Alstroemeria Of Almeria

Alstroemeria Of Almeria
Keputusan pengadilan



Dikamar yang gelap yang diterangi oleh sebatang lilin, terlihat seorang ibu yang menyesali perkataannya. Bukan menyambut putri yang pulang dari perantauan tapi malah mengusir, nyonya Sofia menangis tersedu-sedu mengingat apa yang telah dia lakukan pada putrinya.


"Mama!" Panggil Alessandro terlihat cemas mengkhawatirkan keadaan ibunya


"Iya" jawab ibunya menghapus air mata sambil membukakan pintu kamarnya "Ada apa sayang?"


"Kenapa mam nangis?" tanya Alessandro dengan pelan


"Tidak cuman sedikit_" ujarnya ibunya mengelak


"Mam berbohong. Ma! Aku yakin Emilia tidak bisa melakukan itu, dia bahkan tidak berani mengambil pensil Alesso tanpa meminta izin pada Alesso, apa lagi merampok" ujar Alessandro memberitahu


"Iya mama tahu itu, tetapi mama juga tahu dia berbohong, dia mengarang semua cerita itu di depan polisi" ujar ibunya dengan lesu


"Ada sesuatu yang Emilia tutupin dari kita, tapi bukan berarti dia yang melakukan perampokan itu kan? Sekarang papa sedang mengurus kasus ini! Kasus ini akan segera berakhir"


"Thanks you Alesso, kamu membuat mama sedikit lebih tenang"


"Pengadilan memanggil kita esok lusa, apa Mama tahu itu?" tanya Alessandro


"Iya Mama sudah mendapatkan suratnya, apa kamu menemukan Emilia?"


"Tidak ma, aku sudah mencarinya bersama Andres. Mama jangan terlalu khawatir dengan Emilia, dia wanita yang mandiri, ku yakin dia akan kembali" ujar Alessandro menenangkan ibunya


"Iya sayang, iya!" jawab ibunya terlihat tegar didepan putranya


............................


Tak lama kemudian Ms. Dutta pun datang kerumah nyonya Sofia untuk mempersiapkan kasus perebutan hak asuh anak


"Nyonya Sofia, apa kau sudah siap untuk menghadiri persidangan besok" ujar Ms. Dutta sebagai pengacara nyonya Sofia


"Iya, aku siap"


"Kali ini sangatlah sulit untuk mendapatkan hak asuh anak jatuh ke tangan Anda."


"Kenapa begitu, aku akan membayarmu berapapun agar aku memenangkan hak asuh itu"


"Aku akan berusaha yang terbaik untukmu, kita butuh seorang saksi yang mempertegaskan bukti-bukti kita di pengadilan."


"Siapa yang bisa kita jadikan saksi?" tanya nyonya Sofia


"Saya merekomendasikan anak itu, temannya putramu. Dia sangat berani mengangkat bicara didepan Hakim" ujar Ms. Dutta


"Baltasar? Dia sudah menghilang hampir dua bulan ini, kami sudah melaporkannya ke pihak polisi, tetapi tetap saja dia tidak ditemukan!" nyonya Sofia memberitahu


"Oh my God, terus bagaimana?" tanya Ms. Dutta


"Aku punya pelayan dirumah ini, mereka juga membantuku mengurus Alessandro" ucap nyonya Sofia


"Boleh, yang terpenting kita memiliki saksi di pengadilan nanti"


...........................


"Kita semua menyadari bahwa ini adalah kasus biasa, oleh sebab itu, ini adalah situasi yang biasa terjadi pada umumnya. Saya minta semua yang hadir untuk mempertahankan tata krama pengadilan! Ms Dutta, Anda bisa memulai!" ujar Yang Mulia Hakim.


"Yang Mulia, klien saya nyonya Sofia mengasuh anak-anaknya secara baik. Kami ingin menyatakan bahwa tak ada seorang ibu yang rela dijauhkan dari anak-anaknya. Saya ingin memulai kasus ini dengan kesaksian bibi Maria, seorang pelayan di kediaman nyonya Sofia! Apa prognosis Anda tentang pengasuhan nyonya Sofia terhadap anaknya?" tanya Ms Dutta


"Nyonya Sofia sangat memperhatikan anaknya, memang benar dia sibuk berkerja dan pulang hingga larut malam terkadang, tetapi dipagi hari nyonya Sofia selalu bertanya kepada kami tentang keseharian anaknya dirumah dan selalu mengingatkan kami tentang tugas kami mengurus tuan Alessandro. Dihari libur nyonya Sofia juga meluangkan waktu dengan putranya." ucap bibi Maria memberikan saksinya


