Alstroemeria Of Almeria

Alstroemeria Of Almeria
Bukan akhir, tetapi awal



Dalam keheningan malam, di kediaman Alessandro mereka mengintrogasi Fernando untuk mengakui semua perbuatannya.


Fernando mencoba bangun dengan keadaan penuh memar dan berusaha pergi dari sana. "Mau kemana kamu?" cegah Baltasar sambil menghadangnya.


"Balt gak penting menyesal buat sesuatu yang sudah terjadi, yang penting sekarang dia akan masuk penjara!!" ujar Andres


"Dia di penjara aja tidak cukup Dres buat dia, kamu liat Alesso Ndres, dia lumpuh gara-gara orang ini!!" teriak Baltasar sambil menunjuk jari ke wajah Fernando


"Minta maaf kamu, minta maaf kamu sama Alessandro!" Baltasar mendorongnya sehingga Fernando terjatuh tepat di kaki Alessandro


"Aa aku minta maaf Alesso" ucap Fernando dengan terbata-bata


"Aku tidak akan pernah memaafkanmu, aku tidak akan pernah bisa maafin Fernando" sahut Alessandro dengan penuh rasa benci


"Kamu jangan coba-coba kabur Fern, karna diluar sudah ada polisi yang siap buat nangkap kamu" sambung Andres mengingatkan Fernando


"Kamu sudah mengabari polisi Ndres?" tanya Baltasar


"Ya sudah! Mereka sudah standby"


Tiba-tiba Maverick memotong pembicaraan mereka "Aku punya rencana lain!"


"Maksudmu?" tanya Baltasar


"Kita manfaatkan situasi ini untuk menjebak Bonito" Maverick memberikan sarannya


"Balt! Kita tidak bisa membuang buang waktu, dia harus ditahan sekarang juga balt" sahut Andres yang tidak mau mendengarkan saran dari Maverick


"Tunggu dulu Ndres! Apa usulanmu?" tanya Baltasar pada Maverick


"Dengar Fern, kamu telpon Bonito ajak dia ketemuan di kampus" suruh Maverick


"Apa kamu mau aku menjebak temanku sendiri?" tanya Fernando dengan menyindir


"Terus kenapa, kamu sudah tidak bisa mengelak lagi dari kita dan kamu juga tidak bisa berbuat apa-apa lagi sekarang" jawab Maverick dengan santai


"Keluarin handphone mu, cepat!!" suruh Andres dengan membentak


"Maverick, saya rasa Bonito tidak segampang itu untuk dipengaruhi" ucap Alessandro memberitahu


"Tapi Bonito pasti akan percaya, kita buat Fernando bilang sama dia kalau memory card itu sudah ada di tangannya, ya kan pasti dia akan mendatangi Fernando" jawab Maverick dengan penuh keyakinan


Andres segera menyuruh Fernando untuk menghubungi Bonito "Ku minta kamu jangan kasih kode apapun untuk Bonito, ngerti!!" ucap Andres mengancam


Fernando menganggukkan kepalanya, panggilan pun terhubung "Hallo!" sapa Fernando


"Ya bagaimana, apa kamu berhasil?" tanya Bonito dengan panik


"Aku berhasil menangkap Laura" ujar Fernando


"Oke-oke! Terus memory cardnya, apa kamu berhasil merebutnya?


"Iya, sudah ditangan ku"


"Oke bagus, mmmm gimana caranya kamu bisa mendapatkan memory card itu?"


"Aku buat Laura pingsan, dan ku geledah dia, memory cardnya sudah aman sama aku"


"Oke, sekarang kamu dimana?"


"Di taman kampus!"


"Kampus? Ngapain kesana Fernando"


"Kurasa ini tempat yang aman untuk kita bertemu" jawab Fernando dengan nada yang sudah lemah


"Apa kamu baik-baik saja? Sepertinya kamu keliatan lelah" Tanya bonito penasaran


"Tidak, aku baik-baik saja, cuma sedikit kehausan" balas Fernando


"Oke-oke baiklah, aku akan kesana sekarang, setelah itu kita akan minum sepuasnya atas keberhasilan ini" jawab Bonito dengan bahagia


..............................


"Kita harus segera kesana sebelum Bonito tiba lebih dulu?" bergegas Andres


"Apa Laura kita tinggal disini sendirian?" tanya Baltasar pada mereka


"Tenang saja, akan ku hubungi Emilia untuk datang kesini" sahut Alessandro


"Oke, baiklah!"


Tidak menunggu lebih lama, mereka pun segera pergi menuju ke kampus, tempat yang sudah disepakati Fernando sama Bonito untuk bertemu.


