Alstroemeria Of Almeria

Alstroemeria Of Almeria
Awal adalah akhir dan akhir adalah awal



Dalam lamunan malam, Andres teringat masa-masa mereka bersama, saat bercanda bersama, tertawa bersama dan bahkan melakukan hal-hal yang terkonyol bersama


"Malam berlalu, angin pun ikut terbawa oleh suasana hatiku, angin bagaikan bahagiaku. Tatkala suara petir membentak jantungku menghentikan serasa denyut nadi ini, petir bagaikan dukaku, hingga petir menurunkan titahnya pada hujan yang turun, hujan bagaikan tangisanku. Hujan berhenti…Tahukah kau bintang…? Tersadar akan ini, tak perlu terluka dalam nestapa, bahagiaku dengan manja. Aku merasa cukup dengan semua itu, kepercayaan dan persahabatan.


Di dunia ini…


Sebuah persahabatan sangatlah mustahil tuk tetap abadi, tapi bukan untukku. Begitu pula sebaliknya…Sebuah perpisahan juga sangat mustahil tuk tetap abadi. Bagiku awal adalah akhir dan akhir adalah awal."


.................................


(DiKediaman Consuella)


"Selamat pagi!" Sapa tuan Rafael


"Selamat pagi tuan Rafael" sapa balik bibi Emine


"Selamat pagi kek" sapa Oliveira yang sedang asik bermain game


"Emilia belum bangun?" tanya kakeknya


"Aku mengetuk pintu kamarnya tapi tidak menjawab kek, dia masih tidur" jawab Oliveira dengan sedikit cuek


"Aku akan periksa dia!" ujar sang kakek


"Emilia kau sudah bangun sayang?" tanya kakek Rafael sambil membuka pintu kamarnya "Ouh sayang! Cucuku yang cantik, cucu kesayangan ku muach, ayo bangunlah mari kita sarapan lalu pergi kerumah sakit ya"


"Aku tidak akan pergi!"


"Ah tidak bisa begitu sayang, kenapa tidak? Kau harus pergi, dengar aku memahami perasaanmu sayang, kau menyalahkan dirimu, tapi jika kau tidak melihat wajah kakakmu, kau akan lebih merasa bersalah lagi"


"Aku langsung pergi dari rumah tanpa memikirkan Alessandro kakek, saat ibu meninggal, dia hanya sendirian! Dia sendirian dan aku tidak bisa mengurusnya, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri kakek" ujar Emilia dengan nada kesal


"Tidak tidak! Jangan begitu, tentu saja kau akan melihat wajahnya kau akan pergi kesana, aku tidak tahu apa yang kau lakukan, tapi kau harus menghadapi dia" ujar kakeknya


....................................


Direstoran terlihat tuan Ambros dan istrinya Solmaz sedang menikmati sarapan pagi, mereka mengobrol tentang rencana menjenguk putra dari tuan Alonzo. "Ambros apa kita pergi kesana hari ini?" tanya nyonya Solmaz


"Kemana?"


"Rumah sakitt!" tegas istrinya


"Iya iya, kita akan memberikan hadiah apa untuknya?" tanya tuan Ambros


"Hadiah? Hadiah apa Ambros? Kita sudah tidak punya uang." ujar nyonya Solmaz memberitahu


"Apa maksudmu? tentu saja harus, kau harus mengeluarkan uang untuk mendapatkan uang, mengerti!"


"Hmm! Terus saja kau berusaha mendapatkan uang itu, kau hanya menghamburkan uang saja"


"Solmaz berpalinglah atau duduk di meja lain, kau telah membuatku kesal."


...................................


(Dirumah sakit)


"Tuan Alonzo, kami akan berhenti membius Alessandro" ujar dokter Yozi


"Haaahh syukurlah" nyonya Dilara merasa lega mendengarnya


"Lalu apa yang terjadi dokter?" tanya tuan Alonzo


"Pertama-tama dia akan bangun dan mengenali kalian, lalu melakukan pemeriksaan neurologi untuk memeriksa kerusakan otak dan tulang belakang" ujar dokter memberitahu


"Tunggu apa maksudmu? Apa kerusakan itu mungkin terjadi?" tanya tuan Alonzo


"Dalam kasus seperti ini kemungkinan seperti itu ada, permisi!" ujar dokter Yozi dan bergegas pergi untuk memeriksa keadaan Alesso


"Iya dokter!" jawab suster tersebut


"Alessandro!" panggil dokter Yozi membangunkan Alessandro


"Ya Tuhan! Tolong anakku, ayo bangun sayang" ujar nyonya Dilara sambil melihatnya dibalik didinding kaca


