Alstroemeria Of Almeria

Alstroemeria Of Almeria
Kejahatan Marco



Di kampus terlihat Marco sedang menghampiri Abbe dan Isaac yang sedang mengobrol diparkiran motor "Apa ayahmu membelikanmu sepeda motor baru?" tanya Isaac


"Tentu saja, kau lihat ini"


"Wah wah, bisa dong aku pinjam untuk malam ini?" tanya Marco sambil menghampiri mereka


"Aku aja belum puas mencobanya" jawab Abbe menolak dengan secara halus


"Hahahaha.. Aku hanya bercanda!" ucap Marco sambil tersenyum


"Eh! itu kan Alessandro?" ucap Isaac sambil menunjuk ke arah Alessandro yang sedang mau pergi ke perpustakaan kampus. Marco segera menghampiri Alessandro


"Hey!" panggil Isaac tetapi Marco tidak merespon dan langsung bergegas menghampiri Alessandro "Mau kemana dia?" tanya Isaac penasaran


"Entahlah" jawab Abbe


"Hallo Alesso!" sapa Marco


"Mau apa kau kesini" jawab Alessandro dengan sinis


"Tenanglah aku cuman ingin mengobrol denganmu" ujar Marco sambil membantu mendorong kursi rodanya


"Lepaskan kursi rodaku!"


"Aku hanya membantumu, biarkan aku mendorongnya, sebenarnya aku turut berduka atas kepergian ibumu"


"Tolong jangan membahas soal itu!"


"Kenapa! Ups maaf kamu pasti sangat terpukul ya, ayahmu hidup bahagia dengan istri barunya, adik kesayanganmu pergi darimu, Baltasar menghilang dan sekarang ibumu hmmmm"


"Cukup Marco! Apa maumu? Kenapa kau selalu menggangguku, pergi tinggalkan aku sendiri"


"Kenapa kamu marah, emangnya apa omonganku itu salah?"


"Aku terkadang kasian melihatmu, kau itu budaknya Bonito atau bagaimana hah? Kalian mau saja ikuti semua kemauannya."


"Karena kami itu adalah teman"


"Teman macam apa? Bilang saja kau berteman dengan Bonito karena dia punya banyak uang kan untuk berteman dengan kalian! Aku juga cukup banyak uang. Apa kau mau menjadi budakku? Mendorong kursi rodaku kemanapun ku mau, akan ku bayar kau 150 euro per harinya"


Dengan kesal Marco membawa Alessandro ke toilet perpustakaan. "Kemana kau mau membawa ku?"


Marco hanya diam dan terus mendorong kursi rodanya, saat tiba didepan toilet Marco mengunci Alessandro didalam toilet.


"Marco! Jangan lakukan ini, keluarkan aku"


Tidurlah kamu disini untuk malam ini, semoga ada orang yang mau membebaskanmu


"Kurang ajar, aku akan membalas perbuatanmu padaku"


"Lakukan saja jika bisa, mimpi yang indah ya mwhuaaaa"


"Marco! Keluarkan aku dari sini, Marco!"


Marco segera pergi dari sana dan mengabaikan panggilan Alessandro begitu saja.


"Apa ada orang diluar, tolong bukakan pintunya. Hallo!! Apa ada yang mendengarku"


....................


Pada sore hari terlihat seorang kakek mengunjungi sebuah Cafe terbaik di Valencia, dia terlihat sedang mencari seseorang disana


"Ada apa ini, siapa dia?" tanya tuan Ambros


"Pelanggan aneh, aku tidak kenal dia" jawab pelayan itu


"Kau tidak bilang tempat ini telah dipesan?" ujar tuan Ambros


"Sudah tapi dia tidak peduli?" jawab pelayan itu lagi


"Hey nak ayo kemari!!" ujar sang kakek memanggil pelayan


"Tolong kau urus dia!" suruh tuan Ambros sambil memantau mereka


"Baik pak" pelayan itu langsung pergi melayani kakek yang menjengkelkan itu "Tuan! Kamu ingin melihat menu anggurnya?"


