
Jasper melalui malam yang sunyi tanpa kehadiran Teo, sehingga dia memutuskan untuk menikmati makan malam berdua bersama anjingnya Wink, untuk menghilangkan suasana yang begitu jenuh. Tak lama kemudian tibalah mereka direstoran.
"Oke Wink! Kau mau pesan apa?" tanya Jasper pada anjingnya
"Gung Gung Gung"
"Ouh Almogrote"
"Gung Gung Gung"
"Oke... Baiklah!" ucap Jasper
"Pelayan!!" panggil Jasper
"Mau pesan apa tuan, ini daftar menunya, mohon maaf tuan! Anda tidak boleh membawa anjing peliharaan ke dalam restoran" tegur pelayan itu
"Jangan khawatir! Dia tidak akan menganggu pelanggan yang lain" ujar Jasper dengan santai
"Tapi tuan, peraturan direstoran ini, Anda tidak diperbolehkan membawa masuk hewan peliharaan, karena untuk menjaga kenyamanan pelanggan yang lain" ujar pelayan itu dengan tegas
"Dia anjing yang baik! Aku janji dia tidak akan membuat ulah direstoran ini, iya kan Wink!!" tanya Jasper pada anjingnya
"Gung Gung Gung"
"Kami hanya mau menikmati makan malam" ujar Jasper lagi
"Baiklah tuan! Anda mau pesan apa?" tanya pelayan itu dengan ramah
"Almogrote!! Hmmm dua untuk makan disini dan duanya lagi dibungkus" ujar Jasper dengan tersenyum
"Segera tuan" ucap pelayan itu dan segera pergi
"Hey Wink! Gimana perasaanmu, apa kau senang?" tanya Jasper
"Gung Gung Gung" Wink menggonggong dengan raut wajah sedih
"Ouh!! Aku juga sedikit sedih, Teo tidak bersama kita, kau tau ini pertama kalinya dia jatuh cinta huahahaha!! Kuharap dia tidak melupakan kita " ujar Jasper
"Gung Gung Gung"
"Ini tuan pesanan anda, selamat menikmati, hy anjing manis...." ujar pelayan itu.
"Gung" wink menggonggong dengan keras
"Awwwwwuuuu" pelayan itu kaget dan langsung pergi dari sana
"Hahahaha kau menakutinya Wink" ujar Jasper
..........................
"Emilia..!! Sosisnya sudah matang" panggil Teo
"Ouh, aku segera datang!" ujar Emilia buru buru
Mereka menikmati sosis sambil memandangi langit yang bertaburan bintang.
"Sungguh indah bukan?" ujar Teo memandangi langit
"Hmmm sedikit!! Aku lebih suka melihat burung hering yang mencongkel bola matamu" ucap Emilia dengan ekspresi psikopatnya menatap Teo
Teo terdiam dan gemetar melihat ekspresi Emilia, dia terlihat sangat menakutkan.
"Huaaaa huaaaaaa.. Tenanglah, aku hanya bergurau! Kau terlihat sangat manis saat takut" ucap Emilia kegirangan melihat tatapan Teo yang takut.
"Ngomong-ngomong, dimana keluargamu, kau tidak menceritakannya?" tanya Emilia sambil menikmati sosis
"Aku tidak punya keluarga" Teo memberitahu
"Ups"
"Sejak kecil aku hidup sendirian tanpa orang tua, sampai suatu hari aku bertemu dengan seseorang yang bernama Jasper dan anjingnya bernama Wink, dia juga memiliki latar belakang yang menyedihkan, dari situ kami hidup bersama, dan merekalah satu satunya keluarga yang ku punya sekarang!" ujar Teo dengan nada sedih
"Kisah yang menyedihkan, maaf aku tidak tau soal itu" ucap Emilia dengan cuek
"Tidak apa-apa, aku sudah kedinginan! Mari kita tidur, besok kita akan melanjutkan perjalanan lagi!!" ajak Teo tersenyum
Mereka pun langsung bergegas masuk ke kadang kuda.
"Eh, mau kemana?" tegur Emilia kaget melihat Teo mau tidur disampingnya
"Tidur" jawab Teo dengan heran
"you sleep there" ujar Emilia sambil memegang pisau.
"Hmmmm"
.......................
Selesai makan malam Wink dan Jasper segera pulang untuk beristirahat, malam semakin larut dan dingin, ditambah lagi dengan salju yang turun semakin lebat. Dalam perjalanan pulang Jasper melihat banyak orang yang berkumpul didepan sebuah toko, Jasper pun menghampiri untuk mencari tahu apa yang terjadi? Ternyata mereka sedang melihat informasi dari sebuah poster. Poster itu berisi pengumuman tentang perampokan yang terjadi dikediaman tuan Ricard dan tersangka yang melakukan perampokan itu ialah Consuella, Jasper pun kebingungan kenapa para polisi itu menduga Consuella?
