Alstroemeria Of Almeria

Alstroemeria Of Almeria
Kisah Alvaro Baltasar



(Tiga hari setelah orang-orang Bonito menghajarnya saat pulang dari pesta Kylie)


Saat Baltasar terbangun dari tidurnya, dia melihat dua orang bapak-bapak memandanginya


"Dimana aku?" tanya Baltasar


Mereka hanya terdiam memandang satu sama lain "Kamu berada diatas kapal pukat?" ujar salah satu awak kapal


Dengan kaget Baltasar langsung bangun "Apa? diatas kapal pukat" teriak Baltasar sambil memegang kepalanya yang masih terasa sangat pusing


"Seharusnya kami yang bertanya padamu! Kenapa kau ada disini?" tanya mereka


"Aku tidak tau?" ujar Baltasar dengan kebingungan


"Apakah dia sudah sadar?" tanya seorang bapak tua menghampiri mereka "Lanjutkan perkejaan kalian!" ujar bapak itu dengan tegas, saat mereka sudah pergi bapak itu memberikan air minum kepada Baltasar "Kami menemukanmu diruang mesin kapal dalam keadaan pingsan dengan wajah yang memar!" ujar bapak itu memberitahu


Baltasar mencoba mengingat apa yang terjadi padanya, tetapi itu malah membuatnya bertambah pusing


"Apa kau mengingat sesuatu?" tanya bapak itu


Baltasar menggelengkan kepalanya


"Dari mana kau berasal?" tanya bapak itu lagi dengan penasaran


"Aku dari Valencia! Aku seorang mahasiswa di University Of Valencia" ujar Baltasar memberitahu


"Ouh benarkah? Kapal ini juga dari Valencia" ucap bapak itu lagi sambil menyiapkan sepotong roti untuk Baltasar


"Bisakah kau mengantarkanku pulang ke Valencia?" tanya Baltasar dengan sopan


"Maaf nak! Kami sedang menangkap ikan selama kurang lebih tiga bulan" ujar bapak itu memberitahu


"Tiga bulan?" teriak Baltasar dengan kaget


"Iyaaaa."


"Siapa namamu nak?"


"Saya Baltasar! Alvaro Baltasar"


"Oke baiklah Alvaro Baltasar! Aku Bill Clinton, aku adalah pemilik kapal ini, dan mereka berdua adalah awak kapalku dan ada dua orang lagi di kapal ini yang juga sedang bekerja, mungkin kau perlu berkenalan dengan mereka" ujar pak Bill


"Ya baiklah" Baltasar menganggukan kepalanya


Dengan pasrah Baltasar tidak bisa memaksa mereka hanya untuk mengantarkannya pulang ke Valencia. Sudah enam minggu berlalu, keadaan Baltasar semakin membaik. Hari-harinya dipenuhi dengan kesibukan, dia juga ikut membantu mereka untuk menangkap ikan. Sudah beberapa hari ini mereka tidak memancing ikan lagi, dikarenakan ikan sangat sedikit didapat, sehingga kapten memutuskan untuk pergi menuju perairan lainnya. Akhirnya mereka tiba di perairan Illes Baears, kapten datang menemui awak kapal yang sedang terduduk bosan didalam kabin kapal. "Mari memancing!!" ujar sang kapten


"Kita memancing!!" teriak pak Eduar dengan sangat kegirangan dan bersemangat


"Baiklah! Mari buat tangkapan" ujar pak Feron


"Seribul kail sebelum makan malam, aku ingin 40 mil diluar sana" ujar pak Murp dengan penuh semangat "Apa kita memasang tiga mil pelampung?" tanya pak Murp lagi kepada kapten


Sang kapten menganggukkan kepalanya, mereka segera memesan kailnya dan melempar pelampung kelaut, dan saatnya menunggu hasil. Hari pun mulai gelap mereka masih menunggu beberapa menit lagi untuk mengangkat kail yang telah dipasang.


Terlihat pak Feron sedang bermain-main dengan seternya seolah-olah itu adalah sebuah pedang yang bisa mengeluarkan cahaya magic "Ini adalah kekuatanku!!!" ujarnya


"Jika ingin bermain-main dengan itu tancapkan kebokongmu" ujar pak Murp dengan kesal karena selalu melihat pak Feron tidak melakukan pekerjaannya dengan serius


"Tenanglah Murp" ucap pak Afdet menenangkannya


"Dia tak berguna! Dia hanya menganggu kita sepanjang malam" ujar pak Murp lagi


"Apa kau tidak senang aku disini?" tanya pak Feron dan langsung menyerang pak Murp. Mereka pun bertengkar disana saling tonjok menonjok satu sama lain, sedangkan yang lain berusaha melerai pertengkaran mereka. Baltasar hanya bisa terdiam melihat bapak-bapak itu bertengkar.


Tiba-tiba datang Kapten "Hey hentikan!!!" teriak kapten dengan Emosi "Aku akan menuju laut Tirenia dan aku akan lemparkan kalian satu persatu ke dalam mulut Hiu!" ujar kapten mengancam mereka, mereka semua terdiam mendengar ucapan Kapten. Akhirnya mereka kembali bekerja "Berikan aku sedikit cahaya ujar pak Murp kepada pak Feron, Pak Feron langsung membanting senternya ke lantai dan bergegas masuk ke kabin kapal.


