Alstroemeria Of Almeria

Alstroemeria Of Almeria
Kehilangan ibu part 2



Ini adalah hari keenam setelah meninggalnya nyonya Sofia, hari-hari terberat yang Alessandro alami tanpa seorang ibu. Sulit untuk dijalani, apa yang dia rasakan? gemuruh, rasa sunyi dalam hati dan hidupnya.


"Banyak orang yang bilang aku harus ikhlas dan aku harus tabah, tidakkah kalian tahu seberat apa yang aku rasakan!? Tidak ada orang yang sanggup menahan rasa sakit ketika kehilangan sosok orang yang paling berharga dalam hidupnya, mereka tidak akan pernah tahu rasanya kalau tidak pernah mengalaminya seperti aku" ujar Alessandro sambil menatap poto ibunya di jantung dinding ruang tamu.


"Alesso!!" tiba-tiba panggil ayahnya yang datang untuk menjengguk Alessandro.


"Papa!" ujar Alessandro dengan kaget


"Kamu baik-baik saja nak?" tanya ayahnya prihatin


"Seperti yang papa liat!"


"Ayo kita pulang kerumah papa, disana ada Emilia juga" ajak ayahnya membujuk Alessandro


"Tidak Pa! Terimakasih sebelumnya, aku tidak mau meninggalkan rumah ini" ucap Alessandro menolak dengan sopan


"Apa kamu yakin?" tanya ayahnya untuk memastikan


"Iya!" jawab Alessandro dengan tegas


"Baiklah! Papa tidak akan memaksamu, tapi jika kamu ingin tinggal bersama papa, kamu bisa kabarin papa dan apapun yang kamu butuhkan kabarin papa juga, kamu tanggung jawab papa sekarang" ujar ayahnya memberitahu


Alessandro hanya terdiam dan pasrah terhadap keadaan yang yang sekarang.


"Bi bibi!!" panggil tuan Alonzo


"Iya tuan" jawab bibi Rosy bergegas menghampiri tuan Alonzo


"Dimana yang lainnya?"


"Siapa tuan?" tanya balik bibi Rosy kebingungan


"Pelayan yang bekerja disini, panggil semua!" jawab tuan Alonzo


"Baik tuan!" bibi Rosy segera memanggil bibi Maria dan pak Nayak untuk menghadap tuan Alonzo


"Iya ada apa tuan?" tanya pak Nayak


"Siapa nama kalian?" tanya balik tuan Alonzo


"Saya Maria tuan, ini Rosy dan ini pak Nayak" jawab bibi Maria memberitahu


"Baiklah, saya cuman mau beritahu, kalian tetap bekerja disini seperti biasanya, jaga Alessandro baik-baik dan sekarang semua kebutuhan rumah ini dan gaji kalian saya yang tanggung" ujar tuan Alonzo dengan tegas


"Baik tuan" ujar bibi Maria terlihat kesenangan karena tidak jadi berhenti bekerja.


"Apa kalian juga menginap disini?" tanya tuan Alonzo lagi


"Tidak tuan, kami datang jam 5:00 pagi dan pulang jam 6:00 sore" jawab bibi Maria


"Apa bisa jika kalian tinggal disini untuk sementara waktu menjaga Alessandro, karena saya butuh orang dua puluh empat jam dirumah ini untuk mengurusnya" ujar tuan Alonzo


"Sepertinya saya tidak bisa tuan!" jawab pak Nayak


"Ayolah! Siapa saja, untuk tugas ini saya naikin gajinya tiga kali lipat" ujian tuan Alonzo memberikan penawaran


"Biar saya saja tuan" ujar bibi Rosy dengan santai


"Baiklah! Sekarang kalian boleh kembali bekerja" ujar tuan Alonzo


"Alesso!" panggil ayahnya lagi


"Iya Pa" jawab Alessandro dengan lesu


"Papa pamit dulu ya, ingat kabarin papa jika kamu butuh sesuatu!" ujar ayahnya mengingatkannya lagi


"Iya pa"


..........................


Bukan hanya Alessandro, dipihak lain Emilia tidak bisa menerima semua kenyataan bahwa ibunya telah pergi. Walaupun rasa sakit hati terhadap ibunya masih membekas dihatinya, tetap saja dia tidak menginginkan ibunya pergi untuk selamanya. Dalam enam hari ini, dia hanya mengurung diri di kamar.


"Emilia" panggil ibu tirinya sambil membawakan ia makan siang


Emilia tidak merespon panggil ibunya itu, dia bersikap cuek dengan semua orang dirumah itu.


