Alstroemeria Of Almeria

Alstroemeria Of Almeria
Perjuangan Laura



Sehabis dari kediaman Alessandro, Laura segera menuju kekediaman Fernando untuk mencari memory card itu


"Tok tok tok tok permisi!!" panggil Laura sambil mengetuk pintu rumahnya Fernando


"Yaaa!!" jawab Fernando segera membukakan pintu "Tumben kamu kesini, ada apa Laura?" tanya Fernando penas


"Aku kesini mau minta bantuan sama kamu!" ujar Laura dengan manis


"Ouh! Silakan masuk aja dulu, lebih enak kalau kita ngobrol didalam" Fernando mempersilahkan Laura masuk


"Baiklah!!" Laura pun segera masuk


"Silahkan duduk! Ya mau minta bantuan apa nih?" tanya Fernando dengan ramah


"Jadi begini Fern! Aku kan ada tugas dari kampus, tugas memotret kegiatan pembangunan perpustakaan yang akan disponsori oleh pihak kampus kita, sebagai mahasiswa arsitektur kami ditugaskan untuk memantau detail perkembangan pembangunan perpustakaan itu. Jadi aku kesini ingin meminjam kamera kamu buat sementara, apa boleh?." tanya Laura


"Tentu saja, bentar aku ambilkan ya" ucap Fernando sambil bergegas ke kamarnya untuk mengambilkan kameranya


Tak lama kemudian Fernando pun kembali "Ini Laura!!" ujar Fernando sambil memberikan kameranya


"Terimakasih ya Fern sebelumnya! Uhuk uhuk uhuk" ujar Laura berterimakasih


"Laura, kamu gak apa-apa kan?" tanya Fernando dengan khawatir


"Tenggorokan saya sakit Fern, boleh saya minta minum?" tanya Laura


"Sebentar!!" Fernando segera mengambil air minum didapur


Laura segera mengambil memory card yang ada didalam kamera tersebut. Didapur saat Fernando mau mengambilkan Laura air minum, tiba-tiba hpnya menerima SMS. Fernando segera membuka SMS tersebut


"Dari Bonito!! Fern, jangan kasih apapun yang diminta sama Laura, selalu pantau dia, dia sedang berusaha mengambil memory card kamera kamu, disitu ada banyak rekaman video kita yang menjahili orang Alessandro, Dia sekarang sedang berkeja sama dengan orang-orang Baltasar" ujar Fernando sambil membaca SMS dari Bonito.


Fernando segera bergegas kembali ke ruang tamu, disana dia melihat Laura mau kabur dari rumahnya, Fernando segera mencegah Laura agar tidak kabur dari rumahnya dengan mengunci pintu depan rumahnya


"Laura, gak jadi minum?" tanya Fernando menyindirnya


"Tadi orang rumah telpon saya! Saya harus pergi sekarang"


"Kenapa terburu-buru, bukannya tenggorokanmu sakit! Setidaknya kamu minum dulu" ujar Fernando dengan santai


"Tidak perlu, aku harus segera pergi" ujar Laura mulai keliatan panik


"Kalau begitu berikan memory card kamera itu padaku" ujar Fernando sambil tersenyum


"Bukankah kau telah meminjamkannya untukku?" tanya Laura


"Tapi bukan memory cardnya, hanya kameranya saja!!" teriak Fernando sudah mulai kesal


Laura langsung bergegas lari mencari jalan keluar lain dari rumahnya Fernando "Laura sudah tidak ada lagi jalan keluar, serahkan memory card itu sama aku" teriak Fernando sambil mengejarnya


"Gak! Gak akan, ini adalah bukti tentang kejahatan kalian selama ini, aku tidak akan memberikannya kepadamu." ujar Laura dengan panik setengah mati


"Tenang tenang Laura, serahkan memory card itu sama aku, kita bisa bicara baik-baik" ujar Fernando menenangkan Laura


"Gak akan, saya tidak akan memberikan ini kepada mu!!" teriak Laura dan langsung bergegas lari kesebuah kamar disana, Laura segera mengunci pintunya dan mengganjilkannya dengan meja


"Laura, Laura sudah tidak ada jalan keluar dari sini. Tok tok tok tok tok!!" teriak Fernando sambil mengetuk pintu kamarnya "Serahkan saja memory card itu!!" ujar Fernando dengan Emosi


....................................