"Consuella? Apa jangan-jangan liontin itu" ujar Jasper dengan panik
"Brengsek!! Dimana liontin itu, apa aku menjatuhkannya disana?" teriak Jasper sambil menendang kursi.
"Gung Gung Gung" menggonggong Wink dengan panik
"Kita harus berkemas Wink, kita harus pergi malam ini juga"
"Kita akan pergi ke gunung Teide, menyusul Teo"
Dengan kepanikan setengah mati, Jasper dan Wink segera bergegas dari sana dan langsung menuju ke gunung Teide dengan segala cara.
..............................
Pagi yang cerah untuk melanjutkan perjalanan, tapi Teo terlihat kurang sehat.
"Hmmmmmmmmm pagi yang indah bukan?" tanya Emilia
"I Iyaa" jawab Teo gemetar
"Kau terlihat pucat, apa kau baik-baik saja" tanya Emilia
"I'm fine..hasyimm!!" jawab Teo sambil bersin-bersin
Emilia tidak yakin dengan jawaban Teo, dia segera membuat air hangat dan memberi vitamin imun terhadap virus untuk Teo sebelum mereka berangkat.
"Apa ini" tanya Teo
"Ini vitamin, minumanlah! Jangan banyak bertanya" ujar Emilia
"Terkadang kau cuek, terkadang kau perhatian denganku" ujar Teo dengan suara kecil.
Setelah meminum air hangat. Teo sedikit lebih baik, mereka langsung bergegas pergi melanjutkan perjalanan. Sudah enam jam mereka menempuh perjalanan tanpa beristirahat, akhirnya mereka sampai dikaki gunung Teide, Emilia segera bergegas menaiki gunung tersebut, namun secara tiba tiba salju di gunung Teide mengalami kelongsoran, dengan cepat mereka segera menjauhi gunung itu. Setelah selamat dari bencana itu, mereka berteduh disebuah pohon untuk beristirahat. Terlihat Emilia sangat kesakitan karena kakinya cedera tersandung dengan batu saat berlari. Segera Teo mengambil syalnya untuk mengikat kaki Emilia agar darah di kakinya berhenti mengalir.
"Apa masih sakit" tanya Teo cemas
"Lumayan!!" ujar Emilia kesakitan
"Ini butuh beberapa hari untuk sembuh" ujar Teo
Dengan dengan keadaan kaki yang sakit, Emilia tetap ingin melanjutkan perjalanannya. Dia tidak mau jika penelitiannya gagal, Teo tidak tega melihat Emilia berjalan dengan kakinya yang sakit.
"Boleh saya mengendongmu?" Teo menawarkan bantuan
"Tidak!" ujar Emilia dengan cuek
Kali ini Teo tidak mau mendengarkan Emilia, dia memaksa Emilia untuk mau digendong olehnya. Emilia memberontak, dia meminta Teo untuk menurunkannya, tapi Teo tidak merespon Emilia. Akhirnya Emilia pasrah, lagi pula kakinya masih sangat sakit, Teo mencari jalan terbaik untuk mendaki gunung agar tidak terjadi kelongsoran salju lagi. Dengan semangat Teo terus berjalan, dan pada akhirnya mereka sampai ditempat tujuan.
"Oh my god!!" ujar Emilia kegirangan melihat cantiknya bunga alstroemeria
Emilia segera turun dari punggungnya Teo dan menghampiri bunga alstroemeria. Hari pun sudah mulai gelap mereka segera berkemah disana untuk beberapa hari sampai penelitian Emilia selesai.
........................
Dikantor polisi, dua orang polisi sedang asik mengobrol membicarakan kasus perampokan kediaman tuan Richard.
"Apa kamu tau dirumah tuan Richard ditemukan sebuah liontin"
"Terus apa hubungannya?"
"Liontin itu bukan milik nyonya Richard, tidak ada yang mengakui siapa pemilik liontin itu, sepertinya itu milik si perampok"
"Kenapa kamu bisa berkesimpulan seperti itu"
"Liontin itu tertulis sebuah nama"
"Siapa?"
"Consuella!!"
"Consuella? Sepertinya nama itu tidak asing bagiku"
"Benarkah!?"
"Hah Consuella!! Emilia Cosuella dan juga temannya Teo! Hmmm Teo Aldert"
"Siapa yang kau bicarakan?"
"Aku pernah meminta indentitas mereka saat pemeriksaan kendaraan diperbatasan kota Calle Islas Canarias. Mereka menuju ke gunung Teide, ya ya!! gunung Teide" ujar polisi itu dengan tegas.
"Apa kamu serius"
"Iyaa"
Mereka berdua langsung melaporkan hal ini ke pak inspektur, setelah mendapatkan informasi yang akurat. Pak inspektur mengerahkan seluruh aparat polisi untuk segera menunju ke gunung Teide.
...**********...
Akankah polisi itu dapat menemukan para perampok itu?
Next eps selanjutnya!!