
"Kring... Kringgg" telpon nyonya Sofia berdering
"Nyonya Sofia!" Sapa pak inspektur
"Iya saya sendiri" jawab nyonya Sofia
"Segera ibu ke kantor polisi ada sesuatu yang kami ingin sampaikan ke nyonya!"
"Baik saya akan segera kesana!"
"Siapa mam?" tanya Alessandro dengan penasaran
"Dari kantor polisi, mama disuruh datang kesana!"
"Itu pasti kabar soal Baltasar, aku ikut" ujar Alessandro
"Iya. Bii....!" Panggil nyonya Sofia
"Iya Nyonya!" jawab bibi Rosy bergegas menghampiri nyonya Sofia
"Tolong siapkan Alessandro ya, kami mau berangkat"
"Mam!! Aku kabarin Andres dan Laura dulu ya" ujar Alessandro
Nyonya Sofia pun segera ke kantor polisi, sesampainya dikantor polisi tak lama kemudian Laura dan Andres pun tiba disana
"Gimana Alesso apa ada kabar soal Baltasar?" tanya Andres dengan penuh harapan
"Ini kita mau ke ruang pak inspektur" ujar Alessandro
Mereka pun masuk ke ruang pak inspektur, dengan penuh harapan bahwa kabar baik akan datang.
"Nyonya sebelum itu saya ingin bertanya, kapan Anda terakhir melihat Baltasar?"
"Sekitar empat hari yang lalu kalau gak salah"
"Berarti hari kamis?" tanya pak inspektur untuk memperjelas
"Iya pak, dia pergi ke kampus pagi itu, terus kami tidak melihatnya lagi" jawab Alessandro dengan spontan
"Tadi siang ada sekelompok remaja melapor ke saya, bahwa Baltasar pada malam Jumat pergi ke pesta musim semi" ujar pak inspektur
"Hah,, pesta musim semi, kami tidak tahu soal itu, dia bahkan tidak berpamitan denganku" ujar Alessandro
"Boleh kami tahu siapa yang melaporkan berita ini pak?" tanya nyonya Sofia
"Kylie, Luiz, Rico, Cindy dan Robby, mereka juga merupakan mahasiswa dari University Of Valencia"
"Terimakasih pak atas informasi!" ucap nyonya Sofia
Mereka langsung pergi dari sana, saat mau keluar dari kantor polisi, ibu Sofia menerima telepon dari kantornya.
"Alessandro, mama harus segera ke kantor dulu, kamu pulang sama pak Nayak ya" ujar ibunya
"Tidak apa-apa Bu, Alessandro biar kami saja yang antar" jawab Andres
"Oke baiklah, hati-hati ya" ujar ibu Sofia dan segera pergi dari sana
"Sepertinya aku kenal dengan namanya Kylie itu" ucap Laura sambil berfikir
"Benarkah?" tanya Andres penasaran
"Jangan sok gak kenal dres, kau dulu juga menyukainya kan?" ujar Laura mengejek
"Hah?" Alessandro kaget
"Iyaa si cewek penggoda itu" ujar Laura lagi
"Ayo kita temui dia!" ajak Andres segera bergegas
"Hmm" ujar Laura mengejek Andres
Dari kantor polisi mereka langsung pergi kerumahnya Kylie, disana mereka tidak menemukan Kylie.
"Sepertinya dia tidak ada dirumah!" kata Andres
"Kita tunggu saja disini" ucap Laura dengan kesal
"Kenapa kita tidak pergi besok saja?" Andres memberi saran
"Kita tidak punya banyak waktu, kita tunggu saja dia disini" ucap Laura dengan tegas
........................
Hari semakin gelap, tapi Kylie dan teman temannya tidak menemukan jejak jejak keberadaan Baltasar.
"Kemana perginya anak itu, seperti ditelan bumi saja!" ucap Rico mengejek
"Apa mungkin dia diculik?" tanya Robby
"Siapa yang mau menculiknya?" tanya Luiz mengejek Robby
"Jika aku tau! Sudahku laporkan ke polisi" ucap Robby
"Kita pulang saja, besok pulang kampus kita cari lagi!" ujar Cindy kelelahan
"Iyaa, aku sudah sangat kelelahan" ucap Rico
"Baiklah" ujar Luiz
Mereka langsung pulang untuk beristirahat setelah seharian mencari Baltasar. Luiz mengantarkan mereka kerumah satu persatu. Saat mengantar Kylie, didepan rumah Kylie sudah ada Alessandro, Andres dan Laura yang menunggunya.
"Hey, ternyata kalian Andres!" ujar Kylie
"Iya, kami menunggumu dari tadi" jawab Andres menggombal Kylie
"Benarkah? Mari masuk dulu!" ajak Kylie dengan ramah
"Tidak usah repot-repot, kami kesini mau bertanya soal Baltasar, apa benar kamu mengundangnya ke pestamu?" tanya Laura dengan kesal.
