Alstroemeria Of Almeria

Alstroemeria Of Almeria
Makan malam



Sementara di Rock House, terlihat Jasper sedang menyiapkan makan siang sedangkan Teo sedang mencari pakaian yang bagus untuk dia kenakan malam nanti


"Teo mari makan, aku sudah menyiapkannya!" ajak Jasper


"Sebentar. Apa kau memasak pasta lagi aku bosan makan itu terus?" tanya Teo yang sedang memilih baju


"Lihatlah tuan raja ini, sampai saat ini kita belum mendapatkan pekerjaan, hanya ini yang ada, makanlah!" ujar Jasper memberitahu sambil menghampiri Teo kekamarnya "Kau sedang apa?" tanya Jasper penasaran melihat Teo yang kebingungan memilih pakaian.


"Apa aku terlihat keren menggunakan ini?" tanya Teo balik sambil menunjukkan salah satu pakaiannya


"Ya bagus" jawab Jasper dengan santai


"Oke thanks you"


"Mau kemana kau dengan pakaian itu?" tanya Jasper lagi


"Aku akan pergi menemui Emilia!"


"Benarkah! Apa kau tahu dimana dia tinggal?" tanya Jasper dengan kaget


"Yaa, aku tau. Aku sudah mengikutinya kemarin saat dia pulang dari sini. Kau tau Jasper rumahnya sangat besar" ujar Teo memberitahu


"Benarkah, apa lebih besar dari villa ini?"


"Iya, banyak pelayan yang bekerja disana, bahkan kekayaan tuan Richard tidak ada apa-apanya" ujar Teo lagi


Mendengar nama tuan Richard, Jasper langsung teringat dengan perampokan yang mereka lakukan "Jangan bilang kau berencana merampok rumah Emilia?" ujar Jasper dengan sedikit panik


"Hahahah, sekarang bagiku itu tidak penting, aku akan mencuri hati Emilia, aku hanya memikirkan Emilia" jawab Teo memberitahu


"Terus kau akan kerumahnya?"


"Iyaa."


..........................


Alessandro sangat kaget mendengar pernyataan Kylie dikampus, dia berusaha untuk tidak percaya dengan semua itu.


"Apa kau percaya itu Andres" tanya Alessandro yang masih memikirkan kejadian tadi


"Entahlah aku tidak tahu!" jawab Andres sambil menuangkan teh


"Aku tidak percaya Laura perempuan seperti itu" ujar Alessandro menggeleng-geleng kepalanya


"Mantannya kembali!" tegas Andres


"Iya, sekarang bagaimana?" Alessandro menanyakan nasibnya


"Bagaimana apanya?" Andres pun keliatan bingung dengan pertanyaan Alessandro


"Apa Laura akan kembali padanya?" tanya Alessandro dengan khawatir


"Kurasa tidak, kau lihat Laura sangat marah tadi pada pria itu" jawab Andres dengan yakin


"Tapi kau lihat penampilannya!" ujar Alessandro


"Ada apa dengan penampilan?" tanya Andres


"Sudahlah lupakan"


................................


Dipihak lain, Bonito begitu kaget mendengar kabar bahwa mantan Laura kembali dari Amerika.


"Apa itu benar?" tanya Bonito untuk memastikan kebenaran informasi yang didapatnya


"Iyaa, aku melihatnya tadi seperti mereka bertengkar, hebatnya lagi Alessandro ada disana" ujar Fernando dengan tegas


"Sepertinya Alessandro sangat terpukul dengan kehadiran Maverick" ucap Marco dengan ekspresi konyolnya


"Itu bagus" jawab Bonito


"Bagus?" Fernando keheranan


"Iyaa, aku bisa membuat Maverick dan Alessandro sebagai pion dalam permainan, dan Laura akan menjadi milikku, pertarungan cinta segitiga akan dimulai!"


.............................


"Kringgggg kringgggg kringgggg" suara panggilan telpon Andres pun berdering


"Iya" jawab Andres


"Andres apa malam ini kamu sibuk?" tanya Laura


"Tidak, kenapa?" tanya balik Andres


"Aku mau ajak kamu sama Alesso makan malam diluar, ya sambil jalan-jalan" ajak Laura


"Boleh, jam berapa? Biar aku sama Alesso jemput kamu" tanya Andres


"Sekitar jam setengah sembilan"


"Baiklah!"


"Siapa?" tanya Alessandro penasaran


"Laura menelpon! Dia ajak kita keluar katanya mau makan malam diluar sekalian jalan-jalan, kamu mau ikut?" tanya Andres


Alessandro terlihat memikirkan ajakkan Laura dan kemudian dia mengganggukkan kepalanya


.............................


