
(Dikediaman tuan Ambros)
Terlihat tuan Ambros sedang menikmati makan siang bersama istrinya.
"Dilara apa kabar aku harap ibumu segera pulih, kami baru saja mendengar kabar ini dan kami sangat sedih semoga kau tetap tabah semoga ibumu lekas sembuh jangan sedih ya, kami mencoba menghubungimu tetapi tidak bisa, kalau ada apa-apa tolong kabari kami." tuan Ambros menutup telponnya
"Bilang salam dariku!!" ucap istrinya itu
"Kemana, ke telpon hah, aku sudah menelepon dia dan mengucapkan segalanya aku senang dia tidak menjawab telponnya, kau tau kan biaya telpon ke Kanada sangat mahal" sahut suaminya dengan kesal
"Kau sangat perhatian Ambros, aku yang membayar tagihan telepon itu."
"Apa kau bodoh, apa yang terjadi jika kita tidak telepon dia, hah" ujar tuan Ambros
"Kau sangat khawatir saat ibunya sakit, dan kau tidak menelepon saat ibuku sakit" sindir istrinya itu
"Tch, kau tau kan kita hanya punya satu kesempatan dan jika soal Dilara kita harus berhati-hati kau mengertikan??" tegas suaminya itu
Tiba-tiba ada telepon masuk "Kringgg kringg"
"Siapa itu?" tanya istrinya penasaran
"Tidak tahu nomor tidak dikenal" tuan Ambros langsung menjawab telepon itu "Halo! Yayay aku tau ya iya aku tau, baiklah aku akan datang malam ini"
"Siapa itu, kenapa kau tersenyum-senyum seperti itu Ambros" tanya istrinya
"Solmaz! Jika kau tau siapa yang menelepon aku tadi, kau akan naik ke meja itu dan mulai menari"
.............................
(Diperusahan Azuloscuro)
"Selamat siang tuan"
Siang tuan Alonzo sagera bergegas menuju ke ruangannya dan tak lama kemudian disusul oleh sekretarisnya yang bernama Della
"Selamat datang tuan Alonzo" sapa Della
"Ya Della, bagaimana perkembangan perusahaan?" tanya tuan Alonzo sambil membaca beberapa dokumen dimeja kerjanya
Della hanya terdiam dan terlihat gugup untuk menyampaikan tentang perkembangan Azuloscuro
"Semuanya tidak baik tuan!" ujar Della dengan suara pelan
"Maksudnya?" sahut tuan Alonzo dengan santai
Della langsung memperlihatkan dokumen-dokumen yang tidak bisa dia pahami "Banyak pengeluaran uang atas nama tuan Alonzo disini" ujar Della sambil memberikan dokumennya
Tuan Alonzo pun kebingungan melihat dokumen itu "Maksudnya? Aku tidak pernah mengambil uang dari Azuloscuro dalam jumlah begitu besar"
"Disini ada keterangan bahwa Anda mengambilnya untuk pengobatan putra Anda" ujar Della memberitahu
"Siapa yang menandatangani surat ini?" tanya tuan Alonzo
"Tuan Ambros!" tegas Della
"Sialan! Kenapa kamu tidak menghubungi saya dulu jika kau tau ada yang tidak beres?" tanya tuan Alonzo mulai kesal
"Aku sudah menghubungi tuan berkali-kali, tapi tidak ada jawaban" sahut Della
"Baiklah, kau boleh pergi"
Tuan Alonzo pun langsung menghubungi tuan Yelderin untuk membicarakan tentang masalah ini "Tuttttt, tutttt tutttt. Yelderin kau bisa ke Azuloscuro sekarang, baiklah aku menunggu"
..........................
"Rumah ini penuh dengan kenangan, aku sangat sedih karena harus meninggalkannya." titah Alessandro dengan lesu
"Biarkan semua kenangan tersimpan dirumah ini, kita akan datang kesini dan membersihkannya setiap hari." sahut Baltasar
"Oh ya baltasar"
"Iya kenapa?"
"Tolong antar aku ke kamar ibuku"
"Iya"
Sesampainya didalam kamar ibunya, Alessandro teringat kenangan indahnya bersama ibunya yang penuh kehangatan.
FLASHBACK
"Karena sudah ada bulan yang menggantikannya" jawab ibunya sambil memeluknya
"Tapi bulan tidak bersinar seperti matahari"
"Iya, tetapi dia akan menjagamu saat kau tidur"
"Benarkah Bu!"
"Iyaa sayang"
FLASHNOW
"Alesso, kamu baik-baik saja kan?" tanya Baltasar melihat Alessandro yang termenung
"Iyaa, eh!! Coba kamu buka lemari pakaian itu!" suruh Alessandro
Baltasar pun pergi menghampiri lemari yang ditunjuk Alessandro "Coba liat di dalam laci disitu ada kotak kecil berwarna merah, tolong ambilkan"
"Ini?" tanya Baltasar
"Iyaaa, coba kamu buka!!"
"Aku buka?" titah Baltasar penasaran sambil mengerutkan keningnya
"Iyaa bukalah!"
"Wah arloji? Bagus sekali"
"Itu untukmu balt" ujar Alessandro
"Untukku??"
"Iya, ibuku membelikannya untukmu, sebagai hadiah, apa kau menyukainya?"
"Ya! aku sangat menyukainya"
...........................
Dua jam kemudian tuan Yelderin pun datang ke Azuloscuro untuk bertemu dengan tuan Alonzo
"Kenapa kau terlambat?" tanya tuan Alonzo dengan sedikit kesal
"Maafkan aku, perjalanan sangat macet"
Seorang karyawan pun datang mengantarkan kopi "Selamat menikmati!" ujar karyawan tersebut
"Terimakasih" sahut tuan Yelderin berterima kasih
"Ada apa kau memanggilku Alonzo!?" tanya tuan Yelderin
"Aku sangat membutuhkan bantuanmu, selamatkan aku dari pria itu, aku tidak ingin melihat wajah maupun bayangannya lagi, kau mengerti!"
"Siapa yang kau maksud?" tanya tuan Yelderin sambil menikmati secangkir kopi
"Kau tau siapa yang aku maksud, jangan membuatku menyebut namanya!" tegas tuan Alonzo
"Hmmm, baiklah aku mengerti, tapi jika dia menolak itu membutuhkan waktu"
"Baiklah, aku akan menutup perusahaannya dan dia akan berutang padaku"
"Hahahaha oh ya Alonzo, ini asuransi kesehatan Alessandro dan Emilia. Aku sudah atur semuanya" sambil memberikan dokumen asuransinya
"Bagus terimakasih."
"Aku akan segera pergi menemui Ambros dan membicarakan masalah ini!"
"Tentu saja, tolong selesaikan secepatnya!"
"Baik-baik selamat tinggal, sampai jumpa!"
"Sampa jumpa!"
...*********...
...Preview...
Jangan terlalu bergantung pada orang lain karena bayanganmu sendiri akan meninggalkanmu dalam kegelapan.
Selanjutnya!! ཆKehidupan yang rumit'