
Hari demi hari berlalu dan keadaan Alessandro semakin membaik, dan hari ini adalah hari pertama Alessandro memulai terapi kakinya.
"Halo aku dokter terapimu namaku Angel, apa kau senang? Kau tidak perlu khawatir aku tidak akan membuatmu begitu letih, kau mau masuk kedalam?" ujar dokter Angel
"Berapa lama terapinya?" tanya nyonya Dilara
"Hari ini kita hanya melakukan sedikit olahraga" jawab dokter Angel
Mereka pun segera masuk kedalam ruangan terapi "Oo tidak nyonya, anda tidak perlu masuk, saat kami selesai kami akan mengantarkannya ke kamarnya" ujar dokter Angel
"Tidak saya akan menunggunya disini saja!" jawab nyonya Dilara
"Baiklah" dokter itu langsung membawa Alessandro keruangan terapi
...............................
Dikediaman Consuella, kakek Rafael mencoba menghibur Emilia yang terlihat murung akhir-akhir ini.
"Lihat kuda itu akan bergerak kesana," ujar kakek Rafael
Emilia langsung menggerakkan tanknya untuk memakan kuda sang kakek "Aduh kudaku hilang, ouh aku salah" ujar kakek Rafael
"Apa kakek tidak khawatir?" tanya Emilia
"Tentu saja khawatir sayang, dua langkah lagi jika aku salah melangkah, aku akan terjebak" ucap kakek Rafael
"Maksudku bukan ini, kau mencoba menghiburku seakan aku ini anak lima tahun" ujar Emilia
"Kenapa aku harus menghiburmu? Kita sedang bermain catur seperti orang dewasa!" jawab sang kakek "Lompat" ujar kakek menggerakkan pionnya "Namaku Rafael Consuella dengan ini aku akan membalikkan keadaan" ucapnya
..............................
Disisi lain, Andres mengantarkan Baltasar ke pemakaman Nyonya Sofia
"Nyonya Sofia! Ini aku Baltasar, kenapa secepat itu kau meninggalkan kami, Alessandro masih membutuhkanmu" ucap Baltasar sambil meletakkan sebuket bunga diatas makamnya
"Kau mempercayai Alessandro padaku kan, tetap saja aku tidak bisa membuatnya tegar seperti yang kau lakukan untuknya selama ini. Lihat sekarang! Alessandro memberontak, dia tidak pernah mau tunduk terhadap takdir yang diberikan. Apa yang harus kulakukan? Maafkan aku telah membuat Alessandro cacat seperti ini, Ini semua salahku" ujar Baltasar sambil menangis meratapi nasib sahabatnya itu
"Sudahlah Balt, kau adalah harapan bagi kami, kau tidak boleh lemah apalagi rapuh! Kau adalah Alstroemeria, kau Alstroemeria dari Almeria yang dititipkan tuhan untuk kami" ujar Andres menenangkan Baltasar yang terlarut dalam kesedihannya.
"Alstroemeria?"
"Iya, Alstroemeria adalah bunga bisa mekar dimusim semi ataupun dimusim dingin, sama seperti kau, Baltasar yang ku kenal dulu, dia tidak rapuh dia tetap mekar dalam keadaan suka atau duka" ujar Andres memujinya
.................................
"Apa kita akan pergi menjengguk kakaknya Emilia?" tanya Teo
"Apa kau berani?" tanya Balik Jasper
"Tentu saja! Kau tahu Emilia sangat sedih dengan semua keadaan yang menimpanya."
"Iya, kita tidak juga bisa membalas semua kebaikannya. Setidaknya kita bisa pergi kesana?" ujar Jasper
"Gung gung gung" tiba-tiba Wink datang menghampiri mereka
"Ada apa wink, apa kau juga kangen dengan Emilia" ujar Jasper
"Gung gung gung" Wink menggonggong dengan kegirangan
"Kita lihat dulu nanti, tunggu kakaknya dibawa pulang dari rumah sakit, baru kita menjengguknya, soalnya aku tidak tau dimana kakaknya itu dirawat" ujar Teo memberitahu
.............................
Selesai ziarah ke makamnya nyonya Sofia, Baltasar dan Andres segera bergegas pergi ke rumah sakit untuk menjengguk Alessandro
"Ayo Ndres kita pergi kerumah sakit sekarang?" ajak Baltasar
"Apa kau yakin, keadaan Alessandro sedang tidak baik. Ayahnya pasti tidak membiarkan kita masuk" ucap Andres memberitahu
"Kita pergi saja dulu!" ajak Baltasar sedikit memaksa
"Ayolah!" jawab Andres
Mereka pun bergegas pergi kerumah sakit dimana Alessandro dirawat. Dirumah sakit, terlihat Alessandro sangat takut dengan terapi kakinya itu
"Tidak apa-apa, ini tidak sakit" ujar dokter Angel memberitahu
"Baiklah" jawab Alessandro
Dokter langsung mengambil alat kejut kaki untuk melihat gerakan kejut pada kaki Alessandro.
.............................
