Alstroemeria Of Almeria

Alstroemeria Of Almeria
Kepanikan tuan Alonzo



Saat makan malam pun tiba


"Dung dung dung dung dung dung. Menantuku yang cantik, ini ada sebuah hadiah kecil untukmu!" ujar ayah mertuanya memberikan hadiah kecil pada nyonya Dilara


"Kenapa ayah repot-repot begini?" tanya nyonya Dilara sambil menerima kotak kecil yang diberikan ayah mertuanya


"Ayolah nak dibuka!" suruh ayah mertuanya membukakan kotak hadiahnya


Saat nyonya Dilara membukanya, terlihat sebuah kalung yang sangat indah, dihiasi batu permata dengan kalajengking asli didalamnya "Hah.. ini indah sekali!" ujar nyonya Dilara


"Itu kalajengking, disitu ada penjelasannya tapi aku tidak mengerti maksudnya?" ujar ayah mertuanya


"Terimakasih ayah!" ujar Dilara berterimakasih pada ayah mertuanya


"Sama-sama nak! Itu tidak sebanding denganmu, jadi tuan Alonzo kau suka dengan arloji ini?" tanya ayahnya sambil memberikan hadiah untuk putranya


"Ya! Sebuah arloji sangat bagus, terima kasih ayah" ujar Alonzo dengan sedikit cuek


"Lihat hadiahku papa! Pisau pemburu, orang Rusia membunuh serigala dengan ini pa" ujar Oliveira sambil memperlihatkan hadiah yang diberikan kakeknya


"Haaaah! Ayah, apa ini yang kau beli untuk Oliveira?" tanya tuan Alonzo pada ayahnya dengan sedikit kesal


"Eee ee iya" jawab ayahnya dengan sedikit gugup


"Terimakasih ayah! Kau baik sekali memberikan kami semua hadiah tapi ini berbahaya" ujar Alonzo sambil mengambil pisau itu dari tangan Oliveira


"Dia masih muda kan? Mungkin dia akan berburu dia bisa menggunakannya" ucap ayahnya dengan rasa bangga


"Maaf ayah! Oliveira tidak pernah berburu" ujar tuan Alonzo memberitahu


"Aku tidak akan menggunakanya papa, aku akan menyimpannya saja" ujar Oliveira


"Kau benar, aku tidak memikirkannya sini biar ku simpan kembali saja, aku akan ambil ini Oliveira tapi tenanglah kita akan pergi dan membeli hadiah lain untukmu, oke nak! Kau setuju?" tanya kakeknya


..............................


Dipihak lain kecemasan bibi Rosy mulai terlihat di wajahnya, malam yang semakin larut tetapi Alessandro yang tak kunjung pulang.


"Bagaimana ini, sudah jam dua belas malam. Kemana dia, apa yang harus aku lakukan?" Bibi Rosy sangat kebingungan, akhirnya dia menelpon pak Nayak


"Kringgg kringgg kringgg, ya hallo!"


"Pak Nayak apa kau menjemput Alessandro dikampusnya"


"Saya sudah pergi kesana tadi, tapi tidak melihat Alessandro sama sekali, ku pikir dia pergi bersama temannya! Apa dia belum pulang?"


"Sampai sekarang dia belum pulang! Bagaimana ini?"


"Coba kabarin tuan Alonzo?"


"Apa bapak masih waras, tuan Alonzo akan memarahi kita"


"Tuan Alonzo akan semakin marah jika kau tidak mengabarinya"


"Baiklah, aku akan memberitahunya"


Bibi Rosy pun segera menelepon tuan Alonzo


Kringgg kringgg kringgg, ya ada apa bi


"Tuan! Aku mau memberitahu kalau Alessandro belum pulang, aku sangat khawatir tuan"


"Apa pak Nayak tidak menjemputnya"


"Katanya sudah tapi Alessandro tidak ada disana, dia pikir kalau Alessandro pergi bersama temannya"


"Baiklah aku akan kesana!"


"Iya tuan"


"Dimana kau nak? Aku akan coba menghubunginya"


"Tut tut tut tut tidak dijawab!"


Tiba-tiba nyonya Dilara datang menghampiri suaminya itu "Siapa?" tanya Dilara


"Bibi Rosy! Dia mengabariku kalau Alessandro belum pulang" ujar tuan Alonzo memberitahu


"Sudah kuduga! Mereka tidak bisa menjaganya dengan baik, kenapa kau tidak bawa pulang dia kemari" ucap nyonya Dilara dengan sinis


"Kita sudah membicarakan ini Dilara, aku tidak punya waktu berdebat denganmu!" ujar tuan Alonzo dengan suara sedikit membentak


"Ada apa ini, kenapa kalian berteriak? Anak-anak bisa mendengarnya" ujar ayah mereka memberitahu yang datang menghampiri mereka


"Aku akan pergi sekarang!" ujar Alonzo sambil bergegas pergi meninggalkan mereka


"Aku ikut Alonzo!" ucap Dilara


"Mau kemana kalian?" tanya Ayah mertuanya


"Bukan saatnya ayah! Nanti kuberitahu" jawab Dilara dan bergegas pergi


"Ya ampunnn!" Kakek Rafael terlihat cemas


................................


