
"Mwuhahahahahha, Baltasar kembali! Apa kau yakin? Setelah berbulan-bulan dia menghilang" tanya Bonito dengan nada ejekannya
"Iya, kata mereka Baltasar mulai masuk kampus kemarin" ucap Fernando "Coba lihat surat kabar ini!" suruh Fernando lagi sambil memberikan surat kabar itu padanya
"Apa? Baltasar kembali, tunggu-tunggu! Jika dia sudah kembali kenapa dia tidak melaporkan kita ke polisi" tanya Bonito dengan penuh rasa penasaran sambil membaca surat kabar
"Mungkin dia mempunyai rencana baru" tambah Marco dengan argumentasinya yang masuk akal "Atau dia lupa tentang kejadian malam itu" tambahnya
"Bagaimana kita tau?" tanya Fernando pada mereka
"Aku akan datang menemuinya besok dan aku akan melihat tingkah lakunya." ucap Bonito memberikan solusinya
"Apa kau yakin?" tanya Fernando dengan sedikit khawatir
"Yaa, aku yakin!."
................................
Kringggggg kringggg kringgggg suara alarm di jam berbunyi, Emilia langsung bangun dan mengecek jadwalnya hari ini "Ini kan hari ulang tahun ku, pasti mereka sedang mempersiapkan hari ulang tahunku"
Pagi itu sanggat hening... Seisi rumah kelihatan sama sekali tidak memperhatikannya, padahal hari itu Emilia berulang tahun yang ke-19 tahun. Mereka seperti tidak ada yang ingin mengucapkan selamat ulang tahun padanya. Semua sibuk memulai harinya masing-masing "Papa, hari ini sibuk banget ya?" ujar Emilia menghampiri papanya yang lagi memeriksa dokumen-dokumen pekerjaannya
"Iya sayang, papa sama ibumu akan pergi keluar kota, ada kerjaan yang tidak bisa ditunda" jawab ayahnya sambil mencari berkasnya
"Ouh, berapa hari papa pergi?" tanya Emilia lagi
"Kurang lebih satu Minggu"
"Hmmmm! Baiklah"
"Kamu baik-baik ya nak, titip salam sama kakakmu dan juga adikmu." ucap ayahnya sambil mencium keningnya dan bergegas pergi
"Dimana kakak? Apa dia belum pulang" tanya Emilia pada ayahnya sambil menghampiri ayahnya
"Dia menginap di apartemen temannya semalam." Sahut ayahnya dengan terburu-buru
"Ouh!!"
Apakah mereka lupa akan hari ulang tahunnya? Apakah mungkin mereka sengaja tidak mengingatnya? pikiran itu selalu mendatangi Emilia. Sontak saja Emilia pergi ke kampus dengan perasaan kesal.
Sampai di kampus ternyata sekelompok pria yang selalu mengganggunya datang langsung menghampirinya.
"Emilia, ciee yang ulang tahun senang banget kayaknya" ucap Felix meledeknya.
"Jangan hanya mengucapkan selamat, hmmm…kado!?" Emilia menjulurkan tanggannya pada Felix
Semua orang pun datang menghampiri mereka.
"Tenang! Sudah aku persiapkan, kado romantis untukmu" Felix tersenyum padanya.
"Wow, amazing" Emilia pun mengambil bunga dan sekotak coklat yang diberikan Felix "Apa ini, sampah!" ujar Emilia sambil membuangnya sambil pergi meninggalkan mereka
"Wuuuuuuuuuu!!" Sorakan mahasiswa lainnya yang berkumpul melihat mereka
"Berani sekali dia membuang pemberianmu teman" ucap salah satu kawannya
"Itulah yang aku suka darinya, wanita gila yang penuh dengan ambisi" sahut Felix dengan senyum jahatnya
"Pantes saja kamu hanya mendekati Emilia, padahal banyak cewek lain yang nge-fans padamu" ujar mereka
Jam istirahat telah tiba, Emilia dan teman-teman yang lain berhamburan ke kantin.