...............................


Sesampainya di halaman kampus mereka meminta Fernando untuk menunggu kawannya itu untuk datang menghampirinya.


"Dengar ya Fer! Jangan pernah berfikir untuk kabur dari kami, karena kami mengawasimu, dan tidak usah bicara yang tidak perlu sama Bonito" titah Baltasar


"Ingat itu, jangan macam-macam!!" tambah Andres mengancam


Mereka semua segera mengambil posisi untuk bersembunyi agar bisa mengepung Bonito, tak butuh waktu lama akhirnya Bonito sampai di kampus dan dia langsung menghampiri Fernando


"Fernando!! Fer" sapa Bonito sambil melambaikan tangannya


"Gimana Fer?" tanya Bonito tetapi Fernando hanya diam tidak merespon panggilan Bonito "Fernando? Gimana Fer situasinya aman gak?" tanya Bonito lagi


Fernando memberikan isyarat matanya kepada Bonito untuk segera kabur dari sini, sejenak Bonito berfikir tentang sikap aneh temannya itu, perasaannya pun mulai tidak enak "Kenapa Fernando hanya diam saja, sepertinya ada yang aneh, mendingan aku segera pergi!" ucap Bonito sambil mencoba kabur dari sana. Saat Bonito membalik badan tiba-tiba Andres sudah ada di belakangnya.


"Hey bon!" sapa Andres "Trappppp!!" dia langsung menghajar Bonito dengan kuat


Mereka pun langsung mengepung Bonito, Baltasar menghampiri Bonito dan kembali menonjok wajahnya hingga dia terjatuh.


"Bangun! Bangun kamu Bon. Mau kemana kamu Bon, kamu tidak bisa lari kemana-mana lagi, permainanmu akan berakhir malam ini, dan kamu kalah" ujar Andres


Melihat ada kesempatan untuk kabur, Fernando secara diam-diam melarikan diri dari sana.


"Kenapa kalian hanya beraninya keroyokan?" tanya Bonito dengan santainya


"Apa yang telah kamu perbuat pada Baltasar, kamu tidak bisa mengelak lagi sekarang!" tanya Alessandro


"Apa, apa yang aku lakukan? Aku tidak melakukan apa-apa!" tanya Bonito dengan rasa tidak bersalah


Baltasar menarik kerah baju Bonito "Jangan pura-pura tidak tahu, kau yang membuang ku kedalam kapal pukat itu kan?" Baltasar langsung menonjoknya lagi hingga tersungkur


"Riwayatmu selesai sekarang, tamat! Kamu tidak bisa apa-apa, dan ku yakin setelah pihak kampus mengetahui semua perbuatanmu, aku pastikan kamu bukan siapa-siapa lagi disini, kau akan dikeluarkan dari kampus" ujar Baltasar memberitahu


"Aku pernah melakukan kesalahan kepadamu, yaitu membiarkan kau leluasa melakukan kejahatan kepada kami. Tapi sekarang tidak lagi Bon, kamu pikir dengan kami diam kami lemah, tidak!!!. Kami tau kamu anak terpandang di kampus, anak hebat dan juga di kagumi. Sekarang kau akan dikucilkan, bahkan anjing lebih terhormat dari pada kamu!" ucap Alessandro dengan kesalnya


"Alesso! Aku tidak akan menyerah sampai kalian semua hancur." jawab Bonito dengan percaya dirinya


"Aku gak salah!" ucap Bonito lagi


"Kamu yakin banget ya kalo kamu gak salah, Bon semua yang ada didalam memory card ini, akan membuktikan semua kebusukanmu dan Dary adalah saksi dari semua kejahatanmu" jawab Baltasar memberitahu


"Ini belum selesai" sahut Bonito lagi


"Udah lah, kamu gak usah ngotot lagi ya Bon, gak ada gunanya kita bedebat sama dia, langsung aja kita beri dia pelajaran" teriak Alessandro yang mulai kesal dengan sikap Bonito


"Maksudmu apa Alesso!!?" teriak balik Bonito


"Kau diam aja, tinggal turutin semua omongan ku!!" sahut Andres sambil memegang kerah bajunya Bonito "Berlutut! Berlutut kau!!" teriak Andres sambil memegang kepala Bonito "Mulia sekarang kamu harus belajar berlutut seperti ini Bon, minta maaf! minta maaf sekarang pada Alesso cepat!"


"Gak!" jawab Bonito


"Dengar ya Bon, dari awal kau memang pecundang, dan sampai kapanpun akan tetap jadi pecundang yang melarat, melaratt!!! Sekarang memohon minta maaflah" suruh Andres memaksa dengan memberikan tonjokan pada wajah Bonito hingga dia berdarah.


