
Dikediaman tuan Alonzo, terlihat Baltasar, Alessandro dan Andres sedang menikmati sarapan pagi bersama. Dengan menu spesial dari bibi Emine. Mereka mengadakan sedikit pesta kecil untuk merayakan kemenangan mereka atas keberhasilan bisa mengalahkan komplotan Bonito
"Mwhahahahha, dia pantas menerimanya! Aku sangat lega mendengar kabar kalau Marco itu dikeluarkan dari kampus" ucap Baltasar sambil menikmati teh minuman kesukaannya
"Ya! Itu memang layak untuknya" tambah Andres
"Dan yang lebih menariknya lagi, dia tidak diterima di universitas manapun di Spanyol ini." jelas Baltasar lagi
"Bukankah itu sangat kejam untuknya" titah Alessandro
"Alesso, kejahatannya bukan hanya untukmu, dia banyak melakukan kekerasan fisik dan pembullyan terhadap beberapa mahasiswa lain. Kurasa mereka juga sedang bersenang-senang seperti kita." jawab Andres untuk tidak mengasihinya
...........................
Dipihak lain, Emilia memantau rumahnya dari dalam taksi bersama Teo
"Teo kau pergi ke pria itu, lalu berikan dia memory rekaman ini dan bilang sama dia untuk memberikannya kepada Alessandro ya" suruh Emilia
"Oke" jawab Teo dan segera bergegas menghampiri Bachtiar yang sedang memanaskan mesin mobilnya
"Permisi tuan!" sapa Teo dengan ramah pada Bachtiar
"Iya, aku mau menitipkan memory card ini, ini punyanya Alessandro bisa tolong untuk berikan padanya sebentar."
"Ouh iya baiklah, akan aku berikan padanya nanti. Dari siapa?" tanya tuan Bachtiar
"Dari Ten, temannya! Terimakasih ya pak" jawab Teo
"Sama-sama!"
Teo segera kembali dan masuk kedalam taksi "Gimana berhasil?" tanya Emilia
"Iya itu gampang. Cuman memberikan memory card saja" jawab Teo dengan sombong
Mereka pun Kembali ke Rock Hause, setelah sampai disana Emilia langsung merebahkan dirinya di atas sofa dan langsung tertidur pulas.
"Kasihan Emilia, dia hanya menangis semalaman setelah mendengar pengakuan dari pria itu." ujar Teo pada Jasper yang sedang menyiapkan sarapan pagi
"Iya, tetapi ngeri banget dia semalam." ucap Jasper
"Lupakan soal itu!"
"Bagaimana aku bisa melupakannya! Wink saja takut melihat Emilia, ya kan Wink?"
"Gung gung gung!" sahut Wink mengiyakan pertanyaan Jasper
..........................
Di kediaman tuan Alonzo
"Permisi Alesso" sapa tuan Bachtiar
"Ya!"
"Ini ada titipan dari Ten, katanya temanmu!" ujar tuan Bachtiar sambil memberikan memory card itu
"Temanku? Ten. Apa ini?" tanya Alessandro
"Memory card"
"Hmmm, baiklah makasih ya" ucap Alessandro
"Coba sini, biar aku masukan kedalam handphoneku" Andres pun mengecek isi didalam memory card itu "Tidak ada isinya. Cuman ada satu rekaman suara"
"Coba putar, apa isi rekaman itu?" suruh Baltasar
Saat Andres mengeplay rekaman itu, tiba-tiba suara Dary pun muncul dengan nada sedih sambil mengakui semua perbuatannya dan teman-temannya "Semenjak kami kalah dalam pertandingan basket melawan timnya Alessandro, kami telah banyak melakukan kejahatannya pada mereka, terutama Baltasar, dimalam itu kami menghajarnya, saat dia dalam keadaan yang sangat mabuk sehabis pulang dari pesta Kylie, kami menghajarnya tanpa perasaan hingga dia pingsan dan itu membuat kami panik sehingga kami membuangnya ke kapal pukat. Untuk Andres!, Bonito, Marco dan Fernando telah mengadu domba antara Andres dan Peter dengan mengecat dinding kampus dengan tulisan 'Kenapa kau meninggalkanku demi si Peter sialan itu, Anna aku masih mencintaimu' dan mereka juga dihukum atas kasus itu oleh pihak kampus, aku tau semua itu dari rekaman video yang direkam Fernando dengan kameranya. Korban sebenarnya dalam kejahatan kami adalah Alessandro, karena masalah cinta segitiga antara Bonito, Laura dan juga Alessandro. Dia selalu dibully, dihina bahkan dipermalukan di depan umum dengan semua kekurangannya. Marco juga menguncinya didalam toilet perpustakaan semalaman sehingga entah bagaimana membuat Alessandro masuk ke rumah sakit."
