Alstroemeria Of Almeria

Alstroemeria Of Almeria
Kabur dari rumah



"Tok tok tok permisi" ujar Emilia


"Iya! Cari siapa nona?" jawab bibi Maria


"Anda siapa?" tanya Emilia dengan sinis


"Saya pembantu disini nona!" ujar bibi Maria


"Ouh, tolong bawakan tas sama koperku"


"Tapi Anda siapanya nyonya Sofia" ujar bibi Maria penasaran


"Saya putrinya! Apa ada masalah" Emilia langsung masuk kedalam rumahnya, dia sangat merindukan suasana rumah.


"Emilia!!" panggil Alessandro dengan suara keras dan begitu senang dengan kehadiran adiknya itu


"Ha Alesso Darling, bagaimana kabarmu? Aku membawakan hadiah untukmu" ucap Emilia dengan senyum


"Aku ingin bicara denganmu!" Alessandro keliatan serius


"Apa terjadi sesuatu, kau terlihat serius, dimana temanmu itu?" ujar Emilia


"Mari kita bicarakan dikamar!" ajak Alessandro


Sesampainya dikamar, Emilia sangat kegirangan karena bisa tiba juga dirumah tercintanya


"Ya ada apa?" tanya Emilia penasaran


"Apa yang kamu lakukan di Canary Islands?" tanya balik Alessandro


"Bukankah aku sudah memberitahumu! Kalau aku melakukan penelitian terhadap bunga Alstroemeria" ucap Emilia memberitahu


"Apakah kau jadi buronan sekarang di Canary Islands?"


"Apa maksudmu?" ekspresi Emilia terlihat kaget


"Jangan berbohong padaku, sekitar dua hari yang lalu, polisi datang menemui papa, dia menceritakan kejadian perampokan dikediaman tuan Richard, dan liontinmu yang ditemukan disana, apa yang kamu lakukan?" tanya Alessandro begitu penasaran


"Aku tidak melakukan apapun!" jawab Emilia mengelak sambil memalingkan wajahnya


"Emilia, lihat mataku! Katakan yang sejujurnya, apa kau benar-benar melakukan itu, aku tidak menyangka ini terjadi padamu Emilia, lihat siapa dirimu?" ujar Alessandro mulai kesal


"Cukup Alesso, apa kau tidak percaya padaku hah, sedangkan dengan pria gila itu kau percaya bahkan kau mengizinkannya tinggal disini padahal dia telah membuatmu cacat seperti ini" ujar Emilia bergegas pergi dari sana


Alessandro hanya terdiam mendengar ucapan adiknya itu. "Dia bukan adikku yang dulu" ujar Alessandro dengan sedih.


............................


Hari sudah gelap, diruang tamu semua orang sudah siap untuk mengintrogasi Emilia, Ayahnya, ibunya, kakaknya dan bahkan dua orang polisi juga berada disana


"Bisa ceritakan bagaimana liontin itu ada dikediaman tuan Richard"


"Iya pak, jadi begini saat festival carantoƱas. Aku keluar merayakan bersama orang-orang disana, keesokan harinya liontinku hilang, aku telah mencarinya kemana-mana tapi tidak ketemu" Emilia memberikan penjelasan


"Bisa jadi perampok itu mencuri liontin itu dan mereka melakukan perampokan lagi dikediaman tuan Richard kan?" ujar tuan Alonzo membela putrinya


"Itu bisa jadi tuan, tapi ada salah satu polisi memeriksa indentitas Anda dan teman Anda Teo Aldert, bukankah kalian berencana pergi ke gunung Teide" tanya pak polisi tersebut


"Teo Aldert. Siapa dia?" tanya Alessandro penasaran


"Iyaa itu benar, saya melakukan penelitian terhadap bunga Alstroemeria, saya tidak tahu bunga itu mekar dimana, aku bertemu dengan dia direstoran dan kami mengobrol sedikit dan dia tau tentang keberadaan bunga Alstroemeria itu, bahkan dia membantu saya untuk melakukan penelitian itu." ucap Emilia lagi


"Dari liontin itu pihak polisi juga pergi kesana untuk mencarimu, karena mereka tau kamu pergi kesana, sesampainya disana ada tiga orang yang berlari saat dikejar polisi apa itu kalian." pak polisi mengintrogasi Emilia dengan serius


"Aku tidak tahu pak, kami disana sekitar dua hari saja, karna saya hanya melakukan penelitian dasar saja" ujar Emilia terlihat tidak ada keraguan dimatanya


"Semua media dan poster memuat berita tentang Anda di Canary Islands, apa Anda tidak mengetahuinya?" tanya pak polisi itu


"Tidak pak, selesai dari sana, keesokan harinya saya langsung pergi liburan ke Almeria." Emilia mulai mengalihkan pembicaraan


"Hmmm, saya yakin putri saya tidak ada sangkut pautnya dengan hal ini pak, begini saja, saya akan mengganti semua kerugian tuan Richard dan saya akan meminta dia mencabut kasus ini" ujar tuan Alonzo memberikan solusinya


"Baiklah, lagi pula tidak ada bukti yang benar-benar akurat untuk menindak lanjuti kasus ini, kalau begitu kami permisi dulu pak" ucap polisi itu


"Ya terimakasih"


Tiba-tiba ibunya menampar Emilia "Kau berbohongkan? Sejak kapan kau liburan ke Almeria, aku menelponmu berkali-kali tetapi ponselmu tidak pernah aktif, sudah cukup Emilia kau mempermalukan keluarga kita, pergi kau dari sini jangan pernah kembali lagi"


