
Tidak seperti biasanya, Jasper membersihkan tempat ini sendirian yang mereka sebut sebagai rumah, tidak ada suara gonggongan Wink, tidak ada suara bawelnya Teo, ya begitulah paginya sekarang yang penuh dengan keheningan.
"Hari kedua aku bekerja, aku ingat kata atasanku, hari ini aku tidak akan lupa untuk membawa otak" ujar Jasper sambil menyikat giginya.
Jam sudah menunjukkan pukul 06:55, Jasper segera berlari menuju tempat kerjanya
"Aku telat! Aku telat!" ujar Jasper sambil berlari. Tak sengaja dia menabrak sebuah mobil yang sedang berjalan dengan pelan
"Awuuu" teriak Jasper terjatuh
Pemilik mobil itu pun turun "Apa kau buta, kenapa kau menabrak mobilku?" ujar bapak itu dengan kesal
"Wah wah wah, bapak yang salah malah tidak sadar" ujar Jasper dengan santai
"Mobilku berjalan dengan pelan kau dari arah sana berlari menghantam mobilku! Apa maksudmu?" tanya bapak itu. Orang-orang yang lewat melihat mereka disana, Jasper segera pergi dari sana karena dia tau dia yang bersalah sebenarnya, walaupun dia tidak mau mengakuinya
"Woi, Woi, dasar anak nakal!" teriak bapak itu dan segera pergi dari sana
...............................
Seperti yang dikatakan! Setiap hari adalah hari yang sibuk bagi sebuah restoran terbaik di kota Calle Islas Canarias yaitu restoran Le Coq Atocha. Diruang manajer
"Tok tok tok tok tok tok" suara ketukan pintu terdengar
"Masuk!" ujar pak Alcott sebagai seorang manajer direstoran tersebut "Iya ada apa?" tanya pak Alcott
"Tuan Addison ingin bertemu dengan Anda!" ujar pelayan restoran itu dengan sedikit cemas
"Tuan Addison!" ujar pak Alcott dengan kaget
"Iyaaa, silahkan suruh dia masuk!" ujar pak Alcott dan dia segera bangun dari kursinya.
"Selamat pagi tuan" sapa pak Alcott dengan senyum
"Langsung pada intinya! Aku mau mengomentari sup yang ku cicipi kemarin disini"
"Sup apa itu?" tanya pak Alcott sama pelayannya dengan nada pelan
"Sup yang dirusak sama anak itu pak" jawab pelayan itu berbisik, terlihat pak Alcott sangat kaget bahwa yang memesan sup itu kemarin adalah tuan Addison
"Aku mohon maaf, a aku bisa jelaskan!" ujar pak Alcott dengan gemetar
"Aku tidak butuh penjelasan, sup itu enak sekali"
"Maaf, maksud Anda?" tanya pak Alcott dari raut wajah yang pucat menjadi keheranan
"Ya aku ingin mencicipi sesuatu yang istimewa dari restoran ini, aku ingin koki kemarin yang membuat sup itu untuk memasak sesuatu yang istimewa itu" ujar pak Addison
"Apa aku tidak salah dengar pak?" ujar pelayan itu berbisik
"Tutup mulutmu! Apa anak itu sudah datang?" tanya pak Alcott dengan nada pelan
Pelayan itu menggelengkan kepalanya
"Maaf tuan sepertinya chefnya belum datang" ujar pak Alcott memberitahu
"Hmm, tidak disiplin! Baik aku akan menunggunya"
Mereka segera mempersiapkan ruang khusus untuk pak Addison disana, meja makan yang telah disiapkan dan dihias secara istimewa untuknya.
....................................
"Pagi semua!" ujar Jasper memberi sapa kepada semua karyawan disana dengan senyum manisnya
"Hari ini kamu terlambat 20 menit, cepat bekerja sebelum pak Alcott tau" ujar salah satu office boy disana
Tiba-tiba pak Alcott datang "Jasper!" semua orang terdiam kaget
"Ya pak, maaf! Saya sedikit terlambat pak, tapi hari ini saya membawa otak" ujar Jasper dengan panik
"Ikut keruanganku!" ujar pak Alcott
"Apa ini hari terakhirku?" ujar Jasper dalam hatinya
........................................
(Diruangan pak Alcott)
"Hari ini kau akan memasak sebuah masakan yang istimewa untuk tamu kita"
"Siapa?" tanya Jasper
"Kamu tidak perlu tau soal itu! Lakukan saja tugasmu!"