"Gak!! Aku gak akan minta maaf" Bonito tetap dengan pendiriannya "Gak bakalan!" tegasnya lagi


"Kok aku kurang puas kalo lihat kau kek gini ya? Keknya belum pas" ujar Andres


"Ini dia, maksud kamu ini kan?" jawab Baltasar sambil memberikan sebotol air minum pada Andres


"Yeahh, tepat sekali Balt" ujar Andres sambil mengambil botol air minum itu dan menyiramnya ke atas kepala Bonito "Nikmati air ini, untuk merayakan keberhasilan kalian itu" tambah Andres menyindirnya. Andres memaksa Bonito untuk berlutut didepan Alessandro.


"Apa lagi?" tanya Bonito


"Tundukkan kepalamu" paksa Andres


"Gak akan!" jawab Bonito dengan tegas


"Ayoo nunduk sialan" dengan tatapan kebencian Alessandro menatap wajah Bonito. Alessandro berusaha menggerakkan kakinya sedikit demi sedikit untuk menendang tepat di wajah Bonito, sehingga Bonito terjatuh. Semua orang terkejut melihat usaha Alessandro yang mulai bisa menggerakkan kakinya.


"Tidak ada yang boleh mempermalukan Bonito, apalagi sampai seperti ini, mereka beraninya keroyokan dan terlebih lagi si Alesso sialan ini berani menendang wajah ku dengan kaki cacatnya itu, sialan!" ucap Bonito pada dirinya sendiri yang dipenuhi amarah, dengan cepat Bonito melihat dan mengambil sebuah dahan kayu sedang yang runcing tepat berada di sampingnya


Ketika andres mendatangi Bonito untuk membangunkannya


Seketika, Bonito langsung bangun dan menusuk Andres dengan dahan kayu itu tepat di bagian kanan perutnya "Tidak ada yang bisa mengalahkan Bonito" bisik Bonito dengan nada angkuh ditelinga Andres


Seketika, semuanya terkejut melihat sahabatnya ditikam oleh Bonito yang dipenuhi dengan amarah.


"Andres!!" teriak Alessandro


Andres langsung terjatuh, terdiam tanpa berkutik satu katapun dan Bonito langsung melarikan diri dari sana disaat keadaan tengah panik.


Tanpa pikir panjang Baltasar yang sedang marah langsung mencoba mengejar Bonito.


Bonito berlari menuju ke mobilnya, di saat mau menutup pintu mobil, tiba-tiba Maverick datang menahan pintu mobil dengan kakinya


Dengan kaget, bonito bertanya "Siapa kau? Tidak usah ikut campur"


"Tch!, pecundang sepertimu tidak ada tempat lagi untuk kabur, semua ceritamu akan berakhir disini"


"Tidak usah sok jadi pahlawan disini!" ucap Bonito pada Maverick


"Mau kemana kau? Tidak akan kubiarkan kau lolos kali ini" Ujar Maverick pada Bonito dengan menahan pintu mobil Bonito. Dengan cepat Bonito pun menendang Maverick hingga terjatuh, Baltasar datang menghampiri mereka.


"Maverick, ku mohon tolong bawa Andres ke rumah sakit, biar aku urus pria bajingan ini" tegas Baltasar


Mendengar omongan Baltasar yang seperti itu, Maverick dengan sigap langsung menuju ke lokasi Andres berada "Baiklah kupercayakan berdebah ini padamu" Ucap Maverick bergegas pergi


Dengan panik Bonito mencoba mencari kunci mobilnya, "Sialan! Dimana kuncinya?" teriak Bonito


"Keluar kau Bon, keluar kau banjingan!" Teriak Baltasar sambil memukul kaca mobil Bonito. Tidak ingin Bonito lepas kali ini, Baltasar pun langsung mengambil sebongkah batu besar dan melemparkannya ke kaca mobil Bonito, "trammmmmmm", Bonito yang sebelumnya melihat Baltasar mau melempar sebongkah batu itu langsung mencoba keluar lewat pintu mobil satunya lagi dan segera berlari ke Laboratorium kimia yang berada di lantai 3 kampus itu. Sayangnya Laboratorium itu terkunci. "Sialan kenapa harus terkunci, Bagaimana aku bisa masuk?" ujar Bonito, dia pun langsung membuka paksa pintu.


.............................