"Iya itu benar! Dari mana kau tahu?" tanya Kylie balik
"Aku tidak tahu, saat pesta selesai dia langsung pulang!" jawab Kylie
"Tidak mungkin, dia pergi ke pestamu, tanpa pamit padaku, bahkan selesai dari kampus dia tidak pulang kerumah, dan malamnya dia menghadiri pestamu. Tidak seperti biasanya" Alessandro memberikan penjelasan
"Mungkin kau tidak ada dirumah waktu itu" ucap Andres
"Apa jangan-jangan dia sudah pulang kerumah, seharusnya bibi Maria dan bibi Rosy tau soal itu, tapi mengapa mereka bilang tidak tau!" ujar Alessandro kebingungan
"Mereka kan belum mengenal Baltasar, coba kamu tanya sekali lagi" ujar Laura
.........................
Dalam perjalanan pulang Andres melihat Peter sedang menuju kesebuah toko buku, Andres segera menghentikan mobilnya.
Kenapa berhenti" tanya Laura
"Kalian tunggu disini sebentar" ujar Andres dengan raut wajah kesal dengan emosi yang membara, dia segera pergi menghampiri Peter ke toko buku tersebut.
"Mau kemana kau?" ujar Alessandro
Andres mengabaikan pertanyaan Alessandro dia langsung bergegas menuju ke toko buku. Didalam toko buku, Andres mengikuti Peter yang sedang memilih-milih buku. Andres pun segera menghampiri Peter dan berkata "Dunia tidak sesempit itu. Masih banyak orang lain yang lebih berhak mendapatkanmu. Kenapa kau memilih orang yang sudah punya pendamping hidup?"
"Maksudmu apa. Siapa kau?" tanya Peter dengan bingung
"Jangan berlagak tidak tahu, kau pacarnya Anna kan?" tanya Andres dengan kesal
"Tentu saja, Apa kau yang bernama Andres, pria yang tidak menghargai perasaan wanita"
"Jaga ucapanmu!" Andres menunjuk kewajah Peter
"Kenapa? Apa kau merasa malu! Anna menceritakan semuanya tentangmu. Pria cuek, tidak perhatian, dan bahkan kau meninggalkannya saat festival La Tamborrada. Kau itu pria bajingan" ucap Peter dengan tegas
"Apa kau bilang" teriak Andres sambil menonjok Peter.
"Berani sekali kau memukulku" ujar Peter dan menyerang balik Andres.
Mereka pun berkelahi di toko buku, Semua orang melihat dan mencoba melerai mereka, tanpa mereka sadari, mereka telah merusak semua buku-buku ditoko tersebut. Sehingga membuat penjual buku itu marah.
"Apa apaan kalian?" teriak penjual buku
"Apa kalian tidak sadar telah merusak semua buku-bukuku, aku mau kalian ganti rugi atas semua yang telah kalian perbuat"
Mereka hanya terdiam dan saat mengetahui kalau mereka telah merusak buku-buku di toko itu. Andres dan Peter pun mengganti rugi buku-buku yang telah mereka rusakin, dan bergegas pergi dari sana.
"Kenapa wajahmu memar begitu?" tanya Laura kebingungan
"Apa kau habis berantem?" tanya Alessandro dengan panik
"Iya"
"Apa? Kamu berantem dengan siapa?" tanya Alessandro dengan kaget
"Sudahlah lupakan saja!!"
"Cepat cerita sama kami! Apa yang terjadi?" tanya Laura memaksa
"Hmmm.. aku berantem dengan Peter"
"Peter?" tanya Alessandro
"Peter anak kutu buku itu, Anna memutuskan hubungannya denganku karena pria itu" ujar Andres dengan kesal
"Kamu putus dengan Anna, sejak kapan? Kenapa kamu tidak cerita?" tanya Laura heran.
"Kurang lebih dua hari yang lalu"
"Dasar konyol! Ayolah kita pulang" ajak Alessandro.
.........................
Keesokan paginya, saat menyantap sarapan pagi, Alessandro meminta waktu bibi Rosy dan bibi Maria untuk mengobrol sebentar.
"Bibi Maria, bibi Rosy saya ingin bertanya sesuatu sama kalian?" Alessandro mengintrogasi mereka.
"Iyaa ada apa tuan?" tanya bibi Maria
"Siang hari Kamis apa ada seseorang datang kerumah?" tanya Alessandro
"Seperti tidak ada!" bibi Rosy menjawab dengan santai
"Benarkah?" tanya Alessandro untuk memastikan
"Ada tuan, ada seseorang datang kerumah?" ujar bibi Maria
"Siapa bi?"
"Saya tidak tahu, saya langsung mengusirnya, dia masuk kerumah tanpa permisi dahulu, tiba-tiba dia sudah didalam rumah, bibi pikir dia mau merampok, jadi bibi segera mengusirnya dari sini"
"Bibi mengusirnya, apa ini orangnya?" ucap Alessandro sambil menunjukkan foto Baltasar
"Iya itu dia si perampok itu!"
Hah!!.. Ini Baltasar bi" ujar Alessandro
"Dia Baltasar" bibi Maria terlihat sangat panik
"Iya, dan bibi tahu kalau dia telah menghilang" ujar Alessandro dengan nada tinggi
"Maafkan saya, saya tidak tahu kalau itu Baltasar"
"Hmmmm" Alessandro melempar piringnya ke lantai.
...********...
Kemanakah sebenarnya Baltasar berada, apa yang sebenarnya terjadi padanya?
Next eps selanjutnya!!