Alstroemeria Of Almeria

Alstroemeria Of Almeria
Demam



"Andres bangun.!! Hari ini kamu tidak masuk kampus. Ayo bangun!" Andres tidak merespon Baltasar


"Andres!!" panggil Baltasar sambil mendekati Andres, dia melihat Andres menggigil kedinginan, Baltasar pun memegang dahinya untuk mengecek kesehatannya "Andres kamu demam! Ini karena kamu kehujanan semalaman" ujar Baltasar dengan nada panik


"Aku tidak apa-apa, kamu pergi lah ke kampus" sahut Andres dengan menggigil


"Aku antar kamu kerumah sakit ya!?"


"Aku bilang aku tidak apa-apa! Aku hanya butuh istirahat saja." tegas Andres


"Aku tidak peduli, ayo bangun aku antar kamu kerumah sakit" ujar Baltasar memaksa sambil membangunkannya


"Baltasar pergilah!! Sudahlah kubilang aku tidak apa-apa." teriak Andres kesal, Baltasar pun terdiam melihat tingkah Andres yang seolah-olah menyembunyikan sesuatu darinya.


Melihat Baltasar terdiam tak berkutik, Andres merasa sangat bersalah karena telah membentaknya "Maafkan aku Baltasar, aku membentak tapi benar aku tidak apa-apa. Kamu pergilah pakek aja mobilku ke kampus. Aku baik-baik saja"


"Apa kamu yakin?" tanya Baltasar dengan suara pelan


"Iya"


"Baiklah, tapi biarkan aku siapkan teh hangat untukmu ya, kamu harus meminumnya!" ucap Baltasar


"Iya terima kasih!"


.............................


"Bukannya itu Baltasar!?" ujar mereka


"Iya itu dia! Jadi benar diberita itu bahwa dia sudah kembali"


"Ayo kita hampiri dia!"


"Baltasar!!" panggil mereka


"Iya" jawab Baltasar


"Ini beneran kamu!" tanya mereka yang tidak percaya sambil memegang Baltasar


"Iya aku Baltasar!" ucap Baltasar sambil tersenyum


"Kamu kelihatan kurus sekali, kamu kemana saja, semua heboh kalau kamu hilang" ucap mereka


"Aku hanya terjebak dalam kapal pukat saja, aku tertidur disana dan kapal itu membawaku ke samudera" jawab Baltasar memberikan penjelasan


"Benarkah!" Mereka terlihat tidak percaya dengan musibah yang dialami Baltasar


"Hmmmmm" ujar Baltasar mengangguk


Semua orang heboh dengan kembalinya Baltasar. Hari itu Baltasar jadi sorotan mahasiswa universitas of Valencia, dia pun diminta untuk menemui dosen secara pribadi. Saat jam istirahat pun tiba, terlihat di taman kampus Baltasar dan Alessandro sedang menikmati jajanan


"Baltasar! Dimana Andres?" tanya Alessandro


"Dia sakit" sahut Baltasar


"Sakit?" teriak Alessandro


"Iya badannya agak panas, sepertinya dia ada masalah, semalaman dia hanya berdiri di balkon kehujanan."


"Apa? Ada apa dengannya"


"Aku tidak tau dia tidak mau cerita, dan dia memasak ku untuk pergi ke kampus hari ini, padahal aku ingin membawanya kerumah sakit"


"Aku akan menjenguknya nanti malam. Oh ya bagaimana dengan rencana kita?" tanya Alessandro lagi


"Soal Marco?" tanya balik Baltasar


"Iya"


"Kita tunggu Andres sembuh dulu, kemudian baru kita beraksi. Kita harus mencuri rekaman CCTV itu." jelas Baltasar


............................


Dalam perjalanan pulang, Baltasar khawatir dengan keadaan Andres yang ditinggal sendirian di apartemen. Tak sengaja Baltasar menyenggol seseorang yang hendak menyeberang


"Aaaaaaaaa!!" teriak pria itu, Baltasar langsung mengerem mobilnya dan menghampiri pria itu. Semua orang datang menghampirinya


"Maafkan aku aku tidak sengaja!" ujar Baltasar dengan panik


"Iya aku tidak apa-apa!" sahut pria itu


"Biar aku antar kamu kerumah sakit!"


