Alstroemeria Of Almeria

Alstroemeria Of Almeria
Jasper sendirian



"Kesepian mengajarkanku makna hidup. Sejatinya, kita memang ditakdirkan sendirian. Lahir sendiri. Berjuang sendiri. Mati sendiri. Di luar sana, Aku melihat orang-orang begitu bergantung pada cinta dan orang lain, lalu mereka tersakiti, mencari cinta baru, kemudian tersakiti lagi, begitu seterusnya. Dan sekarang temanku, Teo Aldert telah terperangkap dalam cintanya, Emilia. Dan aku di sini, hanya ditemani dengan rasa sepiku."


Hari demi hari Jasper melalui harinya sendirian. Dia mencari pekerjaan kesana kemari tapi tidak ada satupun yang memberinya perkejaan "sorry kami tidak punya lowongan untukmu". Seharian ini hanya ucapan itu yang dia dengar, sampai pada suatu malam dia mendapatkan pekerjaan di sebuah restoran.


"Benarkah, aku diterima untuk bekerja disini?" tanya Jasper lagi untuk memastikan jawabannya, ini benar-benar hari keberuntungannya


"Iya, tolong datang tepat waktu" ucap manajer itu dengan raut wajah cuek


"Thanks you very much sir!" ucap Jasper berterima kasih padanya.


Walaupun menejer terlihat sedikit menjengkelkan, tidak masalah baginya yang terpenting dia bisa bekerja.


..............................


15 November 1993


Hari ini adalah hari pertama Jasper masuk kerja, jam 7.00 pm dia langsung bergegas berangkat kerja. Terjun ke dunia kerja adalah pengalaman pertamanya, Jasper benar-benar buta yang namanya dunia kerja. Ya kerja, layaknya seperti semua orang, bukan mencopet ataupun merampok, ketakutan itu mulai terlihat dimatanya. Takut akan lingkungan kerja yang akan dia masuki dan apa yang terjadi dengan nasibnya didunia kerja. "Le Coq Atocha mereka memiliki semua makanan terbaik di seluruh spanyol dan kini aku bekerja disana. Ini adalah hari baru bagiku, lembaran baru. Jasper kau pasti bisa, kau bukan seorang pencopet sekarang! Tapi kau seorang chef" ujar Jasper pada dirinya sendiri


Dengan keyakinan penuh Jasper masuk ke restoran tersebut, disana dia langsung disambut oleh menejer direstoran itu yang memang menunggunya dari tadi.


"Akhirnya kamu datang juga, kenapa kau terlihat gugup?" tanya menejer itu dengan penasaran tetap saja dengan wajahnya yang mejengkelkan.


"Tidak apa-apa! Mungkin karena ini hari pertama aku bekerja." ujar Jasper dengan senyum


"Benarkah? Ayo ikut aku, akan aku tunjukan pekerjaanmu!" ajak menejernya itu.


Semua orang begitu disiplin bekerja, dan semuanya tidak seperti harapanku. Oh my god, nasibku tidak pernah berubah dari waktu ke waktu, menurutku ini lebih buruk dari pada seorang pencopet. semua orang melihatku dengan sebelah mata, ya karena aku seorang office boy. "Ups sorry aku menginjak tanganmu lagi" ucap salah satu karyawan yang begitu menyebalkan. Aku terus meminta pekerjaan yang berkelas untukku, seorang chef contohnya, tapi dia atasanku yang menyebalkan mengatakan "Kau tidak pantas bermimpi sejauh itu!"


Mengepel lantai, mengelap kaca, merapikan meja dan kursi, membereskan piring, gelas dan perlengkapan makan pelanggan, membuang sampah yang ada di ruang kerja dan area tanggung jawabnya. Bekerja dan terus bekerja itulah yang Jasper lakukan tanpa istirahat, sesekali dia memandangi ruangan dapur yang penuh dengan orang aprone dan toque blanchesnya.


