
Keesokan harinya, semua kembali normal. Pak Murp sudah keliatan membaik, dia segera keluar dari kabin dan kembali bergabung dengan para yang lainnya untuk bekerja.
"Bagiamana keadaanmu pak?" tanya Baltasar
"Baik, terimakasih nak! Kau telah menolongku" ujar pak Murp berterimakasih padanya
"Jangan pikirkan itu! Pak Feron yang pertama kali melompat ke laut untuk menolong Anda" ujar Baltasar memberitahu dan bergegas pergi menuju keruang navigasi
Pak Murp merasa bersalah karena selalu mengejek pak Feron, dia mencoba menghampiri pak Feron yang sedang bekerja "Jadi kau pahlawan hebat disini!" ujar pak Murp
"Yah kau harus lakukan hal yang sama padaku, bukankah itu yang harus ku katakan!" ujar pak Feron dengan cuek
"Yah kau bisa mengatakan sesukamu? Malam itu aku terlalu banyak mengoceh padamu" ujar pak Murp dengan rasa bersalah "Namun aku senang kau tau cara berenang" ujar pak Murp lagi
"Bukankah kita keluarga disini?" ujar pak Feron menyindir
"Ya, tapi suatu saat aku akan membalas jasamu. Aku tidak mau berhutang pada pria tangguh" ujar pak Murp sambil tersenyum.
Akhirnya mereka baikan dan saling berpelukan.
...........
Diruang navigasi terlihat Kapten yang sedang berbincang bincang dengan Baltasar, semakin hari Baltasar dengan pak Bill semakin dekat.
"Beberapa hari ini, saat aku melihatmu aku teringat dengan putraku!" ujar pak Bill sambil tersenyum
"Benarkah?" tanya Baltasar
"Iya, dia seumuran denganmu dan juga pemberani sepertimu?" ujar pak Bill dengan bangga mengingat keberanian Baltasar saat menolong pak Murp
"Mungkin aku bisa menjadi teman baiknya" ujar Baltasar berharap bertemu dengan putranya pak Bill
"Iya tapi sayangnya dia telah pergi, dia mengalami kecelakaan yang membuatnya pergi dari kami, sekarang aku hanya tinggal berdua bersama istriku" ujar pak Bill dengan lesu
"Maaf jika aku mengingatkanmu tentang kecelakaan itu, aku tidak bermaksud_" Baltasar begitu kaget mendengar putranya pak Bill telah tiada
"Tidak apa-apa nak!" ujar pak memotong pembicaraan Baltasar
Tiba-tiba pak Eduar datang menghampiri mereka "Kapten anak-anak ingin bicara denganmu?" ujar pak Eduar memberitahu
"Baltasar! Ambil kemudinya" ujar kapten dan segera bergegas pergi menemui awak kapalnya
Saat kapten menghampiri mereka di kabin kapal, terlihat kabin kapalnya sangat kotor. "Jika pertemuan ini selesai, segera bersihkan sampah ini, ada apa kalian memanggilku?" ujar kapten
"Kami mulai punya firasat buruk disini!!" ujar pak Afdet
"Murp terjatuh, tiba-tiba ada Hiu naik ke atas kapal, gelombang besar menghantam kapal" ujar pak Feron
"Ya, lalu apa?" tanya kapten penasaran
"Hal ini tidak wajar, kita cuman ingin mencari ikan, kita pernah gagal sebelumnya namun tidak seperti ini!!" ujar pak Murp
"Kami ingin pulang!!" ucap pak Afdet dengan tegas
"Kau ingin pulang? Kau rindu pada mama yang selalu ada di sampingmu?" ujar kapten mulai kesal
"Ibuku bukan urusanmu!!" teriak pak Afdet pada kapten
"Jika kau tidak suka pergi saja kalian semua, aku melihat sekeliling, yang kulihat hanya sekumpulan anak-anak yang terlalu takut untuk pergi dan ingin membawa tangkapan ikan yang banyak" ujar kapten mengejek mereka semua
"Tangakpan apa yang kau maksud, mana tangkapan kita?" ucap pak Murp
"Kita sudah menelusuri laut Albora" ujar pak Feron dengan kesal
"Laut Albora ada di barat kita menuju ke timur laut Terenia" teriak kapten memberitahu
"Terenia! Kenapa kita tidak ke Italia mumpung sudah disana?" ujar pak Afdet
"Inilah buktinya, ini yang membedakan antara pria dan anak-anak" ujar kapten dengan sinis
"Kenapa kita harus kesana?" tanya pak Murp penasaran
"Beritahu dia Afted!!" ujar kapten
"Karena disitulah ikan berada!" ujar pak Afted
"Apa kita punya pilihan lain?" tanya pak Feron
"Ya! Pulang kerumah dan diejek" ujar kapten dengan kesal
"Baiklah kapten, kita lanjutkan pencarian ikannya" ujar pak Murp
"Baiklah" ujar pak Afted setuju
......................
