
(Kediaman Tuan Ambros)
"Ambros apa kau sudah beresin semuanya?" interogasi Solmaz
"Apanya?"
"Soal uang yang kau cairkan atas nama Alonzo!" tegas Solmaz dengan lantang
"Tenang saja, dia tidak akan bisa berkutik!" Tuan Ambros sedikit santai sambil menikmati secangkir teh
"Kau selalu meremehkan dia, jangan bergantung pada Dilara, saat Dilara muak denganmu dia akan menendangmu dari perusahaannya" jelas Solmaz dengan nada tinggi
"Sudahlah, ocehanmu selalu saja tidak berguna!!" sahut tuan Ambros sambil membanting cangkir
"Ting Tong" Bell rumah pun berbunyi
"Pergi bukakan pintunya" suruh suaminya
Dengan raut wajah yang kesal Solmaz pun pergi untuk membukakan pintu "Ah Tuan Yelderin!" sapa nyonya Solmaz
"Apa suamimu ada?" tanya tuan Yelderin
"Dia ada didalam, silahkan masuk! Mau aku buatkan apa?" tanya nyonya Solmaz dengan nada sombongnya
"Tidak usah repot-repot, aku hanya datang sebentar saja"
"Baiklah"
Terlihat tuan Ambros sedang asik menonton televisi, tiba-tiba tuan Yelderin datang menghampirinya
"Yelderin, kau datang tepat waktu!" ujar tuan Ambros menyambut kedatangannya
"Halo Ambros" sapa Tuan Yelderin
"Halo! Silahkan duduk, ada menu baru di perusahaan kami kau pasti menyukainya" ujar tuan Ambros
"Jangan sekarang, kita duduk dan bicara saja" sanggah tuan Yelderin
"Apa yang akan kita bicarakan? Apakah ada masalah?" tanya tuan Ambros dengan sedikit khawatir
"Emangnya tidak?" tanya balik tuan Yelderin
"Tidak" tegas tuan Ambros
"Aku tidak mau basa-basi lagi, Alonzo tidak ingin kau ada di perusahan dia lagi" ucap tuan Yelderin pada inti pembicaraannya
"Apa?" Ekspresi tuan Ambros tiba-tiba berubah
"Jangan khawatir kau tidak akan rugi, kau akan mendapatkan deposito mitramu dalam waktu tiga bulan dan dengan bunga lima persen" jelas tuan Yelderin
"Hahahahahhaahaha, kau pasti bercanda" tertawa tuan Ambros sambil memukul-mukul meja
"Ini bukan lelucon Ambros, Alonzo sangat serius" tegas tuan Yelderin
Tuan Ambros pun menjadi murka dengan pernyataan tuan Yelderin "Kau pikir aku akan menerimanya"
"Aku tidak berpikir, aku yakin menurutku tawaran ini sangat murah hati untuk pria korup sepertimu, jika aku Alonzo aku tidak akan memberimu apapun" sahut tuan Yelderin dengan nada santai dan ekspresi datar
"Korup apa?" tanya tuan Ambros dengan kesal
"Kau tidak perlu mengelak Ambros, tanda tangani ini ambil bagianmu lalu keluar" ujar tuan Yelderin sambil memberikan surat yang harus ditandatangani
"Aku tidak akan keluar, beritahu dia aku tidak akan keluar dari perusahaan itu" teriak tuan Ambros
"Ambros, kau pikir kau bisa main-main dengan Alonzo" ancam tuan Yelderin
"Alonzo tidak tau siapa diriku, aku punya kartu As yang bisa menghancurkan dirinya, beri tau dia untuk tidak bermain-main denganku oke" tuan Ambros mengancam balik sambil pergi meninggalkan rumahnya
"Ambros" panggil tuan Yelderin
............................
(Rock Hause)
"Bagaimana dengan hidup kita, jika keadaannya begini terus? Dulu kita bisa mencopet untuk memenuhi kebutuhan kita, apa kita kembali saja ke perkejaan lama kita?" Jasper terlihat pusing memikirkan keadaan mereka
"Menurutku kita harus buka usaha apa gitu, aku tidak mau kembali ke pekerjaan kotor itu, kau ingat kau pernah ditahan didalam penjara karena kasus perampokan di kediaman tuan Richard kan?" sahut Teo
"Terus usaha apa yang harus kita lakukan?" tegas Jasper
"Bukankah kau bisa membuat kue?"