"Tidak usah, aku baik-baik saja" ucap pria itu


"Tetapi kakimu berdarah, biarkan dia mengantarmu kerumah sakit" ucap orang-orang yang ikut membantunya


"Iya, tolong bawa dia masuk ke mobil ya" ujar Baltasar meminta tolong pada orang-orang disana. Baltasar pun mengantarkan dia kerumah sakit terdekat. Disana dia langsung diobati oleh dokter


"Ini tidak terlalu parah hanya sedikit lecet saja." jelas dokter itu


"Iya sama-sama, aku permisi ya!" ujar sang dokter


"Bagaimana apa sudah meninggan?" tanya Baltasar pada pria itu


"Iya, ini sedikit lebih baik! Sepertinya kau sangat terburu-buru." tanya pria itu melihat cara Baltasar menyetir mobil tadi


"Temanku lagi sakit di apartemennya, jadi aku khawatir dan sedikit terburu-buru." jelas Baltasar memberitahu


"Kamu pergi saja jenguk temanmu itu, aku tidak apa-apa sekarang!" tegas pria itu


"Biar aku antar kamu pulang, dimana kau tinggal?" tanya Baltasar


"Tidak usah aku pergi naik bis saja."


"Benarkah, kau sudah tidak apa-apa" tanya Baltasar untuk memastikannya


"Iya"


"Baiklah aku pergi dulu ya." pamit Baltasar


......................


"Andres!" panggil Baltasar


"Iya"


"Bagaimana keadaanmu sekarang. Suhu tubuhmu makin panas, aku panggil kan dokter saja ya"


...........................


"Rebecca, kamu terlihat cantik sekali malam ini." Alessandro mulai memainkan gombalannya


"Benarkah?" tanya Rebecca tersipu malu


"Iya serius. Ayo kita pergi, nanti kita terlambat" ucap Alessandro, dan mereka segera memesan taksi untuk makan malam di restoran yang menyajikan makanan yang paling enak. Sesampainya disana "Tempat ini bagus sekali" ucap Rebecca terpesona dengan keindahan taman restoran itu


"Mari kita pesan makanannya! Tempat ini terlihat romantis kan" ujar Alessandro "Pelayan!!" panggil Alessandro


"Pesan apa tuan?" tanya pelayan restoran itu sambil memberikan menunya


Alessandro pun melihat-lihat daftar menu "Hmmmmm, aku apas clup dan jus jeruk"


"Aku el asador, minumannya samain aja" pesan Rebecca


"Baik ditunggu ya!"


"Terimakasih" ucap Rebecca


Alessandro pun langsung mencoba mengenal Rebecca lebih dekat lagi, mereka pun sedikit mengobrol tentang masalah pribadi "Rebecca, sebenarnya kamu berasal dari mana?"


"Aku asli dari Valencia"


"Kamu tidak kuliah?" tanya Alessandro penasaran


"Tidak, aku cuma lulusan SMA setelah itu aku berkerja dirumah sakit"


"Sebagai apa?"


"Seorang perawat, ya walaupun statusnya masih bawahan"


Tiba-tiba seorang pelayan wanita pun datang mengantarkan pesanan mereka "Ini pesanannya!" ujar wanita itu sambil meletakkan pesanannya diatas meja. Alessandro terlihat kaget saat melihat pelayan yang mengantarkan pesanannya itu ialah Laura. Begitu juga sebaliknya


"Te terimakasih kasih." ucap Alessandro gemetar, Alessandro langsung mengalihkan pandangannya ke Rebecca "Sayang ini makanannya sudah datang." ucap Alessandro


Rebecca pun bingung dengan sikap Alessandro yang gugup dan berubah secara tiba-tiba. "Sayang?" panggil Alessandro lagi pada Rebecca, Rebecca hanya tercengang dan terdiam melihat Alessandro "Iya!" jawab Rebecca


"Ini makanlah, apa mau aku suapin?" tanya Alessandro


Laura langsung bergegas pergi dari sana dan hatinya terasa sangat sesak melihat Alessandro bersama cewek itu dengan mesranya "Cewek itu pacarannya Alessandro? Kenapa aku jadi gak suka melihat mereka berdua ya, ada apa denganku?" ujar Laura dengan nada sedih dan penasaran terhadap dirinya sendiri


"Ada apa denganmu Alessandro?" tanya Rebecca penasaran


"Tidak ada, maaf ya aku tadi hanya mencoba sedikit menghafal dialog drama" jelas Alessandro mengelak


"Hah, maksudnya?" tanya Rebecca lagi dengan detail


"Lupakanlah. Ayo kita makan!"


...******...


...Preview...


Apapun ceritanya sahabatlah tempat pertama kita menceritakan masalah hidup


Selanjutnya!! ཚCurhat'