya hanya seminggu dan mereka harus membereskan semuanya. Emilia langsung pergi ke toko butik untuk mencari pakaian. Sudah dua belas toko butik dia datangi, tetapi tidak ada satupun karya yang membuat seorang Emilia tertarik.
"Huh...semoga ini toko terakhir yang aku datangi" ujar Emilia kelelahan
"Selamat datang! Nona silahkan" sapa pelayan toko dengan ramah
"Hmmm! Aku butuh sebuah mantel yang paling lembut, paling langka, paling putih, paling hitam, paling belang atau paling berbintik." ujar Emilia sang sultan
"Anda datang ke tempat yang tepat nona, semua yang anda butuhkan ada disini." ujar pelayan itu
"Coba lihat karya yang ini nona" ucap pelayan itu sambil mengajak Emilia melihat lihat koleksi buktinya
"Irasional!" ujar Emilia
"Bagaimana dengan ini?" tanya pelayan itu lagi mengambil butik yang lain
"Terlalu pucat" ujar Emilia lagi
"Dan yang ini?" tanya pelayan itu lagi dengan sabar
"Sampah!" ujar Emilia dengan jijik, saat Emilia melihat ke arah sudut toko dia terpukau dengan salah satu mantel disana "Haa.. itu! Itu sangat memukau"
...***********...
Bagaimanakah kisah selanjutnya?
Next eps selanjutnya!!