Alstroemeria Of Almeria

Alstroemeria Of Almeria
Sisi lain



Digudang Rock Hause, Dary dibawa oleh komplotan Emilia untuk disidang, dibawah cahaya lampu yang remang-remang dan heningnya malam.


"Siapa kalian, lepaskan aku!! Tolongg" teriak Dary


"Diam saja kawan, kami tidak akan melukaimu." ujar Teo sambil mengikatnya di atas kursi kayu dengan mata yang ditutupi oleh sebuah kain.


"Apa yang kalian inginkan dariku?" tanya Dary


"Kami ingin pengakuanmu!" sahut Emilia sambil mengemil keripik kentang


"Kau seorang wanita? Pengakuan apa?" tanya Dary lagi


"Apa yang telah kalian lakukan terhadap Alessandro, Andres dan juga Baltasar" tanya Emilia sambil menghampiri Dary


"Apa yang kami lakukan?" tanya balik Dary dengan tegas


"Aku masih bertanya dengan baik, jangan sampai aku main kekerasan!!" ucap Emilia sambil memegang leher Dary dengan erat secara perlahan-lahan


"Dasar pecundang kalian. Tunjukkan diri kalian!! Tch" titah Dary kesal sambil meludahi wajah Emilia


"Kurang ajar, biar aku beri dia pelajaran!" sahut Teo bergegas mau menghajarnya


"Tunggu!!" teriak Emilia "Ini bagianku" tambahnya lagi.


Emilia pun pergi mengambil sebilah pisau silet yang tajam dan menggores lengannya Dary dengan perlahan-lahan


"Aa aaa aaaaaaa, apa yang kau lakukan pada lenganku" teriak Dary kesakitan disayat


"Aku akan terus menyakitimu jika kau tidak berkooperatif dengan kami" titah Emilia tepat ditelinga Dary dengan nada psikopatnya


"Tidak, kami tidak melakukan apa-apa pada mereka! Aku mohon jangan sakiti aku" jawab Dary nada memohon


Semakin lama di interogasi semakin membuat Emilia naik pitam, Emilia pun tidak bertanya apapun lagi, dia langsung mulai mengiris-giris semua bagian lengan Dary dengan sebilah silet sampai pada titik akhir Dary mengungkapkan semuanya


"Apa ini masih Emilia atau Vampire?" tanya Jasper pada Teo sambil menatap Emilia seperti iblis


"Diam kau Jasper, jangan sampai Vampire ini menghabisi kita" jawab Teo yang juga ketakutan melihat sesosok Emilia sesungguhnya


"Aaaaaa, cukup aku akan menceritakan semuanya. Aku akan mengakui semua" teriak Dary tidak kuat dengan siksaan Emilia


"Jasperrr, bawa dan hidupkan rekaman suara, kita akan merekam semua kejahatan yang mereka lakukan selama ini" suruh Emilia dan Jasper langsung bergegas mengambilnya


"Semenjak kami kalah dalam pertandingan basket melawan timnya Alessandro, kami telah banyak melakukan kejahatannya pada mereka, terutama Baltasar, dimalam itu kami menghajarnya, saat dia dalam keadaan yang sangat mabuk sehabis pulang dari pesta Kylie, kami menghajarnya tanpa perasaan hingga dia pingsan dan itu membuat kami panik sehingga kami membuangnya ke kapal pukat.


Untuk Andres!,


Bonito, Marco dan Fernando telah mengadu domba antara Andres dan Peter dengan mengecat dinding kampus dengan tulisan 'Kenapa kau meninggalkanku demi si Peter sialan itu, Anna aku masih mencintaimu' dan mereka juga dihukum atas kasus itu oleh pihak kampus, aku tau semua itu dari rekaman video yang direkam Fernando dengan kameranya. Korban sebenarnya dalam kejahatan kami adalah Alessandro, karena masalah cinta segitiga antara Bonito, Laura dan juga Alessandro. Dia selalu dibully, dihina bahkan dipermalukan di depan umum dengan semua kekurangannya. Marco juga menguncinya didalam toilet perpustakaan semalaman sehingga entah bagaimana membuat Alessandro masuk ke rumah sakit."


"Bajingan kalian semua!!! Kalian akan mendapatkan balasan yang setimpal tapi bukan dari aku, melainkan dari mereka sendiri" teriak Emilia sehingga membuat mereka semua kaget dan Wink langsung kabur dari gudang itu sambil menggonggong


Dary pun tiba-tiba menangis tersedu-sedu, "Kami pantas mendapatkan semua itu" Emilia langsung membius Dary lagi hingga pingsan


"Sekarang apa Emilia?" tanya Teo


Dengan sorotan mata tajam dan berkaca-kaca dia menatap Teo "Bawa dia pergi dari sini buang dia ke dalam hutan!"


"Apa itu tidak terlalu kejam?" tanya Teo lagi dengan rasa kasihan melihat Dary


"Buang saja dia!! Hewan buas akan makan daging segar malam ini" titah Emilia


"Baiklah, ayo Jasper" ajak Teo tidak membantah sambil gemetar


.........................