"Kenapa kamu tidak turun untuk makan, ini ibu bawakan makan siang untukmu" ujar ibu tirinya sambil meletakkan mapan diatas meja


"Terimakasih Bu, tapi saya tidak lapar" ujar Emilia dengan cuek


"Jika kau telat makan nanti kamu sakit" ujar ibu tirinya dengan khawatir


"Sudahlah!! Jangan sok perhatian padaku" teriak Emilia dengan kesal membuat ibunya kaget


"Baiklah! Jika begitu tinggalkan aku sendiri bu" ujar Emilia dengan kesal


"Iya baiklah, tolong dimakan ya makanannya" ujar ibu tirinya itu dengan perhatian.


Tak lama kemudian setelah ibunya pergi, Oliveira datang dan mengganggunya lagi "Hey, coba lihat disana! Ada gadis cantik yang cemberut dan bertingkah seperti tuan putri"


"Pergilah kau, jangan menggangguku!" ujar Emilia


"Kau tidak pernah keluar dari kamarmu beberapa hari ini, apa kau tidak merasa bosan, biar ku beri keseruan diluar_" ujar Oliveira mengoceh di depannya


"Oliveira! Keluar atau ku seret kamu dari sini" teriak Emilia


"Oke baiklah, aku keluar" ujar Oliveira sedikit ketakutan melihat tingkah aneh Emilia


Setelah beberapa menit Emilia segera bersiap siap dan segera pergi ke Rock House, sesampainya disana tidak ada satu orang pun disana


"Teo!! Jasper!" panggil Emilia dengan keras


"Wink!!" teriak Emilia lagi tetapi tidak ada yang menjawab akhirnya Emilia memutuskan untuk menunggu mereka sambil berbaring diatas sofa. Hari pun mulai gelap dan Teo dengan Jasper pun pulang. Saat mereka masuk mereka melihat Emilia yang sedang tertidur pulas diatas sofa.


"Apa kita harus bangunkan dia?" tanya Jasper memberi usulan


"Jangan! Biarkan saja dia tidur" ucap Teo prihatin melihat wajah Emilia lesu


Teo pun segera mengambil selimut di kamarnya dan menyelimuti Emilia tiba-tiba Wink mengonggong "Gung gung" sehingga membuat Emilia terbangun.


"Wink!!" tegur Jasper


"Dari mana kalian?" tanya Emilia sambil menguap


"Kami habis mencari pekerjaan!" ujar Teo dengan senyum


"Benarkah? Apa kalian merampok lagi?" tanya Emilia penasaran sambil menyindir


"Tidak!! Kali ini kami mencari pekerjaan yang benar" Jasper menyangkal tuduhan Emilia


"Bagaimana kabarmu Emilia?" tanya Teo


"Sangat buruk!" jawab Emilia dengan spontan


"Apa kamu sakit?" tanya Jasper mulai khawatir


Emilia menggelengkan kepalanya


"Terus?" tanya Teo penasaran


Emilia hanya terdiam dengan wajah yang pucat


"Emilia! Kami ini juga keluargamu, tolong jangan sembunyikan apapun dari kami, kita sudah banyak melalui masalah, biarkan kami membantu masalahmu" ujar Teo memaksa


"Ibuku telah pergi untuk selamanya Teo" ujar Emilia sambil menangis dengan bersandar diatas bahunya Teo


"What?" Teo dan Jasper terlihat begitu kaget


"Ya!! Dan sekarang aku tinggal bersama papa dan ibu tiriku"


"Apa semua baik-baik saja?" tanya Teo dengan lirih


"Aku begitu kehilangan dia, sebelum dia pergi kami sempat bertengkar. Kau tau masalah liontin ku, pihak polisi Canary Islands telah melacak kita dan melaporkan kejadian ini kepada polisi Valencia, aku bertengkar dengan ibuku karena kejadian itu dan aku kabur dari rumah, dan kecelakaan pun terjadi pada ibuku" ujar Emilia bercerita


Teo sangat terkejut mendengar pernyataan Emilia, rasa bersalahnya pun muncul kepada Emilia "Maafkan kami Emilia, semua ini tidak akan terjadi jika kami tidak melibatkanmu dalam masalah ini" Teo merasa sangat bersalah atas semua masalah yang dialami Emilia


"Tidak! Aku tidak menyalahkan kalian"


"Kami mengerti bagaimana perasaanmu, kami juga pernah kehilangan orang yang kami cintai" ujarnya dengan sedih "Tapi tenanglah! Semua perasaan perih itu pasti akan berakhir" ujar Jasper menyemangati Emilia


"Yes! Thanks you Jasper" ujar Emilia sambil sedikit tersenyum.


"Tolong jangan menangis lagi, lihat! Kami ada disini untukmu, Wink juga sangat menyayangimu" ujar Teo


Emilia terus saja menangis tanpa henti, dia tidak bisa menerima kenyataan ini


"Huuutfff, sudah sudah" ujar Teo menenangkan Emilia


...***********...


Bagaimanakah kisah selanjutnya?


Next eps selanjutnya!!