"Kenapa aku yang harus memasak pak?" tanya Jasper penasaran
"Kemarin kau memasak sup disana, dan tamuku itu adalah orang yang memesan sup mu itu, dia menyukai masakanmu dan sekarang dia datang lagi untuk menyantap menu istimewa darimu, ku harap sup kemarin bukan hanya sebuah kebutulan."
"Amazing!" ujar Jasper tidak percaya dengan dirinya sendiri
"Jika kau berhasil membuatnya menyukai masakanmu, kau akan aku jadikan chef disini"
"Benarkah?" Jasper kegirangan
"Apakah kau mempertanyakan kejujuranku" tanya pak Alcott dengan nada tinggi
"Oh maaf pak" wajah Jasper langsung berubah menjadi kesal
"Jangan buat dia menunggu?"
"Baik pak!" Jasper segera pergi ke dapur disana dia mulai memasak sebuah masakan yang istimewa, ini adalah kesempatan baginya untuk menunjukkan bakatnya
"Kenapa kau ada disini?" ujar chef utama disana
"Aku yang menyuruhnya" jawab tuan Alcott tiba-tiba
"Apa yang bisa dia lakukan disini pak?" tanya chef itu dengan kesal
"Jangan mengomentari orang lain cepat bekerja." jawab pak Alcott dengan gaya menyebalkannya
......................................
Masakan pesanan tuan Addison pun siap dihidangkan. Cepat bawa keruangan tuan Addison. Saat membuka tundung saji, aromanya langsung membuat tuan Addison terpesona
"Ini adalah_" ujar pak Alcott memberitahu tetapi pembicaraan dipotong oleh tuan Addison "Saya tahu, Spaghetti Alla Strega"
Dia mencicipi sedikit kuahnya, jantung pak Alcott berdebar-debar dengan kencang menunggu reaksi dari tuan Addison "Dilihat dari sudut pandangku, restoran Anda seharusnya sudah bangkrut tetapi saya tidak pernah berfikir ada seorang koki yang berbakat bekerja disini" ujar tuan Addison
"Maksudnya tuan?" tanya pak Alcott
"Terimakasih" ujar pak Alcott dengan sedikit bingung
Tuan Addison mencicipi lagi Spaghetti Alla Strega sambil memejamkan matanya dan menikmati setiap gigitan halus dari irisan serai-serai.
"Aku ingin pesan lagi sesuatu yang lebih ekstrim" ujar tuan Addison
Pak Alcott langsung bergegas kedapur "Dia ingin mencicipi lagi menu terbaikmu Jasper!"
"Dia menyukai masakanku?" tanya Jasper
"Iya,, dia meminta sesuatu yang lebih ekstrim!"
"Baiklah.!" ujar Jasper kegirangan
Jasper segera membuat masakan paling ekstrimnya "Bagiku musim panas adalah tentang gairah yang meledak seperti kembang api, barbekyu dikombinasikan dengan lelehan saus cabe Argentina memberikan aroma yang kuat, lelehannya akan membakar lidah."
Setelah semuanya siap tuan Addison segera mencicipi menu terekstremnya "Wow amazing!! Ini luar biasa, aku ingin lagi. Lagi!"
Pak Alcott datang kembali ke dapur untuk menemui Jasper "Dia ingin lagi!"
"Apa yang kau lakukan pada masakamu hingga membuat tuan Addison seperti terkena sihir" tanya salah satu chef disana
"Suatu masakan bisa membuat suatu koneksi seorang koki dan pelanggannya, meski dia tidak tahu siapa aku" ujar Jasper memberitahu
Setelah Jasper membuat masakan ketiga, dia ingin mendengar sendiri komentar pelanggan yang menyukai masakannya itu
"Boleh aku ikut denganmu pak?" tanya Jasper
"Mau kemana?" tanya balik pak Alcott
"Aku ingin mendengar sendiri komentar tuan Addison itu"
"Tidak! Itu tidak diperbolehkan"
"Aku mohon, aku hanya ingin mendengar komentarnya didepan pintu saja, aku tidak akan menemuinya. Please!"
"Baiklah" mereka segera bergegas menyajikan hidangan untuk tuan Addison, sesampainya disana.
"Kau tunggu disini saja, ngintip lewat jendela!" ujar pak Alcott
Jasper pun melihat tuan Addison itu lewat jendela, dia begitu kaget! tuan Addison itu adalah bapak yang Jasper tabrak mobilnya pada saat berlari tadi pagi.
