Alstroemeria Of Almeria

Alstroemeria Of Almeria
Rencana pelarian Part 3



"Emilia.. Emilia bangun hari sudah mulai gelap!" Teo mencoba membangunkan Emilia yang dari tadi tidur.


"Hmmmm" terlihat Emilia masih terlelap dalam tidurnya


"Cepat bangun!" panggil Teo lagi


"Iyaa iyaa! Aku begitu kelelahan apa kalian semua sudah siap?" tanya Emilia


"Iya kami tinggal menunggumu" ucap Teo memberitahu


"Oke, aku akan segera bersiap-siap" jawab Emilia dengan rambut acak-acakan.


Setelah menunggu 20 menit akhirnya Emilia siap untuk berangkat.


"Teo, persiapkan semuanya kita besok akan pergi langsung ke Valencia" ujar Emilia memberitahu


"Benarkah?" tanya Teo untuk memastikan


"Iya! Selesai membebaskan Jasper kita langsung ke pelabuhan Santa Cruz de Tenerife"


"Secepat itu kalian pergi?" tanya Mach terlihat sedih


"Hmmm" Emilia menganggukan kepalanya


"Ayolah Mach! Bukannya kau kepingin aku cepat-cepat pergi dari sini" ujar Teo mengejek


"Kamu bisa aja Teo!" ujar Mach sambil tersenyum


"Ayolah jangan cengeng seperti itu, kita akan berjumpa lagi suatu saat" ujar Teo sambil memeluk temannya itu.


"Ayo anak-anak, waktu sad drama sudah berakhir" ujar Emilia memotong acara perpisahan mereka.


Mereka langsung pergi bergegas ke persembunyiannya Jasper dan Teo. Sebelum itu mereka mengantarkan Teo di depan sebuah bank.


"Kau lakukan perampokan setelah kami memberikan kabar, oke" ujar Emilia pada Teo


Dari sana Emila dan Mach terus bergegas menuju ke tempat persembunyian Jasper. Sesampainya disana terlihat tempat itu begitu kotor dan tidak terurus.


"Itu tempatnya" ucap Mach memberitahu sambil menunjuk kebangunan tua itu.


.......................................


(Di kantor polisi)


"Kringg kringgg kringggg"


"Polisi. Apa yang bisa kubantu?" jawab polisi itu dengan penasaran


"Ada perampokan yang direncanakan dibank.... malam ini" ujar Emilia


"Siapa ini? Hallo, hallo tutututut" telepon langsung terputus


Pak inspektur langsung bergegas mencaritahu kebenaran informasi itu. "Itu pasti perampok yang sama" pak inspektur langsung menghubungi semua pihak polisi untuk mengepung bank tersebut.


................................


"Mach pergi bawa Jasper kesini" ujar Emilia


Mach segera turun dan melihat keadaan sekitar "Gung gung gung"


"Apa kau mau ikut Wink?" tanya Mach "Ayo cepatlah!" Mereka langsung masuk ke gedung tua itu. Sesampainya didalam gedung itu, Mach tidak menemukan siapapun.


"Jasper...Jasper?"


"Gung gung gung gung" Mereka mencari Jasper di setiap sudut ruangan tapi tidak nampak batang hidungnya


Tiba-tiba terdengar suara minta tolong dari luar "Help me mmmm!"


"Shut up. Aaaaaaaaa" Jasper mengigit tangan pria itu dan mencoba berusaha melarikan diri


"Tangkap dia" ujar salah satu penculik itu


Jasper pun tertangkap dan tangannya diikat "Lepaskan aku, dasar goblok" ujar Jasper


Tak butuh waktu lama Jasper akhirnya ditangkap sama pelayannya nyonya Richard. Mach yang melihatnya dari jendela berteriak memanggilnya "Jasperrr!!!" kemudian Mach langsung bergegas pergi menghampiri Emilia


"Dimana dia?" tanya Emilia


"Ikuti mobil itu, dia ada disana!" ujar Mach dengan panik


"Apa dia ditangkap?" tanya Emilia penasaran


"Entahlah! Cepat gas" ujar Mach. Emilia menancap gas mobil dan langsung mengejar mobil itu.


"Tetap dibelakangnya Emilia" ujar Mach memberitahu


"Kenapa kau membawa mobil seperti itu, apa kau bisa mengemudi?" tanya Mach ketakutan


"Sedikit! Diamlah, aku lagi fokus" ujar Emilia dengan nada tinggi


Setelah menempuh perjalanan sekitar 14 menit sampailah mereka dikediaman tuan Richard.