Keesokan harinya di university of Valencia, seperti biasa komplotan Bonito nongkrong di kantin tanpa kehadiran Dary dihari itu.


"Dimana Dary? Tumben hari ini dia tidak masuk kampus" tanya Bonito


"Mungkin dia sakit, kita datangin saja untuk menjenguknya nanti, dari kemarin aku juga tidak melihat batang hidungnya" jawab Fernando


"Ada apa ya? Tumben mereka memanggilmu, apa kamu ikut perlombaan?" tanya Fernando penasaran


"Aku juga tidak tau, tetapi firasatku ini buruk" jawab Marco


"Yang benar saja teman, apa yang akan terjadi pada kita?" sahut Bonito sambil merangkul Marco


"Entahlah"


Mereka pun bergegas ke ruang akademik, sesampainya mereka disana, Marco mulai masuk kedalam sendirian sedangkan Bonito dan Fernando menunggu diluar. Ruangan itu terasa sangat mencekam untuk Marco, dia melihat ketua fakultas, ketua prodi dan juga dosen pembimbing akademiknya ada disana dengan tatapan mata yang turun tajam


"Silakan duduk Marco Poiler!" suruh dosen itu


"Terimakasih pak, ada apa pak saya dipanggil?" tanya Marco dengan sopan


"Kamu tau apa yang telah kamu lakukan?" tanya balik dosen itu dengan tegas


Marco hanya terdiam dan tegang "Apa itu pak?" tanya Marco dengan gugup


"Bullying, kekerasan fisik, kamu mengerti apa yang ku katakan? Kamu mengerti konsekuensinya? Tidak pernah, saya ulangi tidak pernah, sepanjang saya menjabat sebagai kepala pimpinan fakultas disini, tetapi sekarang saya telah menemui mahasiswa berperilaku buruk seperti kamu, acuh tak acuh" jelas dosen itu dengan kesal


"Maksudnya pak, Bullying, kekerasan fisik? apa yang bapak katakan. Apa bapak mempunyai bukti untuk tuduhan itu padaku?"


"Tentu saja, kau pikir kami memanggilmu kesini tanpa bukti hah! Sekarang dengarkan saya, Faktanya bahwa beberapa dosen di universitas ini telah berusaha mempertahankan nilai akademikmu, itupun tidak mengubah tingkah lakumu, malah semakin buruk, saya tidak mengerti itu! Tidak bisa dimengerti, ini sangat mengkhawatirkan, hanya satu kata untuk orang sepertimu dan itu adalah jahat, jahat sejahat-jahatnya, tidak ada penjelasan lain, yang perlu kami lakukan adalah memberikanmu hukuman berat dan bahkan lebih, kamu tidak akan pernah diterima disetiap universitas di negeri ini, sekarang pergi dari hadapanku"


"Tapi pak!" bantah Marco


Dosen-dosen itu segera pergi meninggalkan Marco sendirian disana tanpa mendengar pembelaan dari marco, Bonito dan juga Fernando segera masuk menghampiri Marco


Setelah dosen itu keluar, tiba-tiba Bonito dan Fernando masuk kedalam dengan penuh rasa penasaran "Aa apa yang terjadi Marco?" tanya Fernando


Marco hanya terdiam membisu "Ada apa, apa yang terjadi kawan?" tanya Bonito lagi


"Aku dikeluarkan dari universitas ini" sahut Marco dengan suara pelan


"Aa apa. Aku tidak percaya itu. Apa yang terjadi? Kamu bercanda kan?" ucap Bonito


"Aku tidak bercanda, aku yang telah mengunci Alessandro dalam toilet perpustakaan dan kecelakaan itu terjadi dan membuat Alessandro kritis" jelas Marco memberitahu


"Apa? Kau tidak menceritakan masalah itu pada kami!!" titah bonito dengan nada kesalnya


"Aku sudah menduga ini akan terjadi" sahut Marco lagi tersedu-sedu


"Itukah yang membuatmu murung beberapa hari terakhir ini?" tanya Bonito


"Terus kemana kau akan pindah?" tanya Fernando dengan emosi


"Aku tidak tau, aku tidak akan diterima lagi oleh University manapun di negara Spanyol ini." Marco pun mulai meneteskan air matanya


"Sialan! Tenang saja, aku akan memberitahu ayahku untuk menyelesaikan masalah ini" ucap Bonito menenangkan sahabatnya itu


"Tidak bisa Bon! Jika mereka tidak mengeluarkanku, maka hukum akan bertindak dan nama baik kampus ini juga akan tercoreng." jelas Marco lagi dengan nada serius


"Terus bagaimana cara kami bisa membantumu?" tanya Fernando


"Aku mohon datanglah ke apartemen ku, bantu aku berkemas, aku akan kembali ke Inggris." sahut Marco yang pasrah dengan keadaan


"Tolong jangan bicara begitu" ucap Bonito dengan sedih


"Mungkin besok aku akan berangkat kawan. Jadi mari habiskan hari-hari terakhir kita" tambah Marco lagi.


...********...


...Preview...


Semua pasti ada akhirnya, dan ini adalah hari-hari terakhir


Selanjutnya ཆSiasat'