Alstroemeria Of Almeria

Alstroemeria Of Almeria
Rencana pelarian Part 2



Malam larut dalam heningnya. Mata Teo masih menyala, menerawang layar laptop yang sibuk bekerja mengubah identitas mereka dengan raut wajah yang serius.


"Mach! Tolong buatkan secangkir kopi"


"Segera tuan Teo" ucap Mach


"Ini dia! Pemalsuan identitas, oke kita masukan nama Don Walsky, loading" ujar Teo sambil menunggu hasil, "yeah..yuhuuuuuuu DONE!" teriak Teo kegirangan.


"Ini kopimu, apa pekerjaanmu sudah selesai?" tanya Mach


"Hmmm" Teo tersenyum sambil mengangkat alisnya.


..................................


Enam hari telah berlalu, ditoko Mach mereka membahas perkembangan kerja mereka masing-masing


"Nih baju untukmu Teo, ini untuk Jasper dan ini untukku, coba kalian lihat, apa aku terlihat anggun?" tanya Emilia mencoba tersenyum cantik


"Wah,wah wah! Kau tampak mengagumkan" ujar Mach memuji Emilia


"Aku tau itu!" ucap Emilia "Gimana perkembangan kerja kalian?" tanya Emilia mencaritahu


"Aku sudah selesai dengan pekerjaanku, sesuai dengan perintahmu" ujar Teo dengan bangga


"Mana? Sepertinya aku tidak terlalu yakin dengan kerjamu itu" Emilia terlihat meremehkan pekerjaan Teo


"Hmm nih, ID cardnya" ujar Teo sambil memberikan ID card


"Kamu Don Walsky dan aku Emma Walsky" ujar Emilia sambil membaca nama di ID card "Maksudnya apa?" teriak Emilia membuat mereka kaget


"Ya ku pikir kita akan menyamar sebagai suami istri dan Jasper dengan nama Jarvis sebagai pelayan kita" ujar Teo gemetar


"Huaaaaahahahah....huahahaha" Mach tertawa terbahak-bahak mendengar ide konyol Teo


"Bagaimana dengan kerjaanmu?" tanya Emilia pada Mach, Mach terus saja tertawa tidak bisa berhenti memikirkan kekonyolan Teo


"Hello?" panggil Emilia lagi dengan kesal


"Huaa, sorry-sorry!" Mach mengatur nafasnya "Aku telah memodif Air filter yang berfungsi memaksimalkan suplai udara, disini aku menggunakan Air filter tipe K&N Typhoon. Hanya butuh tiga komponen lagi untuk memaksimalkannya Downpipe, Exhaust Set dan Digital Tuning." Mach menjelaskan perkembangan kerjanya


"Apa itu akan memakan waktu yang lama?" tanya Emilia dengan serius


"Tidak! Kita sudah punya modal yang cukup, aku akan merancangnya sendiri." ucap Mach dengan santai


"Oke, sekarang mari kita tidur" ujar Emilia.


..................................


(Di kediaman tuan Richard)


"Kita harus mencarinya sendiri, tangkap anak yang bernama Jasper itu dan bawa dia ke hadapanku" perintah nyonya Richard


"Polisi sedang memata-matai dia nyonya, dia masih ditetapkan sebagai tersangka" ucap pelayannya memberitahu


"Aku menggajimu untuk pendapatmu atau kepatuhanmu?" nyonya Richard mempertahankan pekerjaannya


"Tentu saja untuk kepatuhanku. Nyonya" jawab pelayanan itu menundukkan kepalanya


"Kalau begitu lakukan!" teriak nyonya Richard


................................


Keesokan harinya ditoko Mach


"Hitungan mundur menuju pesta kematian, bagaimana mobilnya" ujar Emilia sambil membaca strategi mereka di sebuah mading


"Ayo ikut denganku, biar ku tunjukan hasil kerjaku" ajak Mach


Mereka langsung pergi ke gudang tempat Mach memodifikasi mobilnya.


"Disini begitu gelap, bagaimana aku bisa melihatnya" ujar Teo


"Apa kalian sudah siap?" tanya Mach sambil menghidupkan lampunya


Emilia begitu terpukau melihat mobil itu "Amazing!!" ujar Emilia


"Sangat memukau bukan, aku menamainya 𝕯𝖆𝖗𝖐𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙" ujar Mach memberitahu


"𝕯𝖆𝖗𝖐𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙!"


Selesai dari sana mereka kembali keruang tengah untuk membahas tentang strategi rencana mereka.


