
"Dimana aku?" ujar nyonya Sofia kebingungan sambil menatap ke semua sudut ruangan.
"Anda dirumah sakit Quirónsalud Valencia nyonya" ujar suster yang ada disana
"Apa yang terjadi padaku?" tanya nyonya Sofia
"Anda pingsan dikantor saat anda sedang lembur semalaman, nyonya Irene yang membawa anda kesini" suster memberitahu
"Oh Irene"
"Mam apa kamu sudah bangun" tiba-tiba Alessandro datang dengan kursi rodanya "bagaimana keadaan ibu saya sus" tanya Alessandro cemas
"Dia baik, hanya tenaganya terlalu diposir, dan untuk beberapa hari ini dia harus banyak istirahat" ujar suster cantik dengan ramah
"Hmmmm..dengar sendiri kan mam cakap suster" ucap Alessandro memberi perhatian pada ibunya
Tak lama kemudian nyonya Irene datang untuk menjenguknya "Bagaimana keadaanmu Sofia?"
"Semuanya baik" ucap nyonya Sofia
"Ini aku bawakan kau buah segar"
"Kamu repot-repot saja" ucap nyonya Sofia, terlihat Irene tersenyum tipis.
"Apa kamu tidak masuk kampus hari ini?" tanya ibunya kepada Alessandro
"aku libur aja hari ini!" jawab Alessandro
"Pergilah Alesso, aku akan menjaga ibumu disini" ucap nyonya Irene
"Iya aku baik-baik saja" ibunya mempertegasnya
"Apa ibu yakin?" tanya Alessandro untuk memastikan
"Iyaaa sayang"
"Baiklah, aku tidak bisa menolaknya." Alessandro segera bergegas ke kampus.
"Kau terlalu banyak berkerja akhir-akhir ini, lihat dirimu sekarang kau keliatan sangat kurus" ucap Irene memberitahu
"Nyonya Sofia, ini obat Anda yang harus ditebus" ucap suster memberikan resep
"Biar saya saja sus yang pergi" ujar nyonya Irene menawarkan diri
"Kapan saya bisa pulang sus" tanya nyonya sofia
"Jika keadaanmu sudah membaik, sore nanti anda sudah bisa pulang" jawab suster
..........................
Dipihak lain Peter dan Barend sedang beristirahat dan menikmati secangkir wine untuk merayakan sedikit dari hasil kerja keras mereka yang sudah selesai.
"Gimana, apa semua sudah siap" ucap Peter setelah beberapa hari mempersiapkan materi presentasinya
"Aman! Kuyakin seminar kita akan sukses, bersulang untuk tim" kata Barend dengan santai
"Untuk tim"
..............................
12 November
Itu adalah tanggal hari ini sekaligus tanggal acara seminar small animal anaesthesia. Dengan kata lain acara hancurnya kepercayaan dirinya, Peter.
Dan, disinilah Andres bersama Alessandro dalam perjalanan menuju ruang Aula kampus tempat seminar pria itu dilangsungkan.
"Alesso, kamu yakin kita akan berhasil?" Andres gugup setengah mati.
"Apa kau ikhlas melepaskan Anna?" tanya balik Alessandro dengan santai
Membayangkan itu saja sudah membuat Andres ingin terjun dari tebing. Berharap tiba-tiba dia amnesia dan tidak mengingat apapun tentang Anna
"Tapi bisa gak sih amnesia cuma untuk kenangan bersama Anna aja?"
"Ngomong apa sih, dasar tukang ngaco" ujar Alessandro mengejek
"Hmm, kita pulang saja yok, aku muak melihat wajah pria itu" ajak Andres
"Percuma saja kita capek-capek udah buatin presentasi palsu, dan sekarang kau ingin pulang, disinilah letaknya bego sesosok Andres" ujar Alessandro dengan geram
"Ku perhatikan, beberapa hari ini kamu sangat hobi ya mengejekku" ujar Alessandro dengan nada sinis
"Makanya jangan buat hobiku itu menjadi darah daging" ujar Alessandro dengan kesal "flashnya kamu bawa kan?"
"Nih" sambil menunjukan flash kepada Alessandro
"Bagus! Kamu masih ingat kan apa yang harus dilakukan?" tanya Alessandro memastikan
"Tentu saja" Andres terlihat sangat gugup
Mereka masuk kedalam ruang aula disana, sudah banyak peserta yang menghadiri acara seminar itu.
"Fokus saja dengan tugasnya" ucap Alessandro tegas
Terlihat Peter dan Barend sedang melakukan persiapan untuk kelancaran seminar mereka.
"Saya ucapkan terimakasih kepada semua mahasiswa yang telah hadir disini. Saya sangat senang hari ini mendapatkan kesempatan untuk hadir di hadapan Anda sekalian. Dalam waktu tiga puluh menit ke depan, saya akan menjelaskan kepada Anda semua tantang teknik-teknik dasar dalam small animal anaesthesia yang akan membantu Anda sekalian dalam melakukan anaesthesia secara tepat." ujar Peter penuh semangat
"Andres dengar aku!" Alessandro memanggil Andres dengan berbisik "Saat waktu lampu di aula ini padam, kamu segera pergi ketempat monitor dan cepat mengganti file dokumen presentasinya"
"Apa kau gila? semua orang akan melihatku lagi pula siapa yang akan mematikan lampunya" ujar Andres membantah
"Fokus saja sama tugasmu, yang lain serahkan padaku" ucap Alessandro dengan penuh keyakinan
"Kamu yakin kan?" tanya Andres dengan gugup
"Iyaa" ucap Alessandro
Terlihat dengan semangat dan penuh percaya diri Peter menjelaskan sedikit tentang materi yang akan mereka sajikan.