"Tunggu tunggu, siapa dia pak?" tanya Jasper penasaran karna tuan Addison ditempatkan pada suatu ruangan khusus.
"Dia seorang pengusaha restoran terkenal di Spanyol, lahir di Amerika, besar di Kanada dan menempuh pendidikan di Inggris. Sudahlah jangan menggangguku" jawab pak Alcott
Jasper segera menuju kedapur dan menyiapkan hidangan petutup. Setiap orang diprogram dengan kode yang berbeda, makanan adalah kunci untuk mengartikan kode itu, pencicip makanan bukan cuman peduli tentang rasa mereka peduli apakah bisa atau enggak seorang koki membaca dengan tepat keinginan mereka.
...................................
"Hidangan ketiga, daging domba ala Prancis. Hidangan ini adalah momentum. Kita ditengah konsensi Prancis itu menggambarkan sejarah restoran kami" ujar pak Alcott
Tuan Addison mencicipi sedikit irisan daging domba dengan potongan yang lembut "Mmm! Yang membuat daging domba menonjol adalah sausnya, dia menggunakan bubuk matcha untuk memberi aroma segar"
"Mactha?" tanya pak Alcott
"Dia mengekspresikan semangat upacara teh Jepang" ujar tuan Addison
Tiba-tiba seorang pelayan datang "Permisi pak! Hidangan berdasarkan tema Anda sudah dibuat, koki kami berharap bisa mempersembahkan temanya sendiri"
Tuan Addison menganggukan kepalanya untuk mempersilahkan.
"Ini dia tuan, hidangan penutup anda" ujar pelayan itu sambil
Dengan penasaran tuan Addison mencicipi sambil menikmati setiap gigitan, tiba-tiba raut wajahnya menjadi kebingungan "Badam Amerika, blueberry Kanada dengan Gooseberry Inggris. Penelitian yang sangat detail." ujar pak Addison sambil tersenyum "Saya lahir di Amerika, besar di Kanada dan belajar di Inggris! Beritahu kokimu ini disebut eksistensi" Saat mencicipi lagi tuan Addison menjadi heran "Ada truffle juga, mmmm kenapa truffle?"
"Mmmm itu adalah truffle putih dari Alba, Italia. Harganya 50 euro per gram, bahan paling mahal kami, menggambarkan latar belakang Anda yang luar biasa" ujar pak Alcott memberitahu
"Hmmm!" tuan Addison menggelengkan kepalanya, itu tidak sesuai dengan karakternya, aku ingin bertemu dengan kokinya.
"Pelayan panggil kokinya kemari!" ujar pak Alcott
...................................
(Didapur restoran)
"Jasper!" panggil pelayan itu
"Apa reaksinya?" tanya Jasper penasaran
"Semua dimengerti! Kecuali arti dari truffle putih. Dia ingin bertanya padamu secara langsung" ujar pelayan itu
"Mmmm Tentu!" ujar Jasper gemetar
....................................
Sudah 10 menit tuan Addison menunggunya tetapi Jasper belum juga datang untuk menemuinya.
Tiba-tiba seorang chef keluar! Dia adalah chef Lu, salah satu cheff terbaik disana.
"Dia tidak ingin menemui Anda! Tapi Anda sudah menebak apa artinya mengenai truffle, mereka tumbuh dibawah tanah, apapun yang tumbuh didekatnya akan mati seketika menandai itu adalah lokasinya yang bearti truffle membunuh semua disekelilingnya untuk menjadi bahan termahal" ujar chef Lu sedikit gugup
Tuan Addison langsung bangun dari kursinya dan pergi ke dapur untuk menemui langsung koki yang memasakannya.
"Dimana dia?" tanya tuan Addison dengan tegas pada semua karyawan disana
"Anda dengan dia berhubungan baik dalam masakan, mengenai bertemu langsung. Dia sudah kabur!" ujar chef utama disana
"Hah?" tuan Addison penasaran dengan chef yang menyajikan makanan untuknya. Tuan Addison bergegas pergi dari sana tanpa sepatah kata apapun.
....................................
Kemudian pak Alcott tiba di dapur dan membunyikan call bell "Ting ting ting ting ting. Perhatian! Dimana Jasper?" tanya pak Alcott penasaran
"Dia pergi pak!"
"Kemana?"
Semua orang disana menggelengkan kepalanya
...************...
Bagaimanakah kisah selanjutnya?
Next eps selanjutnya!!