
"Tok tok tok tok tok permisi! Tok tok tok tok tok permisi!" Suara ketukan pintu dari luar
"Iya sebentar" ujar seorang bibi yang bekerja disana
"Apa ini benar rumahnya tuan Consuella" tanya seorang pria dengan seragam polisi
"Iya benar pak! Ada apa ya?" tanya bibi itu
"Apa tuan Consuella nya ada?" tanya balik pak polisi
"Ada. Mari masuk dulu pak!"
"Baik terimakasih" pak polisi langsung masuk kedalam dan menunggu diruang tamu.
................................
"Tuan tuan!" panggil bibi sambil mengetuk pintu kamar
"Iya ada apa bi?" tanya nyonya Consuella sambil membukan pintu kamarnya
"Diluar ada tamu nyonya!"
"Siapa?" tanya tuan Alonzo tiba-tiba menghampiri mereka
"Pak polisi, dia mencari tuan" ujar bibi, tuan Alonzo segera menghampiri tamunya itu
"Ouh baiklah, bibi tolong buatin dua cangkir kopi ya" ujar nyonya Consuella
"Baik nyonya"
.................................
"Tuan Alonzo" ujar polisi itu sambil berdiri
"Iyaa silahkan pak" ujar tuan Alonzo mempersilahkan duduk "Ada apa yang pak?" tanyanya penasaran
"Begini tuan, ada berita buruk yang datang dari Canary Islands"
"Berita apa ya?"
"Jadi begini tuan, dikediaman tuan Richard telah terjadi perampokan"
"Siapa dia?"
"Dia adalah orang terpandang disana pak"
"Terus apa hubungannya dengan saya?"
"Jadi begini tuan, pihak polisi masih mencari para perampok itu, saat pihak polisi Canary Islands memeriksa tempat kejadian, diruang kerjanya tuan Richard ditemukan sebuah liontin, ini dia tuan liontinnya"
"Permisi tuan, ini kopinya" ujar bibi menyajikan kopi dan bergegas pergi dari sana
"Ini liontin Emilia?!" ujar tuan Alonzo
"Oleh sebab itulah pak saya datang kemari"
"Tapi tidak mungkin jika Emilia melakukan perampokan itu, apa motifnya?" ujar tuan Alonzo tidak percaya
"Itu yang harus kita cari tau tuan, kuharap tuan bisa membantu kami dalam kasus ini?"
"Baiklah!"
"Kalau begitu saya pamit dulu tuan" ujar pak polisi itu dan segera pergi dari sana, tak lama kemudian nyonya Dilara datang menghampiri suaminya "Ada apa pa?" tanyanya
"Emilia, dia tersangka sebagai perampok dikediaman tuan Ricard di Canary Islands"
"Bagaimana bisa dia melakukan hal itu! Emilia tidak akan pernah bisa melakukan hal itu, ini pasti ada kesalahpahaman" ujar nyonya Dilara
"Tapi ma, mereka menemukan liontin ini dirumah tuan Richard" jawab tuan Alonzo sambil memperlihatkan liontin Emilia
"Coba papa cari tau ke rumahnya Sofia, mungkin dia tau sesuatu" ujar nyonya Dilara memberi saran
"Baiklah, papa pergi dulu" tuan Alonzo langsung bergegas pergi kekediaman nyonya Sofia
...............................
"Sofia sofia!" teriak tuan Alonzo dengan keras
"Tunggu tunggu tuan, Anda siapa?" tanya bibi Rosy
"Dimana Sofia?" tanya tuan Alonzo
"Nyonya Sofia belom pulang"
"Papa?" panggil Alessandro dengan heran, bibi Rosy kaget ternyata tuan itu ayahnya Alessandro, bibi Rosy pun segera pergi dari sana
"Alesso, dimana ibumu?" tanya ayahnya dengan lembut
"Mama belum pulang, kenapa?" tanya Alessandro balik
"Tidak ada apa-apa, aku akan menunggunya disini. Bagaimana keadaanmu?" tanya ayahnya dengan penuh perhatian
"Aku baik!" ujar Alessandro sambil tersenyum
..................................