"Bisa tapi sudah lama aku tidak membuatnya" sanggah Jasper
"Kenapa gak kita coba saja, siapa tau laris"
"Hmmmm cari modal dimana yaa?" Teo mencoba berfikir
Tiba-tiba wing berlari ke arah pintu sambil menggonggong"Gung gung Gung"
"Kalian butuh modal berapa?" tanya Emilia yang tiba-tiba masuk
"Emilia!?" sapa Teo dengan kaget
"Katakan saja, biar aku yang berikan modalnya" ujar Emilia sambil tersenyum
"Tidak usah Emilia aku akan mencarinya sendiri" jawab Teo menolak dengan sopan
"Gak usah sungkan-sungkan, lagi pula aku lagi bahagia karena kakakku sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit"
"Benarkah?" tanya Jasper dengan senang mendengar kabar baik itu
"Iyaa, menurutku kalian sewa saja satu toko untuk kalian membuka usaha" saran Emilia
"Tapi itu butuh biaya yang besar kami juga membutuhkan alat-alat masak dan bahan masakan" jawab Jasper
"Cari saja, soal dananya biar aku urus!"
"Aku tidak setuju jika kau memodali usaha kami" bantah Teo
"Baiklah, aku kasih pinjam kepada kalian, kalian bisa mencicilnya setiap enam bulan sekali bagaimana?" Emilia membuat penawaran yang menarik
"Setuju!!" teriak Jasper
"Hmmmm" Teo tetap kelihatan tidak setuju dengan ideanya Emilia
"Ayolah Teo tidak ada cara lain!" Bujuk Jasper menggoda temannya itu
"Gung gung gung" Wink menarik-narik celananya Teo untuk menerima tawaran Emilia
"Baiklah aku setuju" jawab Teo dengan cuek
"Yeeeee!!!"
............................
Dimalam hari yang sunyi tuan Ambros mondar- mandir didepan televisi sambil berfikir langkah apa yang harus dia ambil, istrinya Solmaz tidak merasa kesusahan sedikit pun, dia malah asik nonton televisi sambil menikmati secangkir kopi hangat
"Matikan itu kau selalu mengganti saluran, itu membuatku pusing" teriak tuan Ambros
"Jangan marahi aku, marahi saja orang lain, Alonzo memang hebat, dia bisa menemukan cara untuk mempermainkanmu dan mengusirmu aku benar-benar kagum sungguh" ujar istrinya dengan nada menyindir
"Solmaz apa kau mau dipukul lagi olehku?" tanya tuan Ambros dengan kesal
"Kau tidak punya apa-apa lagi Ambros, lalu apa rencanamu sekarang?"
"Bagian perusahaanku akan menjadi dua kali lipat, itulah rencanaku!" tegas tuan Ambros
"Oooo begitu, bagaimana caranya?"
"Aku punya kartu as dan kau tidak perlu tau itu!!"
"Kartu as apa Ambros?" tanya istrinya dengan nada mengejek suaminya itu
"Aku bisa mengatakannya tapi kau tidak bisa tutup mulut"
"Kalau begitu pergi saja, tipu orang lain Ambros! Ambros kita hanya punya rumah ini saja, sudah berapa kali kita bicarakan hutang kita banyak tapi kita tidak punya apapun kalau begitu terima tawaran Alonzo saja kita jual segalanya dan pergi"
"Pergi kemana hah?" teriak tuan Ambros yang sudah mulai kesal dengan ocehan istrinya itu
"Kita bisa mencari tempat, pergi selama beberapa tahun"
"Ya ampun jangan bicara sebodoh itu Solmaz"
"Kau yang bodoh, kita dalam situasi ini karena kau, lalu apa yang kau lakukan, apa kau bisa menangani Alonzo, dia itu serigala kau bahkan tidak bisa berhitung" oceh nyonya Solmaz
"Kau memang bodoh!!" teriak nyonya Solmaz
"Satu hari saja bisa? Tanpa aku harus menamparmu, satu hari saja" ujar tuan Ambros meneriaki istrinya didepan wajahnya
...********...
...Preview...
Karena cinta itu memang rumit, sama seperti kostum karnaval. Sedangkan rasa suka enggak terlalu rumit, seperti fashion. Kita bisa dengan mudah mengerti fashion.
Selanjutnya!! ཚCarnaval De Cadiz'