"Cepat bawa dia masuk!" ujar salah satu penculik itu


"Ada tiga orang didalam mobil itu" Emilia memberitahu


"Kita hajar mereka!" ucap Mach bergegas turun dari mobil


"Hello pria manis" ujar Emilia kemudian dengan cepat memukul kepala salah satu penculik itu dengan balok hingga membuat dia pingsan "siapa kalian?" ujar salah satu dari mereka dengan kaget, Mach langsung menghajar orang itu habis-habisan dengan tangan kosong "sudah lama aku tidak merasakan menghajar orang seperti ini, mwhuaaa" sedangkan Wink mengigit pelayan tuan Richard yang lainnya " Aaaaaaaaaaa, anjing sialan! Lepaskan aku"


"Ternyata kalian Mach, Emilia, Wink!" ujar Jasper dengan kaget dan begitu bahagia karena kedatangan mereka


"Yaa kau masih ingat denganku?" ujar Mach


"Cepat masuk, nanti saja drama kangen kangenannya." ucap Emilia memotong pembicaraan mereka


Mereka langsung bergegas pergi dari sana menjemput Teo.


....................................


Malam begitu berbeda bagi mereka, malam pelarian dari Canary Islands. Malam terakhir menentukan takdir antara bebas atau terkurung dibalik dijeruji besi. Didalam Bank Teo melaksanakan aksinya.


Teo berteriak kepada semua orang di bank sambil menodongkan pistol "Jangan bergerak! Uang ini semua milik Negara. Hidup Anda adalah milik Anda"


Semua orang di bank kemudian tiarap. Inilah yang disebut dengan "Mind changing concept – merubah cara berpikir"


Semua orang disana berhasil merubah cara berpikir dari cara yang bisa menjadi cara yang kreatif.


Salah satu nasabah yang sexy mencoba merayu Teo. Tetapi malah membuat Teo marah dan berteriak, "Jaga tingkah lakumu Nona! Ini perampokan bukan pemerkosaan!." Ini yang disebut dengan "Being professional – bertindak professional." Fokus hanya pada pekerjaan sesuai prosedur yang diberikan.


"Wiwuwiwuwiwuwuw" suara sirine polisi pun terdengar


"The police are coming, help us!!" teriak salah satu nasabah di bank


"Itu dia! Tangkap perampok itu" ujar pak inspektur mengerahkan pasukannya


"Diam ditempat atau aku tembak wanita ini" ujar Teo sambil menyandra salah satu Nona sexy disana


"Lepaskan aku!" ujar Nona tersebut gemetar


"Diam!" ujar Teo mengertak


"Berhenti!" ujar pak inspektur sama pasukannya, untuk mencegah tindakan konyol perampok itu membunuh sandraannya


Saat Teo sudah menjauh dari krumunan polisi dia langsung melepaskan wanita itu dan bergegas pergi dari sana


"Aku benci hiruk pikuk Calle Islas Canarias


begitu berisik dengan egoisme, aku hidup di Calle Islas Canarias. Bisakah aku terus berlari dari sini? Apa yang sebenarnya yang aku hindari dari kota kelahiranku?, Yaa, aku seorang buronan sekarang." Teo terus berlari menghindari kejaran polisi dengan sekuat tenaga


Semua polisi mengejar Teo, "berhenti atau ku tembak" ujar polisi itu, kerja kejaran pun terjadi diantara mereka


"Where are you Emilia" Teo keliatan sangat lelah untuk berlari rasanya kakinya mau patah.


"Dimana dia, jangan sampai kehilangan jejak lagi" ujar pak inspektur dengan tegas


"Baik pak!!"


...................................


"Emilia, biar aku yang menyetir" ujar Mach saking paniknya melihat Emilia menyetir mobil dengan kacau.


"Tidak perlu! Aku bisa melakukannya" teriak Emilia dengan tegas.


"Uakkkk" Jasper terlihat begitu pusing dan mual mual didalam mobil itu, terasa bukan naik mobil melainkan sebuah perahu yang terombang-ambing ditengah-tengah badai


"Kau membuat Jasper pusing, dia hampir muntah" ujar Mach menegaskan


"Teo lagi sekarat, jangan banyak tingkah, lagi pula inilah keseruannya. Kau telah melakukan pekerjaanmu dengan sempurna Mach!! Mhwuaaaa" ujar Emilia sambil tertawa mengerikan.


"You really are Emilia saiko woman" ujar Mach ketakutan melihat tingkah Emilia


Mereka bergegas melaju secepat mungkin untuk menjemput Teo.


...************...


Bagaimanakah kisah selanjutnya?


Next eps selanjutnya!!