(Hari pun sudah malam)
"Alesso,,!!" panggil ibunya yang baru pulang dari kantor "Alonzo. Ngapain kamu kesini?" tanya nyonya Sofia dengan heran
"Aku ingin bicara denganmu!" ujar tuan Alonzo
"Baiklah" nyonya Sofia pun langsung duduk disofa "Ya ada apa?" tanyanya
"Dimana Emilia?" tanya tuan Alonzo mengintrogasi
"Dia ke Canary Islands, melakukan penelitian pada bunga alstroemeria, tugas dari kampusnya" ujar nyonya Sofia memberitahu
"Kapan dia pulang?" tanya tuan Alonzo lagi
"Aku tidak tahu?"
"Hah, kau tidak tau! Apa kau tidak pernah menghubunginya, ibu macam apa kau?" tiba-tiba tuan Alonzo meninggikan suaranya
"Jaga mulutmu Alonzo, aku selalu menghubunginya, tapi handphonenya tidak aktif, dan dia tidak memberi kabar kepadaku, sekarang ku tanya apa kau pernah menghubunginya?" ujar nyonya Sofia dengan tegas "Tidak kan! Terus kenapa kau datang kemari dan mencari-carinya?" tanya nyonya Sofia dengan kesal
"Tenanglah Sofia, aku minta maaf" ucap tuan Alonzo dengan santai menenangkan emosi Sofia
"Kau tahu, Emilia sekarang tertuduh sebagai seorang perampok" tuan Alonzo memberi tahu
"Maksudmu apa?" nyonya Sofia terlihat kaget
"Tadi siang, pak polisi datang ke rumahku, dia mengatakan bahwa dikediaman tuan Ricard terjadi perampokan, tuan itu orang terpandang di Canary Islands, dan Emilia tersangka sebagai orang yang melakukan perampokan itu"
"Gilaa! Bagaimana bisa mereka menuduhnya sembarangan" ujar nyonya Sofia dengan kesal
"Ini liat!" tuan Alonzo memperlihatkan sebuah liontin
"Liontin? Ini punya Emilia!" ujar nyonya Sofia sambil mengambilnya
"Iyaa, mereka menemukan ini diruang kerja tuan Richard"
"Apa? Itu tidak mungkin, aku tidak percaya semua ini"
"Kita harus menunggu Emilia sampai dia pulang, kita akan segera tau jawabannya!"
"Emilia!! Dia tidak mungkin melakukan semua itu" ujar Alessandro menguping pembicaraan ayah dan ibunya dibalik pintu
................................
Keesokan harinya pada jam istirahat kantor terlihat nyonya Sofia dan nyonya Irene sedang mengobrol membahas tentang masalah Emilia putrinya
"Benarkah?" tanya nyonya Irene penuh heran
"Iya, tapi aku tidak percaya sama sekali, aku harus segera pergi ke Canary Islands" ujar nyonya Sofia
"Tapi bagaimana dengan pekerjaanmu?" tanya Irene
"Aku akan ambil cuti, aku akan berangkat dalam empat hari ke depan"
"Kamu mau pergi sendirian?"
"Iyaa"
...............................
Dipihak lain duk.. duk.. duk.. Suara dentuman bola basket yang sedang didribble terdengar begitu halus. Ya banyak yang bilang saat Andres sedang memainkan bola besar yang sering disebut bola basket ini cukup mengagumkan. Skillnya yang sudah cukup mahir mampu menyihir banyak mata saat dia memainkan bola ini. Hari ini Andres berlatih bermain basket di gedung olahraga kampus. Hampir satu jam mereka berlatih, kemudian mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak, tak lama kemudian tiba-tiba Peter datang kesana.
