
Marco Poiler! Begitulah orang-orang memanggilnya. Dia adalah salah satu sahabatku yang terbaik, yang selalu ada saat semua orang tidak ada, yang selalu mendengar saat semua orang menutup telinga dan orang yang selalu memberi dukungan saat semua orang menentang. Entah kenapa akhir-akhir ini dia sering menyendiri dari kami, sering melamun, seolah-olah ada sesuatu yang disembunyikannya dari kami. Aku, Fernando dan Dary mencoba untuk menghiburnya dengan pergi berlibur. Dan inilah kisah kami!
"Apa kalian sudah siap?" tanya Bonito untuk memastikan semua perlengkapan yang diperlukan sudah disediakan
"Kenapa kau banyak sekali membawa barang?" tanya Fernando yang keheranan melihat barang-barang bawaan Bonito
"Kita akan lama disana untuk menikmati malam karnaval" jawab Bonito memberitahu
"Marco, ayolah jangan cemberut selalu, kita akan bersenang-senang, biasanya kau sangat antusias kalau ada pesta, festival, ataupun karnaval" ucap Fernando sambil merangkul pundak temannya itu
Marco pun mencoba sedikit tersenyum didepan teman-temannya
"Baiklah bro, ayo kita berangkat. Coba lihat, tidak ada yang ketinggalan kan?" tanya Dary untuk memastikan
"Semua aman!" jawab Fernando dengan penuh semangat
"Baiklah!" sahut Bonito yang segera masuk kedalam mobilnya
Mereka pun segera pergi menuju ke Andalusia. Di selatan Spanyol, di antara Samudra Atlantik di barat dan Mediterania di timur, terdapat salah satu kota paling cantik di Spanyol, Kota Andalusia, atau Pueblo Blancos.
Kota cantik ini menyajikan sebuah pemandangan nyaris sempurna. Bangunan bercat putih, atap ubin merah-coklat, jalan-jalan sempit dan jalan bebatuan di atas tebing, sungai dan ngarai dengan latar belakang perbukitan.
Untuk sampai ke Andalusia mereka harus menempuh perjalanan yang panjang dalam perjalanan mereka melewati banyak pepohonan, mereka menikmati perjalanan sambil bernyanyi bersama-sama, Marco hanya tersenyum saja melihat tingkah konyol temannya itu yang menari-nari ala-ala Koboy Amerika. Tiba-tiba kesenangan itu terhenti saat mereka menabrak sesuatu,
"Apa itu?" teriak Dary dengan kaget
"Entahlah, biar aku cek" jawab Fernando
Saat Fernando turun dan pergi untuk mengeceknya ternyata mereka telah menabrak seekor anak anjing sehingga membuat tulang kakinya retak.
"Ada apa?" tanya Bonito
"Kita menabrak anak anjing." sahut Fernando
"Hah" mereka pun segera keluar dari mobil untuk melihat keadaan anak anjing itu
"Hemmm, cuman anak anjing, singkirkan dia! Ayo kita lanjutkan perjalanan" ujar Bonito dengan santai
"Tapi bagaimana dengan dia?" tanya Dary mengkhawatirkan keadaan anak anjing itu
"Biarkan saja dia!" jawab Bonito dengan cuek
"Setidaknya kita bawa dia ke dokter hewan, kasian dia terluka." ucap Dary memberi saran
Melihat perdebatan Bonito dan Dary tak ada ujungnya, Fernando pun menyetujui usulan Dary "Sudahlah Bon, jangan berdebat lagi! Kita bawa saja dulu anak anjing ini ke dokter hewan."
Karena Bonito tidak mau berdebat lagi, dia pun setuju dengan idea mereka "Yayaya baiklah!"
Dary pun mengendong anak anjing itu dan membawanya masuk kedalam mobil. Mereka pun segera bergegas pergi dari sana.
"Apa kakinya patah?" tanya Bonito
"Sepertinya begitu, lihat matanya! Dia begitu kesakitan." ucap Dary dengan kasihan.
"Terus setelah kita bawa dia ke dokter hewan, kita tinggalkan saja dia disana atau bagaimana?" tanya Bonito lagi
"Menurutku, kita kasih saja ke penampungan hewan, pasti dia akan dirawat dengan baik." ujar Fernando memberi saran
"Ide yang bagus" jawab Bonito lagi
Anjing itu menatap wajah Marco dengan memelas, matanya berkaca-kaca menahan sakit, seolah-olah tersirat kesedihan yang begitu dalam didalam dirinya.
"Kenapa dia menatapku?" tanya Marco penasaran
"Mungkin saja dia menyukaimu!!" sahut Dary sambil tersenyum
"Hmmmmm"
............................
Tak lama kemudian mereka tiba disebuah kota kecil bernama Murcia Untuk beristirahat sejenak sambil mengecek bahan bakar.