Saat tiba dikediaman Alessandro, tuan Alonzo segera bergegas mencari bibi Rosy


"Bi! Bibi" teriak tuan Alonzo


"Apa dia pergi ke kampus tadi pagi?" tanya tuan Alonzo


"Iyaa tuan, dia pergi diantar sama pak Nayak" jawab bibi sambil menangis


"Alonzo! kita harus melapor masalah ini ke pihak polisi" ujar nyonya Dilara memberi saran


"Tidak semudah itu Dilara, polisi pasti menyuruh kita untuk menunggu selama dua puluh empat jam" jawab tuan Alonzo


"Terus bagaimana apa yang harus kita lakukan?" tanya nyonya Dilara mulai kebingungan


"Kita akan pergi ke kampusnya" ujar tuan Alonzo


"Apa kau yakin dia disana, bagaimana kita masuk ke kampusnya malam-malam begini?" ujar nyonya Dilara


"Aku akan telpon Yelderin, dia akan mengurus semuanya" tuan Alonzo mengambil ponselnya dan segera menelepon temannya itu


"Kringgggg kringgggg....... ya ada apa Alonzo?" jawab tuan Yelderin


"Maaf Yelderin! Aku mengganggumu malam-malam begini"


"Iya tidak apa-apa! Apa ada masalah?" tanya tuan Yelderin


"Putraku, Alessandro menghilang, sudah jam segini, dia belum pulang!" ujar tuan Alonzo memberitahu


"Kenapa kau begitu cemas, bisa jadi dia pergi bersama temannya!"


"Setidaknya dia mengabariku atau bibi Rosy yang mengurusnya, tadi pagi dia pergi ke kampus, saat supirnya menjemputnya, dia tidak ada, aku berfikir kita akan menyusulnya ke kampus sekarang!"


"Apa kampusnya masih buka jam segini?" tanya tuan Yelderin


"Terus bagaimana?" tanya balik tuan Alonzo kebingungan


"Tunggulah sampai besok pagi, aku akan pergi ke kampusnya dan menemui dosen pembimbingnya"


"Baiklah Yelderin, terimakasih atas bantuannya!"


"Ya! Tenang saja aku akan mengurusnya besok, kita akan pergi bersama-sama"


"Baiklah" ujar tuan Alonzo


"Bagaimana?" tanya nyonya Dilara


"Kita harus menunggunya, kampusnya buka sampai besok pagi" ujar suaminya memberitahu


"Apa? Bagaimana bisa seperti itu, Alessandro mungkin saja dalam bahaya"


"Tenangkan dirimu Dilara!"


"Siapa yang kau percayai Alonzo, dulu kau mempercayai Sofia, sekarang kau menyuruh orang yang tidak kita kenal untuk menjaganya, sudah ku bilang mereka tidak bisa mengurusnya" nyonya Dilara terlihat mulai kesal


"Dilara cukup! Jangan membuatku tambah pusing" tuan Alonzo segera pergi dari sana.


...............................


Dikediaman Consuella, terlihat tuan Alonzo dan nyonya Dilara masih berdebat tentang Alessandro yang menghilang, nyonya Dilara menyalahkan suaminya itu apapun yang terjadi pada Alessandro. Karena pusing mendengarkan ocehan nyonya Dilara, tuan Alonzo pun pergi keluar untuk menenangkan dirinya.


Ayah mertuanya segera menghampiri Dilara "Ada apa! Kenapa kalian kelihatan sangat cemas?"


"Dimana anak-anak ayah?" tanya Dilara memastikan


"Mereka sudah tidur, ada apa? Jangan membuatku penasaran!" tanya balik Ayah mertuanya


"Ayah, Alessandro menghilang ayah" ujar nyonya Dilara memberitahu


"Apa? Bagaimana bisa, apa ibunya tidak bisa menjaganya" ujar ayah mertuanya dengan kaget


"Siapa maksud ayah?" tanya nyonya Dilara kebingungan


"Siapa lagi, Sofia!! Sofia!" teriak ayahnya itu


"Ouh Maafkan aku ayah, aku belum memberitahumu, Sofia telah meninggal dua minggu yang lalu, dia mengalami kecelakaan tunggal"


"Apa?" Kakek Rafael benar-benar terkejut mendengar berita ini


"Iya ayah!"


"Ya ampun! Kalian tidak pernah mengabari aku tentang hal ini, kalian benar-benar telah melupakanku" ujar ayah mertuanya sambil pergi meninggalkan Dilara


.............................


Keesokan paginya, mereka pun segera bergegas pergi ke kampusnya Alessandro.


"Ada yang bisa saya bantu pak?" tanya satpam fakultas


"Saya ingin bertemu dengan dosen pembimbingnya Alessandro" ujar tuan Alonzo


"Mari aku antar pak" ujar satpam itu


"Dilara! Kamu tinggu disini saja, Yelderin ayo ikut denganku" ujar tuan Alonzo bergegas masuk


"Apa aku harus diam saja disini!" teriak nyonya Dilara dengan kesal


...******...


Bagaimanakah kisah selanjutnya?


Next eps selanjutnya!!