Mengerjakan pekerjaan sebagai office boy pertama kali sangatlah kaku, tapi Jasper mengerjakannya dengan ikhlas dan penuh dengan semangat. Tepat pukul 12:18 pm dia pun diajak istirahat, lalu makan bersama dengan karyawan yang lainnya di back office, awalnya dia malu karena mereka semua pakai seragam resmi dan Jasper masih menggunakan seragam hitam putih, banyak yang nanya-nanya macam-macam tentang kehidupannya "Apa hobimu? Apa kamu suka dengan atasan kita? Bagaimana hari pertama kerjamu? Apa sudah mendapat cemoohan dari atasan hari ini? Dan bla bla bla bla bla bla bla bla," tapi kebanyakan nanyain tempat tinggal. Kriteria Jasper yang humoris dan gampang berteman dengan siapapun membuatnya gampang akrab dengan karyawan lainnya terbukti saja tanpa perkenalan diri dulu, dia bisa akrab dengan karyawan yang lainnya (mereka tau namanya, tapi dia tidak tau nama mereka).


Jasper banyak belajar dari pekerjaannya saat ini, menahan rasa malu dan selalu pede dihadapan para chef yang sombong menjadi salah satu pelajaran baginya.


Hari semakin sore pelanggan semakin banyak, setiap hari adalah hari yang sibuk bagi semua orang yang bekerja disana.


"Sepertinya aku bisa mencoba melepaskan bakatku yang terpendam" ujar Jasper sambil memasuki ruang dapur, dia melihat ada sepanci sup ayam yang sedang dimasak.


"Wah wah, saatnya beroperasi" ujar Jasper kegirangan, setelah lima belas menit tiba-tiba chefnya datang menghampirinya


"Apa yang kamu lakukan disini?"tanya chef itu dengan tatapan heran, Jasper kaget dengan chef yang datang, tiba tiba semua orang melihatnya "Kau merusak masakanku!!" teriak chef itu didepan wajahnya


"Aku hanya membuatnya menjadi semakin enak" ucap Jasper dengan gugup sambil tersenyum manis


"Kau menghina masakanku?" tanya chef dengan wajah yang mulai memerah


"Kau ke ruanganku" ujar atasan dengan nada pelan dan raut wajah kesal


Jasper hanya terdiam melihat semua chef yang tadinya berisik dan sekarang juga ikut terdiam


"Now!!!" teriak atasannya membuat Jasper kaget dan langsung bergegas keruangannya


.............................


(Diruangan atasannya)


"Sebelum kau memecatku ada yang perlu kukatakan" ujar Jasper


"Bersihkan ruanganku secara menyeluruh. Saat kau masuk besok ingatlah untuk membawa otak" ujar Atasannya dengan geram


"Sepertinya itu tidak pantas, aku percaya bahwa dibalik stelan formal, pas-pasan dan ketat dibagian bokong itu terdapat pria baik yang ingin memberi kesempatan lain kepada anak brilian ini" ujar Jasper dengan santai


"Mmm, bersihkan sekarang!" teriak atasannya itu


Ini adalah hukumannya, semua orang sudah pada pulang untuk beristirahat dan dia masih bekerja semalaman, inilah yang disebut Romusha.


Malam semakin larut akhirnya semua pekerjaan beres saatnya pulang dan merebahkan tubuh dengan tulang-tulangnya yang mau patah itu. Sekejam itu dunia, tapi Jasper menjalani dengan sedikit bahagia, Ya! Hanya sedikit.


.............................


Dipihak lain, seorang polisi selalu siaga memata-matai gerak gerik Jasper.


"Kringgg.. kringgg.kring!" suara hp berdering


"Yes. Sir"


"Bagaimana apa ada yang mencurigakan dari anak itu?" tanya pak inspektur mencari tau perkembangan informasi dari bawahannya


"Tidak ada pak, dia sekarang bekerja di restoran Le Coq Atocha dan hanya kekacauan yang dia kerjakan seharian, menghancurkan makanan, merusak dapur dan menerima hukuman bekerja semalaman. Sekarang dia menuju pulang."


"Hmm..! Aku tidak butuh informasi seperti itu. Ikutin terus anak itu, waspadai setiap tindakannya" ujar pak inspektur dengan tegas


......************......


Bagaimanakah kisah selanjutnya?


Next eps selanjutnya!!