Malam pun tiba, Andres dan Alessandro segera menjemput Laura kerumahnya, saat semuanya sudah siap "Mau makan malam dimana kita?" tanya Andres


Semuanya hanya terdiam, melihat tidak ada respon "Hmm sudahlah" ujar Laura untuk melupakan pertanyaan tadi


"Tidak, aku tidak percaya!" ujar Alessandro


"Benarkah?" tanya Laura untuk memastikan


"Tentu saja" jawab Andres dengan tegas


Laura kelihatan sedikit lega karena teman-temannya masih mempercayainya


"Kalau Baltasar ada disini dia pasti akan bilang jangan pernah percaya siapapun tanpa ada bukti atau fakta" ujar Alessandro dengan nada leluconnya


"Mwhaaha, bisa saja kamu!" Laura terlihat tersenyum bahagia sambil mencubit pipi Alessandro


"Aku Alessandro Consuella. Entah harus dari mana harus kumulai cerita ini, kabut sunyi perlahan mulai merayap di hati. Aku yang mencintaimu dalam diam, menahan rindu yang kian tak teredam. Lalu, apa dayaku? Bahkan anginpun membisu ketika aku mengadu tentang apa saja yang bertalian dengan dirimu." ujarnya dalam hati


.............................


Sementara itu Teo sudah sampai dirumah Emilia dengan motor vespanya. Dia pun memutuskan untuk menyamar sebagai seorang kurir sebuah restoran


"Selamat malam tong tong tong" panggil Teo sambil mengetuk pintu pagarnya yang besar itu


"Iyaa,," seorang penjaga bergegas membuka gerbang


"Saya kurir dari restoran Basque Bar de Tapas ingin mengantar makanan pesanan nona Emilia Consuella" ujar Teo memberitahu


Melihat penampilan Teo yang begitu rapi tanpa menggunakan seragam kerja restorannya, penjaga ini tidak percaya kalau dia adalah seorang kurir dari restoran "Lalu kenapa kau tidak memakai seragam kerja restoranmu?" tanya penjaga itu


"Sebenarnya jadwal kerjaku sudah selesai, ini pesanan yang terlewatkan, makanya saya mengantarkan pesanan ini yang terakhir" ujar Teo memberitahu


"Baiklah sini berikan pada saya" ujar penjaga itu


"Tidak bisa pak, saya harus mendapatkan tanda tangan beliau sebagai tanda terima pesanan" ucap Teo


"Ayo masuklah!" ajak penjaga dan menyuruh Teo Untuk menunggu dihalaman rumah sedangkan penjaga itu bergegas pergi memanggil Emilia


"Nona Emilia tok tok tok," panggil penjaga itu


"Iya!" jawab Emilia sambil membukan pintu kamarnya


"Pesanan Anda sudah sampai dihalaman depan!" ujar penjaga itu memberitahu


"Pesanan apa?" tanya Emilia penasaran


"Katanya Anda memesan makanan" ujar penjaga itu


Emilia pun sangat kebingungan, dia segera pergi untuk menemui kurir itu di halaman rumah.


"Permisi" sapa Emilia


"Emilia!" panggil Teo


Dengan kaget Emilia melihat bahwa kurir itu adalah Teo "Teo, ngapain kamu kesini?"


"Aku ingin mengajakmu keluar malam ini" ujar Teo


"Dari mana kamu tau rumahku?" tanya Emilia penasaran


"Bisa kita pergi sekarang sebelum yang lain melihatnya" ajak Teo


"Hmmmm"


"Jangan banyak berfikir, ayolah!!" ujar Teo lagi


Mereka pun bergegas pergi tanpa sepengetahuan siapapun, mereka pergi menggunakan pespa, Teo mengajak Emilia untuk makan dipinggir jalan


"Apa kita akan makan disini?" tanya Emilia


"Maafkan aku Emilia aku hanya bisa mengajakmu kesini"


"Tidak apa-apa setidaknya aku bisa pergi menikmati udara malam." ujar Emilia menghargai usaha temannya itu untuk menghiburnya


"Pak kami pesan dua kebab" ujar Teo


"Segera tiba!!" ujar penjual kebab itu


"Emilia, bagaimana keadaanmu? Akhir-akhir ini kau terlihat pucat" tanya Teo yang begitu mengkhawatirkan keadaan Emilia


"Sangat buruk Teo!"


"Kau pasti bisa melalui semua ini Emilia"


"Ini dia pesanan kalian yang special" ujar penjual kebab itu memotong pembicaraan mereka sambil mengantar pesanan mereka


"Terimakasih!. Emilia makanlah" ujar Teo


"Aku tidak mau!" Emilia menolak untuk makan


"Ayolah, jaga kesehatanmu, ini sangat lezat kau akan menyesal jika tidak mencobanya" ujar Teo menggodanya


Emilia sedikit tersenyum melihat tingkah Teo yang sedikit aneh menurutnya "Kamu bisa saja! Baiklah aku akan makan." ucap Emilia "ngomong-ngomong makanan apa yang kau bawa tadi?" tanya Emilia lagi


"Cuman kotak kosong!"


"Hahaha.. Ada-ada saja kamu Teo" ujar Emilia sambil tertawa


...******...


Bagaimanakah kisah selanjutnya?


Next eps selanjutnya!!