Mereka segera berlayar ke laut Terenia, sudah tiga hari berlalu, akhirnya mereka tiba di laut Terenia. Disana mereka langsung memasang kailnya, keesokan harinya mereka mulai mengangkat kailnya satu persatu, tak seperti hari-hari sebelumnya, tangkapan mereka begitu banyak, mereka memanen begitu banyak ikan. Mereka sangat senang dan kegirangan, kerja keras mereka tidak sia-sia, Baltasar juga ikut tersenyum bahagia melihat bapak-bapak itu senang. Dia tau bapak-bapak itu berkerja keras untuk menghidupi keluarganya.
"Hey kapten" panggil pak Eduar
"Iya kenapa?" tanya kapten heran melihat raut wajah pak Eduar gelisah
"Mesin esnya mengulah lagi, dia tidak bisa berfungsi" ujar pak Eduar memberitahu
"Sudah periksa evaporatornya?" tanya kapten
"Freon?" tanya kapten lagi
"Banyak tapi tak mengalir?" ujar pak Eduar
"Gunakan ludah atau lem?" ujar kapten memberitahu
"Sudah tapi menguap kapten, sudah kubilang pada brow agar membeli yang baru, tapi dia membeli barang bekas, dasar brengsek!" teriak pak sambil membanting kunci ring, semua awak kapal melihatnya dengan kaget "Sorry kapten" ujar pak Eduar
"Mesin esnya mati!!" teriak kapten memberitahu
"Oh sial" ujar pak Murp mulai putus asa
"Baiklah manfaatkan es yang ada!" ujar kapten memberi saran
"Kita tutup pakalnya dengan keberuntungan, kita bisa memasarkan ikan ini, rapikan semuanya!! Kita pulang" ujar kapten lagi dengan tegas
Tiba-tiba kapten mendapatkan kabar dari Marine VHF Radio, kapten segera memberitahu kepada awak kapalnya "Coba dengar ini apa yang akan kita hadapi! Ombak 40 sampai 50 kaki dengan badai yang kencang, ini sangat buruk berada di jalur kita" ujar kapten memberitahu
"Layanan cuaca bercanda lagi!!" ujar pak Murp
"Keadaan disini sangat dahsyat, kita bisa menetap disini beberapa hari sampai badai mereda" ujar kapten
"Tapi kapten! Kita membawa enam puluh ribu pon ikan disini, apa kita biarkan semuanya membusuk?" tanya pak Afdet
"Semua tergantung pada kalian mau bagaimana?" ujar kapten memberi pilihan
"Kita maju!!" ujar pak Afdet
"Aku tidak, aku masih mencintai hidupku" ujar pak Feron
"Aku maju" ujar pak Murp
"Aku tidak!!" ujar pak Eduar
"Kenapa?" tanya pak Murp heran
"Aku tidak mau mengorbankan nyawa hanya untuk uang" ujar pak Eduar
"Kita sudah pergi jauh-jauh, apa kau mau pulang dengan tangan kosong?" tanya pak Afdet
"Baiklah! Suaranya seri, bagaimana pendapatmu nak?" tanya kapten tentang pendapat Baltasar. Kapten memberikan kesempatan untuk memberikan suara terakhirnya. Ini sangat berat bagi Baltasar, jika dia memilih maju maka kemungkinannya mereka tidak bisa melewati bandai ini, tapi jika tidak maka semua usaha mereka akan sia-sia. Setelah 30 detik berfikir Baltasar menjawab "Kita maju!!!" ucap Baltasar
"Yaaa, kau membuat pilihan yang tepat nak, mari kita membuat uang" ujar pak Afdet kegirangan.