"Sampai sekarang Laura belum juga mengabari kita, apa dia baik-baik saja" tanya Alessandro dengan cemas memikirkan keadaan Laura


"Ku yakin dia pasti berhasil, kita tunggu saja beberapa menit lagi" ujar Andres menenangkan pikiran Alessandro


"Alesso kelihatan sangat panik" ujar Andres melihat raut wajah Alessandro


"Tenanglah teman, Laura pasti baik-baik saja" ujar Baltasar memberitahu


"Emangnya apa yang mau kita buktikan lagi? Dengan begini kita membahayakan nyawa laura" tanya Alessandro dengan heran


"Kita disini lagi berusaha untuk membuktikan kejahatan orang-orang Bonito, aku kehilangan nama baikku dihadapan semua orang, Baltasar ketinggalan perkuliahan gara-gara mereka dan kau hampir kehilangan nyawa dibuat sama mereka" ujar Andres dengan kesal


"Sudah sudah! Kita disini bukan untuk berdebat." ucap Baltasar kesal melihat tingkah mereka seperti anak-anak


"Kurasa aku tidak perlu bukti apapun!! aku yakin emang mereka pelakunya" jawab Alessandro dengan penuh keyakinan


"Ku mohon tunggu sebentar, kita tunggu Laura sebentar lagi Alesso" ujar Baltasar mencoba menenangkan suasana


"Baiklah!" jawab Alessandro dengan sedikit terpaksa


................................


"Laura, berikan memory card itu!! Atau aku akan membuatmu sama seperti Alessandro"


"Apa maksudmu?"


"Aku akan membuatmu lumpuh sama seperti dia" teriak Fernando


"Apa? Kamu benar-benar sudah keterlaluan Fern"


"Laura buka pintunya!!" Fernando mencoba mendobrak pintu kamarnya


"Bagaimana ini! Alesso yaa Alesso aku harus memberitahunya." Laura terlihat begitu panik


Fernando berusaha mendobrak pintu kamar itu dengan keras sedangkan Laura mengambil kursi dan berusaha memecahin kaca jendela kamarnya, saat Laura berusaha keluar melalui jendela "Lauraaaa!!" teriak Fernando berusaha meraih tangan Laura dan menariknya


"Lepasin Fernando!! Aaaaaa sakitttt lepasin" teriak Laura dengan keras


"Berikan memory card itu, baru aku akan lepasin kamu." ujar Fernando


"Gak akan!!" Laura pun menendang Fernando dan dia berhasil kabur dari sana.


..................................


"Alesso, aku ketahuan sama Fernando. Tolong aku!!" ujar Alessandro sambil membaca pesan dari Laura "Laura terjebak di rumah Fernando, mungkin dia sudah di apa-apain sama dia!!" ujar Alessandro panik


"Aku akan segera kesana!!" ujar Andres bergegas pergi ke rumahnya Fernando


..............................


Tiba-tiba Bonito datang kerumahnya Fernando "Fer!! Fernando" panggil Bonito


"Fer!! Buka pintunya" ujar Bonito sambil mendobrak pintu rumahnya "Drakkkk!!" pintunya pun terbuka Bonito segera mencari keberadaan Fernando ke seluruh sudut rumah


"Fer!!" teriak Bonito, dia melihat rumahnya Fernando begitu berantakan "Rumahnnya berantakan sekali. Fernando!!!" panggil Bonito


Tak lama kemudian Andres pun tiba disana, dan mencari keberadaan Laura "Laura!!" teriak Andres dan bergegas masuk ke rumahnya


"Itu kan suara Andres!!" ujar Bonito dan segera bersembunyi di belakang sofa


"Laura!!" teriak Andres dengan keras, kemudian Andres segera menghubungi Alessandro


................................


"Kringgggg... Kringgg!! Andres menelpon. Gimana Ndres, apa kamu sudah bertemu dengan Laura?" tanya Alessandro penasaran


"Alesso! Laura tidak ada dirumahnya Fernando, sepertinya dia sudah kabur dan Fernando juga tidak ada dirumahnya" ujar Andres memberitahu


"Coba kamu cari dia, pasti Laura sedang berusaha kabur dari kejaran Fernando" ujar Alessandro memberitahu Andres dengan hati yang begitu cemas


"Oke! Aku akan segera mencarinya" ujar Andres bergegas pergi dari sana


Bonito mendengar semua pembicaraan Andres dengan Alessandro "Hah, Fernando mengejar Laura berarti!! Oke oke cari dia! Cari cari, aku harus menemukan mereka sebelum Andres menemukan mereka terlebih dahulu." Bonito juga pergi dari sana untuk mencari keberadaan Laura.


................................