"Apa? Jadi yang membuangku ke kapal itu mereka" ucap Baltasar membentak
"Dan yang mengecat dinding itu mereka, sehingga kami diturunkan dari tim basket tebaik University Of Valencia." tambah Andres dengan tidak percaya
"Tapi apa kalian yakin ini benaran lagi pula kita tidak tau siapa yang mengirimkan memory ini, jangan-jangan ini jebakan dari mereka karena kita telah membuat Marco keluar dari kampus." titah Alessandro untuk memastikan kebenaran rekaman itu
"Baiklah baiklah, kita akan cari bukti soal kebenaran ini." Baltasar langsung menghubungi Laura
"Kringgggg kringgggg kringgggg, iya Baltasar tumben kamu menelponku"
"Laura aku ingin bertemu denganmu ada hal penting yang harus kita bicarakan" ucap Baltasar
"Soal apa ya?" tanya Laura kebingungan
"Aku butuh bantuanmu, apa kau bisa bertemu denganku siang nanti?" tanya Baltasar lagi
"Oke baiklah dimana?"
"Dirumah Alessandro, rumah nyonya Sofia" jawab Baltasar
"Oke baiklah, aku akan datang"
"Kenapa kau meminta bantuan dia?" tanya Alessandro dengan sedikit kesal pada Baltasar
"Hanya dia yang dapat membantu kita sekarang, dia pacarnya Bonito, dia pasti bisa untuk mengambil kamera itu di rumahnya Fernando" jelas Baltasar
"Oke aku paham"
.........................
Dilain sisi. Dengan tubuh yang penuh luka, Dary segera mencari tumpangan untuk segera ke luar dari hutan itu. Dengan langkah demi langkah dia berjalan menyusuri jalan setapak.
..........................
Matahari mulai menguning,
"Tok tok tok tok Baltasar!" panggil Laura dari luar
"Iya! Sebentar" sahut Baltasar berlari kecil untuk membukanya pintu "Silahkan masuk!"
Laura pun masuk dan segera menuju ke ruang tamu, disana sudah ada Alessandro dan Andres yang sedang mengobrol serius "Alessandro, Andres!" sapa Laura
Alessandro terlihat cuek dengan Laura, dia membuang pandangannya. Melihat hal itu Andres kembali menyapa Laura "Ya apa kabar Laura?"
"Aa aku baik" jawab Laura dengan sedikit gugup
"Laura, terimakasih sudah mau hadir untuk bertemu dengan kami! Aku ingin meminta bantuan padamu" ujar Baltasar langsung ke intinya
"Apa itu Baltasar, aku pasti akan membantu." sahut Laura dengan serius mendengarkan Baltasar
"Coba kamu dengarkan rekaman suara ini dulu" suruh Baltasar
Baltasar pun memutar kembali rekaman itu didepan Laura.
"Hah, apa ini? Ini suara Dary kan" tanya Laura untuk memastikan
"Iya, tadi pagi kami mendapatkan rekaman ini dari seseorang yang tidak kami kenal. Aku tau kau dengan mereka sekarang, apa lagi kau sekarang sudah menjadi pacarnya Bonito. Aku mau kau mengambil memory card dalam kamera itu, hanya itu satu-satunya bukti yang kuat untuk kami, agar kami tau semua kebenarannya. Kami takut ini hanya jebakan bagi kami" jelas Baltasar
Laura pun menatap Alessandro dengan sekilas "Iyaa aku akan membantu kalian, sekarang aku akan pergi kerumahnya dan aku akan berusaha untuk meminta kamera itu jika perlu, aku akan mengambilnya diam-diam"
"Terimakasih Laura. Hanya itu saja yang ingin aku bicarakan" ucap Baltasar
"Iya sama-sama kalau begitu aku pamit ya, permisi" Laura pun bergegas pergi ke rumahnya Fernando, tanpa dia sadari dia sudah diikuti oleh Bonito pacarnya itu dan dia telah mendengar semua percakapan mereka.
...*******...
...Preview...
Kebenaran akan selalu mencari jalan untuk mengungkapkan dirinya.
Selanjutnya ཆPerjuangan Laura'