"Turunkan sauhnya, agar kapal seimbang" ujar kapten.
Akhirnya mereka semua pun menerima keputusan terakhir yang dibuat Baltasar, mereka akan pulang. Beberapa hari kemudian cuaca sudah mulai berubah, angin begitu kencang membuat ombak laut sangat besar, diruang navigasi terlihat Kapten dan Baltasar sedang berusaha mengemudi kapal dan menghantam ombak "Aaaaaaaa itu bukan apa-apa" ujar kapten menikmati perjalanannya
"Tahan!!" teriak kapten, mereka menghantam ombak laut yang dahsyat, tiba-tiba sauh terangkat dan menghantam kaca ruang navigasi hingga pecah air laut mulai masuk kedalam bagian kapal, saat gelombang besar datang lagi, sauh kembali menghantam ruang navigasi
"Bagaimana ini pak?" tanya Baltasar mulai panik
"Baiklah tahan!!" ujar kapten menyuruh Baltasar mengemudi kapalnya. Kapten segera pergi ketiang sauh untuk memotong rantai sauhnya bersama awak kapal lainnya
"Tahan...!!" Awak kapal mencoba menahan tiang sauh yang terombang-ambing, hujan semakin deras dan ombak semakin besar
"Kapten bertahanlah!" ujar pak Murp memberi semangat. Akhirnya kapten sampai diujung tiang sauh dan berhasil melepaskan rantainya.
"Sekarang apa kapten?" tanya pak Eduar
Tiba-tiba pak Feron terseret ombak dan terjatuh ke dalam laut
"Ada yang jatuh" teriak pak Afdet
"Tarik mereka!" ujar kapten
"Pegang talinyaaa" ujar pak Murp sambil melempar tali kepada pak Feron, dengan usaha yang keras, pak Feron berusaha meraih tali itu dan akhirnya mereka berhasil menarik pak Feron ke atas kapal. Kapten segera menuju ke ruang navigasi
"Sudah cukup!! Kita takkan berhasil, kita putar haluan" ujar kapten memberitahu Baltasar
"Ayolah kapten!! Kita bisa melaluinya, lalu bagaimana tangkapannya?" ujar Baltasar dengan semangat
"Kita kembali lain kali ikan-ikan ini milik kita, buang rasa angkuhmu sekarang, kita tidak bisa melalui ini. Jadi bersiaplah!!" teriak kapten memberitahu "Ketikan kukatakan sekarang, geser kecepatan penuh mengerti!! Kita hanya punya satu kesempatan" ujar kapten pada Baltasar
"Kemudian?" tanya Baltasar mulai ketakutan
"Kita berdoa!!" ujar kapten
"Now!!! Geser kecepatan penuh!!" teriak kapten, Baltasar langsung melakukannya dengan segera. Kapten langsung memutar kemudinya dengan cepat dan mencoba menambrak ombak yang besar, air masuk kedalam kapal menghancurkan semua barang didalam kapal. Awak kapal terlunta-lunta didalam kabin kapal, akhirnya kapal pun bisa mengubah haluannya untuk menjauhi badai tersebut
"Kita berhasil!! Huahahahhahahahah" teriak kapten itu sambil memeluk Baltasar
"Bagaimana menurutmu kapten?" tanya Baltasar
"Kecepatan 12 not kita pertahankan sampai fajar, kita akan keluar dari badai ini" ujar kapten dengan kegirangan.
...*********...
Bagaimanakah kisah selanjutnya?
Next eps selanjutnya!