"Tumben dia kesini, biasanya dia ke perpustakaan" ujar Gabrio pada temannya
Peter tidak mengrespon orang-orang disana, dia langsung menghampiri Andres yang sedang beristirahat sambil meminum sebotol air putih, Peter datang dan menepis air minumnya.
Andres sangat kaget dengan sikap Peter tiba-tiba "Kenapa kau ini?"
"Bangun kau!!" teriak Peter sambil menarik baju Andres dan menghajarnya disana "Beraninya kau mempermalukan ku dengan mencoret coret tembok kampus dengan namaku" ucap Peter sambil menghajar Andres
"Apa yang dia lakukan? Cepat bantu-bantu!" ujar teman tim basketnya Andres
Andres menghajar balik Peter "Aku tidak melakukan semua itu" jawabnya
Tim basketballnya Andres ikut menyerang Peter disana, mereka mengkroyok Peter sampai babak belur, tak lama kemudian pak Josea datang, dia adalah penjaga gedung olahraga itu, pak Josea berusahalah menghentikan mereka.
"Apa yang kalian lakukan?" tanya pak Josea
"Dia pak yang tiba-tiba datang dan menghajar Andres duluan!" ucap salah satu temannya Andres
"Dia telah membuat aku malu pak, dia mencoret dinding kampus dengan namaku" ujar Peter memberitahu
"Kalian jelaskan masalah kalian sama dosen akademik" ucap pak Josea
Pak Josea melaporkan masalah mereka ke akademik sehingga mereka semua pun di panggil ke akademik.
"Apa yang terjadi?" tanya pak dosen pada Andres, bapak dosen itu sudah muak dengan semua kekacauan yang Andres buat tiap harinya
"Dia datang terus tiba-tiba menyerang Andres pak" ujar Gabrio sambil menunjuk jarinya ke Peter
"Apa masalahmu?" tanya pak dosen itu kepada Peter
"Dia telah mempermalukan ku pak dengan mencoret tembok kampus dengan namaku" ujar Peter membela diri
"Bukankah dinding itu sudah diperbaiki?" tanya pak dosen itu penasaran
"Iya aku tahu pak, tapi namaku tidak diperbaikinya, aku terus di ejek sama orang orang disekitarku, mereka mengatakan kalau aku adalah perebutan pacar orang" ucap Peter kesal
"Emang benar kan?" tanya Andres mengejek dengan suara pelan
Peter langsung bangun dan mau menghajar Andres lagi disana tapi ditahan sama teman-temannya Andres
"Cukup!!!!" teriak pak dosen dengan suara keras "Kalian dididik untuk menjadi orang terpelajar disini, dan sekarang kalian tawuran seperti orang yang tidak terpelajar" ujar pak dosen dengan kesal "Siapa namamu?" tanya pak dosen tersebut
"Saya Peter pak" ujar Peter sambil menunduk
"Nama belakangmu?" tanya bapak dosen itu lagi
"Peter Crouch!"
"Kau discore selama seminggu untuk hukumanmu!" ujar bapak dosen
"Tapi pak!?" bantah Peter
"Itu hukumanmu sekarang keluar!" ujar pak dosen, dengan kecewa Peter segera pergi dari sana
"Dan kalian, bukankah tim basketball kalian menyandang nama University, saya sangat kecewa dengan kalian, ini tidak bisa dibiarkan, kalian dicabut sebagai tim basketball terbaik University"
"Tapi pak, tapi pak!?" bantah mereka
"Itu sudah keputusan saya, kalian bisa keluar!!"
"Ini semua ulah Andres sama Peter, kenapa tim basketball kita yang kenak hukumannya" ujar Mateo salah satu teman tim basketnya Andres
"Iya itu benar pak?" jawab mereka membernarkan omongan Mateo
Andes sangat kaget mendengar teman-temannya menyalahkannya atas kejadian ini, dia hanya bisa terdiam disana
"Sekarang kalian semua boleh keluar!" teriak pak dosen itu dengan kesal
...**********...
Bagaimanakah kisah selanjutnya?
Next eps selanjutnya!!