Sesampainya dirumah sakit Andres langsung mengantarkan Baltasar ke ruangan Alessandro dirawat. Diluar ruangan terlihat tuan Alonzo sedang mengobrol serius dengan tuan Yelderin
"Bagaimana? Apa pihak kampus sudah mengetahui siapa pelakunya"
"Sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut"
"Tentu saja mereka menutupinya, agar nama baik kampus mereka tidak tercemar"
"Permisi paman" sapa Andres memotong pembicaraan mereka
"Iya paman, perkenalkan ini Baltasar sahabat dekatnya Alessandro"
"Salam kenal paman!" ujar Baltasar
"Bukankah kamu yang melewan kami di pengadilan?" tanya tuan Yelderin sambil memperhatikan detail wajah Baltasar
"Iya paman, itu aku" tegas Baltasar
"Aku salut denganmu, kau begitu berani mengangkat bicara didepan hakim" sahut tuan Alonzo sambil menupuk pundaknya Baltasar
"Terimakasih paman, apa boleh kami menjenguk Alessandro?" tanya Baltasar
"Tentu saja! Tapi Alessandro sekarang lagi diruangan terapi bersama ibunya!"
"Terimakasih paman"
"Kami tinggal dulu ya" ujar tuan Alonzo. Tuan Yelderin dan tuan Alonzo segera bergegas pergi dari sana karena ada urusan penting lainnya.
"Andres kita ke kantin sebentar, aku mau beli air minum"
"Ayolah"
.............................
"Apa semua sudah siap" tanya nyonya Dilara
"Iya nyonya Dilara, kita harus sering-sering melakukan terapi ini agar efeknya dapat terlihat" jawab dokter Angel memberitahu
"Baiklah, terimakasih dokter" Nyonya Dilara langsung pergi mengantarkan Alessandro ke ruangannya. Sesampainya diruangan nyonya Dilara memanggil suster untuk membantunya memindahkan Alessandro dari kursi roda ke tempat tidur. Tak lama kemudian ada suara ketukan pintu dari luar "tok tok tok tok"
"Siapa itu?" ujar nyonya Dilara sambil membuka pintu kamarnya
"Kamu Andres kan?"
"Iya Tante, boleh kami menjenguk Alessandro"
"Tentu saja, Alesso temanmu datang"
"Aku tidak ingin bertemu siapapun, suruh mereka pergi!!"
Baltasar sudah muak melihat tingkah Alessandro seperti itu, Baltasar pun masuk ke kamarnya Alessandro dengan paksa.
"Apa kau tidak ingin bertemu dengan ku lagi?" ujar Baltasar dengan nada tinggi
Alessandro sangat kaget melihat Baltasar yang berada dihadapannya sekarang "Baltasar?" lirihnya dengan gugup dan tak percaya apa yang dia lihat
"Kau masih mengenalku, apa yang terjadi padamu? Kenapa denganmu Alesso" tanya Baltasar dengan raut wajah yang kesal
"Ibu, bisa tinggalkan kami!" ucap Alessandro
"Apa kau yakin?" tanya ibunya
"Iya, aku mohon pergilah" jawab Alessandro
"Baiklah" nyonya Dilara pun bergegas pergi meninggalkan mereka
Andres pun masuk kedalam kamarnya Alessandro dengan langkah kaki yang kecil.
"Kenapa denganmu Alesso?" tanya Baltasar dengan sedikit membentak
Tiba-tiba Alessandro tidak bisa menahan tangisnya lagi, matanya mulai berkaca-kaca, dia hanya terdiam terpaku.
"Aku tau kau merasa tidak sanggup untuk menghadapi semua ini, tapi apa salah kami. Terutama Andres, apa? Kenapa kau tidak mau berteman dengan kami lagi?" tanya Baltasar
"Alesso! Aku minta maaf, jika aku membuatmu tersinggung, bukan berarti aku tidak ingin mendukungmu, tetapi aku hanya tidak mau kau gegabah dalam mengambil keputusan." ujar Andres meminta maaf dengan suara pelan
"Aku tidak menyangka kau selemah ini teman, ibumu sangat kecewa melihatmu seperti ini, aku juga minta maaf karena saat kalian dalam kesusahan aku tidak berada bersama kalian" sahut Baltasar
"Jangan katakan itu, kau membuatku menjadi lebih bersalah lagi. Kemana kau selama ini Balt, kenapa kau pergi? Apa kau marah denganku?" tanya Alessandro
"Aku tidak marah denganmu, aku hanya pergi ke pestanya Kylie, tetapi keesokan harinya aku terbangun didalam sebuah kapal pukat yang sedang berlayar"
"Bagaimana bisa?"
"Aku tidak tahu, kenapa itu terjadi? Aku tidak bisa kembali sebelum awak kapal disana menyelesaikan pekerjaannya."
"Kami semua mencarimu kemana-mana, bahkan polisi sudah melacakmu keseluruh Spanyol, tetapi kau tetap tidak ditemukan. Aku mulai putus asa"
"Sekarang aku dan Andres ada disini. Lihat Andres! Dia sangat khawatir memikirkan keadaanmu, dia sangat perduli denganmu, kau ingin memutuskan hubungan persahabatan dengannya, kalian sudah menjalani hidup yang panjang bersama-sama, apakah semua itu tidak berarti hanya karena cinta butamu pada Laura"
Alessandro memejamkan matanya sambil menangis, dia sangat menyesal dengan semua perbuatannya "Andres! Aku minta maaf padamu, seharusnya aku mendengarkanmu" ujar Alessandro dengan rasa malu
"Sudah lupakan semua itu, kau jangan beranggapan bahwa kau sendirian, kita akan selalu bersama" jawab Andres
...********...
Bagaimanakah kisah selanjutnya?
Next eps selanjutnya!!