"Gruuuukk grukkkkk" perut Bonito pun berbunyi "Apa kita makan dulu?" tanya Bonito yang mulai lapar
"Aku juga sudah lapar, kita cari restoran disekitar sini saja"
Sesampainya didepan restoran, Dary pun menyuruh mereka untuk makan terlebih dahulu "Nanti aku nyusul yaa, aku pergi sebentar ke dokter hewan." ujar Dary
"Ni kunci mobilnya." sahut Bonito sambil memberikan kunci mobilnya
"Tidak usah aku naik taksi saja." ucap Dary
"Pakek mobilku saja, sekalian kau isikan bahan bakar nya." jawab Bonito
"Baiklah!"
Mereka pun segera masuk ke restoran disana untuk makan siang "Kalian mau pesan apa? biar aku yang traktir kali ini." cakap Fernando
"Benarkah!!" Bonito terlihat bersemangat
"Iya, serius!" tegas Fernando
"Wah wah wah,,, asyikk ni!! Marco, jangan diam saja. Pesan apa saja yang kau mau, pesan lebih untuk dibungkus" ucap Bonito
"Yahhhhh... Pelayan!!" panggil Bonito
"Iya tuan, mau pesan apa? silahkan di lihat menu kami ini " ujar pelayan itu sambil memberikan menunya
"Sini berikan, kamu boleh pergi, nanti kami panggil lagi." ucap Bonito pada pelayan itu "Lihat disini ada menu apa saja. Ada Albondigas, Churros, Empanada, Patatas Bravas hmmmmm. Marco, Empanada makanan kesukaanmu, apa kau mau ku pesankan?" tanya Bonito dengan kegirangan
"Boleh! jangan lupa?" tanya Marco balik
"Dengan saus Tomate frito" sahut Bonito
"Hahahhahha" mereka pun tertawa bersama-sama "Masih ingat saja kau dengan makanan kesukaanku" ucap Marco
"Tentu saja aku mengingatnya"
"Kalian tau dari mana asal muasal Empanada?" tanya Fernando
"Entah, mungkin dari chef-nya" jawab Bonito asal-asal
"Mwuhahahaaaa, Empanada dari kota Galisia, makanan ini mulai muncul ketika terjadinya invasi yang dilakukan oleh bangsa Moor di banyak wilayah Spanyol" ujar Fernando
"Karangan yang terdengar ilmiah sih!" Bonito terlihat menyindir
"Ini bukan karangan"
"Tumben kamu tau soal begituan" ucap Marco
"Nenek aku yang kasih tau, setiap makanan yang dimasak selalu diceritakannya asal muasalnya." sahut Fernando menjelaskan
"Cukup soal sejarahnya, kapan kita mulai makan?" ujar Bonito
...........................
"Gimana keadaannya dok?" tanya Dary dengan cemas
"Tidak terlalu parah, hanya sedikit retak pada tulang kakinya bukan patah." jelas dokter
"Syukurlah kalau begitu!!" Dary merasa sangat lega mendengar penjelasan dokter tersebut
"Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya dokter
"Kami tak sengaja menabraknya dalam perjalanan."
"Hmmmm... Baiklah ini sudah selesai, dia butuh istirahat beberapa Minggu agar tulangnya bisa utuh kembali."
"Dok!" panggil Dary
"Ya"
"Bisa saya tinggalkan dia disini untuk beberapa hari, karena saya sedang pergi berlibur bersama teman saya ke Andalusia, jadi saat kami pulang dari sana, saya akan mengambilnya lagi" ujar Dary
"Baiklah, aku akan merawat." Dokter itupun dengan senang hati akan merawat anjing itu
"Terimakasih dok"
........................
Di restoran, mereka sudah lama sekali menunggu Dary yang tak kunjung datang
"Lama sekali Dary, kemana saja dia" tanya Fernando
"Apa kita makan terus!" ujar Bonito
"Nanti dulu, kita tunggu dia dulu" sahut dari Marco
Tak lama kemudian Dary pun datang menghampiri mereka
"Itu dia" tunjuk Bonito
"Kami memesan Albondigas untukmu, tidak masalah kan?" tanya Fernando
"Tidak!"
"Kemana saja kau begitu lama perginya?" tanya Bonito penasaran
"Ya! Ke tempat pengisian bahan bakar, ke dokter hewan selesai dari sana langsung ke supermarket untuk belanja beberapa cemilan, agar kita bisa ngemil-ngemil makanan didalam perjalanan nanti." jelas Dary
"Hmmm ide yang bagus, lalu dimana anjing itu" tanya Bonito
"Aku titipkan pada dokter hewan disana, saat kita kembali dari Andalusia nanti aku akan mengambilnya"
"Kau mau merawatnya?" tanya Fernando
"Entahlah, aku belum memikirkannya" ucap Dary
...*******...
...Preview ...
Kemanapun kau pergi kau tidak akan menemukan kehangatan seperti keluargamu.
Selanjutnya!! ཆKehangatan keluarga'