"Pada dasarnya anaesthesia dapat dilakukan secara fisik, dengan pemakaian zat farmakologis yang non-inhalan, secara anestesi perinhalasi, dengan pemberian gas yang non-anestetik, zat-zat transkuiliser, zat-zat bentuk kurare, striknin dan nikotin sulfat." ujar Peter terlihat menawan.
Anna sangat terpukau melihat kekasihnya disana, pandangannya tidak pernah terlepas darinya. Anna bangga melihat Peter. Ditengah tengah pembicaraan tiba tiba lampu aulanya mati.
"Kenapa lampunya tiba-tiba mati" ujar para mahasiswa panik
"Sebentar ya teman-teman, ada sedikit kesalahan teknis" ucap Barend menenangkan para peserta
"Sekarang waktunya! Cepat ganti filenya" ujar Alessandro
"Oke" Andres langsung bergegas pergi ke tempat monitor.
Alessandro mencobanya menjatuhkan diri dari kursi rodanya untuk mengalihkan perhatian semua orang dalam aula itu. "Augrrg..! Pleaseee help me"
"Hah kenapa dia, cepat bantu-bantu" ujar para mahasiswa membantu Alessandro.
Disisi lain Andres bergegas menghapus file milik Peter dan menukarnya dengan file yang lain. "Ayolah cepattt!" Ujar Andres menunggu laptop dalam proses loading. Setelah menunggu sekitar dua menit "DONE" tulisan dimonitor keluar, "Oke semua siap" ucap Andres segera bergegas pergi dari sana. Tak lama kemudian lampunya menyala kembali
"Apa kau tidak apa-apa?" tanya salah satu pria yang membantu Alessandro.
"Aku baik-baik saja, terimakasih" ujar Alessandro berterimakasih padanya.
"Gimana apa semuanya beres" tanya Alessandro penasaran sambil berbisik
"Aman! seperti yang kita inginkan" jawab Andres panik sambil mengatur pola bernafasnya.
"Baik.. peserta semua mohon maaf tadi ada sedikit kesalahan, kita akan melanjutkan lagi materi kita, disini kami akan membahas tentang prinsip dasar dan jenis jenis teknik anaesthesia, prinsip-prinsip dasar dan teknik anaesthesia lokal dan anaesthesia hewan pada kasus gangguan organ dan sistem" ujar Barend, kemudian dia melihat ke layar proyektor
"Peter kenapa materinya berubah?" tanya Barend dengan sangat heran
"Apanya?" tanya Peter bingung
"Coba kamu baca, kamu yakin itu file presentasi yang kita buat" tanya Barend untuk memastikan
Peter sangat kaget melihat semua isi presentasinya berubah "Kenapa jadi begini, semuanya berubah!" ujar Peter panik
"Jadi gimnaa?"
"Mmm.!! Kita lanjutkan saja presentasinya" ujar Peter dengan pasrah
"Yang benar saja kau?"
"Mulai terus!" ucap Peter dengan tegas
"Sebelum itu kita akan membahas sedikit tentang pengertian anaesthesia apa sih anaesthesia itu anaesthesia adalah suatu tindakan menghilangkan rasa sakit ketika melakukan pembedahan dan berbagai prosedur lainnya yang menimbulkan rasa sakit pada tubuh. Istilah anestesi digunakan pertama kali oleh Oliver Wendel Holmes Sr pada tahun 1846" ujar Barend menjelaskan
Setelah mereka melakukan presentasi semaksimal mungkin saatnya masuk ke sesi menjawab pertanyaan.
"Baik mungkin ada penjelasan yang belum dipahami, silahkan bertanya" ucap Peter sambil tersenyum
"Saya ingin bertanya, apakah ada efek anaesthesia terhadap jaringan, terutama zat-zat farmakologis yang bersifat non-inhalan"
"Saya juga ingin bertanya, bisakah kita melakukan anaesthesia pada hewan dengan menggunakan zat-zat transkuiliser"
"Saya juga ingin bertanya"
"Saya juga"
"Saya ingin bertanya"
Semua orang terlihat sangat aktif dalam bertanya, tapi sayangnya Peter dan Barend terlihat gugup untuk menjawab pertanyaan yang mereka juga sedikit kurang mengerti, karena ini bukan materi yang mereka kuasai. Dan disana mereka mencoba menjawab sebisa mereka saja, terlihat semua mahasiswa tidak begitu puas dengan jawaban dari Peter dan Barend, sehingga dosen turun tangan untuk membantu mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan mahasiswa yang lain. Hal ini membuat kepercayaan dosen kepada Peter menurun dan semua mahasiswa yang hadir disana sangat kecewa dengan penjelasan Peter dan mereka mulai mengejeknya.
"Wow, kau lihat wajahnya!" ucap Andres kegirangan.
"Nikmati saja pertunjukannya" ujar Alessandro sambil tersenyum.
...**********...
Kisah selanjutnya kembali berfokus kepada Emilia. Bagaimanakah perjuangan Emilia?
Next eps selanjutnya!!