"Cukup Sofia, apa yang kau lakukan pada putrimu itu, apapun yang dia lakukan aku yakin dia tidak melakukan perampokan itu" ujar mantan suaminya itu dengan tegas


"Terus saja kau bela dia, itulah yang membuatmu dengan Emilia memiliki sifat yang sama" ucap nyonya Sofia dengan kesal


Emilia langsung pergi ke kamarnya dan mengunci pintunya, dia sangat sedih atas perlakuan ibunya, Alessandro datang untuk menenangkannya


"Emilia! Emilia buka pintunya" panggil Alessandro


"Pergi kau, dasar bedebah! Urus saja temanmu dan kakimu yang cacat itu." teriak Emilia mengusir Alessandro


"Emilia, tolong bukakan pintunya" panggil Alessandro lagi sambil mengetuk pintu kamarnya


"Pergiiiiiiiiii!!!" teriak Emilia


.................................


Karena sangat marah, Emilia segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Sambil menahan tangis Emilia terus berlari! Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.


Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai Paella dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk Paella, tetapi ia tidak mempunyai uang.


Pemilik kedai melihat Emilia berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata "Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk Paella?"


"Ya, tetapi, aku tidak membawa uang" jawab Emilia dengan malu-malu


"Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu" jawab si pemilik kedai. "Silahkan duduk, aku akan memasakkan Paella untukmu."


"Ada apa nona?" tanya si pemilik kedai.


"Tidak apa-apa, aku hanya terharu!" jawab Emilia sambil mengeringkan air matanya. "Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk Paella! Tetapi ibuku sendiri, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah. Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandung" katanya kepada pemilik kedai.


Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Emilia, menarik nafas panjang dan berkata "Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk Paella dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak Paella dan membuatkan roti untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya."


"Kau tidak mengerti Bu, ibuku lebih mencintai kakakku dibandingkan denganku" ujar Emilia dalam hatinya.


Setelah makan semangkuk Paella di kedai itu Emilia langsung berterimakasih padanya dan segera pergi dari sana.


.............................


"Non nona, sarapannya sudah siap non!" panggil bibi Maria sambil mengetuk pintu kamar Emilia


"Apa Emilia keluar bi?" tanya Alessandro dengan cemas


"Tidak tuan" ujar bibi


"Biar aku saja yang panggil!" ujar Alessandro


"Baik tuan!" bibi Maria segera pergi dari sana


"Emilia! Emilia aku minta maaf karena aku tidak mempercayaimu , aku cuma khawatir aja denganmu. Emiliaaa ayolah sarapan, jangan bertingkah seperti anak kecil, Emilia!!" teriak Alessandro


"Bi bibi!" panggil Alessandro


"Iya tuan?"


"Tolong panggilkan pak Nayak" suruh Alessandro segera


"Pak Nayak tidak masuk hari ini tuan" ujar bibi memberitahu


"Kenapa?" tanya Alessandro dengan heran


"Putrinya sakit, dia mengambil cuti"


"Baiklah terimakasih bi" jawab Alessandro


Alessandro segera menghubungi Andres


"Kringggg kringgggg kringggg" suara handphonenya Andres berdering


"Tut tut tut...Kok tidak di jawab si" panggilan tidak terjawab, Alessandro mencoba menghubunginya lagi


"Kringggg kringgggg kringggg.....Iya" jawab Andres dengan lesu karena baru bangun dari tidurnya


"Andres, kamu dimana sekarang?" tanya Alessandro khawatir


"Aku diapartemen!" ujar Andres memberitahu dengan matanya yang sipit


"Kamu bisa kesini sebentar?" tanya Alessandro


"Baiklah 25 menit lagi aku tiba disana!" ujar Andres dengan bergegas membersihkan diri


...............................


"Permisi nyonya! Ini ada surat untuk tuan Consuella"


"Tolong tanda tangan disini nyonya" ujar tukang pengatar surat itu"


"Baik! Surat dari pengadilan?" ujar nyonya Consuella dengan heran "Alonzo, Alonzo!" panggil nyonya Consuella


"Iyaa Dilara! Di belakang" ujar suaminya


"Ini ada surat dari pengadilan!"


"Itu pasti tentang hak asuh anak. Kali ini aku akan menang, Sofia benar-benar tidak becus mengurus mereka" ujar tuan Alonzo dengan penuh keyakinan


"Semogan kamu menang sayang" ujar istrinya itu memberi dukungan


"Makasih Dilara"


.............................


Tak lama kemudian Andres pun tiba dirumah Alessandro "Alesso ada apa? Kamu begitu panik" tanya Andres


"Emilia dia tidak keluar kamar dari semalam, aku takut dia kenapa-napa?" ujar Alessandro dengan khawatir


"Dia sudah pulang" tanya Andres penasaran


"Iya kemarin, dia bertengkar dengan mama dan semalaman dia mengunci diri dikamar"


"Bentar, biar aku dobrak pintunya." ujar Andres "Drak drak drakkkkk" pintunya pun terbuka


"Emilia! Emilia!!" panggil Alessandro


Tidak terlihat siapapun disana, Andres melihat jendela kamarnya terbuka "Apa Emilia kabur dari rumah?" tanya Andres keheranan


"Maksudnya?" tanya balik Alessandro


"Lihat itu!!" Andres menunjuk ke salah satu jendela kamar


"Hah?" dengan kaget mereka segera bergegas pergi mencari Emilia


...********...


Bagaimanakah kisah selanjutnya?


Next eps selanjutnya!!