"Ini pekerjaan terbesar kita" ujar Mach "Oi Teo! perhatikan" Emilia memanggil


"Kita perlu mencari tahu pengaturan keamanan mereka, letak kamera, penempatan penjaga dan retetan jadwalnya, kita perlu mengetahui setiap detail dan setiap titik. Sekalian mengecek keberadaan Jasper disana." ujar Emilia memberi penjelasan


"Haruskah kita memastikan lagi keberadaan Jasper?" tanya Mach


"Tentu saja, kemungkinan besar polisi tidak akan menahannya karna tidak memiliki cukup bukti dan Jasper pasti berada di tempat persembunyiannya. Kecuali jika dia mengakui semuanya" ujar Teo sambil melihat gambaran struktur strategi yang dibuat Emilia


"Ya tumben jawabanmu tepat, kurasa semalam tidurmu begitu nyenyak sehingga otakmu bekerja" Emilia memuji Teo


"Terimakasih pujiannya" ucap Teo berterimakasih padanya


"You're welcome. Darling"


"Terus apa rencana selanjutnya" tanya Mach untuk melanjutkan


"Jika Jasper tidak ditahan, bukan berarti pihak polisi tidak mengawasi bukan?" tanya Teo memberitahu


"Tentu saja! Maka dari itu, kamu harus merampok sebuah bank di Calle Islas Canarias, aku akan melaporkan kejadian perampokan itu kepada pihak polisi, setelah perhatian para polisi itu kacau, maka kita akan membawa Jasper kabur dari sana, setelah itu kita akan menjemputmu Teo, usahakan jangan sampai tertangkap sama polisi" ujar Emilia


"Wow! Rencana yang keren. Bagaimana kalau kita memberikan sebuah nama untuk ide gila ini" ujar Mach


"Saran yang bagus, apa idemu?" tanya Emilia dengan senyum


"Bagaimana dengan Aqiu Plan" Mach memberi idenya


"Good job! Tetapi sedikit kurang, aku tambah sedikit menjadi The Great Aqiu Plan" ujar Emilia sambil tersenyum


..................................


14 November 1993


Malam gelap penuh kalut, kini telah hilang berganti pagi disambut sang mentari, rambutnya yang dikuncir dengan topi bundar yang dihiasi semekar bunga mawar merah, bibirnya yang merah seperti belahan buah delima segar. Dengan gaun Maxi dress merah tuanya, Emilia terlihat begitu anggun.


"Apakah aku terlihat seperti princess?" tanya Emilia


"Terlihat seperti nyonya muda!" ujar Mach sambil menyiapkan sarapan


"Yaa, Nyonya Walsky" ucap Teo terpesona


"Baiklah! Aku akan segera pergi kekantor polisi"


"Sekarang! Mau aku temani?" tanya Teo menawarkan diri


"Thanks you Teo, kali ini aku tidak butuh bantuanmu." ujar Emilia sambil mengambil roti dan mencicipi secangkir tehnya l


"Baiklah, semoga berhasil" ujar Teo


Emilia langsung pergi menggunakan taksi menuju ke kota Calle Islas Canarias


...................................


(Dikantor polisi)


"Permisi pak, saya ingin melaporkan my Fluffy is gone!" ujar Emilia dengan sedih


"Maaf nyonya! Siapa maksud anda?" tanya pak inspektur kebingungan


"Of course my dog. Fluffy!" teriak Emilia sambil menangis


"Kapan dia hilang Nyonya?" tanya pak inspektur membuat laporan


"Three days ago, I can't live without it!" Emilia terlihat begitu sedih


"Baik nyonya! Laporan anda akan segera kami proses. Bersabarlah" ujar pak inspektur prihatin dengan Emilia


"Ouh thank you very much! Apa aku bisa menumpang ke toilet?" tanya Emilia


"Tentu saja! Litzy, Litzy tolong antar nyonya ini ke_" panggil pak inspektur


Emila langsung memotong pembicaraan "Tidak perlu pak, aku akan pergi sendiri dimana toiletnya?"


"Baiklah! Dari sini nyonya, belok ke kiri kemudian lurus terus nyonya"


"Thanks you" ujar Emilia


Emelia langsung pergi dari sana dan dia menjelajahi setiap sudut ruangan, melihat sistem keamanan, letak kamera dan letak penjaga. Kemudian segera bergegas pergi masuk ke ruang tahanan.


"Where are you Jasper?" tanya Emilia pada dirinya sendiri


"Nyonya" sapa salah satu polisi disana


"Ups" Emilia terlihat kaget


"Anda mau kemana?" tanya polisi itu


"Saya tersesat, dari tadi saya mencari toiletnya" ujar Emilia


"Itu jalan yang salah nyonya, mari ku bantu!" ujar polisi itu menawarkan bantuan


"Terimakasih sebelumnya" ucap Emilia


Selesai dari sana Emilia segera bergegas pulang, dalam perjalanan dia melihat seseorang sedang berantem didepan toko, dia cuek saja dan melanjutkan perjalanannya. Akhirnya sampailah dia ditokonya Mach.


"Hmmmm hari yang melelahkan" ujar Emilia terlihat kelelahan


"Gung gung gung" Wink bergonggong kepo dengan keberadaan Jasper


"Gimana, apa kau bertemu dengan Jasper?" tanya Teo


"Tidak Wink, aku tidak melihatnya disana, berarti dia ada ditempat persembunyiannya" Emilia memprediksi kemungkinan keduanya


"Berarti ini berita bagus" ucap Teo


"Yaa aku mau istirahat sebentar, nanti malam kita akan beraksi lagi" ujar Emilia bergegas pergi tidur.


...***********...


Bagaimanakah kisah selanjutnya?


Next eps selanjutnya