"Lupakan menunya, apakah tuan Alonzo sudah datang?" tanya sang kakek


"Tuan Alonzo?" ujar pelayan itu keheranan, karena kakek itu mencari bosnya


"Alonzo Consuella bosmu!!" tegas kakek itu lagi


"Aku tidak tahu, biar kutanya dulu" pelayan itu segera pergi dari sana


"Biar aku yang urus dia!" ujar tuan Ambros sambil menghampiri kakek itu "Ada yang bisa aku bantu tuan?" tanya tuan Ambros


"Maaf!" ujar sang kakek menanyakan maksud bantuan pria itu


"Kau bertanya tentang tuan Alonzo aku adalah mitranya!" ujar tuan Ambros memberitahu


"Jadi apa aku harus memelukmu begitu!" ujar sang kakek mulai kesal


"Aku merindukan Alonzo! Sudah lama aku tidak bertemu, aku ingin memeluk anakku, aku ayahnya, Rafael Consuella" ujar sang Kakek


"Sungguh! Aku mitra kerjanya, Ambros" tuan memperkenalkan dirinya


"Ha! apa kabar? Silahkan" ujar sang kakek menyuruhnya duduk "Aku sudah sepuluh tahun tinggal di Rusia, aku kemari karena merindukan putraku"


"Sepuluh tahun tinggal di Rusia"


"Mmmm" jawab kakek Rafael sambil menyantap makanan disana


"Kau dimana, di Moskow?" tanya tuan Ambros penasaran


"Moskow, aku dimana mana, Peterburg, Surgut, Saransk, Nizhny Novgorod, Oymyakon, Huuu dimana saja" ujar kakek Rafael itu sedikit menyombongkan diri


"Apa yang kau kerjakan disana?" tanyanya lagi


"Berdagang! Kayu, kulit, besi dan baja, segalanya"


"Maaf terus terang saja Alonzo tidak pernah menyebut tentang dirimu, aku pikir kau sudah meninggal?"


"Apa? aku sudah meninggal" ucap kakek Rafael dengan kaget


"Maaf maksudku bukan begitu, dia tidak bilang begitu, aku hanya berfikir begitu" ujar tuan Ambros meralat omongannya


"Ouh Alonzo, dia melupakan aku! Lihat saja akan aku beri pelajaran dia nanti, lihat saja. Kalian teman lama?" tanya kakek Rafael


"Iya, tidak terlalu lama tapi kami mitra" jawab tuan Ambros


"Hmmm"


"Aku telepon Alonzo, dia harus datang" ujar tuan Ambros


"Tunggu aku ingin membuat dia terkejut, jangan merusaknya, tulis alamatnya disitu ayo tulis?" suruh kakek Rafael bergegas


.......................


Dipihak lain nyonya Dilara meminta pamit seusai rapat yayasannya "Maaf aku minta izin karena hari ini aku ada kelas yoga, aku sering menundanya"


"Ouh tentu Dilara! Uruslah dirimu, apa kau bisa datang untuk buktinya yayasan atau aku harus email saja?" tanya kepala yayasan


"Oo lewat email saja! Selamat siang semua" nyonya Dilara bergegas pergi


"Ya! sampai jumpa ya"


Saat mau keluar dari ruang rapatnya, tiba-tiba seorang pelayan menabraknya "Ou ya ampun! Maaf nyonya aku tidak sengaja, maaf" ujar pelayan itu


"Tugasmu hanya membawa teh tapi itu pun kau tidak bisa melakukannya!!" nyonya Dilara terlihat sangat marah karena bajunya jadi kotor


"Aku tidak sengaja nyonya" pelayan itu menundukkan kepalanya


"Sudah diamlah jangan bicara, pergilah!" ujar nyonya Dilara mengusirnya "Hmm ya begitulah pelayan, mereka tidak bisa melakukan apa-apa, ya sudah aku pergi dulu, sampai nanti"


"Ya sampai jumpa!"


"Sepertinya dia sedang marah, mungkin dia sedang ada masalah dengan suaminya" ucap nyonya canda dengan suara pelan


"Berhenti bicarakan itu, itu tidak baik!" ujar kepala yayasan mengingatkannya


.......................


Saat nyonya Dilara tiba dirumah, bibi Sema menyambutnya "Selamat datang nyonya!"


"Terimakasih Sema" jawab nyonya Dilara "Tolong bawa peralatan yoga ya, aku mau ganti baju"


"Iya baik nyonya"


"Dimana bibi Emine?" tanya nyonya Dilara


"Dia pergi berbelanja, Emilia dikamarnya!" ujar bibi Sema memberitahu


"Emilia sudah pulang?" tanya nyonya Dilara


"Iya! Dia sakit!" jawab nyonya Dilara


"Benarkah?" nyonya Dilara segera pergi ke kamarnya Emilia untuk melihat keadaannya. Saat masuk ke kamarnya, Emilia pun terbangun dari tidurnya


"Ibu! Ibu sudah pulang?" tanya Emilia


"Iya sayang! Kenapa kau sudah pulang, apa kau sakit?" tanya ibunya sambil memegang keningya


"Hmmmmm"


"Istirahatlah sayang, ibu pergi sebentar" ujar ibu tirinya itu sambil mencium keningnya


......******......


Bagaimanakah kisah selanjutnya?


Next eps selanjutnya!