Laura lari dengan sekuat tenaga dari kejaran Fernando dan dia mencoba bersembunyi dari Fernando


"Laura Laura!!!" teriak Fernando sambil mencari keberadaan Laura yang hilang dari pandangan


Situasi sangat menengangkan, Laura ketakutan setengah mati, dia tidak tau apa yang akan terjadi padanya jika dia sampai tertangkap


"Lauraaaa dimana kau hah? Aku akan menghabisimu jika kau berani bermain-main denganku! Keluarrr!!" teriak Fernando dengan kesal


Karena takut Laura segera pergi dari sana dan Fernando melihatnya. Fernando segera mengejar Laura dan berhasil menangkapnya


"Mau kemana kau?" ujar Fernando sambil menarik rambutnya Laura


"Aaaaaa! Lepasin aku" Laura menjerit kesakitan


"Ikut aku, jika kau mau selamat!" ujar Fernando sambil menyeret Laura pulang rumahnya


"Aku mohon Fern! Lepaskan aku" ujar Laura memohon sambil menangis


Fernando sudah muak dengan semua tindakan Laura, dia tidak mendengarkan Laura sedikit pun. Fernando menarik rambutnya dan menyeretnya "Tolong!" teriak Laura, tapi sayangnya tidak ada seorang pun disana. Saat mereka tiba didepan rumahnya Fernando, Laura mengambil sebuah batu di tanah dan menghantamkannya ke tangan Fernando dengan sekuat tenaga dan Laura berhasil kabur dari sana, secara kebetulan Maverick juga ada disana dalam perjalanan pulang, dia melihat Laura yang panik sedang mencari taksi dan langsung bergegas pergi. Fernando mengambil mobilnya dan mengejar taksi tersebut.


"Pak tolong cepat sedikit ya pak!" ujar Laura dengan lesu


"Baik non!" jawab pak supir itu


Fernando menancapkan gas dengan kecepatan penuh dan menyelip taksi yang ditumpangi Laura.


"Ini orang maunya apa sih!" tanya supir taksi itu dengan kesal, supir itu langsung turun dan menghampiri Fernando.


"Hei, apa sih mau mu?" tanya bapak supir itu dengan kesal sambil menendang mobil Fernando "Turun Lo jangan main dalam mobil aja Lo" ucap bapak supir itu dengan emosi. Laura keluar diam-diam dari mobil dan langsung bergegas pergi dari sana.


"Ayo keluar, jangan dalam mobil aja kalau berani" ucap bapak supir itu menantang Fernando. Fernando segera turun dan menghajar bapak itu, kemudian dia langsung bergegas mengejar Laura yang hampir tiba di kediaman Alessandro. Laura sangat kelelahan, kakinya begitu sakit, dia tetap berusaha lari dari kejaran Fernando.


"Laura!!" teriak Fernando dibelakangnya


Laura langsung bergegas lari dengan sisa-sisa tenaga yang dia punya. Akhirnya Laura tiba tepat di depan pintu rumahnya Alessandro


"Alesso, buka pintunya" ujar Laura dengan lesu. Fernando berhasil menangkap Laura disana "Ayo ikut aku!" ujar Fernando sambil menarik lengannya Laura


"Fern tolong lepasin aku, tolong!" ujar Laura memohon


"Laura kamu harus ikut dengan ku!" ujar Fernando memaksa Laura


"Aku tidak mau!" teriak Laura dengan keras


Tiba-tiba Maverick langsung menghajar Fernando dari belakang "Lepasin dia!" ujar Maverick sambil menonjok wajah Fernando. "Maverick! Dia, dia yang membuat Alessandro lumpuh" ujar Laura dengan keadaan panik. Karena keadaan Laura yang sudah sangat lelah, dia pun langsung terjatuh pingsan


Tak lama kemudian Alessandro dan Baltasar pun keluar, Alessandro begitu kaget saat melihat Laura terjatuh pingsan tak berdaya disana. Baltasar langsung mengangkat Laura masuk kedalam rumah dan membawanya ke dalam kamar. Maverick segera menyeret Fernando masuk kedalam rumah dan menghajarnya habis-habisan dan melampiaskan amarahnya setelah melihat keadaan Laura yang begitu ketakutan. "Apa kalian tau, pria ini pria tolol ini yang telah membuat Alessandro menjadi lumpuh!!" teriak Maverick sambil menghajarnya lagi


Fernando sangat ketakutan, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi. "Apa?" Alessandro sangat kaget mendengar kebenaran itu, Baltasar langsung ikut menghajarnya dengan keras


"Tega kamu Fern! Buat apa sih Fern?" tanya Baltasar dengan nada tinggi "Kamu hampir membunuh Alesso, apa yang dia lakukan sama kamu sehingga kamu menabrak dia sehingga membuat dia lumpuh seperti sekarang, kamu liat dia! Puas kamu" teriak Baltasar sambil menghajar Fernando "Kamu itu lebih busuk dari pada Bonito Fern, kamu itu jauh lebih busuk!" ujar Baltasar dengan emosi yang membara


"Buat apa tujuannya apa, aku tanya sama kamu jawab!!" teriak Baltasar lagi


Alessandro segera menghubungi Andres, bahwasannya Laura dan Fernando sudah berada dirumahnya


...*********...


...Preview...


Ketika suatu hal berakhir, hal lainnya dimulai. Jangan lihat sebagai akhir dari segalanya tapi awal dari sesuatu.


Selanjutnya ཆBukan akhir, tetapi awal'