"Apa Anda mengatakan dengan penuh kepastian bahwa tuan Alessandro terurus dengan baik?" ujar Mr. Yelderin sebagai pengacara tuan Alonzo langsung memotong pembicaraan bibi Maria


"Pertanyaan seperti itu patutnya dijawab langsung oleh putranya!" ujar bibi Maria dengan tegas


"Iya yang Mulia, ibuku mengurusku dengan baik, walaupun dia sibuk tapi aku tidak pernah kehilangan sesosok ibu dirumah." jawab Alessandro memberitahu Yang Mulia Hakim


"Baiklah, tetapi sayangnya disini kita tidak hanya membahas soal putranya saja yang Mulia, bagaimana dengan putrinya? Emilia Consuella. Menurut hasil penulusuran saya, nyonya Sofia melalaikan tugasnya sebagai seorang ibu" ucap Mr. Yelderin membantah


"Apa maksud Anda, omong kosong macam apa ini? Seorang ibu tidak pernah membeda-bedakan anak-anaknya" ujar Ms. Dutta


"Saya belum selesai bicara Ms Dutta. Yang Mulia, nona Emilia Consuella terseret kedalam kasus perampokan dikediaman tuan Richard dan nyonya Sofia tidak mengetahui apa-apa soal insiden itu dan tadi pagi saya mendapatkan kabar bahwa nona Emilia kabur dari rumahnya"


"Tapi Yang Mulia! Itu tidak patut dijadikan alasan, nyonya Sofia sudah berusaha menghubungi putrinya tetapi tidak ada jawaban dari Emilia, apa yang bisa dilakukan oleh seorang wanita yang mulia selain berharap anak-anaknya bahagia" bantah Ms. Dutta membela kliennya


"Itulah sebabnya Yang Mulia untuk hak asuh dijatuhkan kepada ayahnya, seorang ayah akan lebih siaga dan tegas dalam mendidik mereka" ujar Mr. Yelderin


"........." Terlihat Mr. Yelderin bisa membuat hakim yakin dan percaya dengan bukti yang dibawakannya, Ms. Dutta terdiam seribu bahasa mendengar pernyataan Mr. Yelderin


"Baik! Setelah mendengar semua pembelaan dan kesaksian yang mendukung kasus ini dan meneliti semua kompleksitasnya. Pengadilan ini telah mencapai suatu keputusan dimana Alessandro Consuella anak pertama dari tuan Alonzo Consuella dan nyonya Sofia diasuh oleh nyonya Sofia sedangkan Emilia Consuella anak kedua dari tuan Alonzo Consuella dan nyonya Sofia hak asuhnya pada tuan Alonzo Consuella." ujar Yang Mulia Hakim memberikan keputusan


"Tapi Yang Mulia_" bantah Ms. Dutta


"Ini adalah keputusan pengadilan yang mutlak, pengadilan ditutup" ujar Yang Mulia Hakim lagi dengan tegas


..........................


Sekarang seorang ibu telah kehilangan putrinya, hatinya tercabik-cabik! Rasanya sudah tidak tahan lagi dengan semua penderitaannya, selama ini dia mampu menghadapi semua masalah karena kehadiran anak-anaknya dan sekarang separuh dari jiwanya telah diambil. Nyonya Sofia bergegas pergi untuk mencari Emilia, dia ingin bertemu dengan putrinya sebelum putrinya pergi bersama Ayahnya dan meninggalkannya selamanya.


"Mama tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kehilangan adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi... Mama tau itu, tapi yang membuat mama tersentak sedemikian hebat adalah kenyataan bahwa kehilanganmu benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri mama! Sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya,


dan tubuhku serasa kosong hilang isi.


Kamu tahu sayang! Rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang. Pada air mata yang jatuh kali ini, mama selipkan salam perpisahan, mama telah kalah mempertahankanmu agar tetap bersamaku. Dimana kamu nak? Mama ingin memelukmu! ingin menciummu sebelum kau pergi"


Dengan pikiran yang sedang kalut, nyonya Sofia tidak fokus dalam mengemudi, tiba-tiba dari ujung jalan "tutttttttttttttttttttt..." sebuah truk dari persimpangan jalan langsung menghantam mobil nyonya Sofia hingga terpental dengan begitu jauh.


...********...


Bagaimanakah kisah selanjutnya?


Next eps selanjutnya!!