"Andres! Bertahanlah, Ambulans akan tiba sebentar lagi" ucap Alessandro sambil menelpon pihak rumah sakit terdekat


Alessandro yang terdiam bingung mencoba mencabut dahan ranting yang tertancap di perutnya "Haaaaaggghhh!! teriak Andres menarik dahan tersebut


Maverick yang melihat Alessandro mencoba menarik dahan tersebut menyuruh untuk menghentikannya "Oi hentikan dia menarik dahan tersebut, itu hanya akan memperparah lukanya dan mengeluarkan banyak darah! " teriak Maverick sambil mendatangi mereka.


"Kenapa kau tidak menghentikannya" tanya Maverick


"Aku tidak butuh saranmu" ucap Alessandro sambil mencoba menghubungi pihak rumah sakit


"Tch". Maverick langsung merobek lengan baju nya untuk membalut luka di perut Andres agar menghentikan pendarahannya


"Apa yang kau lakukan?" tanya Alessandro


"Kau diam saja dan coba hubungi pihak rumah sakit untuk mendapatkan ambulans!" ucap Maverick sambil melakukan pertolongan pertama


"Andres, kau bisa mendengarkan ku kan? Tenang saja, kau akan baik baik saja jadi jangan khawatir. Cukup bernafas dengan tenang supaya pendarahannya bisa berhenti" ucap Maverick mencoba menenangkan suasana


"Oi Alessandro, apa kau sudah menghubungi pihak rumah sakit?" tanya Maverick menoleh kearah Alessandro


"Ya, mereka akan sampai 10 menit lagi" ujar Alessandro


"Terlalu lama! Dia bisa kehabisan darah jika menunggu mereka tiba, Alessandro! Aku akan bawa Andres ke rumah sakit dengan mobilku" ucap Maverick memberikan bantuan


"Tidak perlu, kami tidak ingin berhutang budi padamu, ambulans akan tiba sebentar lagi" jawab Alessandro sambil melihat jam tangannya


"Yang benar saja! Ini masalah serius menyangkut dengan nyawanya, kau tidak bisa melibatkan masalah pribadi kita dalam keadaan seperti ini" tegas Maverick


Alessandro hanya terdiam mendengar ucapan Maverick, Maverick segera membawa Andres ke rumah sakit bersama Alessandro


...........................


Bonito bersembunyi digudang laboratorium itu. Sayangnya Baltasar mengetahui tempat persembunyiannya, dia pun masuk kedalam untuk mencari Bonito


"Bont! Dimana kau haaah! Keluarr kau. Dasar pengecuttttt!" teriak Baltasar dengan membanting sebuah kursi di depannya


Dengan perlahan-lahan Bonito mengambil balok kayu dan mencoba untuk memukul Baltasar dari belakang "kedebukkk!!"


"Aaaagghhhh, kurang ajar kau Bon" teriak Baltasar kesakitan, kepalanya pun mulai mengeluarkan darah. Bonito pun segera lari untuk menghindari Baltasar. Baltasar mengejarnya dengan sekuat tenaganya, pada akhirnya Baltasar berhasil menangkap Bonito dan mencekiknya dari belakang didalam ruangan pratikum.


"Aaaaaaaa lepasin Balt, lepasin!! Balt aku minta maaf, aku menyesal, aku akan pergi dari kehidupan kalian"


" Maaf?? kau pikir kami bisa semudah itu memaafkanmu setelah apa yang kau lakukan selama ini?" ucap Baltasar dengan marah


"Kau pikir! Aku tidak berani melakukan ini padamu, kau ingat apa yang telah kau lakukan pada kami hah!!" tegas Baltasar sambil mencekik Bonito dengan lengannya.


"Aaaagghh, ku mohon maafin aku Balt!" Bonito mencoba melepaskan diri dari cekikan Baltasar dengan menginjak kakinya, Bonito pun mengambil cairan asam sulfat yang terletak dimeja laboratorium itu dengan konsentrasi yang tinggi dan mencoba menyiramnya ke wajah Baltasar, sebelum itu Baltasar bisa menahan tangan Bonito dan berusaha merebut cairan itu darinya, cairan itu tumpah sedikit demi sedikit ke atas bahan yang mudah terbakar sehingga membuat ruangan itu terbakar. Tiba-tiba Bonito menendang Baltasar dengan kuat sehingga Baltasar terjatuh dan tanpa sengaja cairan asam sulfat tumpah ke wajahnya sendiri "Aaaaaaaa panasss!! Aaaaaaa panas-panas" Bonito pun berteriak histeris kepanasan dia mencari jalan keluar dari sana dan melompat dari jendela Laboratorium.


...*******...


...The end...


Nantikan kisah selanjutnya di Alstroemeria Of Almeria 2