Alstroemeria Of Almeria

Alstroemeria Of Almeria
Rencana balas dendam Andres



Peter dan temannya Barend akan segera mengadakan sebuah seminar bertema small animal anaesthesia. Seminar ini mewakili fakultas kedokteran hewan di University Of Valencia. Mereka mempersiapkan semuanya dengan matang.


"Peter!" panggil Barend "Kenapa dengan wajahmu?" tanya Barend penasaran.


"Biasa!" ucap Peter santai


"Apanya yang biasa. Kamu habis berantem?" tanya Barend penasaran


"Iyaa, sama pria tolol itu di toko buku" ujar Peter sambil membaca sebuah buku


"Siapa?" tanya Barend lagi


"Mantannya Anna! si Andres, dia menghampiriku dan adu bacot denganku, sampai-sampai kita berantem dan merusak semua buku-buku ditoko itu" ujar Peter menjelaskan


"Terus?" ucap Barend sambil menatap Peter serius


"Ya begitulah lupakan saja, aku males membicarakan dia" ucap Peter kesal


"Hmmm. Peter! Materi apa saja yang akan kita bahas di acara seminar nanti" tanya Barend dengan semangat


"Prinsip dasar dan jenis jenis teknik anaesthesia, prinsip-prinsip dasar dan teknik anaesthesia lokal dan anaesthesia hewan pada kasus ganggu organ dan sistem" ujar Peter memberi penjelasan


"Hanya itu?"


"Iya, aku telah membeli buku-bukunya, kita bisa menambah wawasan dari buku buku ini" ucap Peter lagi


"Oke!"


............................


Hari demi hari berlalu, wajah Anna masih tersimpan dibenak Andres, dia tidak bisa melupakan Anna begitu saja, sudah dua tahun lebih mereka berpacaran dan sekarang harus berpisah, ini merupakan hal yang berat baginya. Dia memutuskan pergi jalan-jalan bersama sahabatnya Alessandro, untuk menenangkan pikirannya yang kacau. Sepertinya biasanya mereka menikmati keindahan samudera Valencia yang terbentang luas sambil memakan cemilan.


"Dres, Apa kamu datang ke acara seminarnya Peter? Soalnya itu wajib bagi mahasiswa University Of Valencia. Ya! walaupun hanya perwakilan dari semua jurusan." tanya Alessandro


"Andres!!" Alessandro menjerit tepat ditelinga Andres ketika tidak ada jawaban dari temannya itu.


"Hah?!" Andres kaget setengah mati mendengar jeritan Alessandro.


"Ada apa. Kamu ditanyain kok malah ngelamun sih?" Alessandro mencibir Andres. "Kamu datang gak?"


Sebelum Andres bisa menjawab, Alessandro sudah melanjutkan. "Pokoknya harus! Kamu harus buktiin kalo kamu baik-baik aja setelah diputusin sama wanita jalang itu."


"Namanya Anna, Alesso." jawab Andres pelan.


"So what!!" Alessandro menjawab dengan tampang benci. "Who care gitu. Mau aku panggil jalang kek, jalung kek, emang kenapa! Lagian ngapain juga sih kamu belain dia, udah jelas-jelas dia mutusin kamu secara sepihak."


"Mmmm, kayaknya aku gak bakalan datang Alesso." jawab Andres lesu.


Alessandro memelototi Andres, begitu mendengar jawaban tanpa daya dengan raut wajah tanpa harapan itu keluar dari mulut teman karibnya itu.


"Whattt?" Alessandro memekik heboh dengan wajah penuh ketidaksetujuan. "Kamu gak datang?"


Andres tidak merespon omongan Alessandro.


"Why Dres? ." Alessandro berkata lagi. "Please! jangan terus-terusan sedih gara-gara cewek yang gak seberapa itu. Kamu harus tunjukin dong kalo kamu bisa survive!"


"Aku gak tahan, Alesso." jawab Andres memelas.


"Dres, Dres__" Alessandro menggeleng-geleng. "Apa sih yang buat kamu gak tahan? Kamu cemburu gitu?" Alessandro bergidik melihat tampang nelangsa Andres. "Kenapa, masih cinta? Tolong kamu liat si congek itu baik-baik. Dia itu gak pantes untuk kamu tangisin."


"Aku tau, tapi__" ujar Andres


"Hey Andres...., dengerin aku ya." Alessandro memotong pembicaraan dengan wajah penuh misteri. "Gak ada manusia yang sempurna. Dan semua orang punya keistimewaannya sendiri."