Tiba-tiba Felix dan teman-temannya datang lagi, "Yang ulang tahun biasanya traktir nih" ucap Felix
"Ya nih mana lupa bawa uang lagi, uangnya ketinggalan di kelas" tambah temannya lagi yang ikut-ikutan.
"Ya udah deh! Untuk hari ini kalian gua traktir, ambil semua sesuka kalian" ucap Emilia
"Sialan! Dia selalu menghancurkan moodku" bergumam Emilia dalam hati
Jam pulang pun telah tiba, Emilia sangat malas untuk pulang kerumahnya. Akhirnya Emilia pun datang ke rock House untuk menenangkan dirinya.
"Helo, Jasper, Wink, Teo!!" panggil Emilia sambil masuk kedalam Rock Hause "Pasti mereka keluar"
Hari pun mulai gelap, seperti biasanya Emilia tertidur disofa ruang tamu sambil menunggu orang Teo dan jesper pulang, dipihak lain Teo dan Jasper sudah mempersiapkan suprize untuk Emilia
"Uishhh!! Emilia ada disini" ucap Jasper memberi isyarat pada Teo
"Benarkah?"
"Iya dia tertidur" tambah Jasper lagi "Wink, bangunkan Emilia" suruh Teo
Wink pun pergi menghampiri Emilia dan menjilati wajah Emilia yang sudah dilengkapi dengan topi kerucutnya. Emilia pun terbangun " Wink, apa ini" tanya Emilia sambil memegang topi kerucut yang dikenakan Wink. Tiba-tiba lampu rumah dinyalakan dan "Happy birthday to you! Happy birthday to you! Happy birthday Emilia lalalalalala,. Happy birthday to you" ucap Teo sambil bermain gitar yang gak sinkron dengan nadanya dan Jasper sambil membawa kue tart
"Teo, Jasper kalian ingat hari ulang tahunku" ucap Emilia terharu
"Tentu saja, kami mengingatnya"
"Ini hari ulang tahun terindah yang pernah aku jalani" ujar Emilia "Hufff" Emilia langsung meniup lilinnya
"Buatlah harapan!" suruh Jasper spontan
"Tidak ada harapan, sudahlah lupakan" ucap Emilia
"Kalau begitu hadiah apa yang kamu inginkan dari kami?" tanya Teo dengan nada mengejek
"Sebenarnya yang kalian lakukan sudah cukup tapi..?" jawab Emilia dengan sungkan
"Tapi apa?" titah Teo memaksa
"Katakan saja, kami akan memberikan apapun yang kamu minta!" sahut Jasper
"Aku butuh bantuan kalian!!" ucap Emilia
"Wow terdengar serius" sahut Jasper
"Aku mau kalian menculik seseorang untukku"
"Apa? Siapa?" teriak Teo dengan kaget
"Dary!" ucap Emilia
"Siapa dia?" tanya Teo lagi
"Dary adalah salah satu komplotan yang selalu membully, mencelakakan dan mempermalukan kakakku, aku ingin membalasnya" jelas Emilia
"Apa kau serius Emilia, bagaimana caranya, kau tau ini sangat bermasalah, menurutku lupakan saja soal balas dendam dan minta hadiahmu yang lain" bantah Teo dengan nada halus
"Aku ingin Dary!!" teriak Emilia sehingga membuat Teo kaget untuk kesekian kalinya
"Ups!! Dia bosnya" sahut Jasper sambil menunjuk Emilia pada Teo
"Kalian benar, ini sangat beresiko. Aku akan memikirkan caranya! Dan mencari informasi lebih lanjut tentang Dary" titah Emilia lagi dengan tenang
...*********...
...Preview...
Semua kejahatan akan terungkap, tinggal menunggu waktunya saja.
Selanjutnya ཆTerungkap'