Alstroemeria Of Almeria

Alstroemeria Of Almeria
Dinding kampus Part 2



(Diruang Akademik)


"Apa yang kamu lakukan?" tanya pak dosen dengan marah


"Saya tidak melakukan apa-apa pak" jawab Andres membela diri


"Terus itu apa? Kamu membuang sampah sembarangan, mencoret-coret dinding kampus, apa kau sedang mabuk semalam?"


"Sumpah pak!! Aku semalam tidak ke kampus" ujar Andres berusaha meyakinkan bapak dosen


"Aku tidak perlu tahu alasanmu, tidak mungkin orang lain mencoret-coret dinding kampus dengan namamu, kau bereskan semua kekacauan itu, cat ulang tembok itu dan buat seperti semula."


"Tapi pak_?" tanya Andres membantah


"Atau kau discore?" ujar bapak dosen memotong pembicaraan Andres


"Baik pak" dengan kesal Andres keluar dari ruang prodi itu. "Siapa yang berani melakukan semua ini" pikirnya


Semua orang yang melawati Andres melihatnya dengan tatapan aneh. Hal ini membuat Andres tidak nyaman "apa yang kau lihat?!" teriak Andes pada seorang pria yang melihatnya. "Orang gila!" jawab pria itu dengan spontan. Andres yang sedang emosi langsung menghajarnya di kerumunan itu "siapa yang kau sebut gila hah!" Teriak Andres


Laura melihat kejadian itu, dia langsung berlari dan memisahkan mereka berdua "Apa yang kau lakukan Ndres? Lepaskan dia!!" teriak Laura


"Andres lepaskan dia!!" teriak Laura. Laura mendorong Andres dan menamparnya didepan banyak orang, Andres langsung terdiam dan pergi dari sana. "Maafkan dia ya" ujar Laura pada pria itu


"Iya tidak apa-apa, kau rawat temanmu itu, dia benar-benar sudah gila!" ujar pria itu mengejek Andres


"Ya!" Ujar Laura langsung bergegas pergi mengejar Andres


"Ndres! Andres tunggu" teriak Laura sambil mengejar Andres, Andres terus berjalan tidak memperdulikan panggilan Laura


"Andres!" panggil Laura dengan suara keras, akhirnya Andres pun berhenti "Iya ada apa?" tanya Andres dengan kesal


"Kamu kenapa sebenarnya?" tanya Laura heran


"Aku! Aku tidak apa-apa, kau liat aku baik-baik saja" ucap Andres dengan kesal


"Aku tau kamu marah, tapi kendalikan emosimu, liat dirimu! Kamu salah satu mahasiswa terbaik dikampus ini, jangan mencoreng namamu sendiri Ndres" ujar Laura memberitahu


"Maksudmu? Aku yang melakukan semua itu!" tanya Andres dengan emosi


"Aku tau itu bukan kamu, pasti orang lain yang melakukannya, tapi kamu harus menghadapinya dengan tenang, jika kamu emosi semua orang tidak akan respect lagi padamu"


"Iya terimakasih atas nasehatnya" ucap Andres dengan sinis


"Maaf soal tamparan tadi Ndres!"


"Tidak apa-apa, aku akan mencaritahu siapa yang melakukan semua ini" ujar Andres dan bergegas pergi dari sana


.............................


"Apa kau liat raut wajah Andres! Dia sangat kebingungan, dan sekarang semua orang akan menganggap dia anak yang konyol huahahaha." ujar Fernando kegirangan puas telah mempermalukan Andres


"Aku lihat itu, aku menikmatinya" ujar Bonito


"Kita sudah berhasil mengalihkan perhatian mereka, selanjutnya apa yang harus kita lakukan?" tanya Fernando dengan santai


"Tidak ada, sekarang kita nikmati saja kemenangan kecil kita ini." jawab Bonito


Tiba-tiba Dary pun datang menghampiri mereka "Sudahku duga itu perbuatan kalian!"


"Yayyaa, tebakanmu benar! Semalam kami menghabiskan waktu dengan berpesta dan pagi harinya kami merayakan kemenangan" ucap Marco dengan ketawa


"Jangan sampai kelewatan batas, aku takutnya kita akan berakhir dengan buruk" Dary memperingati mereka


"Tenanglah! Apa yang bisa dilakukan Andres yang idiot itu dan Alessandro dengan kaki cacatnya" cakap Fernando mengejek


"Itulah kesalahan kalian, terlalu meremehkan orang lain" ujar Dary memberitahu


"Bukan begitu Dar, kau yang terlalu penakut" ujar Bonito mengejek Dary


"Aku cuman memperingati kalian saja, sebagai seorang teman" ujar Dary mulai terlihat kesal


"Yaya kami tahu itu, sudahlah nikmati saja keseruannya!" ujar Fernando sambil memberikan segelas wine kepada Dary


"Baiklah" ujar Dary sambil meminum wine itu


............................