Andres sudah hampir menangis mendengar kata-kata motivasi dari Alessandro.


"Well, kita semua pasti setuju kalo Peter itu anak yang pinter dan__" Alessandro meringis melihat Andres.


"Why?" Andres melirik dengan waspada "Kamu mau bilang aku bodoh gitu?."


"Sebenernya kamu itu gak bodoh kok, Dres" kata Alessandro "Serius! Kamu itu cuma sedikit bego aja." Alessandro melanjutkan sambil membuat tanda kutip dengan jarinya dan tersenyum manis.


"Biasanya kamu bilang aku tolol."


Andres memandang tidak tertarik pada Alessandro terkikik. Alessandro memang suka asal jeplak kalau ngomong, tapi pria itu adalah sahabat baiknya. Dan Andres tau Alessandro pasti akan mensupport apapun keadaan Andres.


"Yah gimana dong, aku diajarin mama untuk tidak berbohong." Katanya sambil menampilkan wajah polos tanpa dosa. Ingin rasanya Andres menjitak temennya yang satu ini.


"Puas kamu ngejekin aku?" Andres merengut. Alessandro malah ngakak.


"Oke oke." Alessandro itu melanjutkan sambil tertawa-tawa. "Iya maaf. Aku sebenernya gak ada maksud untuk ngejekin kamu. Kamu kan tau, hati aku itu baik."


"Baik apaan?" ucap Andres dengan kesal


"Jadi gimana nih, kamu datang kan?" Alessandro memaksa. "Kamu harus buktiin kalo kamu bisa hidup tanpa dia, kamu gak bakalan mati ditinggalin dia dan dia harus nyesel karena udah ninggalin kamu." Alessandro berbicara penuh semangat ke arah Andres yang lesu. "Buktiin Dres, kamu bisa dapatin pengganti yang lebih baik dari dia." ujar Alessandro lagi


Dalam hati Andres membenarkan kata kata Alessandro, diputusin sama Anna gak buat aku mati, walaupun rasanya udah pengen mati.


"Masa' kamu kalah sama Peter itu." Alessandro melanjutkan. "Dia tu cuma menang pinter doang! Lagian kamu juga harus terima kasih lagi sama Peter. Karena dia udah ngasih tau kamu, kalo Anna itu bukan cewek baik."


Andres tiba-tiba merasa hatinya bergejolak. Kebenciannya pada Anna dan Peter menyeruak dalam dadanya ditambah semangat dari Alessandro.


"Baiklah. Aku akan datang." Andres berdiri dari bangkunya saking semangatnya. Dia seolah mendapatkan suntikan semangat baru berjuta-juta kali lipat.


"Liat aja, bakalan aku tunjukin kalo aku bisa move on!" Andres melanjutkan. "Gak ada lagi sedih, gak ada lagi sakit hati. Dan aku janji, aku bakalan buat Anna nyesel udah ninggalin aku." Andres berkata penuh semangat.


"Iya, Dres." Alessandro mengiyakan sambil tepuk tangan. "Waktunya move on."


"Dan aku pasti bakalan nunjukin, kalo aku bisa nemuin cewek yang lebih-lebih dari dia." Andres melanjutkan dan menghancurkan arloji pemberian Anna dengan penuh dendam.


Andres merasa harus menyelamatkan hidupnya dari bayang-bayang Anna. Dan kali ini dia yakin bisa.


"Yaa, gitu dong." Alessandro bertepuk tangan dengan semangat yang menggebu-gebu.


"Kamu tau apa yang ada dipikiranku" ujar Alessandro sambil tersenyum bahagia


"Apaan! Pasti kamu sedang berfikir jorok ya?" Andres mengerutkan keningnya


"Itu pikiranmu!" ujar Alessandro mengejeknya


"Terus apa?" tanya Andres penasaran


"Kita buat sedikit kekacauan diseminarnya Peter"


"What. Apa kamu serius?" tanya Andres sampai kesedak meminum air mendengar ide gila temannya itu.


"Kamu ingatkan apa yang kita lakukan waktu SMA dulu, kurasa mengulang kejadian itu lagi, akan mengasyikan" ujar Alessandro


Andres pun tersenyum mengingat kejadian konyol yang pernah mereka lakukan dulu bersama Alessandro dimasa SMA.


"Baiklah, Apa rencanamu?" tanya Andres dengan santai


...*********...


Kekacauan apa yang akan dilakukan Alessandro dan Andres diseminar besarnya Peter?


Next eps selanjutnya!!