"Alessandro!!" panggil dokter itu lagi


Tiba Alessandro membuka matanya perlahan-lahan "Alessandro bagaimana kabarmu baik?" tanya sang dokter, dengan lemas Alessandro menganggukkan kepalanya


"Alonzo, syukurlah dia membuka matanya" ujar nyonya Dilara dengan bahagia


"Iya Dilara" jawab suaminya dengan penuh syukur


Dokter segera mengecek keadaan Alessandro "Ikuti jariku dengan matamu" ujar dokter pada Alessandro, dokter pun menggerakkan jarinya di hadapan wajahnya Alessandro dan Alessandro mengikuti gerakan jari dokter itu dengan matanya "Bagus, bagus sekali" ujar dokter Yozi


Dokter pun mengajak mereka keluar dari kamar "Apa yang terjadi dokter?" tanya tuan Alonzo pada dokter


"Apa dia pernah ikut terapi sebelumnya?" tanya balik sang dokter


"Aku tidak tahu!" jawab tuan Alonzo


"Ini sudah begitu lama dibiarkan, jika ini diteruskan maka putra Anda kemungkinan tidak bisa berjalan lagi" ujar dokter memberitahu


"Dokter tolong jangan tersinggung, kami bisa membawanya ketempat manapun didunia ini, kalau seandainya ada yang bisa membantunya ataupun menyembuhkannya, lebih baik kita segera membawanya kesana dokter" ujar tuan Alonzo dengan cemas


"Tuan Alonzo, Alessandro baru pulih dari operasi besar, tolong jangan terburu-buru, keputusan yang terlalu buru-buru bisa menimbulkan masalah, kita akan memulai melakukan terapi terhadap kakinya Alessandro setelah kondisinya pulih sepenuhnya, kita berdoa dan memberi dukungan kepadanya, kita akan melalui bersama-sama, tolong bersabarlah." ujar dokter dengan tegas


...............................


Dengan semua masalah yang menimpa putranya itu, membuat tuan Alonzo sedikit stres dengan keadaan, dia mencoba mencari udara segar diluar rumah sakit, tak lama kemudian temannya datang "Alonzo dokter bilang berapa lama lagi sebelum Alesso bisa berjalan?" tanya tuan Yelderin


"Dia tidak bisa memberikan kepastian, tidak bisa, aku sedih untuk Emilia, dia sangat terpukul dengan sumua ini, dia sangat menyayangi kakaknya itu Yelderin, aku sangat sedih untuknya!"


"Ya ampun dia gadis yang sensitif, hatinya pasti luka" ujar tuan Yelderin


"Bukan luka Yelderin, hancur! Emilia hancur, Alesso juga" ucap tuan Alonzo "Oh ya Yelderin, kau sudah lama menjadi sahabatku, kepada siapa aku bersalah, ehmm! Kenapa aku harus membayar semua ini? Apa salahku? Apa kesalahan anak-anakku? Aku siap membayar semua ini tapi apa kesalahan mereka" ujar tuan Alonzo hampir putus asa


"Jangan berkata begitu Alonzo! Ini akan segera berakhir"


..............................


Karena keadaan Alessandro semakin membaik dokter membawakan ke kamar khusus. "Singaku, tampan! Apa kabar? Kau baik-baik saja" tanya ayahnya sambil mencium keningnya


Tak lama kemudian Andres pun datang untuk menjenguk sahabatnya itu, dia membawakan sedikit hadiah untuknya


"Selamat pagi Alesso" sapa Andres sambil masuk kedalam ruangan


"Ouh selamat datang nak" ujar tuan Alonzo


"Alesso lihat temanmu datang!" ujar ibu tirinya dengan senyum


"Alesso, kau merasa lebih baik sekarang? Aku membawakan coklat untukmu" ujar Andres sambil memberikan sekotak coklat padanya


Alessandro langsung melempar coklat itu "Coklat apa? Apa kau mempermainkan aku, bawa coklatmu dan pergilah dari sini, jangan ganggu aku. Apa kalian mengejekku, aku tidak ingin kalian datang dan mengkasianin aku."


Andres sangat terkejut dengan sikap Alessandro, dia langsung terdiam keheranan, tuan Alonzo langsung mengantarkan Andres keluar dari kamar "Nak, tolong maafkan sikap Alesso tadi, dia sangat frustasi dengan keadaan yang menimpanya, kamu bisa kembali saat kondisinya membaik" ujar tuan Alonzo meminta maaf


"Iya paman, aku paham!" ujar Andres, dia pun langsung pergi dari sana. Andres sangat sedih untuk sahabatnya itu, masalah demi masalah selalu datang menghampirinya


......*********......


Bagaimanakah kisah selanjutnya?


Next eps selanjutnya!!