"Pak Nayak!" panggil Alessandro


"Iya tuan"


"Bapak mau pulang ya?" tanya Alessandro


"Iya tuan"


"Boleh saya minta tolong pak?, antarkan saya ke apartemen Andres."


"Boleh tuan!"


"Ayo pak!"


Alessandro pun pergi menuju ke apartemennya Andres. Baru saja sampai didepan diapartemennya, Andres terlihat buru buru mau pergi.


"Ndres!!" teriak Alessandro


"Iya"


"Ada apa?"


"Kamu mau kemana?" tanya balik Alessandro penasaran


"Aku mau membeli cat untuk memperbaiki kekacauan di kampus" ujar Andres sambil masuk ke mobil


"Aku ikut denganmu!" ujar Alessandro


"Yang benar saja, pulang sana! Aku bisa sendiri jangan merepotkanku"


"Maksudmu?"


Andres hanya terdiam dan terlihat kesal


"Maksudmu apa? Aku yang cacat begini merepotkanmu begitukah?" tanya Alessandro dengan tegas


"Bukan seperti itu?" Andres mengelak


"Terus apa? Makasih sudah menyadarkanku kalau aku seorang teman yang tidak berguna."


"Bukan itu maksudku, aku tidak mau merepotkanmu" ujar Andres dengan tegas


"Jika kau masih menganggap aku teman, berarti kamu tidak masalah untuk merepotkanku" jawab Alessandro kesal


"Baiklah, terserah kamu"


"Pak Nayak! Aku pergi bersama Andres ya.


Bapak boleh pulang, terimakasih sebelumnya pak" ujar Alessandro kepada pak Nayak


"Iya sama-sama" jawab pak Nayak


Mereka langsung bergegas membeli sebuah cat di toko material "Permisi! Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan toko disana


"Saya mau membeli cat tembok pak dengan warna coklat" ujar Andres


"Untuk satu toples seharga 6 euro"


"Baik saya beli empat ya!" Selesai dari sana, mereka segera pergi ke kampus untuk mengecet ulang dinding kampus tersebut.


"Bagaimana kita masuk?" tanya Alessandro


"Kita masuk lewat pintu gerbang samping, biasanya tidak dikunci" Mereka akhirnya sampai di halaman kampus.


"Kira-kira siapa yang melakukan semua ini?" tanya Alessandro sambil melihat coretan dinding tembok itu


"Entah?" jawab Andres sambil membuka toples cat "Apa kau punya opsi?" tanya Andres


"Mungkin saja orang-orang Bonito" jawab Alessandro dengan santai


"Tapi apa motifnya melakukan ini padaku" tanya Andres kebingungan


"Hey hey, dia tidak perlu motif untuk melakukan ini, kau tau aku masih curiga ada keterlibatan dia dalam kasus hilangnya Baltasar" ujar Alessandro "Sudahlah kita bereskan ini aja dulu"


"Hmmm" Andres menganggukkan kepalanya


Hari sudah menunjukkan jam 3.17 am akhirnya mereka selesai memperbaiki semua kekacauan dikampus, Andres berbaring di halaman kampus untuk beristirahat.


"Indah sekali bintang-bintang itu" ujar Andres


"Iyaa" jawab Alessandro sambil menangah wajahnya ke langit


"Apa kau mau berbaring juga disini?, menikmati keindahan malam" tanya Andres


"Hmmm boleh!"


Andres pun bangun dan membantu Alessandro untuk bangun dari kursi roda dan membaringkan Alessandro disebelahnya


"Thanks you Alesso" ucap Andres berterimakasih


"What for?"


"For all!! Akhir-akhir ini banyak masalah yang datang, aku sangat kuwalahan dibuatnya." ujar Andres


"Itulah hidup, selama kita masih bersama, kita lewati ini semua bersama"


Mereka pun beristirahat 20 menit sambil menikmati dinginnya malam


"Apa ini taik kelelawar?" tanya Andres kaget tiba-tiba setetes air jatuh kewajanya


"Maksudnya?" tanya Alessandro balik kebingungan


Tiba-tiba hujan mulai turun dengan deras, mereka langsung bergegas lari dari sana dan pulang.


...**********...


Bagaimana kisah selanjutnya?


Next eps selanjutnya!!