Setelah sembilan jam menunggu, akhirnya kapten menyuruh mereka mulai mengecek kail tangkapannya, Baltasar juga ikut membantu menarik ikan yang didapat dengan kait. Kail pertama ditarik, mereka langsung bersiap untuk mengait tapi sayangnya tidak ada ikan yang terjerat. Tak putus harapan mereka mengangkat kail kedua, ternyata kail kedua juga tidak membuahkan hasil, dan kekecewaan pun datang untuk kedua kalinya, saat mengangkat kail ketiga sebuah ikan sangat besar terjerat, itu adalah ikan Marlin yang sangat besar! Mereka mencoba mengangkatnya dengan pengait.


"Satu, dua!! Ayo angkat" akhirnya mereka berhasil menangkap ikan itu dengan susah payah, mereka tertawa bersama sama setelah berhasil menangkapnya. Tiba-tiba


ombak yang besarnya menghantam kapal mereka dari sisi kiri kapal dan ikan hiu pun ikut naik ke atas kapal, sehingga membuat pak Eduar terpeleset dan jatuh, Hiu itu memberontak dan terus berusaha untuk menggigit pak Eduar "Bantu aku cepat! Aaaaaaaa" teriak pak Eduar


Pak Afdet segera pergi ke kabin kapal untuk mengambil shotgun dan bergegas menembak Hiu itu tepat dikepalanya. Semua sangat panik dan suasana begitu tegang, tiba-tiba pak Eduar tertawa terbahak-bahak dan yang lain juga ikut tertawa, kemudian mereka membuang Hiu itu kelaut.


...........................


Hari demi hari berlalu, tangkapan ikan mereka sangat sedikit. Diruang navigasi terlihat Kapten sedang mengajari Baltasar cara mengemudi kapal, tiba-tiba pak Eduar menghampiri mereka "Kapten bagaimana dengan tangkapan kita yang sedikit sekali! Apa kita tak melakukan apapun?" tanya pak Eduar


"Anak-anak membicarakannya, bahwa aku sudah gagal. Bill Clinton gagal? Sabar sedikit, akan kubuktikan padamu!" ujar sang kapten dengan sedikit Emosi


"Aku cuma tak mengerti kau terlalu memaksakan diri, aku kemari butuh uang! Aku ingin memulai awal yang baru" ujar pak Eduar


"Saat itu kau sangat semangat ingin ikut denganku, kau pikir seorang nelayan tidak butuh kesabaran yang besar! Ternyata kau manusia payah" ujar kapten mulai kesal


"Kau menjanjikan ikan yang banyak?" ujar pak Eduar mengingatkan janji sang kapten


"Kau akan dapat banyak ikan, aku pernah gagal beberapa kali namun pulang membawa ikan banyak, pria sepertimu harus mengepaknya didermaga, aku selalu mencari ikan! Selalu! Dan kali ini pasti berhasil, jadi jangan remehkan aku" teriak kapten dengan Emosi, Baltasar hanya terdiam melihat mereka berdebat.


"Baiklah kapten" ujar pak Eduar dengan suara pelan


...........................


Saat malam tiba semua awak kapal mulai melempar kailnya lagi ke laut, berharap kali ini mereka akan memanen hasil yang banyak


"Murp lebih dekat, berikan mereka makanan lezat" ujar pak Afdet sambil memasang umpan segar pada kail tangkapannya


"Apa kau mendengarnya bung? Kapten berdebat dengan Eduar sepertinya kapten tidak senang, kita harus bekerja lebih giat lagi" ujar pak Afdet dengan semangat


"Feron! Apa perlu kulempar dengan ikan agar kau mau bekerja" ujar pak Murp menegur pak Feron yang hanya membersihkan ember


"Diamlah brengsek!!" teriak pak Feron


"Kau tak bisa memancing ikan di ember?" ujar pak Murp mengejek


Tiba-tiba pak Feron terpeleset dan menjatuhkan umpan didalam sebuah ember saat ombak menghantam lambung kapal


"Yang benar saja liat siapa yang kuhadapi, orang darat tolol" ujar pak Murp "Kau nelayan atau petani?" Pak Murp lanjut mengejeknya


"Bantu dia cepat sebelum kapten melihat!" ujar pak Murp kepada pak Eduar


"Kau tak berguna Feron, enyahlah!! Kau selalu buat onar" ujar pak Murp dengan kesal


Saat sedang bekerja, tiba-tiba tali kail mulai tertarik dan melilit kakinya pak Murp


Tanpa sadar tiba-tiba pak Murp langsung terjatuh kedalam laut. "Pak Murp!!!" teriak Baltasar kaget melihat pak Murp terjatuh, Baltasar segera mengambil pisau dan bergegas terjun ke dalam laut. Pak Feron yang panik bergegas terjun untuk membantunya.


"Kapten ada yang terjatuh!!" teriak pak Afdet


Kapten langsung menghampiri mereka "Ambil kemudi!!" ujar kapten pada pak Eduar


Pak Murp berusaha melepaskan tali kail di kakinya, Baltasar segera menghampirinya dan memotong tali itu, karena sangat banyak menelan air laut pak Murp pun pingsan. Baltasar mencoba mengangkat pak Murp Ke permukaan air, tapi dia tidak terlalu kuat sendirian, tiba-tiba pak Feron datang ikut membantunya. Akhirnya pak Feron dan Baltasar berhasil menyelamatkan pak Murp, Kapten dan yang lainnya segera mengangkat pak Murp ke atas kapal


Pak Murp tak sadarkan diri, kapten terus berusaha menekan-nekan bagian dada pak Murp agar air keluar dari tubuhnya, akhirnya air pun berhasil dikeluarkan dari mulutnya dan pak Murp pun sadar. Mereka segera membawa pak Murp masuk ke kabin kapal untuk beristirahat.


...**********...


Bagaimanakah kisah selanjutnya?


Next eps selanjutnya!!